saat aku pulang dari sekolah ayah dan ibu sedang kedatangan tamu, dan siapa sangka tamu itu adalah kedua orang tua Arya Wiguna ketua OSIS di sekolahku.
aku di suruh bergabung dengan mereka, dan mereka pun mulai berbicara kepadaku bahwa kedatangan dari kedua orang tua Arya adalah untuk menjodohkan ku dengan anaknya yang tak lain adalah Arya Wiguna.
apa yang harus aku lakukan? haruskah aku menerima perjodohan ini? atau menolaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon thya_sweet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kedatangan murid baru
Seminggu pun telah berlalu
pagi itu di sekolah Tya tepat nya di kelas Tya kedatangan murid baru, murid pindahan dari sekolah XXX.
pagi itu seperti biasa Tya dan teman-taman nya baru saja sampai di kelas, dan tak lama bel sekolah pun berbunyi.
saat guru mereka masuk, terlihat di belakang sang guru ada seorang murid baru.
"SELAMAT PAGI ANAK-ANAK" sapa sang Guru.
"PAGI BU" jawab siswa serempak.
"baik anak-anak hari ini kita kedatangan anak baru dia pindahan dari sekolah XXX" kata sang guru kemudian.
"silahkan kamu perkenalkan nama kamu" pinta sang Guru kepada murid baru tersebut.
"selamat pagi perkenalkan nama saya adalah Rendra Gunawan biasa di panggil Rendra, saya pindahan dari sekolah XXX makasih" kata Rendra memperkenalkan diri.
"baik Rendra kamu bisa duduk di kursi kosong di samping meja Tya itu ya" kata sang guru, dan Rendra pun menurut.
Dan tak lama pelajaran pun di mulai.
saat jam istirahat Arya tampak langsung menuju ruang OSIS, dia akan mengadakan rapat dengan anggota OSIS yang lain karena wakil ketua OSIS mereka tiba-tiba saja mengundurkan diri dan dia menyuruh Sarah yang maju menggantikan nya sebagai wakil ketua OSIS.
"kenapa kamu ingin mengundurkan diri sebagai wakil ketua OSIS kita?" tanya Arya.
"iya Ar gue lagi mau fokus belajar dulu, kan kemarin nilai-nilai gue sempat anjlok" kata wakil ketua OSIS yang lama.
"baiklah lalu kenapa kamu menunjuk Sarah yang jadi pengganti mu?" tanya Arya lagi.
"ya karena saya rasa Sarah lah yang pantas menggantikan posisi ku" jawab wakil nya lagi.
Dan semua anggota OSIS yang ada di ruangan itu pun setuju, Arya mau gak mau pun menyetujui keputusan itu.
Sarah yang juga ada di dalam rapat tersebut terlihat tersenyum, dia terlihat sangat senang.
"Oke masalah wakil ketua OSIS sudah clear ya, sekarang kita kembali membahas tentang rencana kemarin, tentang acara yang akan di adakan di hari ulang tahun sekolah kita. Ayo kita segera selesaikan karena waktu nya tinggal dua minggu lagi." kata Arya.
Dan mereka pun sibuk membahas tetang program acara saat ulang tahun sekolah nya nanti.
Arya seperti biasa dia tidak bisa keluar ke kantin untuk makan dan minum saat istirahat, jadi dia selalu menyuruh orang untuk membelikan nya makanan.
Dulu wakil nya lah yang dia selalu suruh, karena sekarang Sarah lah yang menjadi wakil nya jadi dia terpaksa menyuruh Sarah untuk memesankan dia makanan dan minuman di kantin.
Sarah pun kemudian bergegas ke kantin untuk membelikan pesanan Arya.
Di kantin terlihat Tya, Lola, dan Arsi sedang santai di kantin sambil makan dan minum, si anak baru Rendra pun terlihat ada di sana dia sedang duduk sendirian.
"eh tuh anak baru siapa tadi nama nya lupa gue" tanya Tya.
"si Rendra, emang kenapa?" tanya Lola.
"Ia suruh gabung disini aja, kasian tau dia duduk sendirian di sana" kata Tya.
Lola pun mendatangi si anak baru tersebut.
"hay Ren kenalin gue Lola, lo mau gak gabung duduk dengan kami di sana?" tunjuk Lola kepada Tya dan Arsi.
