NovelToon NovelToon
Kisah Pilu Shanum

Kisah Pilu Shanum

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:287.6k
Nilai: 5
Nama Author: Wiji

shanum gadis 25 tahun yang terjebak dalam pernikahan bak neraka baginya. sanggupkah shanum menjalani hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 22

Shanum diam dengan perkataan Davin. Ia tak percaya begitu saja dengan ungkapan perasaannya. Setelah apa yang terjadi begitu mudahnya ia mengatakan cinta. Biarlah waktu yang membuktikan perkataan Davin. Ia akan berusaha menjalani perannya sebagi istri dengan baik.

Puas berada di taman mereka memutuskan untuk kembali ke kamar. Mereka akan siap-siap untuk pulang ke rumah karena hari sudah sore. Di tengah-tengah persiapan mereka dokter berkunjung untuk terakhir kali dan juga menyampaikan pesan-pesan penting untuk menjaga kesehatan Shanum. Setelah dirasa tidak ada lagi urusan dengan pasien, dokter tersebut pamit undur diri, tak lama kemudian Shanum dan Davin pun ikut keluar.

15 menit kemudian mereka sampai rumah, nampak Bu Estu dan Lena duduk di ruang keluarga. Memang tidak ada yang tahu bahwa hari ini Shanum pulang, ia ingin memberi kejutan pada semua orang.

"Assalamualaikum," ucap Shanum.

"Waalikumsalam, Shanum kamu sudah pulang? Kok nggak ngasih kabar nak," ucap Bu Estu senang.

"Iya ma mau ngasih surprise," jawab Shanum

"Num, maaf ya selama di rumah sakit aku cuman sekali kesana. Aku sibuk banget gantiin mama di butik," ucap Lena.

"Nggak papa mbak. Bukan masalah yang besar."

"Ya udah kalau gitu kita ke atas dulu ya ma. Biar Shanum istirahat dulu," ucap Davin.

"Apa? Istirahat? Bahkan beberapa hari ini aku hanya tiduran mas, dan ketika aku sudah pulang kau menyuruhku untuk istirahat lagi? Ayolah aku butuh ngobrol juga sama mereka," protes Shanum.

"Bisa besok. Kau bebas melakukan apapun yang kau mau. Sekarang istirahat dulu. Ingat kata dokter."

"Iya nak. Istirahatlah dulu. Kita bisa ngobrol lain waktu. Masih banyak hari," ucap bu estu.

"Iya ma," ucap Shanum lalu pergi

Ia berjalan mendahului Davin. Ia sangat kesal dengan Davin yang menyuruhnya ke kamar. Ia berjalan seraya menghentakkan kaki dan juga bibir yang cemberut. Davin yang melihat tingkah Shanum hanya menggelengkan kepala. Shanum masih diam begitu sampai di kamarnya. Ia langsung menuju ranjang dan menidurkan diri disana dan menyelimuti seluruh tubuhnya.

"Kau bisa masuk rumah sakit kalau menyelimuti dirimu sampai kepala. Bahkan masuk ruang jenazah," ucap davin seraya membuka selimut yang di kepala Shanum.

"Jadi kau mendoakan aku mati begitu?" ucap Shanum kesal

"Uluuuh uluuuhh cantik banget kalau lagi ngambek," ucap Davin menggoda seraya mencubit pipi Shanum gemas.

"Auuu sakit, kepalaku saja masih di perban kau mau membuat pipiku juga diperban?"

Tok tok tok

"Maaf tuan makan malam sudah siap," ucap bi Mina di depan kamar Davin.

"Iya bi sebentar lagi kita turun."

"Mau makan dimana sayang? Di kamar atau di bawah?" tanya Davin.

Tanpa menjawab Shanum langsung melangkah keluar.

"Astaga, satu sifat Shanum yang baru aku tahu setelah pernikahan kita yang berumur setahun lebih. Jika setiap hari aku membuat kesalahan lalu dia bersikap begini, bisa dipastikan seorang Davin Atmaja akan masuk ke liang lahat di usai muda," gumam Davin lalu berjalan mengikuti Shanum.

Mereka semua makan malam dengan hikmat. Hanya dentingan sendok dan piring yang terdengar. Shanum nampak tidak mempedulikan Davin. Shanum masih kesal karena Davin mendoakannya masuk ke kamar jenazah. Bu Estu menatap curiga ada sesuatu antara Davin dan Shanum.

"Num kau makan cepat sekali nak, pelan-pelan. Apa kau sangat lapar?" ucap Bu Estu.

