NovelToon NovelToon
My Civilization

My Civilization

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / System / Militer / Sudah Terbit / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:435.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Arion

Sebuah kotak yang diwariskan turun temurun akhirnya jatuh ditangannya, tanpa sengaja berhasil membukanya dan memperoleh sebuah benih peradaban, tapi bagaimana kalau bukan hanya itu? bagaimana jika sebuah cahaya kecil mewakili teknologi juga tertarik dengan benih itu dan menjadi milik orang itu juga

Disinilah cerita bermula dari seorang anak biasa menjadi pemilik alam semesta

ikuti Yogi dalam menaklukkan alam semesta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melawan perampok (1)

Citra menangis tanpa selama beberapa saat dan ditenangkan oleh Alvin, beberapa orang yang ditawan disekitar mereka juga terlihat menangis atau gemetaran menghadapi situasi ini.

"Semua diam, jika ada yang membuat suara akan ku lubangi tengkoraknya" seorang perampok didekat mereka menodongkan senjata ditangannya ke arah sandera dan mengancam.

"Serahkan semua ponsel kalian, letakkan di kotak ini" Perampok lain membawa kotak dan memerintahkan sandera membuat ponsel mereka kedalam kotak ini.

Ancaman dari perampok sepertinya berhasil dan membuat para sandera mulai diam dan tidak lagi merengek, bahkan Citra menghapus air matanya dan menenangkan dirinya sambil tetap diam sementara Alvin menyerahkan ponsel mereka berdua.

Citra melihat beberapa perampok memasuki ruang staf sementara yang lain masih menjaga para sandera yang ada di tengah supermarket dan sesekali mengancam para sandera.

Citra berpikir bahwa perampok yang memasuki ruang staf kemungkinan melakukan komunikasi dengan anggota mereka yang lainnya.

Citra saat ini sedang memikirkan cara kabur dari sini dengan selamat, menunggu pihak polisi sama saja menunggu perampok lebih waspada dan kesempatan untuk kabur akan lebih kecil.

Ada 8 orang perampok yang menjaga mereka sementara 4 orang perampok lainnya ada di ruang staf, untuk melawan mereka disini sama saja melakukan bunuh diri karena begitu Citra mengalahkan satu orang maka yang lain pasti akan mulai menembakinya jadi Citra harus membuat strategi yang sekiranya aman untuk dirinya dan yang lainnya

Dengan kecerdasan 3 kali manusia biasa Citra dengan cepat memikirkan sebuah ide yang mungkin untuk melawan para perampok ini tanpa membahayakan sandera yang lain.

Citra hendak berdiri tapi dihentikan oleh Alvin, dia menatap orang yang menghentikannya dengan bingung.

"kenapa?" tanya Citra bingung.

"Kau yang kenapa? kita sedang disandera jadi jangan melakukan hal aneh!" Alvin terlihat agak kesal dan ada ekspresi khawatir di wajahnya.

Citra hanya tersenyum dan membalas pelukan Alvin yang dari tadi sudah memeluknya.

"Aku hanya ingin ke toilet, mungkin mereka akan memperbolehkan untuk aku ke toilet daripada aku membasahi lantai disini" Citra berbicara dan melepas pelukannya dari Alvin.

Citra berdiri dan seperti yang diharapkan oleh Citra para perampok ini mulai menodongkan senjata kearah Citra dari berbagai arah sehingga Citra hanya bisa mengangkat tangannya dengan tinggi.

"Apa yang kau lakukan! duduklah sebelum ku tembak!" salah satu perampok berteriak.

Citra terlihat gemetar dan pucat saat ini dan dia hanya berdiri dengan tangan diangkat ke atas, orang orang melihatnya baik sandera atau perampok.

"A... aku... ingin ke toilet" Citra menjawab pertanyaan ******* itu dengan tergagap dan dapat dilihat air mata keluar dari sudut matanya.

Para perampok mulai saling memandang dan para sandera juga memperhatikan bagaimana para perampok akan memperlakukan gadis ini.