Rendra yang memang masih baru dan belum memiliki teman sama sekali sangat senang saat di tawari berteman oleh Lola.
"hay Kola iya La gue mau" kata Rendra.
Rendra pun berpindah tempat duduk, dia ikut bergabung dengan Tya, Arsi, dan Lola.
mereka berempat pun saling berkenalan satu sama lain.
Sarah yang kebetulan baru masuk di kantin dia sempat melihat Tya dengan kedua teman nya sedang ngobrol-ngobrol, dan Sarah juga melihat ada cowok yang ikut ngobrol dengan mereka.
Sarah tak mau ambil pusing, dia pun melanjutkan memesan makanan di kantin tersebut.
Dia memesan makanan dan minuman untuk dua porsi, satu untuk nya dan satu untuk Arya, dia sengaja ingin makan dengan Arya di ruang OSIS.
Setelah selesai memesan Sarah tampak membawa makanan dan minuman tersebut dan berjalan menuju ruang OSIS.
"Eh Ty lo lihat deh si nenek sihir itu, kok tumben ya dia pesan makanan dan membawa nya ke ruangan OSIS? dia kan bukan anggota OSIS kan?" tanya Arsi.
Tya yang juga merasa heran tapi dia tak berpikir macam-macam.
"Mungkin dia di suruh kali" kata Tya cuek.
"emang Sarah itu siapa?" tanya Rendra.
"Sarah itu cewek rese yang suka banget gangguin Tya, karena dia itu gak di pilih sama si ketua OSIS jadi pacar nya dan Tya lah yang di pilih jadi dia iri sama si Tya" kata Arsi panjang lebar.
"Oh jadi cowok lo ketua OSIS di sekolah ini ya?" kata Rendra pada Tya.
Dan Tya pun hanya mengangguk saja sambil tersenyum.
tak lama bel sekolah pun berbunyi tanda istirahat telah usai, dan saat nya kembali ke kelas untuk belajar.
Saat berjalan Tya yang sedang sibuk mengobrol itu tak melihat ada got kecil di depan nya, karena dia keasikan ngobrol dengan ketiga teman nya.
Tak lama Tya pun tersandung dan hampir saja jatuh, lalu dengan sigap Rendra merangkul Tya agar Tya tidak jatuh ke tanah.
Posisi mereka berpelukan karena Tya pun refleks memeluk leher Rendra agar tak jatuh, dan kedua nya pun berpandangan dalam diam.
Dan pas kebetulan sekali Arya pun baru keluar dari ruangan OSIS itu, dan Arya pun melihat adegan tersebut.
Arya hanya diam melihat semua nya, tak lama dia pun berjalan menuju ke kelas nya, Sarah yang melihat itu pun tersenyum senang dengan adegan tersebut.
Tak lama Tya yang mulai tersadar pun langsung membetulkan posisi nya, dia lalu kemudian meminta maaf dan berterima kasih dengan Rendra yang menolong dia supaya tidak jatuh.
"makasih ya tadi lo udah nolongin gue" kata Tya agak gugup.
"Iya gak papa lain kali lo hati-hati, ayo kita ke kelas, guru sebentar lagi mau datang" ajak Rendra, dan keempat orang itu pun kemudian lanjut berjalan menuju ke kelas mereka.
Sampai di kelas Arya masih memikirkan yang tadi dia lihat, dia melihat Tya dan seorang pria sedang berpelukan dan saling memandang.
Arya tampak sangat kecewa dengan sikap Tya yang menurut nya mau saja di peluk dengan pria lain, Arya tak tau apa yang sebenar nya terjadi.
lalu Sarah pun menghampiri nya.
"Ar lo kenapa? kok melamun?" tanya Sarah.
"gak papa" jawab Arya singkat.
saat Sarah mau bertanya lagi pada Arya, sang guru terlihat sudah datang ke kelas jadi Sarah pun mengurungkan niat nya untuk bicara dengan Arya.
tapi di dalam hati Sarah dia sangat senang karena adegan tadi.
Guys aku kan baru ngajuin kontrak sama pihak noveltoon minta bantuan nya ya buat like banyak2 dan komen juga biar pengajuan kontrak ku di terima pihak noveltoon... kalo bisa kasih hadiah juga dong biar aku nya semangat☺️☺️☺️