NovelToon NovelToon
ALAM SEBELAH

ALAM SEBELAH

Status: tamat
Genre:Horor / Supernatural / Roh Supernatural / Dunia Lain / Penyeberangan Dunia Lain / Mata Batin / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: hendra dwi maulana

Namanya Darto.
Anak yang terlahir sungsang, bahkan matanya sudah terbuka saat baru keluar dari rahim ibunya.

Terlahir dari keluarga yang berbeda, membuatnya memiliki takdir yang tidak biasa.


Kisah perjalanan hidup penuh misteri, seorang bocah menuju dewasa hingga dia memenuhi takdirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hendra dwi maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CANDI?

Suara bising terus berdatangan. Aku sapu pandanganku ke segala penjuru, namun sama saja hanya hutan gelap yang terbentang di depan kelopak mata.

"Mbah.! Bangun Mbah.!" kencang suaraku mencoba membangunkan Kakung yang tak tidak bergeming sedikitpun dari lelapnya. Bahkan sempat aku goyang pundak Kakung, namun sama saja, dia masih terus terpejam dengan dengkuran kecil dari mulutnya.

"Hihihihi hahahaha huuuuu, wesewesewes"

seperti itu suara yang terus mengiang di dalam kepala, seperti tengah berada di tengah kerumunan. Sesekali ada suara tangis, tawa, juga suara langkah kaki anak kecil. Dan banyak lagi suara seperti langkah kuda, roda gerobak, lonceng, dan bahkan suara orang tengah berbicara membaca bahasa yang sama sekali tidak ku ketahui.

Ditengah kebingungan dan ketakutan, cahaya putih yang begitu menyilaukan tiba-tiba saja berada tepat di depan wajahku, membuatku spontan menutup kedua mata dengan lengan.

"Mbah.! Mbah Kakung di mana?!" teriakku sekencang yang ku bisa mencari Kakung yang kini tidak terlihat lagi di depanku. Tidak hanya Mbah Kakung yang hilang dari hadapanku, pohon, api, perbekalan milikku pun hilang dari pandangan mataku. Hanya tersisa suara ramai itu saja yang tertinggal, entah suara yang datang dari mana.

'Apa ini mimpi?' Gumamku sembari terus menampar pipi sendiri. Aneh, terasa hanya selang berapa detik dari saat aku bertemu cahaya itu, namun sekarang benar-benar sudah siang, matahari tegap bersinar sombong di atas kepalaku, dan aku pun bertemu dengan sumber suara gaduh yang semalam terus kudengar hingga ketakutan.

Terlihat sebuah pedesaan yang begitu ramai di depanku. Rumah panggung dengan atap jerami dan tembok bilik bambu berjajar rapi. Jalanan di penuhi penduduk yang tengah lalu lalang,

beberapa anak kecil berlarian dan bercanda dengan temannya, ada pula beberapa laki-laki yang mengenakan kuda sebagai tunggangan.

Pakaian yang mereka kenakan sungguh terkesan kuno. wanita memakai kemben dan jarik, dengan konde di kepala. sedangkan lelaki merata bertelanjang dada, hanya mengenakan celana yang terbuat dari kain yang dililit di bawah pinggang, dan blangkon di kepala. muka mereka pucat sekali, kulitnya seputih kapas, tatapan mereka kosong, dan gerak badan mereka kaku.

"Permisi. Pak.. Buk..." ucapku kepada semua orang yang tengah berlalu lalang di depanku.

Meski aku tidak mendapatkan respon dari mereka, aku tak lelah terus menyapa orang terdekat yang bisa ku ajak bicara. Sungguh aneh, aku bertanya kepada semua orang yang aku jumpai. Mereka semua acuh, seakan tak bisa mendengar dan melihatku. Hingga saat aku sedikit geram karena tak mendapat respon, aku memberanikan diri menepuk salah satu pundak orang yang tengah berjalan di depanku.

"Kang! Sebenarnya i...," pertanyaan terhenti. Semua orang mendadak berhenti dari aktivitasnya dan menatap lurus ke arahku berdiri. Lantas buru-buru aku lepas tanganku dari pundak pemuda itu. Anehnya pemuda itu kembali berjalan, dan aktivitas penduduk desa pun berlanjut kembali. Mereka kembali mengabaikan diriku yang tengah dirundung rasa kebingungan.

