NovelToon NovelToon
Aku Bukan Wanita Mandul

Aku Bukan Wanita Mandul

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Duda / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Binti Ulfa

Pernikahan yang awalnya didasari rasa saling cinta, harus berakhir karena sang istri yang tak kunjung hamil selama 3 tahun pernikahan.

Benarkah sang istri yang mandul?
Setelah itu mantan suami masih datang mengganggu saat mantan istri membuka hati pada pria lain. Siapakah yang akan dia pilih?

Selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Binti Ulfa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21. (di) Belanja (in)

Jangan lupa tinggalin jejaknya. Like, komen daaan Gift seikhlasnya. Jangan jadi pembaca ghaib ya! bikin merinding tahu. Hehehe.....

****

Sepet ning pinggir embong

Kalah cepet disaut uwong

Telat ngomong tresno

Cintamu digondhol wong liyo

Nelongso rasane

Sing tak tresno ono sing nduwe

Nyapo tresno tak pendhem

Yen wis getun sambat kalih sinten

Abote nyonggo tresno

Mung disimpen ning njero dodo

Ngungkap tresno rasane bimbang

Amung bantal tak sayang sayang

Suwi yen tresno kowe

Jebul wis ono sing nduwe

Ora ngiro lan terbayang

Kalah cepet tresnomu ilang

Tresno tak terbalas rasane loro

Mergo sing tak tresno milih wong liyo

Tiwas kowe tak gowo mimpi

Mergo kependem ing ati

Nganti bantal tak sayang sayang

Jebul tresnomu digondhol ilang

*****

berdiam diri di pinggir jalan

kalah cepat diambil orang

terlambat mengungkapkan cinta, cintamu direbut orang lain

merana rasanya yang ku cinta sudah ada yang punya

kenapa cinta ku pendam

kalau sudah menyesal curhat pada siapa

apa yang menyangga cinta

hanya disimpan di dalam dada

mengungkapkan cinta rasanya bimbang

hanya bantal ku sayang-sayang

lama sudah mencintaimu

ternyata sudah ada yang punya

tidak mengira dan (tidak) terbayang

kalah cepat cintamu hilang

cinta tak terbalas rasanya sakit

karena yang ku cinta memilih orang lain

terlanjur kamu ku bawa mimpi karena terpendam di hati

hingga bantal ku sayang-sayang, ternyata cintamu direbut hilang

*****

Sebuah lagu campursari yang di populerkan oleh seorang artis kelahiran sebuah kota kecil di Jawa timur bernama Nella kharisma, betapa sangat mewakili rasa hati Andreas saat ini. Hatinya berkeping, cintanya di tolak mentah mentah wanita yang sudah lama menjadi pujaan hati yang membuatnya belum membuka hati untuk wanita lain selama ini.

Bahkan setelah menjadi eks istri orang pun ia tak bisa menggapai hatinya, selain perbedaan dalam segala hal, ada pria lain yang telah menyambutnya.

Romi dan Andre sebenarnya berteman karena dulu adalah jemaah yang sama saat sebelum menikahi Dina.

******

Seseorang menarik tangan Yulia saat ia berjalan dengan tergesa menghindar dari Andre yang memanggil manggil namanya.

"Astaghfirullahaladzim." pekik Yulia kaget, ia sampai terhuyung.

"Hati hati napa!" Ternyata bos Romi yang menarik tangannya. Dada Yulia turun naik saking kagetnya.

"Bos, ngagetin saya!" Romi tersenyum sinis.

"Lagian, aku suruh kamu gak ke toko hari ini buat mikir, ngapain kelayapan di sini, sama dia lagi!" menunjuk dengan dagunya keberadaan Andre dan Ayahnya yang masih berdebat. Ah sudahlah Yulia masa bodoh. Tapi kasian juga sama Andre. Dia dengan suka rela membantunya mengobati sakit sang ibu tanpa dibayar, namun sekarang ia mengabaikannya. Dan malah membuatnya patah hati. Lagian juga ngapain dia bilang mau ngerubah keyakinan segala, hanya demi Yulia, seorang janda miskin.

Mikir Yul, mikir! Pekik batin Yulia. Tapi kasihan juga sih.

"Heh, malah bengong lagi, ngapain tadi kamu barusan berduaan di sana sama dia?" Nada suara Romi agak tinggi, naik beberapa oktaf. Wajah gantengnya menegang. Ada raut cemburu terlihat di sana.

"Gak ngapa ngapain, tadi aku jalan mau ke pasar, tiba tiba dia datang terus ngajak aku ke sana pengen ngomong sesuatu katanya. Tapi belum sampai dia ngomong, bapaknya keburu datang, terus marah sama dia! " bohong Yulia. Ia tak mau mengatakan kalau Andre barusan menyatakan perasaan padanya.

"Dia suka sama kamu?" kejar Romi.

"Sudahlah Bos, saya mau ke pasar beli keperluan dapur kesini tadi. Bukan untuk berdebat dengan siapapun!" suara tegas Yulia. Yulia sudah berani bicara lantang dengan Romi sekarang. Disini dia bukan seorang karyawan dengan bosnya.

Hhh, belum juga jadi suami sudah ngatur ngatur.

"Bas bos bas bos! sudah aku bilang jangan panggil Bos. Dan lagi, kamu kan pegang kunci motor, ngapain juga jalan kaki. Sengaja ya pengen cuci mata!" nada penuh kecurigaan. Weeleeh, sudah kayak miliknya saja.

Duuuh, ini orang ya.

