Di selematkan oleh seorang malaikat sungguhlah sebuah keberuntungan bukan? namun siapa sangka di balik itu semua Zeline harus menerima wejangan terakhir untuk menikah dengan calon suami dari wanita yang telah menyelamatkan nyawa nya itu.
" Thalia kau tau bukan wanita yang ku cintai itu adalah dirimu bukan dia." Arthur
" Priaku mungkin jodohmu itu bukanlah aku melainkan Zeline hanya saja Tuhan menggirimkan nya melalui aku." Thalia
Zeline dia harus bagaimanakah dirinya menerima atau kah menolak? namun Zeline tidak ingin mengecewakan wanita yang telah menyelamatkan nyawa nya itu.
Tidak pernah terlintas sedikitpun dalam benak Zeline menikah dengan seseorang dalam keadaan tidak saling mencintai, akankah pernikahan Zeline berakhir dengan bahagia atau kah mungkin sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22
Arthur masuk ke dalam pintu rumahnya dengan tergesa-gesa barangkali Zeline ada di rumah orang tuanya pikir Arthur.
" Angel..apa kau melihat Zeline?" ucap Arthur ngos-ngosan.
" Ya ngak adalah Kak kan Kak Zeline tinggal di apartement sama Kakak ngapain ke sini." jawab Angeline yang sedang berada di atas tangga menuju ke bawah.
Arthur panik dia menarik rambutnya ke belakang dengan begitu frustasi " Zeline kamu di mana Zeline." gumam Arthur kecil.
Leta yang sedang berada di lantai atas segera turun ke bawah untuk melihat siapa yang membuat kebisingan di dalam rumahnya.
" Arthur kau kenapa Nak?" tanya Leta lembut sambil menghampiri Arthur,tidak biasanya Arthur seperti ini.
" Mama apa Zeline ada ke sini Ma?"
" Tidak ada, ada apa dengan kalian berdua? apa kalian sedang bertengkar?"
Arthur menggelengkan kepala nya ia takut-takut berani untuk menceritakan kejadian yang menimpa rumah tangga nya.
" Arthur ayo beritahu Mama Nak? aku Mama mu aku tau ka sedang berbohong, ada masalah apa antara kamu dengan Zeline?"
Arthur menarik nafas nya ia mulai bercerita semua nya kepada sang Mama, Leta marah besar mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulut Arthur.
" Apa kau baru menyesal sekarang hah?" Leta tak habis pikir dengan pikiran Arthur bisa-bisa nya Arthur memperlakukan Zeline dengan begitu buruk.
Arthur diam saja dia rela di caci maki oleh Leta karena memang perbuatan dia selama ini tidak pantas kepada Zeline.
" Aku Ibumu, adikmu bahkan kami seorang wanita apa kau tidak pernah berpikir sampai ke sana sebeleum kau menyiksa Zeline hah? jadi yang Angelina katakan itu benar dia merasa seperti ada yang aneh dalam pernikahanmu."
" Aku Tau aku bodoh, aku bodoh karena telah menyia-nyiakan wanita sebaik Zeline aku menyesal karena telah memperlakukan istriku sendiri dengan begitu buruk nya."
" Sekarang penyesalanmu tidak ada guna nya, sekarang pergilah cari menantuku dan minta maaflah kepada nya atas semua yang telah kau lakukan kepada nya."
" Jika kau mencintai Zeline kejarlah dia carilah dia tetapi bukan untuk meminta maaf melainkan karena kau sekarang mencintainya dan minta maaflah kepada nya." walaupun Leta kecewa pada sikap anak nya ia terus memberi semangat kepada Arthur mau bagaimanapun Arthur, Arthur tetaplah anak kandung nya. Tetapi jika Arthur salah Leta tidak akan membenarkan kesalahan nya Leta justru menyruh Arthur untuk memperbaiki dan meminta maaf pada orang yang telah ia sakiti.
" Ya Ma apa yang Mama katakan benar aku akan mencari Zeline Ma terimakasih atas saran nya Ma."
" Frans ayo temani aku untuk mencari istriku." Arthur berlari keluar rumah dengan tergesa-gesa baru kali ini Leta,Angelina bahkan Frans melihat Arthur se frustasi ini hanya karena seorang wanita.
Syukurlah Tuan sekarang kau telah sadar karena telah menyia-nyiakan berlian hanya demi keegoisan mu untuk selalu bisa bersama Nona Thalia,Aku harap permintaan maaf Tuan belum terlambat dan aku berharap Nyonya Zeline ingin memaafkanmu.
Arthur POV
" Thalia apa ini benar kau sayang? aku sangat merindukanmu Thalia wanitaku."
Arthur memeluk tubuh Thalia namun dengan perlahan Thalia melepaskan pelukan Arthur.
