NovelToon NovelToon
Read Zone

Read Zone

Status: tamat
Genre:Patahhati / Permainan Kematian / Teen School/College / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Tamat
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Litlerose

Kisah ini tentang aksi seorang anak laki-laki yang bernama Annas. Ia ingin membalaskan dendam almarhum ayahnya dengan cara menjadi seperti dirinya. Menegakkan keadilan. Meskipun dia masih menginjak usia 17 tahun di bangku kelas 2 SMA, tapi bagi dirinya, tidak ada kamus ketakutan, selama jalan yang ia ambil demi mengungkap kebenaran.

Seperti saat ini, ketika di sekolahnya terjadi sesuatu yg mencurigakan, dia tidak bisa diam saja. Bahkan dia mengincar kedudukan ketua OSIS demi mendapat akses penuh untuk mencari tahu siapa dalang yang sebenarnya.

Tak disangka, dia juga dipertemukan dengan seorang gadis yang mampu membaca pola kasus yang sama di setiap tahunnya ketika disadarkan oleh pemuda yang selalu mengejarnya sejak dulu. Sama seperti dirinya, dia mampu membaca pola aksi pelaku.

Selain itu, Annas juga bekerja sama dengan seorang pemuda tengil yang pandai sekali di bidang TIK. Tak usah diragukan lagi, semua rencana dan strateginya adalah hasil kedua otak pemuda ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Litlerose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terkuak

"L-lo... lo ngomong apa barusan, Nas?"

​Suara Clarissa terdengar sumbang, bergetar antara kaget dan mencoba mempertahankan harga dirinya yang baru saja dijatuhkan. Wajah cantiknya memucat di bawah lapisan make-up.

​"Lo jangan mau dibego-begoin sama cewek ini! Dia itu sebenarnya pemain!" Clarissa menunjuk Febby yang masih berdiri mematung di belakang punggung Annas. "Dia cuma manfaatin lo buat nutupin aibnya! Temen gue liat jelas-jelas dia boncengan mesra sama Raka kemarin malem!"

​Di belakang punggung tegap Annas, Febby menahan napas. Jantungnya berdegup dua kali lebih cepat. Bukan karena teriakan Clarissa, tapi karena kalimat Annas sebelumnya.

​Gue yang deketin dia.

​Kalimat itu berputar di kepala Febby. Ani, yang di sampingnya, bahkan sampai menyikut lengan sahabatnya dengan pelan, "Denger 'kan barusan?"

​Namun, Annas tidak memberi waktu bagi siapa pun untuk baper atau melamun.

​"Temen lo butuh kacamata."

​"Maksudnya?!"

​"Lo bilang dia jalan pake motor Scoopy?"

​"Iya! Scoopy krem norak itu! Semua orang juga tau itu motor dia! Lo mau nyangkal apa lagi?!"

​Annas mendengus pelan. Sudut bibirnya terangkat membentuk seringai sinis yang sangat tipis.

​"Motor itu bannya bermasalah kemarin pagi," ucap Annas dengan lantang, memastikan semua orang di koridor mendengar. "Sekarang motornya terparkir di bengkel deket sini dari jam enam pagi sampai detik ini."

​Mata Clarissa berkedip bingung. "Hah? Ngeles lo! Itu pasti cuma alibi—"

​"Dhil," panggil Annas tanpa menoleh.

​"Hadiroh!" Fadhil menyeruak dari kerumunan, berdiri di samping kakaknya. Dia menatap Clarissa dengan tatapan meremehkan. "Yang dikatakan Annas itu bener ya ges ya, dan lo.. Kak Clarissa yang cantik tapi sotoy. Gue sama Annas saksinya. Kita yang ngurusin tuh motor dari rumahnya kemaren sampai ke bengkel. Kuncinya aja dipegang Annas semaleman."

​Fadhil menunjuk saku celana Annas.

​"Jadi..." Annas maju selangkah lagi. "Gimana caranya Febby bisa jalan sama Raka pake motor yang rusak dan kuncinya nggak ada di dia? Lo mau bilang Febby punya ilmu sihir?"

​Clarissa langsung terdiam. Mulutnya terbuka, tapi tidak ada kata yang keluar. Wajahnya memerah padam.

​Bisik-bisik di koridor langsung berubah arah seperti angin ribut.

​"Gue kalau jadi dia malu pastinya."

"Berarti Febby difitnah dong?"

"Eh, tapi tunggu... Kuncinya dipegang Annas? Annas ngurusin motor Febby? Berarti bener, Annas suka sama Febby?"

"Gila! Kapal baru berlayar woy!"

​Annas tidak memberi kesempatan Clarissa untuk membela diri. Dia berbalik badan, menatap Febby yang masih menunduk.

​"Ke ruang OSIS sekarang, ada yang mau gue sampein soal proposal."

Gadis yang sejak tadi diam itu akhirnya mengangguk.

​Mereka berjalan membelah kerumunan. Fadhil dan Ani mengikuti di belakang, bertindak sebagai pengawal tambahan. Ani bahkan sempat menjulurkan lidah ke arah Clarissa sebelum berlalu.

