Seorang gadis terpaksa menikah dengan sahabat masa kecilnya karena calon suaminya pergi begitu saja tanpa kabar dihari pernikahannya.
Hal yang paling menyakitkan dalam hidupnya bukan ditinggalkan calon suaminya saja, ternyata sahabatnya yang sudah sah menjadi suaminya menikah lagi dengan kekasih suaminya dimalam pertama mereka.
Istri kedua suaminya selalu menekankan pada gadis itu bahwa statusnya sebatas di atas kertas.
Apakah gadis itu bisa bertahan dalam menjalankan pernikahannya atau malah memilih untuk berpisah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilda ellen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sarah masih tidak percaya
Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Sarah terus menatap Alex. Sarah tampak bingung melihat Alex yang tampak biasa saja, tidak ada raut wajah orang yang sedang patah hati.
"AW...."
"Kenapa kau menatap ke terus seperti itu?" tanya Alex sambil memukul kepala Sarah.
"Memangnya kenapa kalau aku menatap mu terus? Sakit tahu..." Sarah sangat kesal karena Alex memukul kepalanya.
"Makanya jangan menatap ku seperti itu..." ucap Alex sambil tersenyum.
"Lex, apa kau yakin semuanya itu benar? Kau yakin kalau wanita itu dia?" tanya Sarah sambil menatap Alex, Sarah masih belum percaya bahwa yang ada difoto itu Mayra.
Karena yang dia tahu kalau Mayra sangat mencintai Alex. Jadi dia merasa kalau Mayra selingkuh di belakang Alex.
"Hei, kenapa banyak sekali pertanyaan mu? Sepertinya kau tidak suka kalau kami berpisah?"
"Aku hanya masih tidak percaya saja. Dan apa kau bilang? Aku tidak suka? Enak saja, tentu saja aku suka kalian berpisah. Jadi hanya aku satu-satunya istri mu....." ucap Sarah yang tanpa sadar mengatakan isi hatinya yang dari tadi ditahannya. Saat Alex mengatakan kalau dia sudah menceraikan Mayra, membuat Sarah sangat bahagia.
Mendengar ucapan Sarah membuat Alex mengerem mobilnya mendadak. Untung saja tidak ada mobil yang dibelakang mereka, kalau tidak mungkin mereka akan mengalami kecelakaan.
"Kenapa kau berhenti?" Sarah masih belum menyadari apa yang dikatakannya tadi.
Alex menatap Sarah sambil tersenyum, dengan cepat dia mendekati wajahnya dengan Sarah. Sehingga kini jarak antara mereka hanya beberapa centimeter saja.
"A...apa yang kau lakukan?" tanya Sarah dengan gugup, dan kini detak jantungnya berdegup kencang seperti orang lari maraton.
"Apa kau mencintaiku?"
Deg...
Mendengar pertanyaan Alex, membuat Sarah sangat terkejut. Wajahnya kini sudah seperti merah tomat, Alex yang melihat hal itu merasa sangat gemas dengan Sarah. Alex tidak tahu kenapa dia bisa memberikan pertanyaan itu pada Sarah, dan di dalam hatinya dia berharap kalau Sarah mengatakan bahwa Sarah sudah mencintainya.
Sebenarnya Alex sama dengan Sarah, jarak antara mereka yang sangat dekat membuat jantungnya berdegup kencang. Entah kenapa saat tatapannya tertuju pada bibir mungil Sarah membuat Alex ingin sekali merasakannya. Alex berusaha untuk mengendalikan dirinya, dia tidak ingin membuat Sarah menjauhinya kembali dan membencinya.
"A...was..." Sarah mendorong Alex untuk menjauhinya.
Melihat Sarah yang salah tingkah seperti itu membuat Alex langsung tersenyum, Alex mengacak rambut Sarah yang menurutnya saat ini Sarah tampak sangat menggemaskan.
Alex kembali mengemudikan mobilnya dengan senyum-senyum. Sedangkan Sarah memilih menatap kearah jendela, untuk menenangkan dirinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bryan tampak sangat bahagia mendengar dari orang kepercayaannya kalau putranya sudah putuskan hubungannya dengan Mayra.
"Kau yakin?" tanya Bryan melalui sambungan teleponnya.
"...."
"Terimakasih. Dengarkan aku, meskipun saat ini mereka sudah berpisah kalian harus tetep memperhatikan gerak-gerik wanita itu. Aku tidak ingin dia menyakiti menantu ku. Apalagi wanita itu sangat licik!"
"....."
"Emm...." Bryan memutuskan sambungan teleponnya setelah itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Sa, tunggu sebentar..." Alex menahan Sarah yang ingin keluar dari dalam mobil.
"Kenapa?"
