NovelToon NovelToon
The MOONSTAR

The MOONSTAR

Status: tamat
Genre:Teen / Badboy / Tamat
Popularitas:119.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Rhaze

Takdir tak akan berubah jika kau tak ingin merubahnya, berjuanglah untuk mendapatkan kebahagiaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhaze, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Ren dan teman-temannya sudah sampai di cafe Fay.

Taksa, Liam dan Nuna yang baru pertama kali datang memandang takjub desain cafe Fay yang sangat chick, walaupun tetap Nuna bersikap biasa saja.

Di dalam cafe tempat biasa Fay duduk, tempat yang menjadi saksi perdebatan Fay dan Ren siang tadi. Tampak Fay sedang duduk melamun di temani para sahabatnya yang bingung.

Ivy dan Myla tak tahu ada apa dengan gadis itu, saat gadis itu pulang dan kembali lagi ke cafe wajahnya tetap murung, Fay tidak memberi tahu mereka apa yang terjadi dengan dirinya.

Saat pintu cafe terbuka terlihat Ren dan para sahabatnya, Ivy pun langsung berucap " gerombolan Ren dah dateng noh!"

Fay pun langsung mengarahkan pandangannya ke pintu masuk, dan benar saja lelaki yang tadi siang melukai hatinya nampak ikut masuk, Fay pun berlari mendekat, dia bahkan menabrak Nuna dan Liam, langsung berhambur memeluk Ren yang berada di belakang mereka.

Fay tak tau kenapa dia bisa bertindak se ekstrem ini. Nuna pun langsung menarik Fay menjauh, untungnya ada Liam yang sigap menangkapnya jika tidak, sudah terjengkang dia kebelakang.

" Apa-apaan sih lu, dateng-dateng dah nyosor aja!" semprot Nuna.

Ivy dan Myla pun langsung mendekat kearah mereka, " Maaf...." hanya itu yang bisa Fay ucapkan, dia pun malu kenapa bisa melakukan hal itu, di tambah jadi bahan tontonan para pelanggannya.

"Ayo duduk, gw dah atur meja buat kalian" ucapnya kemudian jalan mendahului mereka, menuntun mereka ke tempat duduk yang telah ia sediakan untuk mereka semua agar bisa menikmati acara malam ini.

Ren pun duduk di susul teman-temannya, Nuna yang kesal masih melipat tangannya di dada dan terus saja memandang sinis ke arah seberang meja, di mana Fay dan kawan-kawannya duduk di meja yang sama dengan dirinya.

" Ren, maaf soal yang tadi, gw cuma seneng lo mau dateng!" menatap Ren dengan wajah yang sudah nampak ceria.

"Kan gw dah janji bakal dateng" balas Ren.

"Gw kira lu ngga bakal dateng karena masalah tadi siang!"

"Heh! kalian punya masalah apa?" potong Nuna kesal.

"Ngga ada apa-apa Na, salah paham doang!" jawab Ren.

"Ngga mungkin— gw liat muka lu Bt gitu!" tukas Nuna, dia jadi penasaran ada masalah apa dengan mereka, fikirannya berkelana apa Ren menyatakan cinta lalu di tolak oleh Fay?, tidak....tidak... itu tidak mungkin pasti ada hal lain. Mencoba menghempaskan fikiran halunya.

"Na!" sedikit mengeraskan suaranya agar gadis itu tak melanjutkan ocehannya.

Lagi dan lagi, Nuna di tegur dengan suara tinggi Ren, sudah dua kali Ren membentaknya sejak kehadiran gadis itu, Dan itu makin membuatnya tak menyukai Fay.

"Gw ambilin kalian minum, apa kalian mau milih sendiri di daftar menu?" Fay berusaha bersikap seperti sedia kala, tak ingin melanjutkan perdebatan kecil mereka.

"Ambilin aja, kita minum apa aja yang di suguhin" Ren yang menjawab, Ren yakin mereka pasti akan bingung seperti dirinya saat lalu jika mereka melihat daftar menu cafe Fay.

Nuna pun mengajak para sahabatnya untuk membantu menyiapkan suguhan untuk para tamunya.

.

.

.

