Devanya putri Benata biasa yang di kenal Vanya putri bungsu Benata yang sekarang tumbuh menjadi gadis yang cantik , kulit yang putih, hidung yang mancung dan banyak yang bilang jika Vanya gadis yang sempurna.
Di balik kecantikan yang Vanya punya dia juga memiliki sifat bar-bar yang jarang di ketahui oleh banyak orang kecuali keluarga Benata .
Bagaimana kisah selanjutnya jangan lupa saksikan terus cerita Vanya !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lili Anti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22
" Tapi dengan satu syarat " ucap Vanya dengan senyum mengembang dia paling suka membuat seseorang penasaran.
"Syarat" ucap Robert yang bener saja mereka belum menikah tapi sudah memiliki syarat Lalu bagaimana selanjutnya apa semuanya memiliki syarat khusus.
Vanya yang melihat wajah penasaran Robert rasanya dia ingin tertawa tapi sebisa mungkin dia menahan tawa nya biar keliatan sedikit kalem tidak barbar pada umumnya.
"Iya syarat mau gak sih " ucap Vanya pura-pura kesal dan benar saja Robert langsung kalang kabut ya ampun bagaimana jika mereka gagal nikah bisa-bisa berabe urusannya mana undangan sudah tersebar .
"Iya katakan dulu apa syaratnya " ucap Robert bagaimana dia ingin menyetujui jika dia tidak tahu apa syarat yang di berikan oleh Vanya.
"Kita boleh tinggal di Jerman tapi tunggu kita sudah bikin baby dan baby nya lahir di sini " ucap Vanya tanpa menyaring ucapan astaga Robert bahkan kagum pada calon istrinya yang tanpa malu-malu membahas membuat baby padahal mereka menikah masih dua Minggu ke depan tapi lihatlah Vanya dengan santai dia membahas tentang baby.
"Ih kok diam sih " ucap Vanya Karna tidak mendapat jawaban dari Robert.
"Tidak ada yang lain " ucap Robert jika masalah itu dia tidak masalah toh cuma bikin baby doang tidak ada yang lain jadi dia setuju saja mau bikin di pesawat juga boleh.
"Oke deal " ucap Vanya mengulurkan tangan nya pertanda jika mereka sepakat .
"Deal " ucap Robert dengan senang hati Robert menerima uluran tangan Vanya .
Setelah melakukan persyaratan konyol akhirnya mereka menghabiskan waktu bersama berbeda dengan suasana di rumah sakit yang sekarang tidak ada tanda tanda dari wanita paruh baya yang dari tadi di tangani oleh pihak medis.
"Mira " ucap seorang pria paruh baya yang berlari terengah-engah menghampiri putri tunggal mereka uang sedang berjalan mondar-mandir tidak jelas .
"Daddy mommy " ucap Mira langsung memeluk tubuh Daddy nya , Zean dapat merasakan tubuh putri nya yang bergetar dia pasti shock sekarang melihat semuanya.
"Sayang ayo kita duduk " ucap Zean berusaha membuat putri tenang dan setelah sedikit tenang baru Zean bertanya apa hang terjadi sebenarnya sampai membuat Sisil istrinya masuk rumah sakit Karna yang dia tahu Sisil baik-baik saja .
"Ini semua Karna wanita itu dad " ucap Mira marah sambil menganggap jari-jari , Zean yang tidak paham menyernyit dahi bingung wanita mana yang di maksud putrinya kali ini .
"Dia wanita pilih Robert gara-gara dia mom bisa jatuh " ucap Mira lagi seakan dia akan membunuh wanita yang menyebabkan istrinya jadi Sekarang.
"Apa yang dia lakukan sayang " ucap Zean penasaran dia akan membuat wanita itu menyesal jika sudah membuat istrinya celaka .
Mira langsung tersenyum saat mendengar Zean yang ingin menyakiti wanita yang merebut pria nya sekarang kau akan menyesal sudah merebut miliknya.
"Gara-gara undangan itu mom jatuh tidak percaya jika Robert memilih nya dari pada Mira " ucap Mira bohong padahal sebaliknya dia yang menyebabkan kekacauan tapi dia malah menyalahkan orang lain ibarat kau melempar kotoran dan langsung menyembunyikan tangan mu itu diri mu Mira .
Wanita sejuta akal demi mengusik hidup orang lain dan.
"Kurang ajar aku akan membuat mu celaka " ucap Zean dan bertepatan dengan pintu ruangan terbuka mereka langsung bangun dari duduk nya menghampiri pria berjas putih .