​Sebelum benar-benar pergi, Annas berhenti sejenak dan menoleh ke belakang, menatap Clarissa yang masih terpaku.

​"Dan satu lagi," ucap Annas dingin. "Kalau gue denger ada gosip murahan kayak gini lagi soal Febby... gue anggap itu dari lo. Dan lo tau gue bisa ngelakuin apa."

​Annas langsung membawa Febby pergi, meninggalkan Clarissa yang hancur lebur harga dirinya di tengah koridor sekolah. Namun, satu gosip padam, gosip lain justru meledak lebih besar. Gosip tentang ketua OSIS yang secara terbuka mengakui sedang mendekati sekretarisnya.

​Sementara itu, di kantin sekolah.

​​"Alhamdulillah... adem bener rasanya hati abis sujud," ucap Satria dramatis sambil meletakkan peci hitamnya di meja kantin. Dia mengusap wajahnya yang masih basah sisa air wudhu.

​"Halah, pencitraan lo," cibir Bayu yang duduk di depannya sambil mengunyah gorengan. "Bilang aja lo sholat biar doa minta jodohnya dikabulin, kan?"

​"Tau nih si Bos. Tumben banget khusyuk. Biasanya juga sholat kilat," timpal Ziko yang sedang sibuk mabar game di ponselnya di sampingnya.

​Satria terkekeh, lalu menyambar botol air mineral dingin yang baru dibelikan Adit.

​"Namanya juga usaha, Bro. Siapa tahu dengan mendekatkan diri pada Yang Di Atas, yang di bumi, alias Febby, jadi makin deket," jawab Satria santai, lalu membuka tutup botolnya. "Bagas mana?"

​"Lagi pesen soto. Laper katanya abis olahraga jantung liat lo diomelin Pak Guntur tadi pagi," jawab Adit polos.

​Suasana meja mereka cair dan penuh tawa. Geng Satria memang penguasa kantin kalau soal berisik. Namun, tawa mereka perlahan meredup saat menyadari meja di sebelah mereka, yang diisi gerombolan siswi kelas sepuluh, sedang heboh sendiri.

​"Eh, sumpah demi apa? Kak Annas ngomong gitu?"

​"Iya! Temen gue di lokasi kejadian! Katanya Kak Annas bilang sendiri, katanya gini.." Siswi itu sambil memperagakan cara Annas bicara. "Gue yang deketin dia. Kenapa? Masalah buat lo?"

Siswi itu sampai jingkrak-jingkrak gak karuan. "Keren banget sumpah! Dia ngomong gitu sambil pasang badan buat Kak Febby!"

​BRUSH!

Semburan air yang dahsyat keluar dari mulut Satria, menyemprot lurus ke depan tanpa ampun.

"WOY! BANJIR BANDANG!" teriak Ziko yang duduk tepat di depan semburan itu. Wajahnya, rambutnya, hingga layar ponselnya basah kuyup terkena hujan lokal dari mulut Satria.

"Muka gue weh! Lo kira gue taneman?!" protes Ziko heboh sambil mengelap wajahnya dengan tisu dengan kasar.

Bayu dan Adit sudah siap tertawa terbahak-bahak melihat penderitaan Ziko. Tapi tawa mereka tertahan di tenggorokan saat melihat ekspresi Satria.

Pemuda itu tidak tertawa. Dia bahkan tidak meminta maaf pada Ziko. Wajahnya kaku, matanya menatap kosong ke depan, dan napasnya memburu.

"Uhuk! Uhuk!" Satria akhirnya terbatuk keras, dadanya sesak karena tersedak, tapi dia mengabaikannya.

Dia langsung berdiri, kursi kantin berdecit nyaring karena terdorong kasar. Ia menghampiri meja siswi-siswi tadi.

"Heh, Dek!"

Siswi-siswi itu menoleh kaget, ketakutan melihat pentolan sekolah tiba-tiba mendatangi mereka dengan wajah menyeramkan.

"Kalian ngomongin apaan barusan?"

Salah satu siswi menjawab takut-takut sambil memeluk ponselnya.

"I-itu, Kak... Di koridor kelas sebelas. Kak Annas barusan ngelabrak Kak Clarissa. Katanya... Kak Annas ngaku lagi deketin Kak Febby di depan umum. Dia pasang badan buat Kak Febby."

KRAK.

Botol air mineral di tangan Satria remuk seketika dalam genggamannya.

Bayu, Adit, Ziko, bahkan Bagas yang baru datang bawa soto saling pandang. Mereka tahu arti ekspresi itu.

"Sat... santai dulu, Sat," Bayu mencoba menenangkan, hendak memegang bahu temannya. "Mungkin cuma—"

"Si*lan," umpat Satria pelan, menepis tangan Bayu dengan kasar.

Tanpa membuang waktu Satria berbalik badan dan berlari kencang keluar kantin.

"Sat! Woy! Mau kemana lo?!" teriak Bagas bingung, mangkuk sotonya hampir tumpah.

"Satria!"

-BERSAMBUNG

1
icaaaa
😭
Vena
Masih sempet" nya ya
Vena
Awal yang menyedihkan tor
Vena
Tuh kannnnn
Vena
Hmmm seperti ada firasat buruk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!