Menikah adalah suatu yang sakrar yang dinanti-nantikan oleh semua umat manusia dan merupakan salah satu ibadah. Menikah? yang pasti mereka ingin menikah dengan orang yang mereka cintai dan sayangi. Lalu bagaimana dengan zahra yang menikah bukan karena cinta. ini bukan pernikahan karena cinta dan bukan juga pernikahan karena perjodohan.. lalu pernikahan apa ini? ya pernikahan paksa oleh lelaki bejat. lelaki ini bukan mencintai zahra tapi untuk menikmati tubuh zahra. ya Zahra menikahi lelaki yang hampir saja memperkosannya.
lalu bagaimana pernikahan ini bisa terjadi?
dan apa yang akan terjadi setelah pernikahan ini? apa zahra akan membiarkan lelaki ini menjamahnya karena statusnya sudah menjadi suami zahra apalagi bagi zahra yang alim dan mengenal agama? apakah mereka akan bahagia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erni Permata Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 Sofian vs Alex
Sofian yang dikepung. Sedangkan Zahra yang melihat suaminya. Rasa takut mendatangi Zahra bagaimana jika suaminya kalah ia tidak mau tingal bersama orang gila.
"Mas kamu pasti bisa kan?"
"*T*enang sayang mas pasti selamatin kamu"
kata Zahra dan Sofian seolah mereka bisa berbicara dalam hati.
Alex memberi kode pada anak buahnya untuk menyerang.
Zahra yang melihat Sofian di keroyok berdoa dan berfikir bagaimana melindungi suaminya
"*Y*a Allah aku mohon padamu untuk lindungi suamiku" Zahra tidak berhenti berdoa.
"Kamu lihat sayang dia sudah tidak berdaya" ujar Alex
"*Ci*h keroyokan kalau 1 lawan 1 mas pasti menang" batin Zahra dan berfikir bagaimana menyelamatkan Sofian.
Sofian tertendang dan tersungkur. 2 orang memegang tangan Sofian dan yang lain memukili Sofian. Darah keluar dari mulut dan hidung Sofian. 2 anak buah sofian juga sudah babak belur.
"CUKUP" teriak Zahra.
semua berhenti
"ADA APA ZAHRA. KAU TAK SUKA MELIHAT DIA TERLUKA?" tanya Alex menyeramkan.
"*Ad*uh zahra. Orang gila ini bisa curiga"
"Bu..bukan gitu mas. Aku mau mas yang turun tangan. Mas katanya mau ngehajar dia masak sekarang anak buah aja sih" ucap Zahra mencoba menyakinkan.
sofian mendengar itu matanya melotot.
"Bu..bukan begitu mas. katanya mas yang mau hajar dia. sekarang kok malah anak buah sih. ih tidak seru ah" ujar Zahra pura-pura ngambek agar tidak dicurigai Alex
Mendengar itu sofian kaget.
"*K*au ingin dia menghajar ku Zahra. Tidak tidak kau Zahra ku kan? kau tidak mungkin menghianatiku" Sofian perang batin
Alex tersenyum dan mengusap kepala Zahra. Sofian yang melihatnya marah apalagi Zahra tidak menolak.
"Baik lah sayang. Aku yang akan menghabisinya dan menyilet tubuhnya"
Alex menarik tangan Zahra. Zahra yang ditarik hanya ikut. Pandangannya fokus pada Sofian. "Maafkan istrimu ya, mas"
Sofian terus melihat pada Zahra dari turun tangga sampai di depannya.
"Kalian boleh pergi dan urus yang diluar" usir Alex pada anak buahnya. Diluar anak buah Sofian dan polisi sudah datang. Tinggalah Alex, Sofian, dan Zahra, serta 2 anak buah Sofian yang sudah tidak bisa bangun.
Alex mengelurkan pisau.
"kau lihat sayang. Pisau ini akan menyayat tubuhnya" ujar Alex sambil melihat Sofian yang terduduk lemah.
Alex siap-siap mengores pipi sofian.
"*Ti*dak ini tidak boleh terjadi" batin zahra.
Zahra memengang tangan alex "Mas" panggilnya lirih, matanya tertuju pada Sofian.
"Ia sayang" pangil Alex.
"Mas. Kok cemen bener sih. Kok malah pakek alat dia aja udah babak belur dan tidak bersenjata" ujar Zahra seperti anak kecil matanya tetap tertuju pada Sofian.
sofian tersenyum dia tau maksud Zahra. "*T*erima kasih sayang kau memang Zahra ku"
Alex membuang pisaunya.
"*Ke*napa tidak dari tadi Zahra. Otakmu memang tumpul percuma kuliah di universitas bagus. Tidak berguna" Zahra menghina dirinya sendiri dalam hati
Waktu yang Zahra berikan cukup memulihkan sedikit tenaga Sofian. Sofian berdiri.
Saat Alex akan memukul wajah Sofian. Sofian mengelak dan berbalik menyerang perut Alex. Alex mundur beberapa langkah karena pukulan Sofian bahkan disudut bibir Alex sudah keluar darah segar.
Zahra mundur agak jauh agar tidak terkena imbas. 1 anak buah Sofian hanya bisa duduk lemah bahkan yang satunya telah pingsan.
Alex mengusap darah itu. "Cih kuat juga tenagamu"
"Demi cinta dan istri aku bisa jadi apa saja" batin Sofian melirik Zahra. Zahra tersenyum sedih. Tanpa mempedulikan Alex.
Alex kembali menyerang Sofian. Sofian kembali mengelak dan berhasil menonjok muka Alex. aletx terpental.
Alex kembali bangun. Dan kembali menyerang Sofian. Terjadilah pergulatan antar Sofian dan Alex.
Luka pada Sofian bertambah banyak. Namun entah dari mana kekuatannya selalu muncul. mungkin dari doa istrinya
Alex sudah tersungkur lemah.
Pergulatan sofian menang.
Sofian berjalan tertatih pada Zahra. Zahra berjalan cepat menghampiri Sofian.
Belum sampai sofian dan Zahra. Alex telah bangun dan menarik kursi dan siap memukul sofian
"AWAS MAS" teriak Zahra yang melihat Alex dengan kursinya.
Brak. kursi itu hancur
"AWW"
ini untuk aploud besok jadi besok tidak update.