Bukan maunya menikah dan menjadi istri kedua, kalau bukan permintaan dari istri pertama yang memaksanya untuk menikah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
*21
Karena sikap Lisa yang begitu kukuh untuk bicara dengan Yulia, akhirnya, Yulia membiarkan Lisa masuk kedalam bersamanya.
"Aku tidak habis pikir dengan kamu mbak. Kenapa kamu malah mencarikan mas Arya istri baru. Bukankah hubungan kalian selama ini baik-baik saja," kata Lisa memulai pembicara dengan sebaik mungkin.
"Aku tidak punya pilihan lain Lisa. Kamu kan tahu sendiri kalau aku punya kekurangan."
"Ya, tidak gitu juga kali mbak. Menikahkan mas Arya dengan wanita lain itu sama aja dengan merusak rumah tangga mbak sendiri."
"Sudahlah, jangan bahas apa yang telah menjadi keputusan aku Lisa. Kamu tidak akan pernah tahu bagaimana jadi diriku karena kamu tidak berada di posisi aku."
"Aku tahu hal itu mbak. Tapi ... aku hanya merasa kasihan padamu. Dulu, aku bodoh dan sangat tidak tahu diri. Tapi sekarang, aku bukan Lisa yang bodoh lagi mbak. Aku bukan Lisa remaja yang hanya punya pikiran bodoh. Aku sudah tahu bagaimana mana rasanya sakit karena terluka."
Yulia tidak menjawab. Ia hanya terdiam saja. Mungkin, apa yang Lisa katakan itu ada benarnya. Dulu, Lisa memang masih sangat muda. Usia remaja memang terkadang membuat seseorang tidak berpikir saat melakukan sesuatu.
"Lisa, bisakah kamu jangan membahas soal rumah tangga dulu dengan mbak? Setidaknya, sampai pikiran mbak sudah mulai sedikit dingin," kata Yulia sambil memegang kepalanya.
"Ya sudah kalo gitu mbak. Sebaiknya aku pulang dulu. Mbak Yuli istirahat saja sekarang. Ada apa-apa, mbak Yulia langsung aja hubungi aku."
Lisa berjalan penuh semangat. Ternyata, apa yang ia katakan barusan sedikit mendapatkan respon baik dari Yulia. Lisa seakan punya peluang untuk masuk celah dalam masalah rumah tangga yang Yulia hadapi saat ini.
Jujur saja, niat Lisa untuk memiliki Arya masih ada sampai detik ini. Ia punya prinsip aneh yang ia simpan selama ia remaja hingga beranjak dewasa. Prinsip yang tertarik dengan laki-laki yang sudah menolaknya mentah-mentah. Ia akan mendapatkan apa yang belum bisa ia dapatkan, bagaimanapun caranya.
______
Kehidupan Nana di rumah baru ternyata sangat baik. Ia mendapatkan kenyamanan yang sangat ia harapkan sebelumnya. Ia jauh dari pandangan tidak enak, juga jauh dari percekcokan yang terjadi antara Arya dan Yulia.
Tapi, dibalik semua itu, Nana juga sering merasakan tidak enak hati ketika Arya sering datang untuk menginap bersamanya. Bukan sering lagi, Arya bahkan terlihat sangat jarang pulang ke rumah lamanya, yaitu rumah Yulia.
Nana sering meminta Arya untuk adil dalam memperlakukan dirinya dan juga Yulia. Tapi Arya, dia seakan tidak menghiraukan apa yang Nana katakan. Baginya, rumah Nana adalah surga sedangkan rumah Yulia adalah neraka.
Bagaimana tidak, setiap kali ia datang ke rumah Yulia, tidak ada ketenangan sedikitpun yang ia dapatkan. Yang ada hanyalah ketegangan dan juga omelan. Adu mulut setiap kali bertatap muka. Bertengkar setiap kali bersua.
Sangat berbeda jauh dengan rumah Nana. Arya akan merasakan ketenangan ketika sampai ke rumah. Sambutan hangat yang Nana berikan, selalu membuat Arya merasa nyaman. Sungguhan teh hangat saat pulang kerja, ditambah dengan senyum hangat Nana, itu akan membuat hati Arya terasa tenang walau tubuhnya lelah karena seharian bekerja.
Tapi, sebagai laki-laki yang punya dua istri, mau tidak mau, Arya harus memperhatikan Yulia juga. Apalagi saat ingat jasa Yulia yang telah membawa Nana kedalam hidupnya. Jika bukan karena Yulia, mungkin dia tidak akan bertemu dengan Nana hingga saat ini.
Arya ingin bersikap adil pada Nana dan Yulia. Walau rasanya sangat sulit untuk Arya melakukan hal itu. Ia paksa hatinya agar mau menginap ke rumah lamanya hari ini. Ia belikan makanan kesukaan Yulia, agar hubungannya dengan Yulia tidak terasa hambar.
"Kamu pulang mas?" tanya Yulia ketika melihat Arya berada di depan pintu.
"Iya, aku pulang hari ini. Ini, aku bawakan makanan kesukaan kamu," ucap Arya sambil memaksakan senyum pada Yulia.
Yulia mengambilnya, lalu membuka kantong yang menjadi pembungkus makanan tersebut.
"Nasi goreng sea food?" tanya Yulia tak percaya.
"Iya, nasi goreng sea food. Bukankah itu makanan kesukaan kamu."
"Sejak kapan aku makan makanan laut mas?"
"Maksud kamu?"
"Tidak ada. Maaf, aku tidak bisa makan nasi goreng ini," kata Yulia sambil menyerahkan kembali bungkusan itu pada Arya.
Perlahan, Arya baru ingat kalau sekarang ia telah salah membeli nasi goreng. Nasi goreng yang ia beli adalah nasi goreng kesukaannya Nana. Sedangkan Yulia, ia suka nasi goreng pedas dengan cabe rawit hijau. Di tambah, Yulia memang sejak dulu alergi dengan makanan laut kecuali ikan.
"Maafkan aku Yulia. Mungkin penjualnya salah memberikan pesanan," kata Arya dengan wajah bersalah penuh sesal.
tau ibu tiri ga sebaik ibu kbdung.
sombongngg🤣🤣🤣
😂😂😂
😂😂