NovelToon NovelToon
Bucinnya Si Pria Dingin

Bucinnya Si Pria Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Adrina

Rania seorang gadis manja berusia 18 tahun yang manis dan memiliki wajah cantik dengan rambut hitam panjangnya. Dia baru saja kehilangan cinta pertamanya karena kecelakaan. Semenjak kejadian itu, dirinya berusaha untuk berubah menjadi lebih kuat dan mandiri.

Hardin seorang pria dingin berusia 24 tahun yang sulit dijamah wanita. Pemilik hotel bintang 5 dan juga supermarket besar. Kecintaannya terhadap kue membawanya bertemu si gadis manja yang manis dan menjadikannya kekasih.
Akibat kesalah pahaman, Hardin harus berusaha mendapatkan kembali hati gadis nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adrina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ungkapan Perasaan (2)

Halloo semua. Semoga kalian suka ya dengan novel aku. Ini novel pertama ku, semoga gak ngebosenin. Alurnya sengaja ku buat lama di awal biar lebih jelas. Yang pasti nanti bakal ada part yang menguras air mata dan tawa pastinya. Jangan lupa like, komen dan favorite kan ya.

Terima kasih.

Rania yang melihat itu pun tertawa terbahak bahak. Ceu Minah orangnya memang seperti itu, suka muncul tiba tiba dan lucu. Kadang Rania juga suka ngejahilin dia. Tanpa sadar Hardin pun ikut tersenyum melihat Rania tertawa seperti itu.

"Ceu Minah lucu ya kak. Dia tu udah punya suami yang menurut aku juga lucu banget orangnya. Tapi liat deh tadi ceu Minah kayak ketakutan gitu kalo suaminya nunggu kopi yang di pesan lama datangnya." ucap Rania setelah berhasil menghentikan tawanya.

"Emmh Ran... ada yang mau kakak omongi." di tatapnya Rania dengan serius tapi tetap lembut. Rania yang di tatap seperti itu pun menjadi salah tingkah.

"Kakak mau ngomong apa.?"

"Kakak suka sama kamu. Dari awal kakak ngeliat kamu kakak udah suka. Kamu mau gak jadi pacar kakak." dengan satu tarikan nafas Hardin mengungkapkan perasaannya pada Rania.

Kaget? Pastilah Rania kaget dengan ungkapan perasaan Hardin. Karena bisa dibilang mereka baru saja kenal. Rania bahkan belum tau siapa Hardin sebenarnya begitu pun dengan Hardin yang belum tau semua tentang Rania. Ya walaupun tidak di pungkiri Rania juga memiliki rasa untuk Hardin saat pertama mereka berjumpa di kafe.

"Mmh...gimana ya kak. Kita kan baru aja kenal. Dan kakak juga belum tau gimana aku. Aku masi ragu sama perasaan kakak ke aku. Aduuh aku bingung." dia menggaruk kepalanya yang sudah pasti tidak gatal.

"Aku gak bisa kasi jawabannya sekarang kak. Gimana kalo kita biarkan ngalir gitu aja."

"Aku gak bisa Ran. Aku takut keduluan sama orang lain. Ya memang kita baru kenal, tapi aku udah yakin sama perasaan aku ke kamu. Aku ngerasa nyaman sama kamu, aku senang ngeliat kamu ketawa dan tersenyum manis. Dan aku juga gak suka liat kamu nangis. Aku bukan tipe cowok yang bisa ngerayu rayu cewek Ran, maaf kalo aku gak romantis saat ngungkapin perasaan aku ke kamu." Hardin menarik nafas sejenak sebelum melanjutkan ucapannya.

"Tapi aku yakin sama perasaan aku kalo aku bener bener sayang sama kamu. Jangan minta aku buat ngebiari hubungan kita ngalir gitu aja tanpa tau kapan pastinya aku akan dapat hati kamu. Karena aku gak akan bisa Ran. Aku gak akan sanggup liat kamu dekat sama cowok lain. Dan aku gak akan punya hak untuk ngelarang kamu karena hubungan kita belum jelas."

"Tapi kalo kamu minta waktu untuk ngasi jawaban ke aku, aku gak masalah. Aku kasi kamu waktu 10 menit dari sekarang untuk mikiran jawaban kamu. Karena aku yakin kamu bakal nerima aku." dengan pede Hardin mengatakan hal itu yang membuat Rania melongo sambil tersenyum.

"Kakak kok yakin banget sih aku bakal nerima kakak.?"

"Apa lagi coba yang kurang dari aku.? Ganteng iya, tampan iya, rupawan, baik hati apalagi dan yang penting aku bukan tipe cowok yang gampang di dekati sama cewek lain."

