NovelToon NovelToon
LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2

Status: tamat
Genre:Kultivasi / Pendekar / Pusaka Ajaib / Dan budidaya abadi / Raja Tentara/Dewa Perang / Mengubah Takdir / Budidaya dan Peningkatan / Iblis / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: NITACC

Setelah pertarungan dengan Bangsa Iblis yang menyerang Benua Timur. Heilong dan Long Bai akhirnya bisa memisahkan tubuh mereka.

Namun, Heilong harus kembali jatuh dalam keadaan koma dan kehidupannya berada diambang kematian karena Benang Aura Roh miliknya telah dihancurkan Dark Etheroz.

Sedangkan Long Bai, rohnya berhasil di culik oleh Dark Etheroz dan dijadikan salah satu bagian dari Jenderal Iblis. Dia kemudian berubah nama menjadi Jenderal Iblis Bai Long.

Penasaran bagaimana cara Heilong untuk sadar dari keadaan komanya agar dia bisa membalas dendamnya pada Raja Iblis Dark Etheroz.

Dan bagaimana pertarungan antara Heilong melawan Jenderal Iblis Zed Bailian dan Jenderal Iblis Bai Long yang ternyata adalah orang terdekatnya.

Ikuti terus kisahnya ya ...!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NITACC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

V4 # CH 21 MEMBERI PELAJARAN

Tolong tinggalkan Like dan Komentar setelah membaca.

Karena ini adalah Buku baru jadi sangat membutuhkan dukungan dari kalian untuk dapat segera memiliki level karya.

Terimakasih 🙏.

***********

Ternyata pengamanan di wilayah Kerajaan Singa Bulu Emas ini sangat ketat. Bahkan lebih ketat dari Kerajaan-Kerajaan besar di Planet Dreamland.

Hal ini sengaja dilakukan oleh Raja Kerajaan Singa Bulu Emas untuk menjaga keamanan wilayah Kerajaan miliknya selama perseteruannya dengan Kerajaan Banteng Api belum menemukan titik terang.

Sebab, beberapa waktu yang lalu banyak sekali mata-mata dari Kerajaan Banteng Api yang menyusup ke dalam wilayah Kerajaan Singa Bulu Emas.

Untung saja Raja Kerajaan Singa Bulu Emas memiliki mata-mata yang sangat banyak dan dia sebar di seluruh wilayah kekuasaannya. Jadi dia bisa tahu dengan mudah jika ada sesuatu hal yang mencurigakan di wilayahnya.

Wilayah Kerajaan Singa Bulu Emas terbagi menjadi empat kota besar. Dan letak dari Istana Raja berada di pusat kota.

Di setiap pintu masuk kota besar itu terdapat sebuah pintu gerbang raksasa dengan tinggi sekitar sepuluh meter dan selalu dijaga ketat oleh seratus orang prajurit Kerajaan.

“Berhenti kau manusia! Tunjukkan identitasmu terlebih dahulu sebelum kau masuk ke dalam kota karena kau bukanlah penduduk asli dari kota ini.”

Lagi-lagi Zaha dihentikan oleh penjaga pintu gerbang ketika dia akan masuk ke dalam salah satu kota yang ada di wilayah Kerajaan Singa Bulu Emas.

Perdebatan yang cukup sengit antara Zaha dan penjaga pintu gerbang kembali terjadi.

“Bukankah Prajurit yang ada di gerbang perbatasan sudah mengijinkan kami masuk. Itu berarti mereka sudah memeriksa identitas kami dan memastikan bahwa kami bukanlah mata-mata. Jadi kenapa kau masih menghalangi masuk ke dalam kota? Apakah kau tidak melihat bahwa saat ini aku sedang membawa orang yang terluka!”

“Ini adalah perintah dari Raja kami. Setiap orang yang akan masuk ke dalam kota harus diperiksa terlebih dahulu meskipun mereka sudah lolos melewati pemeriksaan yang ada di pintu gerbang perbatasan. Dan orang yang sedang terluka di punggungmu itu, bukanlah urusanku karena bukan aku yang telah melukainya.”

