Kisah seorang Aluna merubah dirinya menjadi iana, karena derita dan ditolong oleh satu keluarga. Membuatnya kembali bertemu pria yang selama ini ia hindari.
Siapa sangka karena Ananda Hiko ditinggal mati sang istri karena kecelakaan, ia kembali hidup dengan identitas baru bernama Kelvin.
Pertemuan mereka kembali, ditakdirkan meski sejauh manapun mereka merubah dirinya, akan tetapi alam memang menyurati jika mereka jodoh.
Simak kisahnya ya!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oktiyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
POSISI BARU
Sampai di rumah, hal yang pertama iana lakukan adalah membersihkan diri dan menemui kedua anaknya yang lucu.
"Sayang, apa yang kamu lakukan?" tanya iana.
ia membungkukkan tubuhnya, ia bercuci tangan dan memeluk sang anak. Kian dan Kean antusias memeluk sang mama yang telah di hadapannya kini.
"Ayo sayang! Rapihkan mainan, kita ke kamar."
Seraya mendapat perintah, si kembar pun menurut, mengekor sang mama dari arah belakangnya.
Ketika menjelang malam, iana menemani sang putra dan putri kecilnya bermain. Bibi Ratna yang membawakan burger dan kentang pun ikut menemani, mereka tersenyum bercanda dan amat bahagia.
"Makasih ya, bibi setia selalu dengan iana hingga saat ini, membantu iana."
"Non.. iana jangan bersedih, badai pasti berlalu non, percaya sebentar lagi non iana pasti akan bahagia."
"Iy, ada ada aja. Hanya karena iana menolak, malah di pecat. Atasan iana meminta makan malam, tapi iana ga menyesal. iana pyur hanya mau kerja." sedihnya.
"Itu udah bagus, keputusan yang amat bagus non. Bibi dukung, apalagi si kembar ga rewel."
"Iy bi, alhamdulilah jadi ga banyak repotin bibi di rumah kerjaannya dah banyak."
"Enggak, bibi ga merasa di repotin kok, non."
Ke esokan harinya.
iana merasa pegal di sekujur tubuhnya tiba saja terbangun akan ponsel berdering.
"Kamu dimana iana, cepat ini sudah pukul delapan belum juga datang ke kantor?"
iana berusaha mencerna, ia sudah dipecat dan tidak bekerja lagi. iana pun mengulang dan menanyakan menatap ponselnya."Maaf bu Lina, tapi saya sudah dipecat kemarin oleh Tuan Dolby."
"Kau coba lihat pesan dan email, kemarin kamu di promosikan oleh Tuan Herman untuk datang pagi ini, Jika tidak kau akan tau akibatnya!" ancam Spv Lina.
iana pun segera mengecek pesan. Jelas terlihat itu adalah pesan dari perusahaan jika ia akan menjadi asisten pribadi Tuan Kelvin kemana pun pergi.
"Astaga .. kenapa jadi begini, kenapa bisa aku secepat ini di promosikan."
iana pun bergegas, ia berpamit pada bibi Ratna.
Semalam mereka tidur terlalu larut, hingga kedua putrinya belum bangun. ia pun mencium kening kedua putra putri mungilnya sebelum berangkat.
"Maaf ya nak, mama akan terlambat pulang." kecup iana, pagi pagi sekali ia mengusap kening kedua anaknya yang masih terlelap tidur.
***
Selepas di kantor. iana menarik nafas panjang. ia mencoba mengatur nafas agar tidak grogi. Iana berusaha ingin mengetuk tapi gemetar. Hah bagaimana ini, pikiran ku semakin kacau! Gemetar iana, setelah sampai depan ruangan pak Kelvin.
"Tugasku apa yang harus aku lakukan?" batin iana. ia mengepal jari ingin mengetuk tapi tak berani.
Tiba saja ingin diketuk, tapi pintu itu otomatis terbuka sehingga membuat iana terkejut dan berdiri tegap dengan spontan. Sementara asisten Herman tersenyum menatap sang bos yang tertawa kecil lebar.
Ia menatap layar jelas sosok iana berdiri diam kebingungan, karena pintu itu otomatis dalam sekejap siapa yang datang, Tuan kelvin akan mengetahuinya. ia tersenyum dan kembali kewajah aslinya ketika pintu itu terbuka, menatap kelakuan iana yang gugup di depan pintu kerjanya.
"Masuklah..., kenapa terlambat?"
iana masuk tak mengedip seisi ruangan dan menatap suasana wajah pria dihadapannya itu. Kini ruangan berubah menjadi dingin dan mencekam.
"Maaf saya terlambat."
"Saya permisi dulu Tuan Kelvin." ucap Herman di samping meja, ia keluar untuk mengambil berkas.
iana terdiam kaku, kini di ruangan itu hanya ada mereka berdua.
"Lho kenapa jadi berdua disini, ruangan ini besar sekali bagaimana jika dia...?" iana meracau pikiran aneh.
"Apa yang harus saya kerjakan Pak, saya sedikit bingung karena kemarin saya sudah di pecat. Tapi saya sudah kembali dengan posisi yang berbeda."
Kelvin mendekat, dan meminta iana untuk mengikutinya. ia meletakkan berkas pada kedua tangan iana.
"Ikut saya sekarang!" iana yang diperintah hanya bisa mengekor tanpa perlawanan.
Tbc.