Karena lelah terus mencoba bertanya, aku memutuskan untuk terus berjalan berkeliling kampung dengan harapan ada orang yang lebih dulu menyapaku. Namun sekali lagi aku harus menelan rasa kecewa, saat ini aku merasa aku menjadi hantu, yang bisa melihat manusia tapi mereka tidak melihatku sama sekali.

"tuk tak tuk tak tuk tak tuk tak," terdengar suara langkah gerombolan kuda dari kejauhan. Suara itu semakin mendekat, dan tiba-tiba semua orang yang tengah sibuk dengan urusannya berlari tergesa-gesa menuju tepi jalan setapak yang menyibak kampung ini.

Berbondong-bondong penduduk itu berbaris dan kemudian serentak bersujud menyambut rombongan kuda itu. "Sugeng kundur Paduka," (Selamat atas kepulangannya) suara riuh penduduk mengucapkan kata yang sama, untuk seseorang yang duduk di atas kereta kencana, di bagian tengah barisan kuda tersebut. Dia tidak menjawabi ucapan penduduk, orang itu hanya membuka sedikit tirai di atas kereta kudanya, kemudian mengeluarkan tangan dan melambaikannya.

"Deg.. deg.. deg.. deg.." jantungku memburu, saat terdengar suara berat dari dalam kereta mengucap kata "Berhenti!'' tepat ketika rombongan itu sampai di depanku.

Tampak satu tangan membuka tirai dari dalam, dan terlihat seorang laki-laki dengan mahkota emas di kepalanya sedang memperhatikanku dari dalam kereta. Dia terus menatapku tanpa bergeming, juga tidak mengucap sepatah katapun. Setelah cukup lama, akhirnya dia turun dari kereta itu, tatapan matanya tegas, badannya kekar juga tinggi, juga ada sebilah keris yang terselip di punggungnya. Sungguh gambaran seorang laki-laki yang sangat gagah.

Tak hanya suaranya yang tegas, langkah kakinya pun terasa begitu berat. Tubuhku tak mau berhenti bergetar melihat orang itu datang menghampiriku. Ketika sampai di depanku, dia hanya berdiri menatapku dengan tatapan menyelidik. Dia mengamati tubuhku dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Anehnya penduduk yang sedari tadi tidak melihatku, sekarang serentak menatapku dengan tatapan mengancam yang tergambar dari mata mereka. Tidak ada sepasang mata pun yang memalingkan pandang dariku, mereka semua menatap lurus tepat ke arahku.

Spontan tubuhku langsung bergetar, dan tambah gemetar ketika tangan lelaki bermahkota itu terangkat dan diarahkan ke leherku. Badanku kaku, tak mau digerakkan sama sekali. Bahkan mulutku tidak bisa kubuka sama sekali, aku hanya bisa pasrah dan terus berdoa di dalam hati.

Tangan itu kini sudah meraih kerah bajuku, namun terhenti ketika batu di kalungku tiba-tiba menyala. Sinar hijau yang terpancar bahkan sampai menembus kain tipis bajuku. Membuat kelaki gagah itu mengernyitkan dahinya, kemudian melepas genggamannya dari kerah bajuku.

"Bawa dia!" ucapnya singkat seraya berjalan kembali masuk ke atas kereta.

Tak lama kemudian seseorang berbadan kekar datang dengan berlari kecil ke arahku. Mengangkat badanku dan menaikan tubuhku ke atas kuda yang ia tunggangi, kemudian orang itu membawaku pergi bersama rombongan meninggalkan perkampungan.

Cukup lama sedari rombongan ini meninggalkan perkampungan. Tampak di kejauhan sebuah bangunan besar dan megah yang terbuat dari batu, dengan satu gerbang besar sebagai pintu masuk.

'Di mana Aku?' pikiranku tak bisa mencerna apapun yang mataku tangkap setelah memasuki gerbang besar itu.

Sungguh mengagumkan. Baru kali ini aku melihat bangunan dari batu yang di potong kotak-kotak kemudian ditumpuk rapi. Tembok hingga atap rata terbuat dari batu dihiasi pahatan di berbagai sisi menjadi sebuah ukiran.

'Apa mungkin ini yang Simbah sebut candi?'

gumamku dalam hati mengingat cerita Simbah Turahmin yang katanya pernah berkunjung ke sebuah candi.

"Bawa dia masuk!" ucap singkat lelaki bermahkota itu kembali setelah rombongan berhenti di depan sebuah pendopo.

Setelah mendengar itu, lelaki yang membawaku bergegas menurunkan dan menggendong diriku masuk ke dalam sebuah ruangan dengan pintu kayu yang sangat lebar penuh ukiran.

