Ari yang ingin memliki usaha sendiri mencoba menjalin kerjasama dengan sahabatnya yang bernama Radit. Dimana Radit memiliki usaha yang dikelolanya bersama yang adik (Gita) yang akan membuka cafemart di dekat kampus Radit. Mereka bertiga bekerjasama mengawali sebuah bisnis
Cinta memang tak akan tahu kemana akan berlabuh. Ari yang sebelum kenal Gita membayangkan sifatnya yang kurang baik. Bayangannya Gita itu orangnya jutek, galak, suka mengatur ternyata setelah bertemu justru membuatnya jatuh cinta. Tetapi ternyata kedua orang tua Gita belum mengijinkan anak gadisnya pacaran selama masih sekolah.
Sedangkan Vino sang mantan sekaligus sepupu dari Gita meminta Gita untuk kembali padanya setelah lulus sekolah. Karena dulu Gita pacaran secara diam-diam dengan Vino.
Bagaimana kelanjutan dengan cinta Gita dengan Ari dan Vino, akan kah cintanya mendapat restu ataukah harus putus ditengah jalan dan kembali bersama sang mantan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyah Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 21. Jujur maunya beneran
"Mei kamu kenal Gita anaknya seperti apa?" Tanya mama Aini
"Gita baik sih ma dan pandai memasak, tadinya mau aku kenalin sama Andra adiknya kak Toni. Tapi kata Gita mas Ari tidak boleh karena Andra kan kalau sama cewek gampang seneng." Kata Meira.
"Iyalah jangan kamu asal kenalin sama cowok lain nanti yang ada mas mu marah sama kamu kalau sampai si cowok itu deketin Gita" kata mama Aini.
"Gita itu katanya nanti ga boleh kuliah di luar kota ma, hanya boleh di Jogja karena mamanya takut kalau Gita kuliah di Jakarta" kata Meira
Apartemen
Radit sampai di apartemen Ari sudah jam 11 malam. Ari masih di depan tv sambil membuka emailnya untuk mengurus kerjaan kantor papanya. Ari memang sudah dilibatkan di perusahaan orang tuanya di kantor cabang.
"Gue kira loe udah tidur Ri, tadinya gue mau pulang ke kosan aja" kata Radit
"Loe tidur di kosan, besok Gita bisa marah sama gue tuh masak loe tunggalin adik loe cuma sama gue aja" kata Ari dan Radit tertawa membenarkan apa yang dikatakan Ari.
"Loe besok ga ke kantor Ri?" Tanya Radit
"Entahlah, tadi gue nemenin Gita jalan sampe sore dan langsung pulang aja, kemudian kita makan malam di bawah" kata Ari
"Hubungan kalian sepertinya makin deket" kata Radit.
"Gue tadi waktu anter Gita beli skincare ketemu nyokap gue dan Meira, besok mama mengundang Gita suruh ajak ke rumah" kata Ari, Radit yang sedang melihat acara tv langsung menatap Ari
"Gue ga tahu maksud mama, kenapa gue disuruh ajak Gita ke rumah besok sore" kata Ari menjelaskan.
"Jangan-jangan tante Aini mau jodohin loe sama Gita kali" kata Radit asal. Karena sekitar jam 7 malam Radit di telp Aini yang menanyakan tentang Gita.
"Mana mungkin, gue kuliah aja belum selesai dan orang tua loe kan ga pernah ijinin anak gadisnya pacaran sebelum lulus sma" kata Ari
"Memangnya kalau ortu gue mengijinkan kalian akan pacaran beneran?" Tanya Radit menatap mata Ari mencari jawaban.
"Iya pasti itu. Sebenarnya gue ga tahu harus ngomong apa sama loe Dit" kata Ari dengan membuang nafas berat.
"Memang hubungan loe sama Gita itu pacaran beneran atau pura-pura sih?" Tanya Radit lagi.
"Jujur gue maunya beneran Dit, tapi Gita sepertinya takut sama loe dan nyokap loe" jawab Ari. Radit kaget mendengar kejujuran Ari.