Di dapur Ivy langsung mencercanya dengan pertanyaan yang mengganjal hatinya, begitu pun dengan Myla, dirinya amat terkejut dengan tindakan Fay yang sangat bukan dirinya itu, mereka berdua bertanya-tanya ada apa dengan Fay dan Ren.

"Fay...lu napa bisa tau-tau meluk si Ren kek gitu? aneh tau ngga lu!" Ivy langsung menatap tajam sahabatnya itu.

Fay yang gugup pun berbalik menghadap sahabatnya sambil menyelipkan rambutnya ketelinga " gw juga ngga tau, reflek aja gw waktu liat Ren."

Myla mengernyitkan dahi mendengar jawaban sahabatnya itu, dirinya bergumam apa benar Fay menaruh hati pada lelaki incaran hatinya, mendadak ia kelu.

"Lu demen ma Ren?" tuduh Ivy.

Fay pun berbalik ke meja dapur untuk melanjutkan menyiapkan minuman para tamunya.

"Fay!" bentak Ivy. Myla hanya mematung, fikirannya buyar, jika apa yang dia fikirkan benar Fay menaruh hati pada Ren, dia tak tau harus berbuat apa nantinya.

"Isshhhh....apaan sih Vy! engga gitu juga, gw juga ngga tau, yang pasti tadi siang tuh kayaknya gw punya salah ma dia, jadi gw fikir dia ngga bakal dateng malem nih, eh tau nya dateng, berarti dia udah ngga marah ma gw, gitu aja sih kayaknya" jelas Fay panjang lebar.

"Lu bikin kesel gimana?" Ivy masih tak percaya dengan alasan sahabatnya itu.

"Hemmmm.....gw pengen liat dia tanding ntar malem!" jawab Fay malu.

"Whattt!!!" Ivy terkejut dengan pengakuan sahabatnya itu.

"Lu beneran gila ya Fay! maksudnya apa coba lu minta kek gitu" sungut Ivy sambil berkacak pinggang.

"Brisik tau Vy, lebay deh!" balas Fay sebal.

"Trus si Ren ngapa kesel?"

"Gw ngga tau, pas gw bilang pengen liat dia tanding dia langsung bilang 'NGGA' trus balik!" mengingat kejadian siang tadi yang membuatnya merasa di campakan.

"Huh! untung si Ren nolak! lagian lu jangan aneh-aneh Fay bisa dikurung di menara kaya Rapunzel klo ampe bokap lu tau."

"Gw kirain lu galau mikirin bang Dipa, lah malah mikirin berandalan!" Ivy menambahkan.

"Sembarangan klo ngomong, dah gw bilang berapa kali sih, mereka tuh bukan berandal tau" belanya.

"Bang Dipa belom nongol masih biasa aja lu, dah lupain dia lu Fay?" tanya Ivy.

"Kan gw dah bilang, gw rasa dia ngga bisa dateng, jadi ya gw ngga berharap lebih lah" jawab Fay, sambil mengangkat nampan bersisi minuman dan meminta sahabatnya ikut membawakan nampan yang lain.

.

.

.

Sedang di meja sesaaat setelah Fay dan teman-temannya pergi Ren pun sama di cecar oleh para sahabatnya.

"Lu ada masalah apa sih sama si Fay, Ren?" Tanya Nuna.

"Gimana rasanya di peluk ciwi cantik bro!" sela Taksa.

Nuna yang kesal langsung memukul Taksa di belakangnya, mereka duduk berjejer 4, Ren, Nuna, Taksa sedang Liam berada paling ujung, saat Nuna berbicara dengan Ren otomatis posisinya membelakangi Taksa, dan saat Taksa bertanya asal, Nuna pun berbalik memukulnya.

"Sakit Na! elah ngapa sih lu" Taksa sambil mengusap kepala yang di pukul Nuna.

"Lagian malah nanya yang ngga penting gitu!" sungut Nuna.

"Ngga penting gimana? dih aneh banget tau ngga lu!" balas Taksa. Nuna pun memelototinya.

"Bae-bae bisa keluar tuh mata klo melotot mulu! dah kaya Suzanna tau ngga lu!" Taksa sambil pura-pura bergidik.

"Ren...jawab! ada masalah apa sih lu sama si Fay itu?" tanya Nuna ulang karena belum mendapatkan jawaban dari Ren.