"Dokter bagaimana keadaan istri ku " ucap Zean cemas , pria yang menggunakan jas putih hanya bisa menghembuskan nafas kasar hal itu membuat Zean cemas .
"Tuan sekarang nyonya tidak sadarkan diri Karna benturan keras di bagian kepalanya membuat nyonya kritis sampai sekarang " ucap dokter .
Bak di sambar petir di siang bolong saat mereka mendengar jika Sisil sampai kritis padahal tadi pagi Sisil baik-baik saja.
"Mommy " ucap Mira sedih tidak dia tidak ingin berpisah dengan mommy nya dan tiba-tiba dia langsung menggenggam tangan nya sampai buku jari memerah .
"Ini semua Karna mu kau harus merasakan ini " ucap Mira dengan mata yang tajam dia menatap ke arah dinding , dokter yang melihat itu bahkan sampai bergidik ngeri wanita cantik yang terlihat baik-baik saja tapi bisa langsung berubah menjadi monster.
"Apa kami boleh masuk " ucap Zean dia ingin bertemu dengan istrinya walau hanya sebentar saja .
"Boleh tapi hanya satu orang dan jangan terlalu lama Pasien harus istirahat total " ucap dokter dan setelah selesai bicara dokter langsung pergi dari sana membiarkan Zean untuk masuk .
Setelah kepergian dokter dan Zean Mira langsung menghubungi seseorang di sebrang sana.
"Aku ada pekerjaan untuk mu " Mira pada orang di sebrang sana.
"....."
"Aku akan kirim foto nya dan aku ingat kau membawanya di hadapan ku " ucap Mira langsung memutuskan sambungan telpon setelah menyelesaikan ucapannya pada orang dia sebrang sana.
***
Sedangkan Vanya dan Robert setelah menghabiskan waktu bersama akhirnya memutuskan untuk pulang karna mereka Karna akan menyesalkan perkejaan mereka sebelum mereka mengambil cuti panjang pernikahan mereka.
"Kau ingin membeli sesuatu " ucap Robert saat mereka sedang di perjalanan menuju pulang.
"Sepertinya tidak " ucap Vanya memang benar tidak memiliki keperluan lain.
"Baiklah kalau begitu kita langsung pulang " ucap Robert , Vanya hanya mengangguk dan selang berapa menit Vanya langsung terlelap saat di perjalanan Robert yang melihat itu langsung menepikan mobilnya dan memperbaiki posisi tidur Vanya biar saat Vanya bangun dia tidak merasakan sakit di bagian leher .
"Kau sangat cantik dan unik " ucap Robert menatap wajah damai Vanya dan setelah selesai Robert langsung melanjutkan perjalanan nya yang sempat terhenti .
Setelah 30 menit berlalu akhirnya mereka sampai di mansion Benata Robert langsung membangun kan Vanya .
"Vanya bangun kita sudah sampai " ucap Robert dan benar saja Vanya langsung membuka matanya dan melihat sekitar dan benar saja mereka sudah berada di depan pintu utama.
"Kau tidak ingin mampir " ucap Vanya saat Robert yang sudah membuka pintu mobil untuk nya
"Tidak aku ingin ke Bandara Sekarang titip salam pada bunda dan yang lain" ucap Robert .
"Baiklah "ucap Vanya dan setelah keluar Robert langsung masuk kembali dalam mobil dan langsung pergi meninggalkan kawasan mansion Benata.
Vanya yang sudah tidak melihat mobil Robert langsung masuk dalam mansion dan saat berpapasan dengan Dinda dia langsung menyampaikan pesan Robert.
"Bunda Robert titip salam " ucap Vanya dengan mata ngantuk nya
"Nak Robert tidak masuk sekali " ucap Dinda saat dia tidak menemukan keberadaan Robert.
"Tidak, Robert ingin ke bandara sekarang baiklah Vanya ngantuk by bunda " ucap Vanya langsung naik ke lantai atas ingin melanjutkan tidur nya .
Dan benar saja saat sudah sampai Vanya langsung menghempaskan tubuhnya di kasur king size milik nya dan memerlukan waktu 5 menit Vanya sudah terlelap.
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya otor yang lain mohon masukan dan saran nya
apalagi aqeela gemes banget kaya ara pas waktu kecil lucu bnget ..
tetap semangat dan sukses selalu buat semua karya2 kakak yng lain nya ,,dan aku pasti mampir jga k novel KK yng lain nya .... semangat kak dan sehat selalu 💪💪
bagaimana kl gk Dadakan, mungkin ngundang satu Propinsi 😜🤣🤣🤣