Penjara cinta yang suaminya ciptakan membuat Firda tak tahan lagi . Ia hidup namun tak bisa hidup dengan bebas seperti manusia pada umumnya . Suaminya itu menyuruhnya melakukan hal hal yang tak ia sukai mulai dari Memakai softlens berwarna biru setiap hari , menghadiri les memasak juga menghadiri les piano .
Bukan hanya itu saja , setiap ia pergi keluar dari rumah .Para bodyguard selalu mengikuti dirinya , ia merasa tak nyaman namun ia berusaha berpikir positif bahwa itu semua suaminya lakukan demi keselamatan nya .
Namun semakin hari ia semakin tak nyaman , ia seperti seorang boneka yang hanya bisa pasrah di mainkan dan di atur oleh orang lain . Kebebasan nya seakan terenggut saat ia menikah dengan suaminya itu . Karena merasa lelah dan muak dengan itu semua akhirnya Firda mulai tak menuruti apa mau suaminya . Ia mulai lupa mengenakan softlens biru yang suaminya suruh pakai setiap hari .
Awal nya ia kira suaminya tak akan marah namun justru ia salah . Suaminya murka dan mengamuk hingga berakibat kekerasan dalam rumah tangga yang ia alami .Hal itu semakin membuat Firda tak kuat lagi menjalankan rumah tangga nya , keinginan nya untuk mengakhiri rumah tangga nya semakin kuat setelah mengetahui fakta bahwa suaminya menikahi dirinya hanya karena ia mirip dengan istri laki aki itu yang sudah meninggal . Hatinya semakin hancur kala mengtahui jika perintah perintah yang suaminya berikan hanya lah agar dia terlihat semakin mirip dengan mendiang istrinya .
Hingga akhirnya wanita itu memilih pergi mulai dari meminta cerai yang suaminya tolak mentah mentah. Hingga memalsukan kematian nya sendiri agar terbebas dengan dari cengkraman sang suami .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yulia puspitaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. Masih mencintai nya sampai kapan pun tetap mencintai nya .
Jam menunjukan pukul 7 malam dan Farel baru selesai melakukan oprasi pasien nya yang terakhir .
" Tadi dokter Farel hebat sekali ya . Padahal pasien tadi luka di wajah nya cukup parah loh tapi dia dapat menyelesaikan nya dengan mudah . " Ucap salah seorang perawat pada Novi .
" Iya kan memang dokter Farel dokter bedah berbakat Ra .. ya apa pun kondisi pasien pasti dia berhasil menangani nya . " Ucap Novi memuji keahlian Farel .
" Beruntung ya yang jadi istrinya pasti bangga , udah ganteng , berbakat ramah lagi gak sombong . "
Novi tersenyum samar , ia merasa apa yang di katakan sahabatnya itu ada benar nya juga . Mengapa ia baru sadar jika Farel begitu mempesona .
" Eh ..tapi gue denger berita katanya dokter Farel ditinggal istrinya pergi sama cowok lain ya . Tapi gue gak tau sih berita itu bener pa enggak nya , kalau bener berarti bodoh banget ya tu cewek karena ninggalin cowok sempurna seperti dokter Farel . " Ucap teman Novi masih saja membicarakan Farel..
" Ya mungkin aja istrinya sudah tak cinta lagi Dev makanya dia cari yang baru lagi "
" Kalau loe gak cari lagi nov , kan loe udah 2 tahun janda Pasto kesepian deh . "
Novi terdiam sejenak , ia memang berniat untuk mencari calon suami namun sampai saat ini ia belum menemukan nya .
" Pengen sih , tapi apa ada yang mau sama gue ?" Tanya Novi kurang percaya diri .