"Ngga ada apa-apa, dia cuma bilang mo liat gw tanding, tp dah gw tolak" jawab Ren akhirnya.

"What!!" Nuna pun sama terkejutnya seperti Ivy saat mengetahui permasalahan mereka.

Taksa dengan sigap menutup mulutnya dan Nuna meronta agar Taksa melepaskannya.

"Brisik tau Na—" tegur Taksa setelah melepas bungkamannya.

" Ngga liat tuh diliatin banyak orang! biasa aja ngapa sih!" lanjutnya sambil menggerutu, mereka memang jadi pusat perhatian, di samping suara Nuna yang keras tadi, di tambah wajah tampan Ren yang memang menjadi pusat perhatian.

Nuna kembali memukul Taksa, sekarang dia memukul lengan Taksa " jorok banget sih! lu dah cuci tangan belom! make up gw berantangan ntar!" kesal Nuna.

"Kagak, lipstik lu doang belepotan!" seloroh Taksa.

Nuna pun segera mengambil kaca kecil di tasnya, memastikan riasannya tak berantakan.

"Pindah sono di pojok, mending Liam di samping gw dari pada lu!" kesalnya mengusir Taksa.

Namun tak di gubris sama sekali oleh Taksa, Liam yang mendengar perdebatan mereka hanya diam tak perduli, dia sedang asyik berchat ria dengan rekan sesama kampusnya.

"Untung lu nolak Ren, jangan sampe deh mereka ngikut!" lanjut Nuna, merasa sedikit senang karena Ren menolak permintaan rivalnya, tapi tetap tak mengurangi rasa kesalnya terhadap sang rival, bisa-bisanya Fay ingin mengikuti kemana pun Ren pergi.

.

.

.

...****************...

1
Namika
wkwkkwkwk
Bunda Silvia
bingung ngasih kado buat anak ningrat kasih kado mahal dompet ngga memadai pasti paling beli benda unik atau di ajak ketempat rekreasi yg blm tentu orang ningrat tau tempat itu
Bunda Silvia
Luar biasa
Sak. Lim
wajar ga normal
Bukan mawar🥀
Aku baru komen saat udah baca kisah nya fay sama ren and the geng sampai tamat,, ini author naburin bawang berapa kg yaa di bagian part pas pay pamit mau kuliah ke luar negri ya ampuuun nooooo!! aku pasti bakalan gagal move on dari kisah ini, thank you othor❤️❤️ lobe you banyak banyak, sukses terus yaaa
A.T Nasution
ada yang terlalu GR
antiloversn
haii kak... aku mampir nihh dikarya kakak udh ku kasi 55 like, 5 rate , sama gifts... feedback jgn lupa mampir juga di karya ku. Kasih 5 rate , sama gifts ya kak di salah satu ceritaku sama 55 likeback👍😄🙏
-YOU'RE MINE, SERRA
-POSESSIVE PILOT
-"AFFAIR WITH UNCLE++"
-My best friend's Daddy is my husband
-Pengantin Pengganti Tersakiti
Phicha Sinchan
suka banget dg ceritax di akhir cerita malah ada irisan bawang banyak banget.. sukses selalu thor, dtunggu karya lainx
zeanii_zhikazu
makin gemas ama nuna
zeanii_zhikazu
gemas ama nuna..
Gita Jab
cerita nya bikin gue, serasa ngalamin jatuh cinta berulang kali, senyum2 sendiri, author sukses buat saya gemes sama cerita nya.
Gita Jab
cowok keren dan col memang bikin baper
Fanny Margaretha
semangat ya othorrr
Fanny Margaretha
kakak adik lelaki emang gengsinya tinggi buat nunjukin rasa sayang
A.T Nasution: rasa sayang kakak adik tidak tampak di luar, tapi di dalam hati
total 1 replies
Reyna
semangat thor
Riyanti Riri
suka ka dengan cerita,walaupun singkat tp berkesan,aqu sudah membaca 2 karya mu,keduany aqu suka,aqu tunggu lg karya mu yg lain😄😄😄😄
Riyanti Riri
sukaaaaaaa
𝐓𝐢𝐟𝐟𝐚𝐧𝐲
kakak, folback dnk
must~cherry33
tince si tukang lunak:-D
Ai Hodijah
lho kok...end?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!