Sekelumit kisah cinta seorang Gadis (muslimah) dari keluarga Ningrat yang mengejar cintanya sampai menyeberangi samudra. Perjuangannya tak semulus yang diimpikan, karena sebagai keturunan Ningrat (Berdarah biru) tentu keluarga sudah menjodohkannya dengan pria yang juga berasal dari keluarga Ningrat.
Cerita ini lanjutan dari Dokter kirana
(Perjalanan kisah Cinta Kinzi)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu Buta
Kinzi masuk kedalam kamar hotel dan melihat makanan diatas meja masih saja utuh tidak tersentuh, lalu dia berjalan mencari keberadaan Kinara dan dia menemukan Kinara yang sudah terlelap di tempat tidur mereka.
Kinzi kembali ke depan dan memanggil pelayan untuk membereskan meja makan mereka. Setelah meja itu bersih, Kinzi berniat untuk merebahkan dirinya namun diurungkannya setelah mendengar bel kamar itu berbunyi. Sebelum membuka pintu Kinzi melihat siapa yang bertamu malam-malam begini
"Papa dan mama kesini?"
Klik pintu kamar terbuka dan Kinzi dapat melihat kedua orang tuanya yang sudah berdiri dihadapannya
"Assalamualaikum" ucap mama
"Wa'alaikumsalam,,, masuk paa,, mama" ucap Kinzi
Kenzo dan Kirana masuk kedalam membawa paper bag, kemudian mereka duduk di sofa tamu
"Kina dimana?" tanya Mama
"Ohh Kina sudah tidur ma" jawab Kinzi sedikit gugup karena gara-gara dia cemburu Kinara jadi tidur sesore ini
"Jam 8 udah tidur??" tanya mama penuh selidik
"Iya ma,, kayaknya dia kecapekan" jawab Kinzi
"Kinzi,,, besok papa dan mama rencananya mau balik ke Jerman, kamu kapan akan membawa Kinara pulang kerumah kita?" tanya papa
"Minggu depan Kinzi baru akan ke Singapura pa,, sebelum itu,, mungkin Kinzi akan berkunjung ke rumah orang tua Kinara" ucap Kinzi yang ntah mendapat ide dari mana dia akan pergi kerumah mertuanya
"Ohh bagus itu,,, padahal mama baru mau menyuruh kalian untuk menemui orang tua Kina,,,, oh iya mama ke toilet dulu ya" ucap mama yang kemudian beranjak dari sofa dan berjalan ke kamar mandi, sementara Kenzo dan Kinzi melanjutkan perbincangan mereka.
Kirana masuk kedalam kamar mandi, beberapa saat Kinara sudah selesai dan keluar dari kamar mandi. Saat Kirana melewati tempat tidur, Dia melihat Kinara yang tertidur lelap. Lalu Kirana mendekati Kinara dan melihatnya
"Sepertinya dia sangat kelelahan" batin Kirana
Kinara berpindah posisi tidur nya dan Kirana akan meninggalkan Kinara, sebelum dia pergi Kirana melihat ada bekas biru kemerahan pada leher Kinara yang cukup banyak.
"Apa mereka berdua sudah melakukannya?! hmmm... sepertinya aku akan segera menjadi Oma. Dasar anak nakal, katanya gak mau nikah sama Kina, tapi di garap juga!!" ucap Kirana yang kemudian terkekeh sendiri, lalu dia kembali ke depan.
"Paa,,, ayo balik kekamar, mama belum selesai packing buat besok" ucap Kirana
"Iya ma,,, besok kamu mau nganter papa dan mama ke bandara?" tanya Kenzo
"Iya, besok Kinzi akan mengantar ke bandara" jawab Kinzi saat mengantarkan papa dan mama ke depan pintu.
"Kamu jangan kasar sama istrimu!! perlakukan dia dengan lembut Kinzi! kalau sampai mama denger kamu menyakitinya, mama yang akan bertindak menghukum kamu!!" ucap mama Kirana sebelum keluar
Deg!
Kinzi sejenak terdiam ketika mendengar ucapan mamanya. Dia teringat kembali bagaimana kasarnya Dia tadi kepada Kinara. Setelah kepergian papa dan mama, Kinzi berjalan cepat menuju ke tempat tidurnya. Dilihatnya Kinara yang masih terpejam didalam tidurnya.
