Bagaimana kasih sayang orang tua bisa berbeda untuk anak"nya!
"Kenapa jika aku perempuan aku juga anak mu dad, mom!!"
Leah hanya ingin di sayangi, bukankah dia adalah anak mereka juga. Terlahir dari rahim sang Mommy dan benih sang Daddy, ternyata tak membuat dia di akui.
Hanya karena anak perempuan, dan bukan anak laki laki yang terlahir. Justru malah di anggap pembawa si*al dan tak di akui.
Hidup bagai musuh di rumah dan keluarganya sendiri, miris.
Walau tak di anggap oleh orang tuanya sendiri. Beruntungnya mendapatkan banyak sekali, kasih sayang dari orang orang terdekatnya.
Meski tentu saja, itu tidak sama dengan kasih keluarga yang seharusnya ia dapatkan.
Entah kapan orang tuanya akan mengakuinya, Leah hanya akan terus berusaha menjadi yang terbaik dari yang baik. Sampai dia lelah, hingga tersakiti, oleh trauma hebat yang ia alami.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rima Loka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 20
"Selamat pagi nona muda" ucap para resepsionis seraya membungkukan badannya sopan. Melihat kedatangan Leah selaku CEO perusahaan mereka (Ly Da corp) tiba.
"pagi" ucap Leah menimpali sambil tersenyum tipis pada mereka, lalu berlalu menuju lift khusus untuk menuju ruangannya.
"astaga bersyukurlah kita mempunyai CEO seperti nona muda, biarpun masih muda. Tapi, benar benar cerdas dan sangat baik"ucap salah satu resepsionis itu sambil memandang kepergian Leah.
" kau benar bukankah nona muda sangat sempurna! Sudah cantik, cerdas, baik, sukses lagi. kurang apa lagi? "ucap rekan yang lain menatap kagum Leah yang sudah masuk kedalam lift.
"iya aku bersyukur nona muda sudah kembali ke perusahaan lagi, sudah lama beliau tak datang. Aku sempat cemas syukurlah nona muda sehat walafiat" ucap rekan satunya membuat yang lain juga ikut bernapas lega.
"kau tau nona muda itu sangat peduli, juga sudah banyak sekali membantu dan memperhatikan semua karyawannya tanpa terkecuali. Aku benar benar bersyukur dapat bekerja disini, maka dari itu kita harus bekerja dengan lebih giat lagi" ucap rekan satunya dengan semangat.
"baiklah, ayo semangat bekerja" ucap resepsionis dan mereka pun melanjutkan perkerjaan mereka kembali dengan serius.
ting.. ting..
pintu lift pun terbuka Leah berjalan keluar menuju ruangan nya, tapi dia menghentikan langkahnya ketika sampai didepan meja sekertaris nya.
"selamat pagi nona muda" ucap sekertaris Leah membungkukkan badan sopan sambil tersenyum hangat melihat kedatangan Leah
"pagi kak mita, bisa tolong hubungi kakakku untuk keruangan ku segera" ucap Leah pada sekertaris nya mita
"baik, nona muda" ucap Mita sopan
"terimakasih kak mita" ucap Leah yang dibalas anggukan dan senyum oleh mita, Leah kemudian berlalu masuk keruangannya.
tut. tut..
"selamat pagi bu Dita" ucap Mita setelah sambungan telepon itu.
"pagi, sekertaris mita ada apa? " ucap Dita dari seberang telepon kantor nya.
"begini bu Dita, nona muda sedang berada dikantor sekarang dan beliau menyuruh saya untuk menghubungi Ibu Dita. Untuk segera keruangannya" ucap Mita
"baik lah terimakasih informasinya, sekertaris Mita" ucap Dita
"baik" ucap Mita
tut.. tut..
sambungan telepon pun terputus, tak berapa lama pintu lift pun terbuka menampilkan sosok Dita yang berjalan menuju ruang CEO
"selamat pagi bu Dita, mari nona muda sudah menunggu anda" ucap Mita yang dibalas anggukan oleh Dita.
tok... tok.. tokkk..
"masuk" teriak Leah dari dalam ruangan
cek lek..
"permisi nona muda, ibu Dita sudah datang" ucap Mita
"baiklah persilahkan masuk terimakasih sekertaris Mita" ucap Leah
"sama sama nona muda, silahkan masuk bu Dita" ucap Mita
"terimakasih" ucap Dita
"kalo begitu saya permisi" ucap Mita kemudian membungkukan badannya sopan yang dibalas anggukan oleh Leah dan dita, kemudian dia beranjak keluar dari ruangan lyeah.
"silahkan duduk kak Dita" ucap Leah
"baik nona, ini adalah berkas berkas penting yang harus nona pelajari terlebih dahulu dan juga nona tanda tangani. Untuk yang ini adalah berkas berkas pengajuan kerja sama dari beberapa perusahaan yang mengajukan kerjasama dengan kita nona"ucap Dita setelah duduk dan menaruh beberapa tumpuk berkas berkas ke atas meja.
" wahh lihat lah tumpukan berkas ini, aku menyesal sudah lama tak ke perusahaan. Haishh libur sebentar saja kerjaan sudah menggunung"keluh Leah belum apa apa, sambil memperhatikan berkas diatas mejanya itu.
