NovelToon NovelToon
Psikopat Tampan, & Kaya Raya

Psikopat Tampan, & Kaya Raya

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / Badboy / Pembunuhan / Kriminal / Tamat
Popularitas:650k
Nilai: 5
Nama Author: Auraliv

Warning! Terdapat adegan kekerasan!

[SEASON 1]
Yudha Antariksa adalah anak dari pembunuh pasangan tersadis. Dia merupakan penerus resmi Elang Satan, kelompok mafia paling ditakuti.

Suatu hari sebuah tragedi mengerikan terjadi. Hingga rumah Yudha beserta markas Elang Satan hancur dilalap sang jago merah. Yudha dianggap mati oleh semua orang. Padahal kenyataannya dia masih hidup. Diselamatkan oleh bawahan setia ayahnya.

Tragedi mengerikan itu membuat hidup Yudha berubah drastis. Iblis psikopat dalam diri Yudha bangkit. Tidak hanya terpacu untuk melakukan balas dendam, tetapi dia juga mendapat harta warisan fantastis dari sang ayah.

[SEASON 2]
Yudha menjadi pembunuh bayaran bersama kekasihnya Elisha. Awalnya pekerjaan mereka berjalan dengan mulus. Namun segalanya berubah, saat Yudha tidak sengaja berurusan kembali dengan orang tua angkat Elisha.

Yudha dicebloskan ke penjara. Sementara Elisha kembali kepada kedua orang tua tirinya.

Bukannya sadar, sisi psikopat Yudha justru membar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auraliv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 - Pembalasan

...✪✪✪...

Yudha melangkah pelan menghampiri Iwan dan yang lain. Dia menyempatkan tangannya untuk meraih pisau bedah yang ada di meja. Pisau itu lebih tajam dari pisau yang sering digunakan Yudha. Sayatannya akan langsung membunuh.

"Rey, nih mereka semua yang bikin ulah!" ujar Vino sambil menunjuk ke arah mahasiswa baru yang sudah dirundungnya.

Bukannya mendatangi mahasiswa baru, Yudha malah mendekati Erin. Tangan Yudha dengan cekatan menyayat leher Erin. Gadis tomboy yang tak menduga dengan serangan itu sontak tumbang. Cairan merah segar merembes dari lehernya. Membuat siapapun yang melihatnya ketakutan.

Menyaksikan tindakan Yudha semua orang berteriak histeris. Mereka berusaha sebisa mungkin menjaga jarak dari Yudha. Termasuk Iwan, Vino dan kakak-kakak tingkat lainnya.

"Rey! Kau gila! Apa yang kau lakukan sama Erin?!" timpal Iwan mencoba memberi peringatan kepada Yudha. Dia masih mengira Yudha sebagai Reyhan.

Yudha perlahan menggerakkan kepala, untuk menatap semua orang di sekitar. Dari balik topeng dia tersenyum. Entah kenapa dirinya merasa senang saat melihat orang-orang ketakutan. Alhasil kakinya melangkah ke arah Iwan berada.

"Ja-jangan mendekat!" pekik Iwan. Dia reflek mengarahkan salah satu tangannya ke depan. Tepatnya kepada Yudha yang berjalan kian mendekat.

"Rey, hentikan!!!" Vino memberanikan diri memegangi tangan Yudha. Dia mencoba merebut pisau bedah yang dipegang olehnya. Akan tetapi Yudha dengan sigap menendang junior milik Vino.

"Arrrghhh! Ka-ka-kau sudah gila, Rey!" Vino menyumpah sambil mengerang kesakitan. Kedua tangannya otomatis memegangi bagian bawah perutnya. Juniornya tentu merasakan sakit yang teramat sangat. Namun Yudha masih belum berhenti di sana. Dia sekarang mencengkeram lengan Vino. Semua orang membeku sekaligus terdiam ketika melihat aksi Yudha.

Pisau bedah yang dipegang Yudha sekali lagi digunakan. Dia berhasil memotong urat nadi yang ada dipergelangan tangan Vino. Yudha kali ini melakukannya dengan kekuatan dan kecepatan tinggi. Hingga darah dari tangan Vino mengucur deras. Bulir-bulirnya bertebaran ke segala penjuru dan berhasil menodai lantai dan wajah Vino sendiri. Vino langsung terhempas tak berdaya ke lantai. Terjatuh dalam posisi tengkurap di genangan darahnya sendiri.

"Aaarrkkkhhh!!!"

"Cepat keluar dari sini! Cepat!"

