Slow update..
Athifah Farihan cantik dan periang, dua kata yang pertama kali orang lihat dari gadis tersebut, terlahir dari keluarga sederhana, membuatnya harus putus sekolah dan membantu perekonomian keluarga demi kedua orang tuanya
Muhamad Ahnaf Baqir tampan dan shalih, berasal dari keluarga yang cukup berada tak membuatnya sombong, di tambah dirinya sebagai lulusan salah satu pesantren membuatnya tidak pernah membedakan orang dari derajatnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Balas dendam 1
Naf beserta team keluar dari ruangan meeting yang membuat mereka tertekan tapi mereka berhasil keluar dengan sebuah surat kontrak kerja sama yang sudah di tanda tangani oleh perusahaan besar tersebut, itu berarti tender kali ini berhasil mereka dapatkan, dan kebehasilan mereka membuat kebencian Chandra terhadap Naf semakin memuncak
Dia mulai merencanakan sesuatu untuk membalas keberhasilan Naf dengan membuat menderita, senyum licik kembali terlukis di bibirnya saat dia menerima sebuah informasi dari orang kepercayaannya
*****
Naf duduk di kursinya dia melihat ponselnya dengan senyum masih menghiasi bibirnya, setelah tadi menghubungi istrinya dan mengatakan jika ia akan pulang sedikit terlambat karena harus membereskan beberapa pekerjaan yang baru dia menangkan tadi siang
Dia lega saat mendengar tawa istrinya di balik telepon katanya istri kecilnya itu sedang kerepotan belajar membuat kue bersama Sezha
Naf kembali fokus dengan file di tangannya dan laptop di hadapannya, dia sedang berada di ruang meeting bersama ke tiga temannya yang memang adalah teamnya selama ini
Sementara di rumah Thifah sudah selesai membuat kue bersama Sezha, ba'da sholat maghrib Sezha pulang karena menunggu suaminya sebenarnya dia malas menunggu di rumah sendirian tapi dia juga harus menyiapkan makanan dan segala kepeluan untuk suaminya
"Assalamualaikum mas" Thifah mengangkat telepon dari suaminya
"Waalaikum salam sayang, mas sebentar lagi pulang, adek mau mas belikan apa"
"Adek tidak mau apa apa mas, mas segera pulang saja jangan terlalu larut"
"Iya sayank, sabar ya, kenapa sudah rindu ya sama mas"
"Ikh mas ini, iya adek sudah rindu sama mas, makanya cepat pulang"
"Manisnya istriku, mas juga sudah sangat merindukan kesayangannya mas, ya sudah mas lanjut kerja lagi ya, biar bisa cepat pulang, Assalamualaikum sayank" Naf menghela napas lega tau istrinya baik baik saja, entah kenapa hatinya tidak tenang fikirannya selalu tertuju pada istrinya
"Waalaikum salam mas"
Setelah menyimpan ponselnya Thifah masuk ke kamar mandi guna membersihkan badannya karena dia belum mandi setelah berkutat dengan peralatan dapur
Selang 30 menit dia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju tidur yang sudah ia kenakan lebih dulu di kamar mandi. Tiba tiba bell apartemennya berbunyi
"Siapa ya tamu malam malam begini, kalo mas Naf kan biasanya langsung masuk saja, apa mungkin mbak Sezha" gumam Thifah sambil berjalan menuju pintu tak lupa dia mengenakan kerudung lebih dulu
Ceklek
"Maaf mencari siapa ya?" Thifah menatap laku laki jangkung yang sedang berdiri membelakangi nya
Laki laki itu berbalik dan tersenyum, dia berjalan mendekati Thifah. Sepontan Thifah mundur perlahan karena laki laki tersebut malah makin mendekat dan seolah mendorong nya masuk
"Ka-kamu siapa dan mau apa?" Thifah ketakutan melihat senyum sinis dan sorot mata tajam laki laki di hadapannya
"Mau saya, adalah kamu" jawabnya sambil mendorong pundak Thifah yang langsung jatuh di atas sofa
"Apa maksud anda" Thifah sudah meremas ujung sofa kuat
Laki laki itu menaikan sebelah kakinya ke samping Thifah dan mencondongkan wajahnya ke hadapan Thifah
"Karena kesalahan suami mu jadi kamu yang harus menerima akibatnya" laki laki itu mengeraskan rahangnya kemudian melayangkan tinjuan ke sofa tepat di samping wajah Thifah
"Aaaaa.. " Thifah menjerit ketakutan dengan mata sudah terpejam
"Tapi kamu tenang aja, karena kamu cantik jadi aku tidak akan menyakiti kamu, malam ini kita bersenang senang cantik" Chandra ya laki laki itu adalah Chandra yang ingin membalas kekalahannya terhadap Naf yang ia anggap Rival. Tangan Chandra terulur ingin mencolek dagu Thifah tapi dengan cepat Thifah menepisnya
Mas tolong Thifah, Ya Allah hamba mohon selamat kan lah hamba dari cengkraman orang jahat ini