" Coba aja deketin dokter farel kan dia juga lagi kesepian . Kalian juga sudah kenal lama kan , seperti nya cocok . "
" Enggak ah ... Dev , mana mungkin dokter Farel mau sama gue dia kan cinta mati tuh sama bininya . Buktinya aja dia belum cari wanita lain kan sampai sekarang , bahkan dia masih nunggu istrinya pulang dan kembali ke pelukan nya loh . " Ucap Novi merasa tak mungkin jika ia mendekati Farel karena laki laki itu masih mencintai istrinya .
" Iya juga sih , tapi gue penasaran siapa ya .. Pasien yang akan kita tangani Minggu depan , apa mungkin itu temen Deket dokter Farel ya sampai sampai mendapatkan perlakuan istimewa . Atau jangan jangan dia seorang artis terkenal dan tak ingin media tau kalau dia menjalani oprasi plastik . Ah gue jadi penasaran deh nov . " Ucap Devi menebak nebak siapa pasien yang akan mereka rahasiakan identitas nya itu .
" Kalau itu gue juga penasaran , kita tunggu saja lah sampai hari oprasi tiba . Nanti kita juga tau sendiri siapa pasien yang dokter Farel maksud. "
" Kalian lagi ngomong apa sih kelihatan nya serius sekali ?." tanya seorang laki laki yang sedari tadi memperhatikan mereka dari kejauhan . Seketika Novi dan Devi terkejut , ia tak menyangka orang yang mereka bicarakan akan muncul di belakang tubuh mereka .
" Em ...kita ...itu ..kita mau pulang bareng dok tapi bingung mau naik apa . " Ucap Novi gugup begitu pula dengan Devi .
" Mau saya antar ?" Tanya Farel berbaik hati menawarkan sebuah tumpangan untuk 2 perawat cantik di hadapan nya .
" Tidak usah dok kita naik taksi saja nanti . " Tolak Novi dan Devi merasa tak enak jika harus merepotkan laki laki di hadapannya itu .
" Em ..baiklah , kalau begitu saya pulang dulu ya . Sampai jumpa besok . " Pamit Farel setelah itu berjalan menjauhi Devi dan Novi.
" Untung saja pak Farel gak denger apa yang kita bicarakan tadi ya nov , kalau sampai dia denger bisa gawat . Ya mungkin dia gak akan pecat kita tapi kan tetap saja gak enak sama pak Farel kalau kita sampai ketahuan bergosip tentang dia tadi . " Ucap Devi merasa lega karena Farel tak mendengar perbincangan mereka .
" Sudahlah lebih baik kita lekas pulang dan istirahat saja . Dari pada kita bergosip di sini terus . "
" Iya kamu benar , sebentar ya aku ambil tas ku dulu . Setelah itu kita pulang . " Izin Devi pada Novi .
" Oke ."
...
.
..
" Ck ...kapan dia pulang apa masih lama , apa dia lembur lagi ?" Ucap Dea kesal . Wanita itu nampak melihat jam yang melingkar di tangan nya sesekali . Sementara Firda , wanita cantik itu telah tertidur di sofa yang tak jauh dari Dea berada .
" Dasar ...niat nya nemenin nih cewek , eh dia malah ketiduran . Kalau begitu untuk apa aku kesini menemani dia . Ah sial , sungguh menyebalkan . " Gerutu Dea tiada henti hentinya mengumpat menyalahkan keputusan nya yang setuju menjaga Firda di rumah Farel .
" Jangan berbicara sendiri nanti kamu jadi gila . " Ucap seseorang yang baru saja memasuki ruang tamu dan disambut dengan Omelan yang Dea keluarkan dari mulutnya .
" Eh ...kamu sudah pulang kenapa aku gak denger kalau kamu buka pintu ?" Tanya Dea seketika senang melihat kedatangan farel , wanita itu tak lagi cemberut bahkan kini senyum manis terukir di wajah ayunya .
" Bagaimana mau mendengar kalau kamu sendiri sibuk dengan Omelan mu itu . " Ucap Farel berjalan mendekati Dea . Saat sudah berada di dekat sahabatnya itu , ia begitu terkejut melihat Firda tertidur pulas di samping Dea .
