NovelToon NovelToon
Anak Genius: Ayahku Konglomerat!

Anak Genius: Ayahku Konglomerat!

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:638.2k
Nilai: 5
Nama Author: Whidie Arista

Di hianati dan di jual keperawanan nya oleh sang kekasih! Membuat Shelia Jenner merasakan pahitnya kehidupan. Dia harus menjadi Ibu tunggal dan membesarkan Anak seorang diri.

Hingga pada suatu hari, datanglah seorang Pria yang terlihat sangat mirip dengan Nici sang Anak, siapakah Pria itu sebenarnya? Mungkinkah dia Pria pada malam itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 : Rasa Trauma mendalam

Rasa takut akan kegagalan, penghianatan dan cinta yang menyakitkan masih menghantui Shelia selama bertahun-tahun ini. Apa yang Shawn lakukan padanya dulu membuat trauma cukup berat dalam otak Shelia, dulu dia mencintai Shawn begitu dalam, hingga ia rela meninggalkan keluarga yang amat menyayanginya dan pergi bersama Shawn ke negara asing. Namun kenyataan tak sesuai ekspektasi, harapan hidup bahagia dengan Shawn berakhir dengan tragis, Shawn menjualnya pada seorang pria tua menjijikkan.

Shelia berdiri di ambang pintu, dia mengalihkan pandangan dari suami baru dan putranya itu. Dia berjalan masuk ke dalam dapur dan mengambil segelas air putih. Nici dan Richard terdiam seketika, mereka saling pandang satu sama lain, Shelia melirik dari ujung matanya ekspresi dua orang ber-gender sama itu.

Shelia bukannya tidak mendengar pembicaraan pasangan Ayah dan anak itu, namun apa mau di kata. Kata cinta seolah telah lenyap dari dalam hatinya, Shelia tidak tahu apa dia bisa menerima cinta lagi atau tidak.

"Shelia!" Richard bangkit dari jongkoknya, dia agaknya tahu kalau Shelia telah mendengar seluruh isi pembicaraannya dengan Nici.

Shelia hanya diam tak menyahuti panggilan Richard, ekspresi datar dan wajahnya yang jarang tersenyum membuat orang menyimpulkan bahwa Shelia orang yang sombong dan angkuh, padahal kenyataannya tidak, dia hanya takut bergaul dengan orang yang salah, dan takut menyakiti hati orang lain.

"Apa...kamu mendengar semuanya?" Tanya Richard hati-hati. Shelia mengangguk masih dengan wajah datar.

Richard menghela nafas berat, "baiklah kalau kamu sudah tahu siapa aku sebenarnya, lebih baik aku katakan saja. Aku Richard Nelson kamu pasti sudah tahu namaku kan?!" Richard tersenyum lembut.

"Aku gak tahu siapa itu Richard Nelson, yang aku tahu kamu adalah Ayah anakku itu saja." Shelia berlalu dari hadapan Richard yang terperangah, dia tidak menyangka Shelia tidak tahu siapa itu Richard Nelson.

Ish...Ish...Ish... Nici terkikik geli melihat ekspresi wajah Richard yang nampak tak percaya dengan apa yang di dengarnya, ternyata masih ada orang yang tidak tahu dengan nama Nelson ini, padahal nama ini terkenal di seantero negri dan di berbagai negara seperti negara S ini.

"Mami mu bener-bener gak tahu nama keluarga Nelson?!" Richard masih nampak tak percaya.

"Sudahlah Daddy, Mami orangnya jarang baca berita." Nici mengangkat bahu tak peduli. Dia melompat turun dari atas meja dan berlalu menyusul Shelia ke ruang makan, menunggu Richard menghidangkan makan malam.

Nici duduk di hadapan Shelia yang nampak sibuk dengan ponsel di tangannya.

"Mami!" Panggilnya, membuat Shelia melirik sedikit dari ujung matanya. "Apa benar Mami gak tahu siapa itu keluarga Nelson?" Tanya Nici dengan ekspresi wajah curiga.

"Kenapa kamu bertanya begitu?" Shelia balik bertanya.

"Dilihat dari gelagat Mami ketika mendengar nama keluarga Nelson, sepertinya Mami pernah kenal salah satu dari mereka." Ucap Nici memojokkan Shelia.

Shelia melipat tangan di dada sambil menyandarkan punggung di sandaran kursi. Perkataan Nici tak bisa mempengaruhinya sama sekali.

"Kamu terlalu banyak menonton film Detektif Conan ya." Shelia terkekeh geli melihat wajah putranya yang berubah menjadi masam.

"Mami aku serius." Keluh Nici.

"Mami juga serius, mana mungkin Mami kenal keluarga Ayahmu tanpa Mami tahu." Shelia mengangkat bahu.

Richard datang membawa hidangan yang baru saja matang, "silahkan di cicipi!" Richard menunduk hormat ala pelayan cafe. Shelia hanya melirik dengan ujung matanya, dia sedikit tersentuh dengan apa yang Richard lakukan.

"Ehem...! Nici, biar Mami yang pertama cicipi, takutnya rasanya aneh kaya waktu itu." Ucap Shelia sedikit menyindir.

"Oke!" Jawab Nici enteng.

Shelia mengambil sedikit makanan tersebut dan menaruh di piringnya, dia lantas mencicipi makanan tersebut. Glek...! Dia menelan makanan tersebut, matanya sedikit melebar.

"Bagaimana rasanya, Mami?" Tanya Nici penasaran.

1
ceuceu
Akibat durhaka kpd orangtua,memilih pasangan yg ga halal.
Nurdiana Saputri
ceritanya bagus
Hadijah Nadia
Luar biasa
Hadijah Nadia
👍👍👍👍👍🌹🌹🌹🌹🌹
Mazree Gati
ko nggak di gerebek
Mazree Gati
pak Rt mana tuh,ada ya menginap. kenapa ga di gerebek, sela oon masa di suruh nginep
Ana Mirfat
Kecewa
Wirda Lubis
lanjut
Wirda Lubis
terus lari selamat kan diri
Wirda Lubis
lanjut
Wirda Lubis
Anna hamil anak daren
Tiadayanglain
Kasar nya ni perempuan
Wirda Lubis
lanjut
Wirda Lubis
rasa nya asin ngak
Wirda Lubis
lanjut
Wirda Lubis
sabar richard
Wirda Lubis
lanjut
Wirda Lubis
Sheila kamu di jebak
Wirda Lubis
Nico pintar
Wirda Lubis
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!