NovelToon NovelToon
Romansa VIONA

Romansa VIONA

Status: tamat
Genre:Patahhati / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:131.9k
Nilai: 5
Nama Author: Susi Ana

"Aku jelek, nggak akan ada cowok kece yang mau mengatakan cinta padaku!" celetuk Viona Abraham dengan sedih bercampur putus asa.


Viona Abraham berusaha mencari cintanya. Dia menerima setiap cowok yang menawarkan diri untuk menjadi pacarnya. Namun apa yang dia dapatkan? Ungkapan putus mendadak!


Bisakah Viona Abraham menemukan cowok yang benar-benar tulus mencintainya?

Bagaimana kisah romansa nya berubah manis dan sanggupkah dia menemukan cinta sejatinya?

Ikuti kisah jutex nya dalam novel recehku Romansa VIONA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susi Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Aku mundur beberapa langkah. Aku ingin lari menghindarinya. Karena mataku melihat hal yang nggak ingin kulihat. Robbie dan Lindena sedang berciuman! Aku juga manusia! Aku juga wanita! Aku juga punya hati! Aku langsung kabur dari tempat itu dan nggak mau menoleh ke belakang. Sial! Robbie brengsek!

Sebelum kembali ke kelas, aku harus berjuang menata hatiku. Kau tahu kan apa yang kurasakan? Saat hatimu sudah kau serahkan pada seseorang, meskipun hatimu mencoba untuk membencinya, melihat kenyataan yang terjadi di depan matamu, apa yang kau rasakan?

Jam pelajaran Fisika dimulai. Otakku buntu, yang ada hanya penampakan ciuman dari dua setan yang kubenci itu. Hatiku sakit! Jika bisa, hatiku ingin rasanya kucopot dari dalam tubuhku. Agar aku tidak melulu ngrasain apes setiap waktu. Saat pulang ke rumah, aku ingin menata hatiku dengan yoga. Aku melakukannya di kamarku.

Gerak rutin yoga ku disebut sikap Matahari dan kau mengangkat tanganmu ke atas untuk menyambut matahari. Meskipun aku melakukannya di dalam kamar, anggap saja begitu. Kemudian kau membungkuk seolah mengatakan "Aku tidak layak". Bedebah, persetan dengan kalian berdua. Hatiku masih goyah dan aku berjuang menenangkan hatiku dengan beberapa gerakan.

Kemudian kau melakukan sikap kobra dan sikap anjing. Semuanya sangat mengalir dan menenangkan. Ibu masuk kamarku tepat ketika aku melakukan sikap anjing. Dia pun berkata....

"Oh Viona? Apa yang kau lakukan? Yoga? Oh, jangan sampai aku mengganggumu. Aku senang kau tertarik pada yoga. Itu salah satu latihan yang sangat bagus bagi tubuh. Sangat bagus untuk ketahanan tubuhmu pada musim panas. Jangan hiraukan ibu, ibu cuma mengantar teh hangat untukmu."

Yah, aku sedang berdiri dengan kepala di bawah dan pantat menjulang ke udara. Bukan sesuatu yang kepingin kau lakukan di depan ibumu. Jadi aku buru-buru mengubah ke sikap kobra tapi itu pun membuatku seolah bingung menghadapi ibuku yang terus berdiri sambil memperhatikan posisiku.

Aku mencoba yoga ku di luar, meskipun sulit melakukannya dengan mengenakan baju panjang. Sekali lagi aku cuma melakukan sikap anjing ketika Mark, si cowok berandalan muncul dari tikungan.

"Kau sedang apa Viona?" tanyanya dengan suara keras tanpa mau mendekatiku.

"Mm....sedang yoga!" jawabku dengan kepala di bawah.

"Aku nggak peduli kau sedang melakukan uji nuklir atau apa. Sepanjang kau tidak menggangguku saja. Lebih baik aku pergi, Ella sudah menungguku!"

"Dasar brengsek! Siapa juga yang mau mengganggumu? Mau bersama Ella kek, mau bersama kuntilanak kek! Apa peduliku? Hah!!"

Ketemu Mark brengsek, harusnya aku bisa tersenyum ramah sebagai teman. Tapi dia sudah menganggapku sebagai kutu yang mengganggu? Aku langsung masuk ke dalam rumah. Ibu jadi sinting setelah ayah tidak ada. Ketika aku bertanya padanya apakah dia mau membiayai operasi pengempisan hidungku, dia langsung menyemburkan kalimat....

"Kita nyaris nggak sanggup ngasih makan si kucing gendut itu! Kau ingin ibu membiayaimu operasi hidung? Jangan sinting kau Viona Abraham!"

Aku langsung diam deh. Kayak Si Tom butuh dikasih makan saja, setiap hari aku selalu menemukan sesuatu yang busuk di lemari makan. Yah, ibu tidak mampu berinvestasi dalam kebahagiaan putrinya tapi dia sanggup membiayai dekorasi ruang tamu. Karena si dekorator akan datang minggu depan. Waktu nonton TV, ibu bertanya padaku.

"Kau kangen ayahmu?"

"Tidak."

"Kenapa?"

"Mungkin ibulah yang kangen ayah."

Aku berkata seperti itu. Entah kenapa, aku nggak ada rasa kangen sama sekali. Karena ada ayah maupun nggak, hidupku selalu sengsara. Yang bisa kunikmati hanyalah hari-hari yang membosankan pulang-pergi ke sekolah. Jassy mengajakku membolos ke sekolah. Dia mau mengajakku bersenang-senang.

Saat pulang bareng Jasmine Rendra, kurasa dia sudah hampir pulih seperti biasa. Dia mulai bangga dengan mulutnya dan bentuk wajahnya.