"Apa tidak sebaiknya kau mengatakan pada orang tua kita kalau kau sudah mengundurkan diri? Apa kau tidak ingin mendapatkan doa dari mereka untuk usaha baru mu?" Sarah tampak memikirkan apa yang dikatakan Alex padanya.
"Tapi, aku tidak tahu apa yang harus ku katakan kalau mereka bertanya alasannya..." ucap Sarah.
"Itu urusan ku. Sekarang ayo kita keluar" ucap Alex.
Sarah tampak sangat penasaran apa yang akan dikatakan Alex pada orang tua mereka. Saat mereka keluar dari dalam mobil, Alex menarik tangan Sarah untuk digenggam. Sarah merasa kalau saat ini Alex sangat berbeda dari biasanya.
Sesampainya di dalam ruangan kamar rawat papanya Sarah, mereka melihat kedua orangtuanya Alex juga ada didalam sedang mengobrol dengan papanya Sarah.
"Ma...Pa..." keduanya menyapa orang tua mereka bersamaan.
"Mama dan papa sudah lama?" tanya Sarah pada mertuanya.
"Belum sayang. Oh, ya kalian menginap di sini lagi?" tanya Chelsea penasaran.
"Iya ma..." jawab Sarah.
"Emmmm ma, pa, papah.... Begini ada yang ingin ku sampaikan sesuatu pada kalian..." ucap Sarah gugup. Alex yang sangat mengerti hal itu menggenggam tangan Sarah. Hal itu tidak hilang dari pandangan orang tua mereka.
"Katakan saja sayang, apa ada sesuatu yang penting?" ucap Chelsea sambil tersenyum bahagia.
"Maaf, sebenarnya aku... Aku sudah mengundurkan diri dari perusahaan. Pa, maaf kan Sarah karena selama ini selalu berbohong pada papa." ucap Sarah sambil menundukkan kepalanya.
"Lex...." Chelsea menatap tajam ke arah putranya, dia ingin penjelasan dari mulut putranya.
Chelsea sangat terkejut mendengar kalau Sarah sudah mengundurkan diri. Sangat berbeda dengan Bryan dan Jaya, mereka tidak terkejut sama sekali. Bryan sudah mengetahui hal itu sangat lama, sedangkan Jaya mengetahui dari Bryan. Bryan diam-diam datang ke ruangan sakit sebelum Jaya dioperasi, untuk menceritakan tentang apa yang terjadi pada hubungan anak-anak mereka.
"Ini semua bukan karena Alex, ma. Ini keputusan Sarah sendiri...." ucap Sarah saat melihat tatapan Chelsea yang sangat tajam pada Alex.
"Tidak, ma.... Apa yang pikirkan semuanya benar. Sarah mengundurkan diri dari perusahaan karena aku. Kalau saja aku tidak melakukan kesalahan yang sangat dibencinya, Sarah tidak akan mengundurkan diri dari perusahaan." ucap Alex.
Tiba-tiba Alex bersujud di hadapan orang tua mereka. Sarah yang melihat itu tampak sangat was-was, perasaannya semakin tidak enak. Sarah takut kalau Alex menceritakan penyebab yang sebenarnya terjadi. Sarah tidak ingin saat Alex menceritakan semuanya, papa nya akan sangat shock.
"Lex, apa yang kau lakukan?" bisik Sarah yang kini sudah mensejajarkan tubuhnya dengan Alex.
"Ma, pa, papa Jaya tolong maafkan saya...." ucap Alex tanpa menghiraukan Sarah yang sudah tampak sangat cemas.
Alex menceritakan semuanya apa yang telah dilakukannya selama ini, yang mengakibatkan Sarah mengundurkan diri dari perusahaan. Hanya Chelsea saja yang terkejut mendengarnya, sedangkan Bryan dan Jaya tampak sangat bangga karena Alex sudah menyadari kalau apa yang dilakukannya salah dan apalagi saat ini Alex sudah menceraikan Mayra.
Plak...
Sarah dan yang lainnya sangat terkejut karena Chelsea menampar pipi Alex.
"Apa kamu tidak memikirkan perasaan istri mu? Meskipun pernikahan kalian belum ada perasaan cinta, tidak seharusnya kamu melakukan hal itu pada Sarah" ucap Chelsea dengan emosi.
Chelsea yang ingin menampar Alex lagi, langsung dihalangi Sarah. Sarah tidak tahan melihat mertuanya menampar suaminya dihadapannya. Apa yang dilakukan Alex memang salah, tapi yang paling penting sekarang saat ini Alex sudah memutuskan hubungannya dengan Mayra.
"Ma, tolong jangan hukum Alex lagi..." pinta Sarah dengan meneteskan air matanya.
******