untuk cerita kali ini aku akan menceritakan kisah cinta Lardo Devhan Sanjaya
buat yang belum paham kalian bisa baca dulu novel turun menurunnya.
1. CEO JATUH CINTA
2.ALVARO SANJAYA
semoga kalian suka...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Ferdina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
berpelukan
setelah kejadian penolakan di rumah Alex, keluarga Dimas pulang kembali ke rumah mereka.
Risa bertekad akan membantu Rena untuk mendapatkan keadilan untuknya dan juga anak yang masih dalam kandungannya.
"jangan menangis untuk laki laki yang tidak bertanggung jawab, jangan mengemis belas kasihan padanya. kamu masih punya mama, papa dan aku yang bisa merawat anakmu bersama" ucap Risa membuat Rena menatapnya sendu.
adik tiri yang selama ini ia benci, masih sudi untuk menerima dan ikut merawat anaknya kelak. terbuat dari apa hati Risa.
"terimakasih ris, maaf karena aku dulu sempat iri sana kamu, maaf karena aku selalu jahat sama kamu" Rena memeluk Risa dengan air mata yang berderai, bahkan Risa ikut menangis membalas pelukan Rena.
kedua orang tua mereka sangat bahagia, walaupun nasib Rena saat ini sangat malang, tapi masih ada mereka yang mau membantu dan selalu ada di samping Rena.
Risa sudah berada di dalam kamarnya, benda pertama yang ia ingat adalah ponsel, dengan cepat Risa mengambil ponselnya, namun sayang ternyata ponselnya mati karena kehabisan baterai.
dengan cepat ia mengambil charger dan menyalakan ponselnya, dan begitu banyak notif pesan yang masuk ada Lardo.
Risa teriak tanpa suara, jantungnya langsung berdegup dengan kencang, bertanya tanya ada apa Lardo menelponnya malam malam.
(maaf pak, kenapa bapak telepon saya malam malam, apa ada yang bisa saya bantu?)
Risa langsung mengirim pesan itu ke Lardo, sengaja berbicara formal, karena masih kesal dengan aura dingin Lardo saat di kantor padanya tadi.
***
Lardo yang terus saja memandang ponselnya langsung tersenyum ketika melihat notif dengan nama Gadisku itu.
💬 Gadisku❤️
maaf pak, kenapa bapak telepon saya malam malam, apa ada yang bisa saya bantu?
aku bukan bapak kamu
panggil aku Lardo
bukannya kamu duluan yang formal ke aku tadi? kenapa sekarang gak terima kalau aku formal balik?
aku merindukanmu
hahaha... bilang apa sih,
gak nyambung
aku sudah baca
I LOVE YOU TOO RISA
I LOVE YOU SO MUCH
aku butuh ucapan secara langsung bukan dari pesan singkat
angkat teleponku
gak mau... aku ingin secara langsung
kita video call sekarang
aku ngantuk... bye
aku tunggu kamu pulang bos sombongku😘😘😘 Assalamualaikum
Lardo yang membaca pesan terakhir Risa tersenyum senyum, ingin sekali berada dekat dengan gadisnya, lalu memeluknya, menciumnya.
kamu gak akan bisa pergi dariku Risa, sekali kamu masuk dalam hidupku, tak akan ada pintu keluar buat kamu..../Lardo
sedangkan Risa sudah menyentuh dadanya yang merasakan jantung yang berdegup kencang, perasaanya sangat senang dan bahagia sekarang.
saat Lardo tiba tiba menelpon dan vc, ingin sekali Risa menjawab telepon bosnya itu, namun rasa malu muncul di benaknya tiba tiba.
gimana nanti kalau dia pulang ya... habislah.../Risa
***
3 hari kemudian
Lardo dan Risa masih terus saling berhubungan lewat ponsel, bahkan Lardo selalu menelponnya setiap saat, bahkan saat Risa sedang bekerja di kantor, tapi jika video call, Risa tidak pernah mau menjawabnya.
mereka seperri sepasang kekasih, namun Lardo belum sama sekali menembaknya untuk di jadikan pacar.
