Mencintai wanita yang juga dicintai oleh sahabatnya, membuat Rio lebih memilih mundur dan mengubur perasaannya dalam-dalam.
Melihat wanita yang dicintainya bahagia dia pun ikut bahagia. Bahkan segala usaha dia lakukan agar sang wanita bahagia. Semua usahanya untuk membahagiakan dilakukan tanpa ada yang tahu. Cukup dirinya dan Tuhan saja yang tahu. Tanpa sedikitpun ingin memiliki sang pujaan hati. Dia memilih mundur asalkan sahabat dan pujaan hatinya bahagia.
Setelah memastikan wanita pujaan hatinya bahagia, Rio pun memilih untuk mengabdikan hidupnya pada sang bunda. Setelah beberapa bulan tinggal bersama bunda, Rio hendak Dijodohkan dengan adik sahabatnya.
Apakah Rio menerima perjodohan itu nantinya ataukah memilih wanita lain? Yuk kawal Rio mencari dan menggapai cinta sejatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SR 22
Pagi harinya mereka sampai di rumah Frans. Frans belum berangkat ke kantor karena menunggu kedatangan sang ayah. Bahkan Frans meminta pada istrinya, Rahma untuk menunda sarapan mereka.
"Sayang, kita sarapannya nanti saja, bareng ma Papa dan Rio. Anak-anak suruh sarapan duluan, soalnya mereka harus sekolah," titah Frans pada istrinya, saat sang istri menata sarapan di atas meja makan.
"Ok! Papa jadi ke sini?" sahut Rahma sembari mengangkat pandangannya dan menatap sang suami.
"Iya, Papa ingin tahu siapa penghianat di kantor," jawab Frans seraya duduk di dekat Rahma.
"Bukannya Ayah sudah datang membantu, kenapa sekarang Papa ikutan ke sini. Terus si Rio bukannya sudah kerja sama Bang Dolly?" cerca Rahma penasaran.
"Untuk sementara waktu Rio bantu kita di sini. Perusahaan yang dipegang Bang Dolly untuk sementara aman. Perusahaan itu tidak sebesar Surya Grup, jadi masih mudah mengawasinya," jawab Frans menjelaskan.
Tak lama kemudian, pak Edward dan Rio sampai di rumah besar itu. Ketika mereka turun dari mobil, tampak oleh mereka Frans dan Rahma yang menggendong baby Ara berdiri di teras rumah.
Frans dan Rahma langsung mendekati keduanya. Mereka bersalaman dan saling peluk untuk melepas rindu.
"Ayo, masuk! Kita langsung sarapan saja, mandinya nanti saja," ajak Frans pada ayah dan sahabatnya, dan diangguki oleh kedua tamunya.
Mereka berdua pun, eh bertiga sama baby Ara, berjalan masuk terlebih dahulu. Kemudian diikuti oleh pak Edward dan Rio.
Melihat sang pujaan hati dalam keadaan baik-baik saja, hati Rio sudah merasa bahagia. Rasa rindu yang dipendamnya kini terobati, walau hanya dengan melihat saja.
Mereka langsung menuju ruang makan, di meja makan sudah terhidang masakan kesukaan pak Edward. Rahma menyediakannya secara khusus, sesuai permintaan sang suami.
Rahma mengambilkan nasi goreng untuk suami dan ayah mertuanya.
"Kakak, mau pakai lauk apa?" tanya Rahma pada sang suami.
"Apapun yang kamu masak pasti aku makan. Begitu pula makanan apapun yang kamu kasih pasti aku lahap sampai tak bersisa," jawab Frans disertai dengan kerlingan nakal.
"Gombal, ih! Nggak lucu," sahut Rahma tersipu karena baru saja dirayu oleh suaminya.
"Bukan gombal, Sayang. Semua yang aku katakan, apa adanya diriku ini. Kalau kamu tak percaya belah saja dadaku."
Frans terus melancarkan rayuannya pada sang istri, hingga pipinya memerah bak kepiting rebus.
Melihat kemesraan sahabat dan pujaan hatinya, membuat jantung Rio berdenyut nyeri. Ada rasa yang harus dia tahan, jangan sampai orang tahu.
Rio memasang wajah datar selama di meja makan. Dia menutupi perasaannya, melihat kebahagiaan sang pujaan hatinya sudah cukup baginya. Walaupun harus menahan rasa cemburu dan sakit melihat kemesraan mereka.
*
*
*
"Rio, bagaimana dengan data yang sempat diretas? Apa masih bisa diselamatkan?" tanya pak Edward setelah satu jam Rio berkutat dengan komputer.
"Sebagian besar sudah diselamatkan oleh tenaga freelance yang mulai bekerja kemarin. Saat ini aku hanya mengunci agar tidak bisa kembali dibobol musuh. Nanti aku akan memasang alat deteksi dini, agar kita bisa segera tahu jika ada yang kembali meretas," jawab Rio menjelaskan.
"Usaha yang bagus!" puji pak Edward sembari mengacungkan jempolnya.
"Ini belum apa-apa, Pak. Masih ada beberapa tahapan lagi agar sistem data kita bisa benar-benar aman," sahut Rio merendah.
"Kamu selalu saja merendah, padahal kemampuanmu sudah tidak diragukan lagi," ucap pak Edward sambil menepuk pundak Rio pelan.
*
*
*
Maafkan diriku yang masih belum bisa memenuhi janji untuk selalu up 🙏🙏🤗🤗
Masih rempong bingit😔
DAN ANGKAT TOPI JUGA BUAT DEVAN...
DI CERITA INI DN DI CERITA MNGGAPAI MIMPI, GK NYALAHIN KLUARGA SURYA, BAIK PAK EDWARD, FRANS, ATAU PUN RAHMA, JUSTRU KSALAHAN DI LO YG TDK BRANI MMPERJUANGKN HATI LO, LO TERLALU PNGECUT DGN ALASAN PERSAHABTN & UTANG BUDI, PADAHAL LO DULUAN YG KNAL RAHMA, DN LO YG TOLONG RAHMA DARI GANGGUAN PREMAN, LO YG MMUPUK PRASAAN CINTA, ORG LAIN YG MMANEN..