"Biar aku yang mengantarnya, kalian jaga saja yang lain" seseorang dari para perampok berkata kepada perampok lainnya lalu melihat kearah Citra yang berdiri diantara kerumunan sandera sebelum melanjutkan "Kau ayo ikut aku"

Citra hanya mengangguk dengan terburu buru sebelum mengikuti perampok itu ke toilet.

"Berapa lama gadis itu bisa bertahan?" salah satu perampok bertanya dengan nada aneh.

"Mungkin kurang dari 30 menit, semoga saja dia tidak kecanduan melakukan itu" perampok lain menjawab dan mereka semua tertawa.

"Hey jangan bicarakan itu, lihatlah pacarnya yang malang disana, apa kita bawa dia untuk melihat pertunjukan menarik" perampok lain menunjuk Alvin yang saat ini sudah kehilangan jiwanya mendengar pembicaraan mereka.

Melihat Alvin yang hanya bisa duduk terdiam seperti patung mereka kembali tertawa. Alvin sangat menyalahkan dirinya untuk kejadian ini.

Seandainya dia tidak mengajak Citra untuk menemaninya berbelanja maka Citra akan aman saat ini tapi sekarang dia membiarkan Citra dalam bahaya dan terancam kehilangan kesuciannya.

Segera terdengar bunyi berisik dari toilet, semua orang melihat ke arah toilet termasuk Alvin, dia segera berdiri dan berlari menuju toilet tempat Citra berada.

"Hey, kembali ke tempatmu!" perampok menodongkan senjata ke arah Alvin.

"Tahan, biarkan dia melihat adegan panas pacarnya sendiri dan jika dia ingin kabur tembak saja kakinya" perampok lain sepertinya ingin menikmati pertunjukan drama ini menghentikannya.

Alvin berlari dan membuka pintu toilet tapi yang dilihatnya sekarang sangat berbanding terbalik dengan yang sudah dipikirkannya.

Saat ini Citra sedang mengunci leher perampok itu sedangkan perampok yang dikunci terlihat tidak bisa memberontak sedikitpun dan bahkan tidak bisa bersuara, hanya kakinya yang menendang nendang yang menyebabkan suara berisik itu.

Sebelumnya saat Citra memasuki Toilet, perampok itu menutup pintu toilet dan meletakkan senjatanya ditempat yang jauh dari Citra sebelum mulai mendekati Citra dan ingin memeluknya dari belakang.

Citra tanpa basa basi langsung berbalik dan menendang perampok itu di kepalanya, dia jatuh tersungkur dan Citra segera mengunci leher perampok ini dengan tangannya, dengan kekuatan Manusia baru yang mencapai 3 kali lipat kekuatan manusia biasa Citra dengan mudah mengunci semua gerakan perampok kecuali kakinya tapi itu tidak perlu.

Citra melepas topeng perampok itu dan melihat wajahnya yang memerah karena kehabisan nafas dan tidak lama kemudian mulai jatuh lemas sehingga Citra melepaskan kuncian yang dilakukannya kepada perampok itu.

Mendengar tidak ada lagi suara berisik dan Alvin yang terdiam di depan toilet para perampok yang melihatnya tertawa keras sedangkan para sandera hanya bisa berduka cita untuk pacar orang ini.

Citra akhirnya melihat bahwa Alvin ada disini dan sedikit panik, Citra ingin menggunakan kesempatan ini untuk melawan perampok, tapi dengan kemunculan Alvin saat ini jika Alvin masuk ke dalam maka itu akan membuat perampok lainnya masuk dan saat melihat temannya sudah tidak sadarkan diri maka mereka berdua pasti akan ditembaki menjadi saringan.

'Jangan bergerak kak, tetap disitu dan jangan berbalik, tetaplah seperti orang linglung' Citra terpaksa menggunakan komunikasi pikiran kepada Alvin.

Alvin yang mendengar suara Citra dari dalam kepalanya terkejut tapi tetap menuruti kemauannya, Alvi sudah tau bahwa ada hal yang aneh dengan Citra tapi dia tidak mempermasalahkan itu.

'Kau bisa memikirkan apa yang kau katakan dan aku akan membaca pikiranmu untuk kita berkomunikasi saat ini' Citra memberitahu Alvin cara berkomunikasi dengannya.

