Laura seorang gadis yang berkeinginan menjadi model internasional. Laura seorang gadis yang suka berpakaian sexy karena memang bentuk tubuhnya yang aduhai.
Namun pertemuannya dengan Zakia membuat dia tiba-tiba berubah haluan. Laura merubah 100% penampilannya.
Laura yang tidak pernah berpacaran harus menerima perjodohan sebagai syarat untuk menjadi seorang Model oleh Orang Tuanya. Sampailah dia dipertemukan dengan seorang CEO yang terkenal dengan keganasan nya dan gila akan kebersihan.
Akankah Laura bisa menaklukan kerasnya hati sang CEO?
Akankah Laura bisa bersatu?
Yuk ikutin kisahnya..🤗🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neti Jalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. Berakhir Di Tong Sampah
Jangan Lupa Like, Koment, dan Vote🤗🙏
"Apa-apaan pria itu? berani-beraninya dia ingin memberikan bunga mawar untuk Laura. Rasakan, bungamu berakhir di tong sampah!" gerutu Jason.
"Tapi kenapa pria itu menemui Laura di Apartementku? mengapa bukan di Apartement Laura?" gumam Jason.
Jason tampak berfikir keras. Semua praduga sudah dia simpulkan, namun dia merasa tidak puas dengan setiap apa yang dia fikirkan.
"Apa aku harus memberitahu Laura tentang ini? tapi kalau aku memberitahunya apa itu tidak memberikan kesempatan untuk pria brengsek itu? enak saja mau mendekati wanitaku. Tapi kalau aku tidak memberitahu Laura, bagaimana aku bisa tahu tentang perasaannya pada pria itu? ahhhhhh kepalaku berdenyut memikirkan ini," ujar Jason.
"Sebaiknya aku pergi saja dulu kerumah Dr. Robert, baru akan kufikirkan lagi tentang masalah ini," sambung Jason.
Jason pun akhirnya pergi untuk menemui Dr. Robert. Setelah menempuh waktu sekitar 30 menit, akhirnya Jason tiba dikediaman Dr. Robert. Rumah itu tampak sederhana, disekeliling rumah ditanam beberapa pohon yang berakar besar. Dihalaman rumah dibuat sebuah taman kecil yang ditumbuhi oleh berbagai macam jenis bunga. Suasana itu menjadi sejuk dan indah dipandang mata.
Setelah 3 kali menekan bel pada rumah itu, akhirnya ada pergerakan seseorang yang sedang memutar kunci dan membuka handle pintu.
Krieeeekkkk
Sejenak seorang gadis menatap lekat kearah Jason, Kemudian memasang senyum terbaiknya.
"Apa kamu kak Jason?" tanya gadis itu.
"Ya." Jawab Jason heran.
"Masuklah, Ayah sudah menunggumu!" ujar gadis itu.
"Gadis ini mengapa bisa bahasa negara I?" batin Jason.
Jason melangkah masuk kerumah Dokter Robert dan dipersilahan duduk disebuah sofa unik berwarna coklat tua.
"Tunggu sebentar, biar ku panggilkan Ayah," kata gadis itu.
Jason hanya menganggukan kepalanya tanda setuju. Selang 3 menit kemudian, tampak seorang pria tua yang berusia sekitar 65 tahun membuka tirai pembatas ruang tamu . Rambut pria itu nyaris berwarna putih semua menandakan pertambahan usianya yang lanjut.
"Hallo Mr. Jason. How are you today?" tanya Dr. Robert.
"Very well Mr. Robert, and you?" tanya Jason.
"I,m fine, thank you." Jawab Dr. Robert.
"Saya pernah menangani pasien seperti yang kamu alami sebanyak 3 orang. Memang keadaan ini sangat langka. Namun kamu jangan khawatir, semua masalah pasti ada penyelesaiannya," ujar Dr. Robert.
"Sebelum kita membahas penyakit saya, izinkan saya memuaskan rasa penasaran saya Dr. Robert," kata Jason.
"Kamu pasti ingin menanyakan kenapa kami bisa berbahasa Indonesia. Bukan?" tanya Dr. Robert.
Jason menganggukan kepalanya tanda membenarkan tentang pertanyaan Dr. Robert.
"Saya pernah tinggal di Indonesia selama 7 tahun, karena saya pernah menikah dengan gadis pulau J. Namun pernikahan kami kandas karena istri saya meninggal akibat kecelakan kapal. Disana juga saya mengenal sahabat saya, yang ternyata juga sahabat Papi kamu," ujar Dr. Robert.
"Thanks Dr. Robert. Sorry kalau pertanyaan saya membuat anda kembali mengenang kejadian pahit itu," ucap Jason.
"It's oke no problem," ujar Dr. Robert tersenyum.
Seorang gadis keluar membawa dua gelas teh untuk disajikan pada Jason dan Dr. Robert.
"Oh ya, kenalkan ini anakku Emelly," ujar Dr. Robert.
"Oh jadi dia anak anda? apa dia anak dari istri anda yang terdahulu?" tanya Jason.
