Arhan si tukang panggul harus menelan pahitnya hidup, rumahnya terbakar, ia mengalami luka bakar, anaknya pincang karena tertimpa kayu dan istrinya menceraikannya.
Naasnya ia mati di lindas 3 mobil sekaligus. Tapi siapa sangka jika hidupnya berubah saat ia mendapat sistem.
Sistem mengubah hidupnya dan membuat mantan istrinya menyesal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
...Happy Reading...
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
"Bagus sekali, Sistem. Kerja bagus," gumamnya dalam hati.
Kini, tidak hanya rekeningnya yang bertambah tebal hingga angka yang sulit dibayangkan akal sehat, tapi kemampuan dan kekuatannya juga sudah mencapai level yang luar biasa.
Malam ini bukan hanya menyelamatkan nyawa orang lain, tapi malam ini juga menjadi titik balik dimana Arhan Dewa Garino benar-benar bangkit menjadi sosok yang tak tertandingi!
Malam semakin larut. Kesunyian mulai menyelimuti seluruh penjuru kota, hanya tersisa cahaya lampu jalan yang temaram menemani mereka berdua.
Melihat waktu yang sudah menunjukkan sangat malam, Arhan pun membuka suara dengan nada yang sopan dan penuh perhatian.
"Nona Celine, sebaiknya Anda menghubungi orang tua atau keluarga Anda untuk menjemput Anda sekarang. Sudah sangat larut," kata Arhan lembut.
Celine tersentak sedikit, lalu mengangguk paham. "Ah iya, benar juga. Tapi... sepertinya saya tidak membawa ponsel," jawab Celine dengan sedikit canggung, meraba tas kecilnya namun kosong.
Tanpa berpikir panjang, Arhan langsung merogoh sakunya dan menyerahkan telepon genggamnya.
"Tidak masalah. Pakai ponsel saya saja," katanya sambil menyodorkan alat komunikasi itu.
Dengan senyum tulus dan rasa lega, Celine menerima ponsel tersebut. Ia segera menekan nomor yang diinginkan dan menghubungi pihak keluarganya untuk memberitahu lokasi keberadaannya saat ini.
Beberapa menit kemudian, panggilan selesai. Celine mengembalikan ponsel itu kepada pemiliknya dengan sikap yang sangat hormat.
"Terima kasih banyak, Tuan Arhan," ucapnya tulus. "Sudah saya kabari. Sebentar lagi pengawal pribadi saya akan datang menjemput saya di sini."
Arhan tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Baiklah, kalau begitu. Kita tunggu saja di sini sampai mereka datang," jawab Arhan tenang.
Setelah memastikan Celine aman dan telah di bawa oleh tim keamanan keluarga Andara untuk menjemput putri konglomerat itu, Arhan pun segera berpamitan.
Ia tidak ingin berlama-lama. Waktu terus berjalan, dan ia tahu Arka pasti sedang menanti kehangatan pelukannya.
Dengan kecepatan tinggi namun tetap aman, motor sport hitam itu membelah jalanan kota yang mulai sepi. Hanya butuh waktu singkat, Arhan sudah sampai kembali di halaman rumah mewahnya yang tenang dan damai.
Gerbang terbuka dan tertutup rapat kembali secara otomatis.
Arhan melangkah ringan menaiki tangga, menuju kamar utama. Ia membuka pintu pelan-pelan, dan pemandangan di dalamnya membuat hatinya terasa hangat membara.
Di bawah cahaya lampu tidur yang remang-remang, terlihat Arka masih tidur sangat pulas. Wajah anak itu damai, tanpa beban, tanpa rasa takut.
Dan di sampingnya, Robot Replika masih berdiri tegak sempurna, memeluk tubuh kecil itu dengan posisi yang sangat natural. Tidak ada satu pun celah yang terlihat, sepenuhnya menyerupai Arhan asli.
"Kerja bagus, Sistem," bisik Arhan dalam hati.
Swoosh!
Cahaya tipis menyelimuti tubuh robot itu. Dalam sekejap mata, sosok buatan itu menghilang menjadi butiran energi yang kembali ke sistem.
Dan seketika, tubuh asli Arhan sudah berbaring di posisi yang sama persis, menggantikan robot itu tanpa menimbulkan suara sedikit pun.
Arka yang merasa pelukan itu kembali hangat, hanya menggeliat kecil, lalu memeluk lengan papanya semakin erat, tersenyum dalam tidurnya.
Arhan menatap wajah malaikat kecil itu dengan penuh kasih sayang.
"Papa sudah pulang, Nak. Tidur yang nyenyak ya..." bisiknya lembut, lalu ia pun memejamkan mata, menikmati kemenangan dan kebahagiaan malam ini.