"Tapi masa waktunya cuma 10 menit sih kak.? Itu sama aja gak ngasi aku waktu untuk mikir."

"Kamu gak perlu banyak waktu untuk mikirin jawabannya. Karena aku yakin kamu udah punya jawabannya sekarang."

"Tapi aku minta sama kakak, apa pun jawabannya kakak gak boleh berubah sama aku, gak boleh jauhin aku. Dan yang paling penting kakak gak boleh ngebatali kerja sama kita. Deal?"

Hardin melongo dan menggeleng mendengar ucapan Rania. Sempat sempatnyaa dia mikirin masalah kerja sama di saat kayak gini.

"Oke deal.! Berarti kami harus ngejawab sekarang. Dan aku harap jawaban kamu gak ngecewain aku." dia menatap dalam mata Rania sehingga membuat gadis itu gelagapan.

"Mmmh..sebenarnya juga aku masih belum yakin sama perasaan aku. Dan juga perasaan ke kakak aku masih ragu. Karena gimana pun juga kita belum lama kenal dan belum tau satu sama lain. Apalagi umur kita beda jauh. Kakak lebih.."

"Stop.. jangan bilang aku lebih tua dari kamu. Umur aku baru 24 tahun Raniaa... Aku belum tua, kamu aja yang kelamaan lahirnya." sergah Hardin sebelum mengatai dirinya tua.

"Iyaa iyaa. Mau aku lanjutin gak ni.?"

"Oke lanjut. Tapi jangan ada kata tua antara kita." dia masih belum terima di katai tua oleh Rania.

"Umur aku masih 18 tahun dan aku masih sekolah."

"Bentar lagi juga kamu tamat sekolah." Hardin memotong lagi ucapan Rania.

"Kakaaaaak...ish."

"Oke lanjut."

"Kakak tau kan gimana labilnya anak SMA. Ego aku pasti masih besar kak, aku takut bakalan susah untuk ngalah kalo kita lagi ada masalah. Dan aku takut kakak gak sabar ngadapin aku." dia mencengkram erat ke dua tangannya dengan menundukkan kepala.

"Ya aku tahu. Dan aku juga udah mikirin konsekwensinya pacaran sama abg labil. Aku bakalan berusaha untuk selalu sabar ngadapin kamu." dia mencoba memberikan pengertian kepada Rania dengan lembut sambil memegang tangan Rania dan menatapnya lembut.

"Hah.. kakak yakin sama ucapan kakak.?"

"Iya Ran..aku yakin."

"Hemh...Bismillah. Iya aku mau jadi pacar kakak." dengan cepat Rania menjawabnya disertai dengan wajahnya yang merona malu dan semakin membuat Hardin gergetan.

"Aahhh...Terima kasih Ran kamu udah nerima aku." Hardin mendekat dan langsung memeluk Rania.

"Cieeee..asik banget yang baru jadian. Uhuuyy...heheheheh" ceu Minah cekikikan dari balik pagar.

Seketika mereka melepaskan pelukan. "Astaga eceeuuu...dari kapan disituuu?"

"Ehehehe...dari tadiii. Gimana neng rasanya di peluk cowok ganteng? Eceu mau juga atuh den...hihihi" Ceu Minah senyum senyum menggelikan menurut Hardin sampai membuat bulu kuduknya meremang.

"Boleh ceu. Sini kalo eceu mau. Hihihi." seketika si aden melirik kaget gadis yang baru saja jadi kekasihnya tapi dah berani ngerjai dia.

"Aaassiiik." larinya yang tergopoh gopoh membuat Hardin tanpa sadar memundurkan langkahnya perlahan.

"Mau apa?" dengan memasang muka garangnya, Hardin berharap si eceu gak jadi meluk dia.

"Mau peluk atuh den ganteng. Kan tadi kata si enengnya boleh."

Tanpa aba aba si eceu langsung meluk Hardin yang seketika tubuhnya kaku.

"Aaasiiik...wangi bener badannya den. Pantes aja si eneng betah meluknya.heheheh" dia pun melepaskan pelukannya dan itu berhasil membuat Hardin bernafas lega.

"Hehehehe. Udah kan ceu?"

"Udah neng. Makasih yaa neng. Semoga eneng dan si aden langgeng yak." dia pun berlalu sambil senyum senyum ke arah Hardin.

Hal itu pun langsung di aamiin kan oleh mereka berdua.

"Kamu kok tega sih ngasih izin ibu itu meluk aku.?" Hardin memberengut pada Rania.

"Uluh uluh...merajuk nii. Kan enak di peluk ibu ibu. Hihihi." ucap Rania sambil menangkup pipi Hardin.

