" Ketika hari-hari bahagianya berumah tangga harus sirna karna kehadiran orang ketiga. Apakah Ashima akan mempertahankan rumah tangganya? Atau menyerah dengan cinta tulus yang telah lama dirajutnya dengan Darren, suaminya? "
#Mari mampir di novel " Sang Ratu "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fikriyah Al lailiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
Shima menyandarkan kepalanya pada kaca bus. " Selamat tinggal Jogja " Lirihnya. Perlahan Bus berjalan meninggalkan pelataran hotel. Ia menyandarkan kembali punggungnya pada kursi sambil memangku bantal love kesayangannya.
Darren menggenggam erat tangan istrinya " Nanti kita kesini lagi ya " Ucap Darren yang tahu kegelisahan istrinya.
Bagi Shima bisa plesiran adalah sebuah angin segar terlebih sekarang ia hanya seorang pengangguran. Berada terus dirumah sangatlah membosankan. Perjalanan panjangnya dihabiskan dengan melihat pemandangan yang terhampar dari kaca bus.
Shima langsung merebahkan tubuhnya keatas ranjang begitu sampai dirumah disusul oleh Darren yang langsung memeluk Shima lalu keduanya tertidur lelap. Perjalanan kurang lebih 10 jam rupanya cukup memakan energi mereka.
####################
" Pagi sayang " Bisik Shima ditelinga suaminya.
Darren tampak menggeliat. Perlahan ia membuka matanya. Ratunya sudah berada ditepi ranjang sambil membawa segelas susu hangat " Pagi juga sayang " Balasnya. Ia bangun lalu meraih gelas yang dipegang istrinya.
" Eits... cuci muka sama gosok gigi dulu sana " Shima menyembunyikan susu yang dibawanya dibelakang punggungnya.
Wajah Darren lansung suram " Abis cuci muka aku mau susu yang lain " ucapnya berlagak marah.
" Boleh.. asal mandi dulu "
" Nanggung.. Mandinya tar aja "
" Kalo gitu, nyusunya juga tar aja " Shima menjulurkan lidahnya pada Darren.
" Awas kamu ya " Darren bangkit dan langsung mengejar Shima yang sudah berlari keluar kamar duluan. Keduanya berlarian didapur sampai keruang tamu. Tak dipedulikannya Bu Darmi yang ikut cengengesan melihat kelakuan kedua majikannya. Judulnya juga pengantin baru, lagi hangat-hangatnya lagi manis-manisnya. Bagi Bu Darmi, melihat majikannya seperti itu adalah kebahagian juga untuknya. Andai Anaknya masih hidup, mungkin sudah menikah juga seperti Darren dan Shima.
Hari ini jadwalnya libur setelah family gathering. Setelah seharian menghabiskan waktu berdua dikamar, Shima mengajak darren untuk pergi menonton bioskop. Dulu saat pacaran mereka pun jarang-jarang pergi berkencan karna kesibukan mereka masing-masing. Film romantis adalah Film yang dipilihnya. Dua cup moccachino dan popcorn tak lupa mereka bawa sebagai teman nonton. Karena hari ini hari Minggu, gedung bioskop pun penuh dengan pasangan muda-mudi yang tengah dimabuk cinta.
Setelah nonton bioskop, Darren mengajak Shima makan malam disebuah restoran yang cukup mewah. Sebuah meja dengan lilin dan setangkai bunga mawar makin menambah kesan romantis bagi keduanya.
" Sayang, ini pasti restoran mahal ya " Bisik Shima.
" Gak ada yang mahal buat kamu. Kalau surga dijual, pasti aku belikan buat kamu " Bisik Darren
Shima mencubit perut suaminya " Gombalan kamu tambah maju pesat ya " serunya.
" Apa sih yang enggak buat ratuku, apapun akan kulakukan asal kamu bahagia "
" Hm.. nambah lagi ni gombalnya "
Darren hanya tertawa kecil membalas ucapan istrinya. Tapi sejenak tawanya berhenti. Ia melihat Pak Yohan dan Tuan Kim sedang duduk bersama Nyonya Kim. " Sayang, ada keluarga Kim dan pak Yohan disini " Darren menunjuk arah dengan dagunya.
Shima segera menengok kebelakang. Yang terlihat hanya sosok nyonya Kim dan Pak Yohan sedangkan Tuan Kim hanya terlihat bagian punggunya saja. " Haruskah kita menyapa mereka sayang? " Tanya Shima.
" Rasanya tidak perlu sayang, Tuan Kim sangat tidak suka jika diekspos. Karyawa dikantor pun jika bukan orang penting mungkin tidak tahu bagaimana wajah tuan Kim sebenarnya. Kalau nanti mereka menyapa, baru kita ikut menyapa. Tapi kayaknya sih gak mungkin "
" Memang tuan Kim semenakutkan itu ya" Tanya Shima sambil memasukan potongan steak ke mulutnya.
" Sebenarnya tidak menakutkan sih, hanya orangnya yang pendiam jadi terkesan misterius "
" Galak gak? "
" Enggak, kan dia gak pernah turun tangan langsung. Semua pak Yohan yang mengurus. Ia punya Lift Khusus yang menghubungkan dari parkiran langsung ke kantornya. Jadi hanya Resepsionis dan pak Yohan saja yang tahu dia ada dikantor atau tidak "
" Kok aku jadi penasaran sih sayang, emang ada ya orang kaya gitu "
" lah itu buktinya ada " Darren menunjuk punggung tuan Kim dengan ujung garpunya.
Shima kembali menoleh kearah punggung itu. Punggung itu seperti punggung yang ia kenal, tapi punggung siapa? Persetan dengan punggung, Shima jadi punya ide cerita untuk novelnya. Sepertinya cinta seorang CEO kaya pada gadis miskin lagi hits sekarang yang bakalan bikin cewek-cewek baper dan bermimpi punya pacar seperti tokoh dalam novel itu. Shima sendiri pernahkah punya mimpi seperti itu? tentu saja tidak! Baginya mempunyai Darren adalah mimpi terindahnya.
tambahin chapther extra ya dong thor,padahal seru loh ceritanya😞
sinih siniih.. tk puk puk.. ben adem atimuuu..
kasian mas Darren..😣😣😣
omng2..Tian ini pasti mr.Kim bosnya mas Darren kan??
pake bangeeet lagee thor😂😂😂
waduuuh..
lanjuut deh..
klo IRT .. jadi Ibu Rumah Tangga doonk😁😁