" Arthur ada apa denganmu? mana Arthur yang dulu aku kenal ? kenapa sekarang kau berubah, kenapa kau menyiksa Zeline? apa kau tidak senang menikah dengan Zeline? apa tidak pernah terpikirkan sedikitpun olehmu saat kau menyiksa Zeline aku, Ibumu juga adikmu adalah seorang wanita kau bahkan terlahir dari rahim seorang wanita, apa kau tidak malu apa kau tidak pernah berpikir saat kau menyiksa Zeline,membentak Zeline apa kau tidak berpikir bagaimana jika yang berada di posisi Zeline itu aku atau Ibumu atau bahkan adikmu? seharusnya kau bersykur menikah dengan Zeline dia wanita yang baik,dia bahkan rela menjagamu,merawatmu walaupun kau sering kali membuatnya sakit hati. Priaku mungkin jodohmu itu bukanlah aku melainkan Zeline hanya saja Tuhan mengirimkan nya melalui aku.Priaku cobalah buka hatimu untuk menerima Zeline sedikit demi sedikit dan belajarlah untuk melupakan aku, aku di sini selalu mencintaimu kau akan tetap menjadi pria pertamaku. priaku kumohon padamu cintailah Zeline seperti kau mencintaiku,sayangilah Zeline seperti kau menyayangi Ibumu, jagalah Zeline seperti kau mejaga aku,Ibumu juga adikmu belajarlah sedikit demi sedikit untuk mencintai Zeline dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi hanya kaulah suaminya yang dia punya saat ini."
Arthur menetestkan air matanya apa selama ini aku terlalu keterlaluan pada Zeline? ada apa denganmu Arthur.
"Thalia aku minta maaf." Arthur meneteskan air mata nya tanpa ia minta.
Thalia tersenyum " Minta maaflah pada Zeline bukan padaku, mulai hari kau harus berjanji padaku untuk melupakan aku dan belajar untuk mencintai Zeline."
" Aku janji akan belajar untuk mencintai Zeline,tapi apakah aku tidak boleh ikut denganmu sebentar saja?"
" Duanimu bukan di sini jika sudah saatnya kita akan bertemu lagi, pulanglah ada Zeline yang harus kau lindungi."
Perlahan-lahan Thalia mulai menghilang, Arthur semakin meneteskan air mata nya kenapa aku begitu bodoh, aku bodoh telah menyia-nyiakan wanita sebaik Zeline tolong maafkan aku.
Arthur langsung mengerjapkan mata nya keringat dingin mulai mengucur membasahi seluruh badan Arthur, rasanya mimpi itu seperti sangat-sangat nyata bagi Arthur dia menatap ke arah bawah ranjang yang mana di bawahnya terdapat Zeline yang sedang tertidur.
Arthur menatap Zeline maafkan aku,aku janji akan memperbaiki semuanya dari awal Arthur kembali memejamkan mata nya.
Arthur POV End
Zeline bingung dia harus ke mana sekarang pulang ke kontrakan nya itu sangatlah tidak mungkin, owh iya Zeline tahu dia akan menginpa di rumah Lena jika Lena mengijinkan nya Zeline.
Zeline merongoh saku cela nya ia pun mulai menelepon Lena dan syukurlah Lena mengijinkan Zeline untuk menginap di rumah nya.
Beberapa saat kemudian Zeline telah sampai di depan rumah Lena, karena saat Lena mensharelock rumahnya dengan segera Zeline pergi ke alamat rumah Lena yang Lena berikan.
TOKK..tokk..tokk..
Pintu pun terbuka Zeline tersenyum saat sosok Lena berdiri di hadapan nya, dengan spontan Zeline langsung memeluk tubuh Lena.
" Lena..." Zeline menangis di dalam pelukan Lena.
" Kamu kenapa Zel? ayo masuk dulu ke dalem."
" Ak-aku.." ucap Zeline terbata, Lena pun bergegas ke belakang untuk mengambilkan air minum untuk Zeline.
" Minum dulu kalau udah agak tenang kamu boleh kok cerita sama aku." Zeline menerima gelas yang Lena berikan dia pun meneguk air itu sampai tandas tak bersisa.
Setelah sedikit tenang Zeline mulai menceritkan semuanya pad Lena, kini tak ada lagi kebohongan yang ia tutupi dari Lena. Air mata tiada hentinya keluar saat Zeline sedang berbicara.
" Kamu sabar dulu tenang kamu ngak sendirian,ada aku yang bakalan selalu ada buat kamu kalaupun nantinya kamu harus pisah sama suami kamu." Zeline mengelus pundak Zeline seraya memeluk nya.
" Makasih ya Len,jujur setelah aku cerita sama kamu rasanya beban aku sedikit berkurang."
" Sama-sama Zel aku tau kok apa yang kamu rasain walaupun aku belum nikah,tapi aku sama-sama perempuan aku tau kok itu ngak gampang buat kamu jalanin."
Mereka berdua pun saling memeluk satu sama lain,tak lama dari itu Lena melongarkan pelukan nya.
" Zel tapi apa suami kamu ngak nyari kamu?"
" Aku ngak tau Len,mana sudi suami aku nyariin aku."
" Ya udah kamu istirahat dulu yu di kamar aku,kebetulan Mama sama Papa aku lagi keluar kota."
Zeline di tuntun tangan nya oleh Lena mereka berdua pun masuk ke dalam kamar Lena,akhirnya Zeline bisa sedikit lebih tenang daripada di apartement Arthur mewah tapi Zeline tak mendapatkan kenyamanan sama sekali.
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN UNTUK CERITA SAYA YA INI DENGAN CARA MEMBERI LIKE,KOMEN SERTA VOTE NYA TERIMAKASIH.
☺☺☺
Semangat ya.