"Viona, bagaimana menurutmu jika aku pakai lip gloss? Apakah menurutmu akan membuatku kelihatan sedikit mirip Barbie?" tanyanya dengan ceria.

Mulutku kan bentuknya mirip mulutnya, menurutku. Kalau saja aku tidak memulai semua ini. Meski begitu kalau dia kepingin hidup di dunia antah berantah yang penuh fantasi dan itu bikin dia senang, nggak pada deh. Kami pergi ke rumahnya dan naik ke kamarnya.

Oh, kebahagiaan rumah tangga normal. Nggak ada tuh yang namanya ibu sinting. Nggak ada tuh adik yang aneh. Nggak ada binatang buas. Ibunya Jasmine bertanya apakah kami ingin jus dan roti bakat lapis keju? Bayangkan ibuku melakukan hal itu? Bayangkan ibuku ada di rumah! Kurasa dia sebenarnya panutan yang bagus. Kalau kau ingin memiliki keluarga normal. Ibuku membuatkan teh saja kadang bukan gula yang dimasukin. Tapi garam!!

Di kamar Jasmine kami mengukur bagian-bagian tubuh kami dengan meteran kain.Aku 32, 23, 32. Dan Jasmine Rendra 30, 23, 33. Kayaknya dia menahan napas supaya dapat 23 kayak aku. Juga kakiku dua inci lebih panjang daripada kakinya.

Aku tidak memberitahu Jasmine bahwa salah satu kakiku dua inci lebih panjang dan yang satu lagi hanya satu setengah inci lebih panjang. Kok bisa ya punya kaki timpang di usiaku? Mungkin karena aku membawa tasku di satu bahu dan itu bikin sisi itu lebih pendek. Aku harus ingat untuk memindahkan tasku dari bahu ke bahu. Siapa sih yang suka cewek yang bahunya miring? Tidak ada! Dan hal itu membuatku sedih lagi.

Saat di kelas, Jassy bangkit duluan dan meninggalkan kelas. Bu Devi masuk ke kelas selagi kami bekerja, untuk "mengawasi", tapi kami bertanya padanya siapa sih yang membuat jadwal guru dan dia datang begitu cepatnya?

Kami sibuk bikin daftar semua kualitas yang kami inginkan pada diri calon cowok kami. Rasa humor, pintar, tajir, pandai mencium, senyum yang manis, perut berotot dan sebagainya. Jassy menyerahkan daftarnya dan isinya cuma, besar.

"Besar apanya?" tanyaku sambil melotot.

"Besar semuanya dong." balasnya dengan sikap cuek.

"Gigi besar maksudmu?"

"Ya!"

Ternyata pengaruh Steven sangat besar pada gadis itu. Yah, pokoknya Jassy, Julia, dan Ellen keluar duluan. Baru kemudian aku dan Jasmine. Kami ketemu di wc lantai dasar dan di sana kami mengenakan sepatu bot, atasan tipis dan make-up.

Kami memastikan tempat itu aman dan kemudian keluar lewat pintu belakang. Kami harus merunduk di bawah jendela-jendela lorong IPA. Han Heator mengajar di sana dan dia bisa mencium seorang anak perempuan dalam jarak dua puluh langkah.

Begitu melewati lorong IPA, kami melesat cepat di belakang pondok sekolah Robbie. Dia ada di sana. Membaca buku nya dengan serius. Maklum, dia sudah kelas 3 SMU. Kami harus lari seperti orang sinting.

Keren pakai bot. Kami mencoba semua testernya. Dan ada benda yang bisa kaububuhkan di rambutmu. Kayak tongkat sihir dan menciptakan garis warna di rambutmu sendiri.

Aku mencoba semuanya tapi pirang benar-benar kelihatan oke banget. Cuma segaris di bagian depan, aku tahu pasti bagus deh kelihatannya. Aku akan membujuk ibuku mengijinkanku menyemir rambutku jadi pirang setelah sekarang ayah aman di kota S.

Kami asyik mencoba tester di toko itu. Padahal kami tidak berniat membeli. Dan hanya berpura-pura saja. Jasmine tampak asyik dengan pilihan tester untuk bulu mata. Saat mataku menyapu ke luar, tanpa sengaja....aku melihat Jackson berciuman dengan seorang wanita. Aku harus mencari akal, agar Jasmine tidak melihatnya!

1
D'missBeauty
mau ga kak menulis di fizzo?
April
Ya di tunggu karya selanjutnya
~🌹eveliniq🌹~
hadir lagi nih support selalu
April
Haduh viona ngapaijn bolos sgala
April
Udah nyampe 34 aja
April
Viona.. Keren😂😂😂
Follow ig : tinatina3627
like and favorite kak
Follow ig : tinatina3627
hallo kakak aku mampir salam kenal dari aku teman atau suami karyaku kak
April
😂😂Viona ini absurd
~🌹eveliniq🌹~
hadir untuk nyicil baca lg
April
Mampir
~🌹eveliniq🌹~
haiii. Viona datang lg nih memberi semangat selalu
Hanna Devi
kok end KK, keren loh ceritanya. Sangat menghibur, Viona n Keluarga yang agak koplak 😁😁

Lanjut lagi KK dgn cerita baru 💪💪
Hanna Devi
Tom... Tom... where are you?
Viona kangen tuh..
Hanna Devi
kumisnya bikin gemeshhh ya 🤭
Hanna Devi
Vio, gimana perasaan mu setelah ketiban kiss dari Robbie? 😘😘
Hanna Devi
KK, Hanna kembali mampir 😍
April
Hahha viona ini lucu mengatai dirinya sinting
April
Hai.. Nyicil lagi.
Ratna0789
Mampir lagi nih kak, semangat berkarya ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!