Setelah sampai di dalam, tubuhku diturunkan di depan lelaki yang tengah memandang rendah dari atas kursi singgasana miliknya.

Sebenarnya, apa yang akan orang ini lakukan padaku?

Bersambung,-

1
Tini Nurhenti
/Sob//Sob//Sob//Sob/
Yunita chann
aku sampe sesek nangis.. bayangin jadi Darto... sedih banget sih ceritanya... sahabatnya diambil satu satu
Fitriputri
hadirr ,di perujung tahun 2025
kyknya seru nihh alur ceritanya 👍☺️
TN ZAKI
👍👍🙏🙏🙏🥰
TN ZAKI
🙏🙏🙏🥰🥰👍👍👍👍
Sweett SumMina
Lumayan
Puput Sundari
Luar biasa
mary dice
nunggu orang bermahkota sampai habis ternyata hanya mimpi hik
mary dice
thor ketika dapat melihat'mereka' tapi tak sebaliknya hantu terhipnotis gitu....merinding
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐
𝙸𝚗𝚗𝚊𝚕𝚒𝚕𝚕𝚊𝚑𝚒 𝚠𝚊'𝚒𝚗𝚗𝚊 𝚒𝚕𝚊𝚒𝚑𝚒 𝚛𝚊𝚊𝚓𝚒𝚞𝚞𝚗 ....
𝙳𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚔𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗: 𝙃𝙀𝙉𝘿𝙍𝘼 𝘿𝙒𝙄 𝙈𝘼𝙐𝙇𝘼𝙉𝘼. 𝙿𝚎𝚗𝚞𝚕𝚒𝚜 𝚑𝚘𝚛𝚘𝚛 𝚜𝚎𝚓𝚊𝚝𝚒: 𝘼𝙇𝘼𝙈 𝙎𝙀𝘽𝙀𝙇𝘼𝙃.
𝚃𝚐𝚕 17 𝘖𝘬𝘵𝘰𝘣𝘦𝘳 2024, 𝘱𝘶𝘬𝘶𝘭 19.00.

𝘚𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘢𝘮𝘢𝘭 𝘪𝘣𝘢𝘥𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪𝘵𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢, 𝘥𝘪𝘢𝘮𝘱𝘶𝘯𝘪 𝘴𝘦𝘨𝘢𝘭𝘢 𝘥𝘰𝘴𝘢, 𝘥𝘪𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬, 𝘬𝘩𝘶𝘴𝘯𝘶𝘭 𝘬𝘩𝘢𝘵𝘪𝘮𝘢𝘩. 𝙰𝚕𝚕𝚊𝚑𝚞𝚖𝚖𝚊 𝚊𝚖𝚒𝚗.

𝙎𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣, 𝙧𝙚𝙠𝙖𝙣, 𝙨𝙖𝙝𝙖𝙗𝙖𝙩, 𝙖𝙙𝙞𝙠, 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙘𝙖𝙣𝙙𝙖 𝙥𝙖𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣.

𝘼𝙡𝙛𝙖𝙩𝙞𝙝𝙖𝙝 ....
Luis Refualu: adakah yang bisa cari tahu keluarga nya dan coba di bukukan karyanya ini, mau sekali koleksi karya beliau ini🙏🙏🙏
RIP Bang Hendra🙏
total 7 replies
Ricka Monika
kalo di Medan namanya beguganjang,kalo di Jawa gendoruwo
Karina
sutradara raden kian santang apa baca cerita ini ya,terlalu mirip untuk d katakan suatu kebetulan...
Karina
adikku lahir sungsang,jg udah d sunat dr dlm rahim,memang punya kelebihan,ba ngobati orang sakit,bs mengusir jin,ingat waktu SMP ada orng mau bersihkan mas batangan yg d isi jin,karna setiap mau d jual berubah jd batu kali,jd adek yg bersihkan,cm dia pesan,klw masnya d jual klw bs bawa polisi,orgnya ngeyel,plg jual mas langsung d rampok,dia meninggal...
Karina
ilmu baru,soalnya klw lagi ketindih seketika bernafas aja susah...
Sri Ningsih
aku baca min..aku jg ikut mendoakan plus ksih segelas kopi🙏🙏🫢
Sri Ningsih
asik alurnya..keren
Kusnaini Aini
hehehe bisa aja author nih...
Ira_87
menegangkan 😱
Kusnaini Aini
makin penasaran cerita nya thor
Andriani
🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!