"Maksud loe, kalian memang sudah pacaran hanya diam-diam saja gitu?" Tanya Radit
"Iya, tapi tolong jangan marahin Gita. Kalau loe ga terima loe marah aja sama gue Dit, karena cinta tidak bisa dipaksa dan itu bukan salah Gita" kata Ari membela Gita agar tidak kena murka Radit.
"Loe serius suka sama Gita Ri?" Tanya Radit meyakinkan dirinya.
"Iya gue serius dan gue juga bilang ke Gita bila kedua orangtua loe akan menjodohkan Gita sama orang lain tolong kasih kabar gue dan gue akan berjuang melamar Gita" kata Ari.
Radit hanya diam dan tidak menyangkan secepat itu Ari bisa mencintai Gita.
"Awalnya memang gue hanya menjawab asal saja saat kita bertemu Tedi dan melihat Gita yang seperti kebingungan menjawab dan dengan raut muka kesel" kata Ari
"Tapi ternyata semakin kesini gue ingin kepura-puraan itu jadi nyata" kata Ari lagi.
"Makanya kalau loe ga menginginkan Gita pacaran di usianya yang masih remaja, gue akan menunggu sampai Gita lulus dan jangan pernah marahin Gita karena masalah ini" kata Ari lagi memohon.
"Gue ga tahu harus ngomong apa Ri, jujur gue tahu bagaimana loe dan seperti apa juga dengan Gita. Tapi bagaimana jika orang tua gue tidak bisa menerima kalian pacaran?" Kata Radit.
"Sudahlah gue mau tidur Dit, semoga besok bisa menemukan jalan keluarnya" kata Ari kemudian menutup laptopnya dan masuk ke kamar untuk tidur.
Ari merasa lega sudah bisa bercerita dengan Radit mengenai hubungannya dengan Gita adiknya Radit. Memang cinta dibisa dipaksa dan disalahkan kemana akan menetap. Sejujurnya Ari juga tidak mengerti bisa secepat itu dia jatih cinta sama Gita gadis cantik yang sedehana dan lembut.
Pagi-pagi Gita bangun dan memasak. Ari yang keluar dari kamar karena bau masakan yang membuatnya lapar.
"Hemm enak sekali baunya, masak apa Git?" Tanya Ari
"Eh mas Ari sudah bangun, ini masak tumis aja mas sama goreng ayam" jawab Gita
"Jadi lapar ini perut" kata Ari sambil mengambil air mineral.
"Bentar lagi selesai sih mas, o ya mas Radit sudah bangun ya mas?" Tanya Gita
"Sudah kok tadi mungkin mandi kali" jawab Ari
"Mas Ari ga mandi, ada kuliah pagi kan?" tanya Gita menengok ke tempat Ari duduk di meja makan sambil meneguk air mineral.
"Iya bentar lagi mas mandi, nanti Meira mau ke sini ya?" Tanya Ari
"Katanya semalem sih iya pagi ini mau ke sini mau ikut sarapan" jawab Gita.
Dan benar saja tak lama ada suara pintu diiketuk. Ari membuka pintunya ternyata benar yang datang Meira.
"Mas belum mandi?" Tanya Meira
"Ini mau mandi kamu datang" kata Ari
"Hemm baunya enak bener Git, bikin gue jadi laper deh" kata Meira.
"Iya ini bentar lagi sekesai kok" jawab Gita.
"Eh ada Meira, pagi bener nyampe di sini. Apa kalian mau pergi pagi?" Tanya Radit
"Meira mau ikut sarapan kak, makanya sengaja datangnya pagi biar bisa ikut kalian sarapan" kata Meira. Kemudian Gita membawa masakannya ke meja makan dan langsung ditinggal mandi.
"Aku mandi dulu ya Mei" kata Gita
"Iya loe mandi dulu biar baunya wangi hehehe" kata Meira.
"Sembarangan, aku tetap wangi Mei walupun habis pegang bawang" jawab Gita sambil tertawa dan berjalan menuju kamarnya.