Putra Sarmaidi adalah pria tampan berumur 27 tahun yang sudah mapan dan jatuh cinta kepada seorang gadis putri dari keluaga Hermawan yang tak lain adalah sahabat orang tua nya
Mesya Akifa Naila
Gadis cantik berumur 25 tahun Putri sulung bapak hermawan
Wulandari
Putri bungsu bapak hermawan yang sangat cantik dan super manja
Putra jatuh cinta kepada putri bapak hermawan dan ingin menikahinya, orang tua nya langsung setuju dan langsung menikahkan putra dengan mesya, dan ternyata gadis yang disukai putra bukan mesya putri sulung bapak hermawan tapi ulandari putri bungsu bapak hermawan
Bagaimanah kisah nya
Mari kita baca😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahrina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 Pernikahan Putra
Jam sudah menunjukkan pukul 05.00 ibu salmah menyuruh bik lis membangunkan putra untuk sholat dan bersiap-siap
Setelah selesai sholat putra memakai pakaian yang sudah di siapkan ibu salmah, pakaian ini yang akan mengubah statusnya
Lama dia menatap dirinya dalam cermin, dia tidak menyangka akhirnya bisa menikah dengan gadis yang dicintainya
Kemudian dia keluar dari kamar, dia tidak mau menginap di hotel tempat pernikahannya akan di langsungkan, dia memilih tidur di rumah menikmati masa masa lajangnya yang tinggal menunggu pergantian hari
Sebelum pergi ke hotel bintang lima yang juga punya keluarganya, dia terlebih dahulu meminta restu dari ibu salmah dan bapak sarmaidi, putra memeluk kedua orang tuanya menangis di pelukan mereka
Belum pernah ibu salmah dan bapak sarmaidi melihat putra menangis seperti ini yang dia tau putra nya sangat kuat
Ibu salmah tak kuasa membendung air matanya sehingga tangisan nya pun memecah ruangan
"Anak ku jadilah imam yang baik untuk istrimu, lindungilah dia berikan kasih sayang mu sehingga dia merasa cintamu sangat besar untuknya, mulai hari ini kau akan menanggung semua beban istri mu termasuk dosanya apabila kau mengarahkan pada hal yang buruk, sayangilah dia orang tua nya sangat mencintainya kau harus memperlakukannya dengan baik" Pesan ibu salmah membuat putra semakin menangis dan tak mampu mengucapkan apa pun
Mereka pun berangkat terlihat putra yang sudah mulai bisa mengontrol emosinya
Sampai di gedung semua sudah siap kemudian putra duduk di depan pak penghulu, terlihat pengantin wanita yang duduk di sebelahnya
dan betapa kagetnya putra saat melihat mempelainya bukan wanita impiannya
"Kenapa mesya yang duduk disini kenapa bukan ulan, ada apa ini apa semua mempermainkan aku" pikir putra
Raut muka putra langsung berubah dia menatap kedua orang tua nya, mereka semua terlihat bahagia seperti tidak ada yang salah
Putra mencari-cari ulan, "Dimana ulan" batin putra
Pandangan mata putra pun berhenti saat melihat ulan duduk dan memberikan senyuman termanis nya
"Ya tuhan ada apa ini, apakah ini mimpi kenapa semua jadi seperti ini"
Melihat semua kejadian ini putra seperti tersambar petir di siang bolong, ingin rasanya dia membunuh dirinya sendiri,
"Apakah aku lari saja dari sini, aku tak ingin menikah dengan mesya, mesya memang sahabat ku tapi aku tidak bisa mencintainya" batin putra
Putra pun diam sejenak pada hal penghulu sedang berbicara kepadanya
"Putra semua akan baik-baik saja sayang, tidak usah gugup" ibu salmah mengatakan dengan penuh senyum
Dengan terpaksa dia memilih menikah dengan mesya karena tidak ingin mengecewakan siapa pun terutama kedua orang tua nya
Ijab kabul pun dilaksanakan, dengan penuh kesedihan putra menjawab penghulu
dan semua terlihat bahagia saat mengatakan SAH
Mesya mencium tangan putra yang kini menjadi suaminya, putra tidak bisa menatap mesya, dulu dia menyayangi sahabatnya ini sekarang di hatinya penuh dengan kebencian
Tamu pun terlihat menikmati pesta yang mewah, semua tamu memberikan ucapan selamat kepada putra dan mesya, mesya terlihat sangat bahagia lain hal nya dengan putra dia belum bisa menerima pernikahannya, dia tidak bisa memberikan senyum sedikitpun
Ada tamu yang berbisik-bisik
"Ternyata mbak mesya istrinya pak putra mereka serasi ya"
"Kenapa mbak mesya melamar jadi karyawan di perusahaannya pak putra"
ada lagi yang mengatakan
"Apa mbak mesya mata-mata karyawan yang malas-malasan"
"Aku udah jahat sama mbak mesya, aku harus minta maaf"
Begitulah mereka, karena selama ini ada beberapa karyawan yang membenci mesya
Saat semua keluarga foto bersama, dengan manjanya ulan memeluk tangan putra dia memilih foto di samping putra
Dalam hati putra, ingin rasanya dia membawa ulan dari dengannya meninggalkan semua nya
Tapi dia tidak ingin orang tua nya kecewa dia memilih menerima pernikahan ini
Bersambung.......
Jangan lupa like, coment, kasih tip ya sayang