Perkenalkan nama-ku Felisya Rahma!, tumbuh dan besar di sebuah Desa yang lumayan kecil.
Kehidupan sehari-hari ku sangatlah menyedihkan, bagaimana tidak Paman dan Bibi ku selalu saja menyuruh bekerja dan terus bekerja.
Hingga puncak nya saat itu Felisya mendengar bahwa Paman dan Bibi nya akan menikahkan aku dengan seorang Bandot Tua.
"Kau harus mau dan tidak boleh menolak. Karena dengan begitu kau akan membayar semua yang kami berikan padamu"
-Paman Akbar.
"Aku tidak akan mau, Paman. Selama ini aku yang selalu membiayai kalian bahkan sekolah Fatwa pun aku yang biayai"
-Felisya Rahma.
Plak
"Kau akan aku kurung sebelum pernikahan itu berlangsung. Kau harus membalas budi karena kami sudah membesarkan dirimu"
-Bibi Laura.
"Kalian kejam, aku hidup bagaikan menjadi boneka kalian saja. Aku benci kalian"
"Felisya Rahma.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hnislstiwti., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan Malam.
Rizik sengaja memilih Restoran yang menyediakan yang memanjakan mata mereka.
Feli dan Fatwa terkagum-kagum melihat Restoran tersebut, ini pertama kali nya mereka kesana selama ada di Jakarta.
"Ayo masuk, kita akan makan sepuasnya disini" ajak Raisa semangat.
"Ayooo let's go" balas Fatwa tak kalah semangat nya.
Mereka menggelengkan kepala melihat kelakuan kedua nya.
Setelah itu, mereka langsung duduk lesehan, karena Raisa memilih ingin duduk lesehan.
"Selamat datang Nyonya , Tuan , silahkan ini buku menu nya" ucap pelayan disana ramah.
"Terimakasih" balas Bunda Sonia.
Mereka memilih beberapa camilan dan minuman, baru nanti malam mereka akan memilih hidangannya.
Setelah selesai memesan, mereka kembali berbincang dengan hangat. Tak lupa juga dengan canda tawa mereka yang mana membuat semua orang tersenyum.
Mereka bagaikan Keluarga yang sangat harmonis dan juga penuh ke hangatan. Nyata nya disana ada dua manusia yang bukan siapa-siapa.
Fatwa terus saja menggoda Abang dan Mbak nya. Ia selalu saja membuat suasana menjadi hidup.
"Silahkan di nikmati Tuan dan Nyonya" ucap seorang pelayan dengan menata beberapa pesanan mereka.
Mereka hanya mengangguk dengan tersenyum.
"Ada juga kita pesan makanan baru deh penutup nya camilan ini" ucap Fatwa terkekeh.
"Kan kita beda dari yang lainnya" balas Rizik tertawa renyah.
"Ayo makan dulu nanti kita lanjut mengobrol" tegur Ayah Adnan.
"Asiapppp" balas Fatwa dan Rizik.
"Fat" ucap Feli
Fatwa hanya tersenyum cengengesan dan mengangkat dua jari nya. Sedangkan Feli hanya bisa menggelengkan kepala saja.
"Oh iyaa Fel, nanti kalian beli ponsel biar gampang saling menghubungi" ucap Bunda Sonia
"Emm ingsaallah, Bun" balas Feli.
"Jangan terlalu di pikirin Fel, Abang dan Mbak sudah membeli ponsel buat kalian" ucap Rizik lembut.
"Gak ada penolakan, Fel" ucap Raisa tegas.
Feli menghembuskan nafas dengan menganggukan kepala saja. Lalu mereka memakan kembali camilan yang ada disana.
🍄
Malam hari nya, Keluarga Bunda Sonia dan Feli menikmati makan malam dengan santai.
"Woahh Abang pasti mengeluarkan uang banyak untuk makan malam disini ya. Enak dan mewah banget" decak kagum Fatwa.
"Tidak apa, jika kamu sukses nanti kami yang akan menghabiskan uang-mu" balas Rizik terkekeh.
"Tidak apa, aku akan mengajak kalian semua keliling Duniaaaa" ucap Fatwa dengan merentangkan tangannya sambil tersenyum bahagia.
"Lulus saja dulu sekolah nya" goda Ayah Adnan.
"Ck, kan kata Fatwa juga kalau udah sukses Ayahhh" kesal Fatwa dengan mencebikan bibir nya.
"Siapa tau aja kau tidak lulus kan" timpal Rizik dengan tertawa.
"Isss gak mungkin, aku akan membuat Kakak bangga bukan membuat Kakak malu yaa" cebik Fatwa
"HAHA, siapa tau aja kan kamu bertelur di kelas 2" tawa Rizik kembali pecah.
Uhuk Uhuk.
"Nah kan karma tuh" ledek Fatwa dengan tersenyum senang.
"Ck, kau ini dasar bocah" omel Rizik dengan kesal.
"Hei bocah begini juga sudah bisa bikin bocah mungil ya" ucap Fatwa bangga.
Pletak.
"Apa kamu bilang" kesal Feli dengan menjitak kepala Fatwa.
"Ampunnn Kak, aku hanya bercanda" ucap Fatwa dengan meringis.
"Hajar saja Fel, terus saja jewer noh kuping nya" ucap Rizik mengompori Feli.
Sedangkan yang lainnya hanya tertawa saja. Fatwa mengusap telinga nya yang kena jeweran sang Kakak.
"Awas aja kamu Fatwa" desis Feli
"Ishhh gak kok Kak, aku hanya bercanda tadi. Ampun yaaa" bujuk Fatwa dengan wajah memelas.
"Yaampun" geli Rizik saat menatap wajah Fatwa yang sedang memelas.
"Ck, kalian bercanda saja. Ayo bersiap kita pulang udah malam" lerai Bunda Sonia
"Ayooo Bun" ucap Ayah Adnan dengan lembut.
Lalu mereka bersiap untuk pulang, Rizik membayar semuanya terlebih dulu. Setelah selesai mereka langsung mengantarkan Feli dan Fatwa terlebih dulu.
Setelah sampai di Rumah Feli, Mereka tidak ikut turun.
"Terimakasih ya Bunda dan yang lainnya" ucap Feli tersenyum.
"Iyaa sayang, kamu istirahat ya besok kan mulai bekerja" balas Bunda Sonia.
"Hati-hati di jalan" ucap Fatwa dengan melambaikan tangannya.
Lalu Feli dan Fatwa masuk ke dalam Rumah. Sebelum istirahat mereka memutuskan membersihkan tubuh nya terlebih dulu.
"Huh semangat Fel, besok kita akan memulai kembali semua nya. Ayah , Ibu do'akan Feli ya, Feli harap kalian selalu bahagia disana" gumam Feli sebelum memejamkan mata nya.
.
.
.
sekedar tanya sj