"Nggak ma, lagi kangen banget masakan bi Mina," ucap Shanum seraya mengunyah makanan.

"Bukannya kamu tadi siang makan nasi goreng bi Mina? Seharusnya kangennya nggak gitu banget dong num," protes Davin.

"Kan mas ikut makan nasi gorengnya, jatah aku jadi berkurang lah," ucap Shanum.

"Makan dikit doang juga."

"Setengah bukan dikit mas, banyak."

"Ok ok. Aku minta maaf ya sayang," ucap Davin dengan wajah dibuat manis.

Mendapat perlakuan yang tak terduga seketika wajah Shanum memerah.

"Gitu aja udah merah tu muka. Gimana diajak dinner romantis berdua dibawah lampu-lampu yang redup dan dikelilingi bunga-bunga, udah pingsan kali," ucap Wildan menggoda.

Duuuggh

Satu buah tendangan dibawah meja makan membuat Wildan terkejut ditambah Shanum membulatkan matanya. Semua orang yang berada di meja makan nampak menahan tawa karena ulah Shanum dan Wildan.

"Ma, aku kamar dulu ya. Ngantuk," ucap Shanum.

"Iya nak istirahatlah."

Tak lama kemudian Davin menyusul Shanum ke atas. Begitu sampai ditengah tangga langkahnya terhenti mendengar ucapan Wildan

"Mas jangan diajak lembur dulu, kasian baru keluar rumah sakit tuh," ucap Wildan menggoda

"Bawel," teriak Davin.

Ceklek

Davin membuka pintu kamar, nampak Shanum berbaring dengan selimut menutupi tubuhnya hingga leher. Ia berjalan pelan mendekati Shanum dan berjongkok di depan wajahnya. Dengan perlahan ia mendekat kearah kening Shanum dan cup. Sebuah kecupan mendarat dengan mulus di kening Shanum.

"Selamat istirahat," ucap Davin pelan lalu beranjak ke luar kamar.

Shanum belum tidur sepenuhnya ia sadar betul ada sebuah kecupan yang mampir di keningnya. Mendadak jantung Shanum bekerja lebih cepat dari biasanya. Ia tetap pura-pura tertidur agar Davin tak tahu bahwa ia sangat gugup. Begitu Davin keluar kamar ia beranjak dari tidurnya, ia duduk dengan keadaan masih gugup.

"Astaga, ini bukan pertama kalinya ia mencium keningku. Ia sering melakukannya dulu, tapi kenapa sekarang rasanya beda begini? Jangan-jangan hatiku sudah mulai terbuka untuknya. Nggak-nggak, ini nggak boleh terjadi. Tidak boleh terbawa perasaan dengan apapun yang dilakukan Davin padaku," gumam Shanum.

Tak mau berpikiran lebih jauh ia memutuskan untuk tidur.

***

Tak terasa sinar matahari tengah bersinar dengan cerahnya. Sinarnya membangunkan Shanum dari mimpi indahnya. Shanum menggeliat, ia meregangkan otot-otot yang terasa kaku. Ia tak mendapati Davin di sampingnya. Ia acuh, lebih baik mandi dari pada mikirin Davin, pikirnya. Ia bergegas ke kemar mandi untuk membersihkan diri. Setelah 15 berkutat dengan dirinya sendiri Shanum turun menuju dapur.

"Bi Mina masak apa kita hari ini?" tanya Shanum begitu sampai dapur.

"Kemarin nyonya udah persen sama saya suruh masak sup aja non. Ini baik buat kesehatan non katanya."

"Aku bingung deh bi, aku berusaha untuk mengerti karakter seluruh orang di keluarga ini. Tapi sangat sulit, nyatanya mereka kadang bersikap baik kadang juga jahat dan egois. Bibi lihat kan apa yang dilakukan mas Davin sama aku setelah aku ketahuan konsumsi pil KB? Tapi lihat sekarang, sikapnya manis banget ke aku. Aku jadi bingung bagaimana cara memahami mereka."

"Mereka begitu karena ada rasa bersalah non. Nyonya dan tuan Davin adalah dua orang yang berbeda tapi karakter mereka sama. Mereka akan bersikap baik pada seseorang ada dua kemungkinan non. Yang pertama mereka melakukan kesalahan dan sadar akan kesalahannya, seperti yang tuan Davin lakukan sekarang ini. Dan yang kedua mereka berubah baik karena ada orang yang bisa merubahnya."

"Maksudnya bi? Aku nggak ngerti sama kemungkinan yang kedua."