Kinzi mematikan lampu utama dan menghidupkan lampu tidur. Lalu dia ikut berbaring di samping Kinara.
Ditatapnya wajah Kinara yang damai, begitu cantik meski dengan wajah berantakan, dan tidur berantakan. Bibirnya terlihat bengkak, dan Kinzi dapat melihat jejak jejak yang ditinggalkan hampir memenuhi leher dan bahunya.
"Itu semua gara-gara kamu sendiri Kinara!" batin Kinzi yang kembali kesal ketika mengingat bagaimana Kinara dan juga Arjuna sangat dekat
"Aku gak ada hubungan apa-apa sama Juna" ucap Kinara mengigau
"CK! tidur saja masih mengingat Arjuna! terlihat sekali kau menyukainya Kinara!" batin Kinzi jadi kesal sendiri.
Kemudian Kinzi memilih untuk tidur dengan memunggungi Kinara.
***
Pagi menjelang,,,,,,,
Kinara bangun lebih dulu ketika mendengar suara adzan. Kinara merasa sangat berat untuk bangun dan dia melihat saat ini dirinya tengah di timpa tangan dan kaki Kinzi. Bagaikan guling Kinara berada didalam dekapan Kinzi yang hangat
"Pantas saja tidurku sangat hangat" batin Kinara
Kinara mendongak keatas dan melihat Kinzi yang masih tertidur, wajah dingin itu terlihat sangat manis
"Aku gak suka caramu! kamu bilang gak cinta samaa aku!! tapi kamu sudah ambil kesucianku!! kamu bersikap kasar tapi kamu gak mau akui kalau kamu cemburu !!!"Sarkas Kinara didalam hatinya
Kinara berusaha melepaskan tangan Kinzi kemudian kakinya, Kinzi terbangun dari tidurnya saat Kinara mengangkat tangan dan kakinya dengan susah payah. Sesaat tatapan mereka bertemu, namun Kinara menatap Kinzi berbeda dari biasanya.
Kinara turun dari tempat tidur dan berjalan menuju ke kamar mandi untuk berwudhu, Setelah Kinara keluar, bergantian Kinzi yang masuk kedalam. Tidak ada yang saling bicara saat itu.
Setelah selesai ibadah subuh nya Kinara mengambil handuk dan pakaiannya, lalu Kinara akan segera mandi
"Kina!" ucap Kinzi menghentikan langkah Kinara yang hampir masuk kedalam kamar mandi.
Kina berbalik dan menatap Kinzi dengan tatapan Dingin
"Pagi ini papa dan mamaku akan kembali ke Jerman, kita harus mengantarnya ke bandara" ucap Kinzi
Kinara tidak menjawab, kemudian dia masuk kedalam.
"Kenapa sih dia?! dia yang salah, malah dia yang cuek begitu! dasar wanita aneh!" Sarkas Kinzi yang kemudian mengambil ponsel dan menelfon Asisstent nya untuk mempersiapkan agenda pagi ini.
Tak lama kemudian Kinara keluar dari kamar mandi dengan sudah berpakaian rapi, dia mengambil skincare dan memakainya, lalu Kinara memasang hijabnya. Kinzi baru selesai menelfon dan dia akan bergantian mandi.
Kinzi masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya sementara Kinara yang sudah selesai bersiap menunggu sofa depan.
Tingg Tungg
Terdengar bunyi bel, Kinara beranjak dan melihat dari monitor didepan ada papa dan mama mertuanya. Lalu Kinara membuka pintu kamar itu
Klik
Pintu terbuka lebar, Kinara tersenyum ramah ketika melihat kedatangan kedua mertuanya
"Assalamualaikum" ucap mama
"Wa'alaikumsalam ma,, papa,,, silahkan masuk" ucap Kinara
Kenzo menarik koper mereka dan membawanya masuk
"Kita sarapan dulu ma,, papa" ucap Kinzi yang baru saja sampai didepan
"Baiklah,, kita sarapan bersama" ucap mama
Tak lama datang pelayan yang sudah membawakan makanan untuk mereka sarapan. Lalu mereka sarapan bersama.