"nah lo... ngapain lo senyum senyum sendiri" ucap Oliv yang baru saja mengagetkan Risa
"lo pengen gue mati muda ya?" tanya Risa
"hehehe... gak lah, lagian bukannya kerja malah senyam senyum, obat lo habis ya ris"
"obat? gue kan gak sakit oneng"
"lo kan sakit, sakit jiwa tepatnya " Olive segera pergi menjauh sebelum mendengar teriakan Risa
"OLIV......" teriak Risa
tuh kan... untung aja gue cepat cepat pergi.../Oliv
Risa merasa jengkel dengan sahabatnya itu, walaupun begitu mereka tidak pernah bertengkar dari dulu.
drrrrrtttt...
drrrrtttt...
drrrrttt...
suara dering ponsel Risa berbunyi sangat lama, dan bisa di tebak siapa orang yang berani menelpon Risa di jam kerjanya..
📞...Bos Sombong
"hallo"
~iya hallo
"sedang apa?"
~hmmm... aku sedang kerja do, bukannya aku sudah bilang untuk telepon di jam istirahat saja
"maafkan aku, aku kangen kamu"
~di indonesia masih jam 11 siang, berarti disana baru pagi, benar kan do?
"hmmm... apa kamu banyak pekerjaan?
~gak banyak kok
"aku tutup dulu teleponnya, nanti aku hubungi lagi"
~iya do, semangat bekerja, cepetlah kembali, assalamualaikum
Tut......
setelah mengatakan itu, Risa langsung mematikan ponselnya, takut karena Lardo pasti akan menggodanya lagi.
dasar gadis bar bar... waalaikumsalam sayang.../Lardo
setelah bertelepon dengan bosnya, Risa kembali bekerja karena jam istirahat kantor sebentar lagi, bahkan pekerjaan Lardo masih banyak, sengaja Risa mengatakan tidak banyak pekerjaan, karena takut jika Lardo akan merasa khawatir.
***
"ci..?" panggil Gio pada Suci yang sedang asik berbicara pada Oliv
"ya..."
"bisa bicara bentar?" tanya Gio
"mau ngapain lagi lo... jangan ganggu Suci lagi, urus aja pacar lo yang gak waras itu" Oliv langsung pasang badan di depan Suci.
Gio sebenarnya merasa sakit hati jika Olive mengatai Lisa, bagaimana pun ia sudah lama menyukai Lisa, dan perasaan itu tentu masih ada.
"pleas liv, sebentar doang" ucap Gio memohon
"liv udah gak apa apa, lo duluan aja nanti gue nyusul" ucap Suci, tak ingin jika membuat keributan lagi di kantor.
"oke... kalau dia apa apain lo hubungi gue" ucap Oliv lalu menatap tajam Gio sebelum pergi meninggalkan Suci.
Gio merasa gugup setelah Olivia pergi meninggalkan mereka berdua.
ini adalah kesempatan buat Gio agar bisa meminta maaf langsung pada Suci, dia ingin semua sahabatnya kembali seperti dulu dan memaafkannya.
"ci... maafin semua kesalahan gue, maafin semua yang gue lakuin ke lo, mungkin kata maaf gue gak akan mempan, tapi gue mohon maafin gue kali ini, gue pengen kita kayak dulu ci... gue pengen kalian semua maafin kebodohan gue" ucap Gio hingga menangis.
tidak peduli Suci berpikir seperti apa melihatnya menangis.
"ci... gue cuma mau kalian semua maafin gue dan kembali jadi sahabat gue, apa mesti gue keluar dari perusahaan supaya kalian bisa maafin gue?" Gio menyentuh kedua tangan Suci
namun tak ada respon yang diberikan oleh gadis itu, ia hanya diam menunduk dan mungkin berpikir.
"ci jangan diam, tolong bicara sama gue" lagi lagi Gio memohon
"gue tau mungkin kesalahan gue besar karena cinta sialan itu... gue buat sahabat gue sendiri kecewa"
Oliv yang menguping di luar ikut menangis melihat Gio memohon seperti itu, bahkan di lubuk hatinya, Oliv sudah memaafkan sahabat laki laki pertama di kantornya yaitu Gio.
Oliv masuk ke dalam dan memeluk Gio erat, tak kuat melihat sahabatnya memohon dan merasa bersalah sampai seperti itu.
semua bukan hanya kesalahan Gio, tapi semua adalah kesalahan Lisa yang mempengaruhi Gio.
"gi... hik...hiks" Oliv menangis memeluk Gio
Suci yang melihat itu, lang menumpahkan tangisannya, dan ikut berpelukan bersama mereka.
"I miss you my girl..." ucap Gio
"I miss you too my boy" ucap bersama Suci dan Oliv