NovelToon NovelToon
Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Winda keenandra

Cerita ini merupakan sekuel dari Mendadak Istri. The Geraldy Family is back.

"Zee jangan nempel-nempel pada mommy mu. Sana jauh-jauh!"

"Memangnya kenapa sih, Dad?" tanya Zee sambil masih bersandar di bahu sang mommy.

"Nggak boleh. Memangnya kamu mau minta ASI lagi?!"

"Kalau iya, memangnya kenapa?" tantang sang putra.

"Enak saja! Jangan aneh-aneh. Kontrak kamu sudah habis sejak berusia dua tahun. Sekarang giliran Daddy."

"Memangnya kontrak Daddy belum habis?"

"Belumlah. Kontrak Daddy itu seumur hidup."

===
Siapa sangka, seorang anak laki-laki yang sangat dingin, cuek dan terkesan angkuh di luar rumah, justru akan berubah menjadi sangat manja jika berada di rumah. Sifatnya yang sangat berbanding terbalik tersebut, perlahan-lahan akan berubah seiring dengan hadirnya seorang wanita di kehidupannya.

Mampukah seorang Kiara Adina Putri menolak pesona Zoey Alexander Geraldy? Akankah kehidupan keduanya berubah setelah mengalami peristiwa yang tidak mereka sangka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Winda keenandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 22

Meeting yang dilakukan oleh Ken dengan beberapa pihak tersebut, selesai menjelang makan siang. Ken buru-buru meminta Dino untuk membereskan semua berkas yang ada di ruang rapat tersebut.

"Kamu beresin semuanya Din. Setelah itu, rekap jadi satu, dan berikan juga kepada Emi. Biar dia mengatur jadwal selanjutnya," ucap Ken sambil buru-buru hendak beranjak dari ruang rapat tersebut.

"Baik, Tuan."

Tanpa berkata lagi, Ken segera keluar dari ruang meeting tersebut dan bergegas menuju ruangan daddy Vanno untuk menjemput sang putra. Namun, langkah kakinya terhenti saat mendengar sebuah suara dari arah belakang. 

"Pak Ken!" Panggil suara tersebut.

Ken menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke arah pemilik suara. Dia melihat Laura, putri kolega seorang pengusaha yang baru saja membicarakan kerja sama dengannya.

"Laura?"

"Ah iya. Kebetulan kita bertemu di sini. Tadi, sebenarnya saya sudah berniat untuk mengajak Anda makan siang di luar. Ya, agar hubungan kerja sama ini bisa berjalan dengan baik. Tapi, Anda terlihat sibuk berdiskusi dengan asisten Anda tadi, jadi saya mengurungkan niat."

Ken hanya mengangguk-anggukkan kepala tanpa ada niatan menanggapi perkataan Laura. 

"Ehm, bagaimana, Pak?" tanya Laura saat mendapati Ken tidak berkomentar.

"Maksudnya bagaimana apanya?"

"Ehm, bisa makan siang di luar? Saya janji tidak akan lama." Laura berkata penuh semangat.

Belum sempat Ken menjawab pertanyaan Laura, terdengar sebuah suara berisik dari belakangnya.

"Au puyyang, Pa. Au mimi cucu Ami."

"Tadi kan sudah bawa. Nih, yang di botol ini mimi Ami, lho."

"Indak au. Tu tak cama. Cempatnya tak cama. (Tidak mau. Itu tidak sama. Tempatnya tidak sama)"

Daddy Vanno hanya bisa menghembuskan napas berat sambil mempercepat langkah ke arah Ken.

"Kamu ajak pulang saja, Zee. Kasihan, dia sudah merengek dari tadi nyariin mommynya. Sepertinya, dia sudah sangat mengantuk," ucap daddy Vanno sambil menyerahkan Zee ke dalam gendongan Ken.

Ken segera meraup Zee ke dalam gendongannya. Sementara Zee, langsung memeluk leher daddynya dengan erat. Tatapannya langsung tertuju pada Laura yang tengah berdiri tak jauh dari Ken.

"Tu capa?" tanya Zee sambil menatap ke arah Laura.

"Eh, itu teman Daddy."

"Teman?"

"Iya. Kenapa?"

"Angan tekat-tekat. Ni Tedi tu," ucap Zee sambil masih menatap Laura dan memeluk leher Ken semakin erat.

Sontak saja daddy Vanno langsung terkekeh geli setelah mendengar perkataan Zee. Rupanya dia ingat sifat Ken yang sama persis dengan sifat Zee yang sangat posesif kepada orang tuanya.

"Sebaiknya kamu segera pulang. Kasihan Zee sudah mengantuk."