Setelah melihat dua kakak tingkat telah terbunuh, semua orang bergegas berlari ke arah pintu. Termasuk empat mahasiswa baru yang tadi sempat dibully. Tetapi sayang, kunci pintu ada ditangan Yudha.

"Sial! Sejak kapan pintunya terkunci!" keluh Iwan sembari menendang pintu sekuat tenaga. Semua orang semakin panik saat mengetahui kenyataan tersebut. Namun saat itu Iwan menyadari satu hal, kalau sosok yang sudah melakukan penyerangan hanya sendirian. Sementara dia dan yang lain berjumlah lebih dari sepuluh orang. Iwan berniat mengajak yang lain untuk melakukan perlawanan.

"Semuanya tenang, aku punya ide agar kita bisa selamat!" ujar Iwan, berusaha membuat semua orang tenang. Dia lantas berbalik dan melangkah maju untuk berhadapan dengan Yudha.

"Rey! Aku tidak tahu apa yang telah membuatmu menggila seperti ini. Tetapi yang aku tahu, jumlah kami lebih banyak darimu. Menyerahlah, dan berikan kuncinya kepadaku. Jika tidak, maka artinya kita akan berperang. Satu melawan puluhan!" ucap Iwan seraya membuka lebar telapak tangannya. Berharap Yudha segera memberikan kunci.

Yudha perlahan melangkah mendekati Iwan. Semua orang tenggelam dalam hening kala melihat adegan tersebut. Tetapi untuk yang sekian kalinya Yudha berulah. Dia mencengkeram erat tangan Iwan secara mendadak. Lalu menusuk salah satu mata kakak tingkatnya itu.

"Aaaarkhhh!!!" Iwan sontak mengerang kesakitan. Dia langsung duduk bersimpuh di lantai. Tindakannya membuat dua orang kakak tingkat serta para mahasiswa baru semakin ketakutan. Tidak ada yang berani melakukan perlawan pada Yudha.

Yudha kini berderap menuju pintu. Semua orang langsung gelagapan memberi jalan untuknya. Membelah kerumunan menjadi dua bagian. Yudha merasa tugasnya telah selesai. Dia lantas membuka pintu dan membiarkan semua orang berlarian keluar dari ruangan.

Tanpa pikir panjang, Yudha lekas-lekas pergi ke gudang. Dia menukar kembali sepatunya dengan Reyhan. Sekalian mengembalikan jam tangan beserta kostum jubah hitam. Yudha membuka topeng dan penutup mulut Reyhan.

"Siapa kau?! Sialan!" cerca Reyhan ketika penutup mulutnya sudah terlepas. Bukannya menjawab Yudha malah sibuk menuangkan cairan obat bius ke seutas kain kumal, yang tadi sempat menjadi penutup mulut Reyhan. Tanpa basa-basi, dia segera menyumpalkannya ke hidung dan mulut Reyhan.

Akibat tangan dan kakinya masih terikat, Reyhan tidak mampu melakukan perlawanan. Dia langsung tidak sadarkan diri. Selanjutnya Yudha bergegas membawa Reyhan ke toilet. Di sana dia menyempatkan diri untuk mencuci pisau bedah. Agar sidik jarinya tidak bisa diketahui. Setelahnya Yudha melepaskan ikatan tali Reyhan, lalu beranjak pergi.

Yudha menyembunyikan topeng di dalam jaket hodienya. Dia mengenakan tudung dan melangkah dengan hati-hati. Yudha berjalan dititik dimana keberadaannya tidak tertangkap oleh CCTV. Semenjak kedatangannya dari rumah sakit, dia sudah mengetahui lokasi mana saja yang aman. Sehingga saat menyelesaikan rencana, dirinya dapat pulang dengan mulus. Sebelum benar-benar meninggalkan kampus, Yudha terlebih dahulu mengambil jas almameter yang disembunyikan di rerumputan. Agak basah memang akibat embun. Tetapi setidaknya belum ada yang berhasil menemukan tempat persembunyiannya tersebut.

Suara sirine polisi dan ambulan mulai terdengar. Mengharuskan Yudha kian melajukan langkahnya. Untung saja gerakannya cepat, jadi Yudha bisa sampai ke rumah sakit secepat mungkin. Menemui Zain yang kebetulan masih berjaga.

"Yud? Kamu kenapa ngos-ngosan gitu? Kayak dikejar-kejar setan aja," tegur Zain kala menyadari kehadiran Yudha.

"Apa ada seseorang yang menjengukku, saat aku pergi?" bukannya merespon teguran Zain, Yudha malah melontarkan pertanyaan.

"Tidak ada." Zain menjawab sambil menggelengkan kepala.