"maaf nona muda, anda memang sudah lama tidak ke kantor nona" ucap Dita serius
"aku tak apa kak, aku hanya kelelahan lalu aku ingin berlibur kan hanya 1 bulan saja kak. Ayolah kakak kan tangan kananku disini wakil CEO, ayolah kak bantu aku memeriksa beberapa berkas yang lainya"ucap Leah memelas melihat banyaknya tumpukan berkas di mejanya.
" maaf nona muda, saya sebenarnya juga sudah membantu memeriksa beberapa berkas yang lain. Tapi, berkas itu memang hanya nona yang harus memeriksanya. Saat ini saya juga sangat banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan, seperti apa kata nona tadi saya kan wakil CEO nona muda"ucap Dita tegas sambil melirik jahil kearah adik imutnya itu siapa lagi kalo bukan Leah.
"ahh kakak memang menyebalkan"ucap Leah mendengus kesal pada kakaknya itu.
" maaf nona muda ini masih jam kerja"ucap Dita sambil melihat arloji lalu memandang Leah kemudian.
"baiklah kak Dita aku akan memeriksa berkas berkas ini" ucap Leah mulai ke mode serius.
"baiklah nona kalo begitu saya permisi" ucap Dita kemudian berlalu keluar dari ruangan Leah, sambil tersenyum dan geleng geleng kepala melihat tingkah adiknya itu.
"hem" timpal Leah yang kini sudah serius memeriksa berkas berkas yang ada didepannya, sampai tak menyadari kalo sebenarnya Dita sudah keluar dari ruangannya. Sebelum dia membalas ucapan Dita dengan dehemannya itu
Leah terus fokus pada berkas berkas itu, mulai menandatangi satu persatu. Juga mempelajari berkas berkas pengajuan kerja sama dengan beberapa perusahaan termasuk perusahaan mereka (orang orang terdekat Leah juga perusahaan dadanya sendiri). Dengan sangat teliti hingga tepat pada saat jam makan siang bahkan semua berkas yang menumpuk bak gunung itupun sudah selesai, dikerjakan oleh Leah.
cek lek..
pintu ruangan Leah dibuka dari luar menampakkan sosok Dita, yang berdiri sambil tersenyum ramah kearah Leah. Yakan ini udah jam istirahat bukan jam kantor jadi tak perlu formal.
"hy adekku yang manis, bagaimana berkasnya sudah selesai semua hem?,, ayo kita makan siang apa kamu tak lapar" ucap Dita lembut sambil mengelus kepala adik kesayangan nya itu.
"sudah dong kak Dita, siapa dulu aku gitu loh hehehe.. Aku lapar kak kita makan yuk" ucap Leah dengan tersenyum senang seraya berdiri dan menggandeng tangan kakaknya itu. Seperti anak kecil yang sedang senang, karena mau dibelikan mainan oleh kakak nya.
"baiklah, jalannya pelan pelan dek nanti jatuh kamu ini. Memang sudah lapar sekali ya" ucap Dita dengan lembut sambil mengelus puncak kepala Leah, yang sudah dianggap adik kandungnya sendiri yang sangat di sayang itu
"hehe habisnya kan sudah lama kak, kita tidak makan bersama. Aku sangat merindukan kakak, karna kakak adalah kakak perempuan ku satu satunya. Aku sangat menyayangimu kak" ucap Leah tersenyum tulus, namun kemudian memalingkan wajahnya menatap sendu kedepan. Dita yang melihat adiknya seperti itu pun ikut merasakan apa yang Leah rasakan.
"tentu saja dek, kakak akan memberikan kasih sayang yang berlimpah padamu. Sampai kamu merasa disayangi dan tak akan pernah bersedih lagi, kakak pastikan itu" ucap Dita penuh keyakinan menatap lekat pada Leah, untuk membuatnya kuat dan tau bahwa masih banyak sekali orang yang menyayanginya.
"tentu saja kak, biarlah orang tua ku tak menganggapku ada! Aku sudah mendapatkan berlimpah ruah kasih sayang dari kakak juga yang lainnya. Jadi tidak ada alasan aku bersedih lagi bukan hahaha" ucap Leah lalu tertawa penuh kebahagiaan.
"hahahha baiklah, kita sudah sampai dikantin sekarang. Duduk disini aku akan memesan makanan untuk adik kesayangan ku ini" ucap Dita sambil mengerlingkan matanya dan berlalu memesan makanan.
"astaga keasikan mengobrol dengan kakak sampai tidak tau sudah sampai ke kantin saja hihi, aih aku lapar" gumam Leah setelah kepergian Dita.
"""""""""" **selamat membaca ❤
jan lupa like dan dukungannya💐
terimakasih 😘**
kalo untuk ibu dan neneknya leah, mereka di anggap karena sudah berhasil ngasih keturunan laki laki.
sehat sehat selalu buat kita semua❤️
dia sekolah padaa dingin giliran di WA so sweet
jadi mau punya temen-temen kayak temennya lyeah.
biar pun sebleng tapi kan asik apalagi pada peka.