"Kalau kemungkinan yang kedua itu nyonya dan tuan Wildan contohnya. Nyonya menjadi pribadi yang lebih baik daripada dulu non. Itu karena tuan Wildan. Tuan Wildan lah yang pelan-pelan bisa merubah nyonya."

"Kenapa karater dua bersaudara itu sangat berbeda ya bi? Aku sangat merasakannya, ketika aku dekat dengan Wildan dan ma Davin rasanya beda banget."

"Karena mereka saudara kandung tapi be..."

Belum selesai bi Mina bercerita tiba-tiba ada seseorang yang datang ke dapur dan memotong pembicaraannya.

"Aduuhhh dasar perempuan, pagi-pagi udah ghibah," ucap Wildan.

"Ngagetin aja sih Wil? Kamu masih pagi buta gini ngapain ke dapur?" protes Shanum.

"Tadi bau masakannya sampai ke atas, jadi aku turun deh hehehe," ucap Wildan cengengesan.

"Iya tuan sebentar lagi masakannya selesai, saya pindahin ke meja makan dulu."

"Kalau gitu aku ke atas dulu ya bi, mau panggil mbak Lena sama mas Davin," ucap Shanum pamit.

Saat berjalan di tengah tangga Shanum menghentikan langkahnya, karena orang yang akan dipanggil nampak sudah akan turun. Davin turun dengan pakaian kerjanya, sedangkan Lena turun dengan rambut yang masih basah.

"Kenapa rasanya ngilu begini ya ngelihat mereka keluar kamar bersama?" batin Shanum

Tak mau larut dalam pikirannya, ia berusaha bersikap netral dan mengedepankan logika daripada hatinya.

"Mas, mbak, baru aja mau panggil udah nongol duluan. Sarapannya udah siap," ucap Shanum

menyembunyikan perasaannya.

"Kamu kenapa nggak istirahat aja sih num, malah bantu bi Mina masak," ucap Lena.

"Cuman masak aja mbak, nggak berat."

Shanum mengambil nasi beserta lauk pauk, ia berniat mengambilkannya untuk Davin. Namun ia kalah cepat dengan Lena, saat akan menyerahkan piring yang ditangannya ternyata Davin sudah menerima piring dari Lena. Tampak raut kecewa di hati Shanum, namun ia berusaha semaksimal mungkin untuk bersikap biasa saja. Bu Estu yang sedari tadi memperhatikan Shanum hanya diam tak bersuara.

Bersambung

1
martiana. tya
harusnya jangan astaga..... apalagi shanum gadis berhijab....
Novi Smc
Luar biasa
Lina Suwanti
lucu bgt sm kisah Wildan n Aina😅
Lina Suwanti
benar kan tebakan saya.....lanjut,,makin penasaran dgn kisah Shanum n Wildan
Lina Suwanti
jgn² Wildan adik Shanum dr ayahnya?
Amalia Khaer
malas bnget dah liat shanum.
Amalia Khaer
lahh malah nerapin kesalahan org. Cetek bnget pikiranmu, Vin.
Amalia Khaer
semoga stlah ini gk ada lgi adegan2 keluarga cemara. keluarga toxic tpi keliatan adem ayem. gk cocok tauu. cpt gih kluar Num dri keluarga toxic itu.
Amalia Khaer
ohhh gitu tohhh. jdi bu Estu ini adlah wanita kaya yg di pilih oleh ayahnya Syanum. okk sih. lnjutttt..
Amalia Khaer
istri? yakin?
Safiatul Jannah
sinar lucu ku ya bilan cinta aja malu2 kucing
Safiatul Jannah: Aina Aina lucu banget ya blng cinta aja malu2 kucing
total 1 replies
Pradyta
Bagus
NiedaSofian
Kok tamat? Lena sama radit gimana? Ah tergantung ceritanya..ngak puas selagi penjahat tidak dpt pembalasannya...
no name: baca sebuah rasa.
total 1 replies
endang
ini ceritanya gimana wildan mau balas lena ma radit
Eva Pramita
Estu= es batu gitu
i.s.h.e.n
baca part ini jd ikutan ngomel. .hahaha
i.s.h.e.n
akhirnyaa..si davin nerima juga keputusan shanum...ko lega yaa rasanya mereka pisah..hihihu
i.s.h.e.n
jangan sampe shanun jatuh cinta sama davib..setelah di pukulin
Anisnikmah
nanti bucin ya Thor
Anisnikmah
oh pencetak anak.. ternyata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!