"Kina,,,,,"
"Iya ma?" tanya Kina
"Nanti kamu ikut suamimu ke Jerman yahh,,, dan mama nitip salam kepada orang tuamu nanti kalau kalian sudah sampai di Jogja" ucap mama
"Jogja?" Kinara kaget ketika mama Kirana mengatakan mereka akan ke Jogja
"Kata Kinzi kalian akan ke Jogja?" ucap Mama
"Iya Kina,,, kita kan mau ke Jogja dulu baru ke Singapura" ucap Kinzi saat menatap Kinara
"Oh,,, iyahh ma,, nanti Kina sampaikan salam papa dan mama" jawab Kina
"Kalau anak mama berlaku kasar sama kamu,, bilang sama mama, nanti mama sendiri yang akan menghukumnya" ucap mama Kirana
Uhukkk Uhukkkkk
Kinzi langsung terbatuk-batuk saat mama mengatakan hal itu kepada Kinara. Sementara Kinara hanya menatap Kinzi yang minum dengan cepat. Mendengar ucapan mama, membuat Kinara berfikir sejenak
"Ma,,,," ucap Kina dengan nada sedih
Kinzi mendadak tegang, ketika Kinara angkat bicara
"Semalem,,, semalem anak mama berlaku kasar sama kina ma,,," ucap Kina mengadu
"kamu diapakan suamimu? apa dia KDRT?!" tanya papa Kenzo
"Dia sangat kasar sama Kina paa" ucap Kinara dengan wajah bersedih
"Kinziiiiiiii!!!!" teriak papa dengan geram
"Pa,,,! Kinzi bisa menjelaskan itu!! dia yang lebih dulu mulai!! dibelakang Kinzi dia selingkuh dengan Arjuna!!!" ucap Kinzi membela diri
"Apa benar itu kina?" tanya mama
"Endakk ma, kina hanya berbicara dengan chef Juna, itu karena berita yang tersebar di hotel ini. Terus ada yang bilang ke kina kalau Harga diri Kina itu sangat rendah! padahal mereka tidak mengetahui hal sebenarnya" ucap Kinara semakin mempersedih ekspresi wajahnya
Deg!
"Jadi aku cemburu buta?!" batin Kinzi
Kenzo dan Kirana menatap tajam kearah putranya, sementara Kinzi sedikit menciut ketika kedua orang tuanya seperti itu. Batin Kinara terkekeh melihat bagaimana pucat nya wajah Kinzi saat ini
"Rasainn deehhh dimarah papa dan mama!" batin Kinara
"Sekarang kau minta maaf kepada istrimu!!" ucap mama
Tanpa membantah, Kinzi merapat kepada Kinara dan memegang tangannya
"Kina,,, aku ,,, aku minta maaf" ucap Kinzi yang sudah membuang rasa gengsinya karena papa dan mama menyuruh nya meminta maaf kepada Kinara
"Iya" jawab Kinara singkat
" Kalau ada masalah diselesaikan dengan baik-baik,,,, jangan pake emosi, jangan pake amarah!" ucap papa, dan Kinzi mengangguk.
" Ya sudah,, karena masalah sudah selesai,, kita berangkat sekarang, takut ketinggalan pesawat nya!" ucap mama
Kemudian mereka bersiap untuk segera ke Bandara. Meski keduanya sudah berbaikan, tapi Kinara tidak ingin bersikap manis lagi didepan Kinzi. Kinara berencana akan merubah sikap dirinya lebih cuek seperti Kinzi terhadap Kina dan sedikit jual mahal agar Kinzi mengejarnya.
.
.
.
.
.
Bersambung.......
NEXT BACA NOVEL SELANJUTNYA... MENIKAH MUDA..
YASMIN JUGA DLU BGITU, DARI GADIS BIASA, JDI NYONYA BOS, DIBAWA K JERMAN, KMUDIAN HONEYMOON K PARIS..
KEVIN - YASMIN UDH
NAYYA - BAGAS UDH
ADIMAS - RARA UDH,
ARYA - MAYA UDH,
NINA - REZA UDH,
DAVE - DEBBY UDAH,
GALANG - GADIS UDH,
THANIA - BARA UDH,
GEA - UDH
RISYA UDH.
SKRANG LANJUT BACA KISAH KINZI..