Di dalam hati dia sangat senang di perlakukan seperti ini pada Rania. Dia berharap hubungannya dengan Rania bisa bertahan lama sampai menikah dan kakek nenek.

"Ran...aku senang banget kamu nerima aku. Kamu gak terpaksa kan nge jawabnya." di genggamnya dengan lembut tangan Rania.

"Sebenarnya sih terpaksa kak. Karena aku takut kakak ngebatali kerja sama kita." dia melipat bibirnya sambil menahan senyum melihat wajah Hardin yang terlihat kesal.

"Raaaan...serius kamu.?" kening Hardin mengkerut dalam mendengar jawaban ngeselin dari gadis yang belum 5 menit jadi kekasihnya itu.

"Hahaha...ya enggaklah kaaak. Aku gak terpaksa ngejawabnya. Aku tulus kok kasi jawaban ke kakak. Sebenarnya sih tadi aku gak mau jawab sekarang, biar kakak penasaran." jawab Rania tulus.

"Hah...sukurlah. Aku pikir kamu terpaksa karena aku cuma ngasi waktu 10 menit." dia pun bernafas lega setelah mendengar jawaban Rania.

"Emm Ran, aku gak bisa lama lama ni. Karena udah ada kerjaan yang nunggu. Gak papa kan?" dilihatnya jam di tangan yang sudah menunjukkan pukul 2.15 siang.

"Ya gak papa lah kak. Kan besok besok bisa ketemu lagi."

"Yaudah..sampaikan salam sama bunda ya. Bilang dari calon menantu. Hahahaha."

"Dih...dasaaar." Rania mencubit gemas pinggang Hardin sampai membuat kekasihnya itu meringis.

Setelah kepulangan Hardin, Rania masuk ke dalam untuk istirahat. Sebelumnya dia mengintip ke kamar bunda hanya untuk memastikan bunda nya sudah tidur apa belum.

Dia masuk kekamar dan mengambil hp untuk segera menghubungi sahabatnya. Rasanya dia gak sabar ngasi tahu mereka kalo dia bukan jones lagii.

R : guuuyyss... gue punya kabar gembiraa

L : Wouph...cair ni pastiiii..Banyak orderan ni kayaknya.

M : Alhamdulillah...beneran ni ran banyak orderan? Butuh bantuan kita gak?

R : bukan ituu guys.. Clue nya "gue gak kayak kalian lagi" 😁

L : perasaan gue gak enak 😒

M : udah deeh gak usah pake clue clue an. Lo lagi kenapaa?

R : besok aja deh gue kasih tau pas di sekolah. Hahahha

M : Ran, lu pernah ketimpuk sendal jepit online gak?

L : dasar Raniaaaaaa

R : 😝

Terima kasih sudah mampir di novel aku. Semoga kalian suka ya. Jangan lupa like dan komennya yang positif ya.

1
Bintang Timur
secara suaminya itu bnyk duit ceo,istrinya ko ngadon kue Mulu asa ga seimbang kasih bnyk krywan dong..Rani tinggal mantau
Blemood Jobol
ga ad lnjutnnya lagi niih
Blemood Jobol
kasih visualnya dunk
Ranny
yg benar yg mana ya...papanya meninggal di usianya yg ke 17 atau 18 soalnya kecelakaan saat ultah ke 17 dan langsung meninggal di tempat tapi kok kehilangan nya baru 1 thn kemudian saat usianya 18 thn 🙄
Teresya Bundax RachelElin
kehilangan papanya di umur 18 tahun, papanya mengalami kecelakaan saat akan memberikan kejutan ulang tahun nya yg ke 17 tahun,,,, sempat saya berpikir mungkin papanya bertahan 1 tahun baru meninggal, tapi ternyata masih ada lanjutannya "papanya meninggal di tempat",...
Eka
ayooo lanjut thor makin seru thorr
Putri Bungsu
lanjut kk
Meywar
Hadir Thor, tetap semangat ✊️
Feeza_MCI
jodoh Miskah Asisten Harry, sama-sama somplak tuh mereka berdua 🤣🤣
Feeza_MCI
makanya Hardin jangan mengedepankan emosi,
Feeza_MCI
jangan-jangan Hardin yang nabrak papanya Rania??
ANtHo BAna
hahahaha
ANtHo BAna
hhhhhh mati u andin
ANtHo BAna
semangat kk
ANtHo BAna
lnjut..
ANtHo BAna
suka ceritanya
ANtHo BAna
yg semangat ka hardi
Cawica
mampir nih Thor...jika berkenan mampir juga ya ke novelku..."kisah rumit Tamara sang wanita malam..."..
Manggu Manggu
👍👍👍
Manggu Manggu
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!