Ken hanya bisa menghembuskan napas beratnya sebelum menanggapi perkataan sang daddy. "Baiklah, Dad." Ken menoleh ke arah laura sekilas. "Aku permisi."

Ken langsung beranjak tanpa menunggu jawaban Laura di sana. Ya, memang begitulah Ken. Dia tidak akan merespon para perempuan jika tidak ada urusan yang penting dengannya.

Saat Laura hendak memanggil Ken, dia sudah dicegah oleh daddy Vanno. "Maaf, Nona Laura. Saya kira, pembicaraan tentang kerja sama kita sudah deal tadi. Jadi, tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Kalaupun masih ada hal yang belum Anda mengerti, silahkan menghubungi Dino, asisten Ken."

Seketika wajah Laura langsung memerah karena malu. Dia hanya bisa meminta maaf kepada daddy Vanno.

"Maafkan saya, Pak Vanno." Laura menganggukkan kepala sambil beranjak berlalu.

Sial. Kenapa begitu sulit mendekati Ken Alexander. Ah, kalau dipikir-pikir, ayahnya juga nggak kalah cakep. Masih layaklah di dekati, batin Laura sambil berjalan menuju lift.

Eehhmm, Laura? Mendekati Vanno? 🤔

***

Sementara itu, Ken baru saja sampai di rumah. Zee yang sudah tertidur lelap pada kursinya, langsung digendong menuju rumah. Baru saja Ken memasuki rumah, terdengar suara Gitta dari arah dapur.

"Lhoh, Zee sudah tidur, Mas?" tanya Gitta sambil berjalan mendekati Ken yang tengah menggendong Zee.

"Iya. Dia audah mulai tidur saat di perjalanan."

Gitta langsung mengambil Zee ke dalam gendongannya. Namun, saat Zee sudah berpindah gendongan, Zee membuka kedua matanya. Dia menatap ke arah sang mommy.

"Ami?"

"Iya, Sayang. Maafkan Mommy mengganggu bobo Zee."

"Au mimi cucu, Mi," ucap Zee sambil langsung memasukkan tangannya pada baju Gitta untuk mencari sumber nutrisinya.

"Eh, Sayang, nanti dulu ya, ke kamar dulu."

"Indak au. Aus, Mi. Au mimi cucu calang. Huaaa huaaaa. (Nggak mau. Haus, Mi. Mau mimi susu sekarang)"

Melihat sang putra langsung menangis kencang, Ken langsung bergerak cepat. Dia buru-buru membantu membuka baju Gitta. Melihat hal itu, Zee semakin histeris karena mengira Ken akan mengambil sumber nutrisinya.

"Aaa, Tedi auh cana. Angan ambin mimi cucu Ji. Huaa huaaa. (Aaaa, Daddy jauh sana. Jangan ambil mimi susu, Zee)."

"Mas! Apa-apaan sih. Lihat anak nangis kejer gini kok jadi kamu yang semangat, sih?" gerutu Gitta sambil menepis tangan Ken.

"Aku kan mau bantu biar cepet, yang. Biar Zee cepat dapat asupan nutrisinya," kilah Ken.

"Alasan saja! Mana ada bantu modelan begitu. Main re*maasss biar apa coba."

"Biar cepat keluar, Yang."

"Astaga, Mas!"

\=\=\=

Kira-kira kalau jadi Gitta di dunia nyata bagaimana ya? 🤔

1
Yusuf Duha
masih menunggu update mu kakk
Dewi
Ini kemana yaaaa sudah 3th hiatus kah
🌟Sugali🌟
in sya Allah bro/Speechless/
Mamath Kay
lanjut ❤
Mamath Kay
aku hadir mak... lucu banget
Siti Mudawaroh
udah
stahun
ngak
lanjut
Lukman Hakim
.....
Lukman Hakim
...........
Lukman Hakim
. .
Lukman Hakim
.
Lukman Hakim
bagus
mamahe Lana
poor daddy Vano....siap siap aja bakalan puasa main tembak tembakan🤣🤣🤣
Diyah Handarwati
selalu setia menunggu bang Zee. ..😊😊😊
Suraida Alu
suka ceritanya dr awal
Siti Mudawaroh
ini
tanat
belum
ya
Maria Dyoyodihardjo
kapan update
Aldissa
ini g ad kelanjutany kh..infoy thor
binda fiolla
keren...
Intan Zein
thor kok lama sih up nya
Fadillah Ahmad
tolong dong di selesai kan novel ini dengan sempurna,klw sudah sempurna tamat baru saya revisi reting saya, karena tidak ada setatus "TAMAT"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!