"Ya. Saya hanya mempunyai Emelly satu- satunya Putri saya. Pernikahan kedua saya tidak memiliki anak dan kembali berakhir dengan perpisahan," ujar Dr. Robert.
"I'm sorry to hear that Mr.Robert," ucap Jason tidak enak hati.
"No problem Mr. Jason, inilah realita hidup. Saya beruntung dalam segi karier, namun selalu gagal dalam urusan asmara hehehe," ujar Dr. Robert terkekeh.
"Sepertinya kita sama dalam hal ini," ucap Jason sembari tersenyum.
"Why? bukankah kamu akan dijodohkan dengan anak sahabat saya? apa kamu keberatan akan hal itu?" tanya Dr. Robert.
"Tidak. Sebelum ini saya pernah mengalami patah hati terhebat, hingga menyebabkan penyakit ini muncul," ujar Jason murung.
"Jangan putus asa. Aku akan membantumu keluar dari masalah ini," ucap Dr. Robert tersenyum.
"Apa tingkat keberhasilannya sangat tinggi Mr. Robert?" tanya Jason.
"Bersabarlah, 3 Pasien yang kutangani waktu itu mempunyai tahap penyembuhan yang berbeda. Dan yang terlama memakan waktu hingga 6 bulan." Jawab Dr. Robert.
Mendengar itu Jason mengembangkan senyumnya. Sebab mendengar cerita Sang Papi waktu itu, dia mengatakan bisa memakan waktu hingga satu tahun. Dan itu berarti Sang Papi membual pada dirinya.
"Aku akan selalu bersabar dan akan rutin mengikuti tiap sesi terapynya Mr. Robert," ujar Jason.
"God Son," ucap Dr.Robert.
"Kalau begitu kapan kita mulai sesi terapinya?" tanya Jason.
"Kita bisa memulainya hari ini, tidak perlu menundanya. Mari ikut saya kesuatu tempat," ujar Dr. Robert.
Dr. Robert beranjak dari duduknya dan diikuti Jason dibelakangnya. Sedangkan Emelly pergi kedapur untuk menyiapkan makan siang untuk mereka.
*****
Di tempat berbeda, terlihat Laura sedang berada di sebuah mall terkenal di Kota London. Dia ingin mencari sepasang high hill berukuran 12 cm untuk memenuhi tantangan tugas dari sekolah Modelnya. Laura tampak memilih-milih bentuk dan warna yang bisa cocok ia gunakan nanti. Tanpa sengaja dia melihat sosok Mark menggandeng seorang wanita dan akan memasuki gerai yang sama dengannya. Laura berpura-pura tidak melihat dan segera pergi dari tempat itu untuk mencari tempat lain.
"Huft, syukurlah si mata keranjang itu tidak melihatku. Aku sama sekali tidak ingin berurusan lagi dengannya," ujar Laura memperbesar langkahnya.
Waktu menunjukan pukul 4 sore. Laura baru pulang dan turun dari taksi. Tampak seorang laki-laki menggunakan masker mendekati dirinya, dan Laura bisa menebak siapa pria itu.
"Ada apa?" tanya Laura.
"Apa kita bisa bicara 4 mata sebentar?" kata Jason.
"Ada apa? kita tidak seakrab itu El." Jawab Laura.
"Ada yang ingin aku tanyakan dan katakan. Ini soal Mark," ujar Jason.
Mendengar nama Mark mata Laura terbelalak.
"Ap-apa kau mengenalnya?" tanya Laura.
Mata Jason menyelidik kedalam mata biru safir milik Laura. Ditatap begitu membuat Laura menjadi gugup.
"Baiklah ikut aku," ujar Laura.
Entah mengapa Laura percaya dengan sosok Jason. Laura percaya untuk mengajak pria itu singgak ke Apartementnya.
"Masuklah!" ujar Laura yang lebih dahulu masuk dan menuju dapur.
"Ckk gadis ini, tingkat kewaspadaannya sangat buruk. Bagaimana dia bisa memasukan seorang pria asing kedalam rumahnya? terlebih baru dikenal dan tidak melihat wajahnya. Aku jadi sangat mengkhawatirkan dirinya," batin Jason.
Laura membawa dua gelas orange jus dan meletakkannya dimeja tamu.
"Jadi seperti pertanyaanku tadi, apa kau mengenal Mark?" tanya Laura.
"Mark William Sutopo. Pria yang baru kukenal tadi pagi," ujar Jason.
Laura mengerutkan dahinya melihat kearah Jason.
"Jadi Laura, ada hubungan apa kamu dan pria itu?" tanya Jason.
"Aku tidak mempunyai hubungan apapun dengan Mark." Jawab Laura.
"Really? are you sure Laura?" tanya Jason dengan pandangan menyelidik.
"Ada apa dengannya? dia seperti kekasih yang sedang cemburu," batin Laura.
"Of course Mr. El, Why?" tanya Laura balik.
"Lalu kenapa dia bisa memberikan sebuket bunga mawar merah untuk seorang gadis bernama Laura? dan anehnya dia memberikan itu di Apartementku," ujar Jason.
"What?.....
Jangan Lupa Like, Koment anda Vote 🤗🙏