" Sejak kapan dia tidur ?" Tanya Farel memperhatikan wajah cantik bak bidadari yang masih terpejam matanya itu .
" Baru saja , aku ajak dia buat nonton tv eh malah ketiduran . " Jawab Dea menatap Firda sekilas .
" Pergilah, aku sudah pulang sekarang jadi kamu sudah boleh pergi . "
Mata Dea langsung melotot mendengar ucapan laki laki di hadapannya itu .
" Kamu mengusirku ?" Tanya Dea tak percaya . Farel terkekeh pelan melihat ekspresi Dea yang begitu lucu saat terlihat kesal seperti saat ini .
" Bukan begitu , ini sudah malam . Ibumu pasti menunggu mu pulang di rumah . " Jawab Farel membuat Dea sedikit lega karena alasan itu yang membuat Farel menyuruhnya pergi bukan karena laki laki itu tak suka Dea berada di rumah nya sedikit lebih lama .
" Baiklah aku akan pulang , apa kamu tak berniat mengantarku ?" Tanya Dea berharap Farel sedikit memberikan perhatian terhadap nya dengan mengantarkan nya pulang .
" Aku lelah ...kamu bisa pulang sendiri kan . Lagi pula tadi aku sangat sibuk di klinik karena jadwal operasi yang menumpuk . " Jawab Farel merasa tak enak hati karena tak bisa mengantarkan sahabatnya itu .
" Tak apa .. ..Kesehatan mu nomer satu . Aku bisa pulang sendiri . " Ucap Dea sedikit kecewa namun ia juga tak bisa memaksa Farel untuk mengantarkan nya pulang karena ia tak ingin laki laki itu kelelahan dan sakit .
" Terimakasih pengertian nya . " Ucap Farel tersenyum . Senyum yang selalu membuat hati Dea bergetar karena nya .
" Baiklah aku pulang ya , jangan macam macam pada wanita itu saat aku pulang . Ingat kamu masih memiliki istri dan dia pun masih bersuami . "
" Tenang saja , aku bukan laki laki seperti itu . Hatiku ini masih setia pada viona sampai kapan pun . " Ucap Farel yang membuat Dea sedikit tak terima pada ucapan yang Farel lontarkan . Hatinya merasa cemburu dan juga kesal pada laki laki di hadapannya itu .
" Setelah dia mengkhianati mu . Kamu masih saja menunggu nya dan mengharapkan nya . Sadarlah rel ini sudah lebih dari 2 tahun semenjak istrimu pergi dari rumah dengan laki laki lain tapi kamu tetap saja mengharapkan nya . Apa kamu tak bisa melupakan dia dan membuka hatimu untuk wanita lain . ?" tanya Dea merasa putus asa karena Farel masih saja mengharapkan orang yang tak pernah mengharapkan nya .
" Jangan bahas hal itu ...aku tau kita akan bertengkar jika kita membahas hal itu lagi , sampai kapan pun aku akan tetap mencintai viona . Dan perasaan ku itu tak kan hilang sampai kapan pun . "
Sakit rasanya mendengar perkataan yang farel ucapkan namun ia juga tak bisa melakukan apa pun selain menerima keputusan laki laki di hadapannya itu . Terkadang Dea merasa iba pada Farel karena mencintai orang yang salah . Hingga membuat hati laki laki itu terluka pada akhirnya .
" Terserah kamu saja lah rel . Jika itu keputusan mu maka aku hanya bisa berdoa semoga Viona cepat sadar dan kembali ke pelukan mu lagi . Ya sudah aku pulang ya . Sampai jumpa lain waktu . " pamit Dea pada laki laki di hadapannya itu .
" Iya terimakasih doanya . " Ucap Farel tersenyum tipis . Dea hanya mengangguk setelah itu ia pergi meninggalkan farel dan Firda sendirian .
..
.
.
Lanjut besok ya .
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah .
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .
tapi seru juga ....
semangat otor.