Karena Alvin bukanlah Manusia baru jadi Alvin tidak bisa menggunakan komunikasi pikiran seperti Citra atau yang lainnya di Ares jadi Citra hanya bisa membaca pikirannya untuk berkomunikasi.

Membaca pikiran memerlukan kekuatan pikiran yang tergantung pada kekuatan pikiran lawan, jika kekuatan pikiran lawan kuat maka kekuatan pikiran yang diperlukan akan semakin banyak sedangkan untuk makhluk tanpa kekuatan pikiran itu semudah melakukan pembicaraan pikiran dengan penduduk lain.

'Apa kau Citra?' Citra membaca pikiran Alvin dan seketika cemberut.

'Aku Citra, bagaimana aku bisa menjadi orang lain?' Citra menatap datar Alvin.

'kalau begitu makhluk apa kau ini?' Alvin kembali memikirkan pertanyaan aneh.

'Aku adalah Manusia, lebih tepatnya Manusia baru dan di Bumi hanya keluargaku yang merupakan Manusia baru'

'Manusia baru?' Alvin bertanya.

'Nanti akan aku jelaskan, sekarang kita perlu mengurus para perampok itu' Citra mengalihkan pembicaraan dan mulai menggeledah perampok yang tergeletak di lantai.

Dari penggeledahan Citra menemukan pisau swiss army dan sebuah pistol glock 17, Citra dengan terampil membuka magazine dan melihat bahwa pelurunya masih penuh.

Citra juga mengambil senapan rifle AK-47 yang sengaja dijauhkan oleh perampok sebelumnya dan mendapati bahwa ada 30 peluru di magazine senjata serta ada 2 magazine lagi di pakaian perampok.

Setelah itu Citra melihat Alvin dengan tatapan rumit dan sedikit tidak enak dihatinya.

'Kak Alvin, jika aku membunuh mereka apa kau masih menyukaiku?' Citra berbicara melalui pikiran, wajahnya terlihat rumit.

Ada keheningan singkat didalam pikiran Alvin setelah mendengarkan apa yang dikatakan Citra tapi segera dia memikirkan sebuah kalimat.

'Jangan membunuh mereka, cukup lumpuhkan saja' Citra segera membaca pikiran Alvin dan tersenyum lalu mengangguk patuh.

Segera setelah itu Citra melakukan sedikit perubahan rencana karena kehadiran Alvin namun dia tidak marah kepadanya tapi Citra bahkan berterimakasih karena berusaha menyelamatkannya.

1
Bima Andh10
njer 🤣
Bima Andh10
cihuyyy 🤣
Ulun Jhava
mungkinkah zerg
Ulun Jhava
Eve ini nnt yg jadi mentor dimas ya
Ulun Jhava
novel ini penuh pelajaran bagi org yg menyukai astronomi dan antariksa spt sy kenapa baru nemu ya..selama trll bnyk baca genre horor dan misteri di mangaatoone😁ternyata genre ini lbh seru serasa bertualang tanpa batas👍👍
Durian Anget
yahhhh
Durian Anget
5-B dan 4-C
Durian Anget
5-B/4-c
Durian Anget
oh gua kira spatial(3D) +temporal(1D)
Durian Anget
ftl nih
Durian Anget
yang bener?
Durian Anget
MFTL+
Pororo_Pargoy
lebih bagus kalau pake b inggris kayaknya, wood elf, wind elf , light elf, dark elf
Pororo_Pargoy
Keren banget
Muhammad Fadhil
Luar biasa
Izhar Assakar
sdah males baca klo kek gini alurnya,,,cek out,,
Pororo_Pargoy: hah, pasti lo mikir nya mc bakal jadi orang yang mengendalikan dibalik bayangin, kebanyakan baca mc badas sih lo
total 1 replies
Izhar Assakar
ah,,,knp ndak di terkam sja dlm lemari,,waduuuuuhh sayang kan di anggurin,,🤣🤣🤣🤣
Sampah Satu
cool
Sampah Satu
keeren
Sampah Satu
cool
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!