Ingin rasanya Yulia meremas wajah orang didepannya itu dengan kedua tangan dan kuku yang runcing. Tampang aja ganteng, tapi mulutnya pedas. Ia jadi ingat, waktu pertama kali kerja, dan ketemu sama dia. Tampangnya sok cool dan wajahnya lurus.

"Saya manggil anda Bos, karena memang saya karyawan anda. Ntar dikira saya gak punya sopan santun, dan juga saya jalan kaki itu karena anda tahu kan? Kalau jalan kaki di pagi hari itu sehat, sudah seperti olahraga." Ucap Yulia berapi api. Ia sudah berbalik mau meneruskan langkahnya menuju pasar yang cuma tinggal beberapa puluh meter didepan. Ngomong dengan orang didepannya itu bisa membuat ia naik darah.

" Tunggu, aku antar!" Titahnya. Yulia sudah gak peduli, tak menoleh lagi. Namun cuma hitungan detik, Romi yang mengendarai sepeda motor telah ada didepannya.

"Ayo naik, aku tungguin kamu belanjanya!" titahnya.

"Gak! Gak usah Bos, saya bisa sendiri." ucapnya sambil menghindar.

"Ayo naik atau aku gendong kamu buat naik ke motor!" paksanya.

Ya Tuhan, ini orang gak tahu udah di tolak ya, Jadi pusing saya. Yulia.

Tak mau berdebat dipinggir jalan akhirnya Yulia duduk di jok belakang. Menatap melotot punggung lebar yang memakai dalaman kaos putih, kemeja kotak kotak dan celana jeans biru itu. (Yaelah, standar banget penampilannya Bos.) Wangi sampo campur parfum masuk di hidung Yulia. Hhhh, harum maskulin. Ah, andai halal, ia pasti memeluk erat dan menghirup lebih dalam aroma itu.

Hhhhh, apa?

Yulia tersadar dari lamunannya saat Romi mengerem mendadak, tubuhnya membentur tubuh Romi, baru kali ini tubuhnya menempel rapat dengan laki laki, selain ayahnya dulu, Kak Angga dan... Wahyu. Hidungnya bahkan mencium leher Romi.

" Aduuuh!"

"Apaan sih bos, ngerem mendadak. Sengaja ya?" Sekarang Yulia yang sengit dengan Romi, yang hanya ditanggapi senyum nakalnya.

"Kalau iya napa? Lumayan kan di cium sama kamu, biarpun gak sengaja."

Bahkan sekarang aku sering melihatnya senyum. Walau kadang senyum sinis.

"Sudah sana cepat belanjanya." titahnya lagi. Hati Yulia sekarang dag dig dug tak karuan. Mulutnya maju. Jika ada orang yang melihatnya ia seperti istri yang merajuk pada suaminya karena gak dikasih belanja....batin. Semalam.

Yulia segera turun dari jok motor, dan segera masuk area pasar. Tanpa memperdulikan pria yang seperti pengawal dirinya, mengikuti kemana ia pergi. Tanpa protes. Walaupun pasar tradisional, namun cukup bersih. Yulia membeli bumbu dapur, dan tet*k bengek urusan perdapuran.

Setelah memasukkan semua belanjanya pada tas kain, Yulia membuka dompetnya.

"Berapa Bu, total belanjaan saya?

"158 ribu mbak cantik!" waah rupanya ibu itu senang juga merayu, mungkin biar jadi langganan tetapnya. Yulia menyerahkan uang pada pedagang, namun sudah keduluan Romi di belakangnya.

"Eh, gak usah bos, saya ada kok uangnya." Namun Romi tak menggubris.

Ya Tuhan, kenapa laki laki ini, aku kan belum jawab lamarannya. Udah main bayarin belanja aja. Udah keliatan banget posesifnya.

"Bos aku ingin bicara sebentar. Bisa?" pinta Yulia saat mereka keluar dari pasar.

"Bisa sambil minum teh atau kopi?"

\=\=\=\=\=\=\=

Ngomong apa sih Yulia, Hayooo! Curiga nih!

Bersambung ya....

1
Fajar Ayu Kurniawati
.
Syahrulzanu Zanu
Buruk
Rika Hardiani
terimakasih telah menyuguhkan cerita yang menarik tentang keluarga dan bagaimana cara menciptakan keharmonisan hubungan suami istri dan cara mendidik anak, semoga bermanfaat bagi pembacanya dan menjadi amal kebaikan bagi penulisnya....ditunggu cerita² lainnya yang lebih seru dan mendidik 🙏🙏🙏salam sukses selalu
Rika Hardiani
selamat ulang tahun mas Romi...semoga sehat dan panjang umur 🎂
Rika Hardiani
nBagus Rom, tegas jangan lemah nanti makin ngelunjak
nanik widyati
Luar biasa
Rika Hardiani
Edan itu ibu.....mulutnya kebanyakan cabe 🤣🤣🤣
Rika Hardiani
hi...hi...ke hotel lho...mau g mau harus mau /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Rika Hardiani
Luar biasa
Rika Hardiani
Ngeri banget ucapannya seperti laki² tanpa iman /Sob/
Elok Pratiwi
seperti membaca sebuah buku biasa bukan membaca sebush cerita
Elok Pratiwi
tidak menarik datar cerita nya biasa saja
Rembulan Jingga
🌹
Rembulan Jingga
👍
AR Althafunisa
tadi dia pengen punya cucu, sekali punya cucu dia bgtu sikapnya. Empeng2 tak berakhlak 😩
AR Althafunisa
tega bangettt sih laki2 mulutnya 😭😭😭
Isna Niah
Sumi Ady
geregetan sma klakuannya dini,dino😠
Sumi Ady
betul thu romi
Sumi Ady
aduh rese bngt si dini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!