"Huhh... syukurlah." Yudha mendengus lega. Kemudian masuk ke dalam bilik rawatnya. Merebahkan diri dengan nyaman ke hospital bed. Dia mencoba mengistirahatkan pikiran dan fisiknya sejenak. Tidak mencemaskan sama sekali insiden menggemparkan yang terjadi di kampus.

Sekian menit berlalu. Tiga orang yang terluka akibat serangan Yudha dibawa ke rumah sakit. Zain baru saja menerima kabar tersebut. Dia menjadi dokter yang harus ikut andil melakukan pemeriksaan.

Yudha sendirian dalam biliknya. Telinganya menguping percakapan pihak medis yang sedang berlalu lalang. Mereka membicarakan perihal tiga mahasiswa yang telah kehilangan nyawa. Yudha yang mendengar tersenyum puas. Sekarang dia hanya tinggal memastikan Reyhan masuk penjara atau tidak.

Kemunculan Elsha dari balik tirai mengagetkan Yudha. Gadis itu tidak sendirian, ada juga Beni dan Okan menemaninya.

"Yud, kamu nggak apa-apa kan?" tanya Elisha.

"Ya." Yudha malas menatap ke arah Elisha. Dia sengaja berbuat begitu karena sudah menyerah dengan gadis tersebut. Yudha merasa dirinya tidak akan pernah bisa merubah sikap dan jalan pikiran Elisha.

"Yud, kamu nggak akan percaya, dengan apa yang telah terjadi," ujar Okan sembari mendudukkan dirinya ke ujung kasur Yudha.

"Apa? Kenapa?" tanya Yudha penasaran.

"Benar. Kak Reyhan menggila! Dia membunuh tiga teman-temannya sendiri," jelas Okan bercerita.

Sementara keberadaan Elisha seakan diabaikan. Dia paham Yudha kesal dengannya. Semuanya gara-gara dirinya belum mengatakan dimana keberadaan Anton hingga sekarang.

"Yud, aku bawakan tas kamu. Semua orang disuruh melipat tenda dan pulang!" celetuk Elisha. Dia menyodorkan tas yang dipegangnya kepada Yudha.

"Makasih," kata Yudha yang dibarengan dengan senyuman kecut. Elisha menunduk kecewa, dia akhirnya memilih beranjak pergi.

1
Al Fatih
alur cerita yang ga biasa,, tapi keren abis....,, baru kali ini mendukung pasangan psyco
Al Fatih
aq mampir kaka
de~javu. {° ~ °}
mampir thor
kavena ayunda
maless bgt brengsekk gini kasian elisa
Karno Alvin
the best
Rocky
Cerita yang menarik & simple
Ruk Mini
beneran sadizzz..aq fikir d akhir sadar thorr..kesian turunan y ye..ya Allah smoga kite2 d beri Hidayah untuk slalu d jln Y.Aamiin .. walo cm crita tpi aq baper thorr ..kesian klo memang ada d dunia nyata ye..ok tq thorr d tgg karya2 mu lgi
Auraliv: Aamiin... makasih udah baca kak😁🤗
total 1 replies
IG: _anipri
sangatlah tidak normal memang. agak laen emang keluarga harmonis ini
Khsna Wati
😂😂🤣🤣
Nana Nainggolan
Thor,klo sosok ny Yudha seorang pemuda pintar dan pemberani aku setuju,tpi jangan buat penjahat kelamin y Thor,
putri rahman
sangat sangat seruu
Chaa
Eh novelnya udh sampe cucu"kubaca wkwkww
Mantap thor untuk novel sisi gelap anak SMA
Elly Watty
klw q suka ma cerita ini, q tergolong psycho g y🤔
Elly Watty
bagus si yanto nempatin elisha di luar negeri dr pda jd budak cintanya yudha yg egois
Elly Watty
g seru klw elisha bucinnya kebangetan...... g da harga diri bnget thor, baru kli ini q g suka karakter ceweknya diceritamu sorry
Auraliv: iya gk pp kak, skip aja😆
total 1 replies
Candra Adir
bagus
Billa🐒
Thor season 2 novel ini ad g ? masalahnya di dskrpsi itu season 1 mybe ad lnjutannya donggg ??
Billa🐒: yahh, pdhl bgs loh
total 5 replies
z
up dong thor
Asep Setianto
ini kpn up lg hmm😫
Suzana Miramin
nak tanya ayah tiri ke ayah angkat???? baca dari tadi ayah tiri dan emak tiri...lepas tu keluarga angkat??? katA El tu yatim piatu
Auraliv: ayah dan ibu angkat😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!