Zaha menjadi geram karena prajurit itu menanyai dirinya dengan nada suara tinggi seperti sedang mengintrogasi seorang penjahat. Dan prajurit itu juga sama sekali tidak menunjukkan rasa belas kasihannya ketika melihat dia sedang menggendong Heilong yang sedang terluka.

“Apa yang akan kau lakukan jika aku menolak untuk menunjukkan identitasku. Jika kau curiga bahwa aku adalah seorang mata-mata, kau bisa pergi ke pintu gerbang perbatasan dan bertanya langsung pada penjaga yang ada di sana. Saat ini aku tidak memiliki banyak waktu untuk mengobrol denganmu karena pria yang ada di punggungku ini harus segera di tolong. Cepat biarkan aku lewat!!” balas Zaha dingin.

Prajurit itu menjadi emosi karena sikap Zaha yang tidak kooperatif dan langsung mengarahkan tombak yang ada di tangan kanannya ke leher Zaha. “Dasar manusia keras kepala! Jika kau tetap bersikeras tidak mau menunjukkan identitasmu, maka jangan salahkan aku jika tombakku ini akan menembus lehermu.”

“Cobalah jika kau berani. Aku jika ingin melihat apakah tombakmu itu akan mampu menembus leherku,” tantang Zaha.

Aura energi tanah langsung memancar dari tubuh Zaha lalu berubah menjadi bebatuan yang berbentuk seperti sisik seekor Naga.

“Perisai Naga Bumi.”

“Jadi kau adalah salah seorang kultivator elemen tanah dari bangsa manusia yang tinggal di Tanah Abu-abu. Akhirnya aku memiliki kesempatan untuk menguji pertahanan kultivator elemen tanah yang terkenal sangat kuat itu.”

Prajurit itu langsung menghunuskan tombaknya ke leher Zaha.

“Clang …”

Ujung tombak prajurit itu langsung hancur ketika menabrak kulit Zaha yang telah diselimuti dengan bebatuan yang sangat keras.

Zaha kemudian mengulurkan tangan kanannya ke arah prajurit itu sambil mengucapkan beberapa mantra khusus untuk menggunakan jurus miliknya.

“Naga Bumi Menelan Gunung.”

Sesosok kepala Naga yang sangat besar tiba-tiba muncul dari dalam tanah dan menelan tubuh prajurit itu hidup-hidup.

Prajurit yang tersisa melihat Zaha dengan wajah penuh ketakutan. Mereka semua seperti melihat seekor monster haus darah di depan mereka.

Setelah berhasil memberi pelajaran pada prajurit yang bersikap tak sopan padanya, Zaha segera menunjukkan medali emas miliknya pada prajurit yang ada di sekitarnya.

“Seharusnya kalian semua mengenali medali emas ini dengan sangat baik. Aku adalah tamu istimewa dari Raja kalian. Jika kalian tidak percaya padaku, silahkan kalian periksa medali ini.”

Zaha langsung melemparkan medali emas yang ada di tangan kanannya ke prajurit yang ada di depannya.

Prajurit itu segera menangkap medali emas itu dan memeriksanya dengan hati-hati sama seperti yang telah dilakukan oleh prajurit yang ada di gerbang perbatasan.

Setelah puas memeriksa medali itu, prajurit itu kembali mengembalikan medali emas itu pada Zaha.

Sikap semua prajurit juga berubah menjadi lebih sopan setelah melihat medali emas yang ada di tangan Zaha.

“Di mana letak penginapan yang paling bagus di kota ini?” tanya Zaha sambil menyimpan kembali medali emas miliknya.

“Anda jalan lurus saja ke depan sejauh dua puluh meter. Nanti anda akan menemukan sebuah air mancur yang sangat indah. Letak penginapan itu berada di sebelah kiri air mancur itu,” jawab prajurit itu.

“Terimakasih. Aku akan segera pergi ke sana,” jawab Zaha mulai berjalan meninggalkan prajurit itu.

Tapi, prajurit itu tiba-tiba memanggil Zaha.

“Tunggu Tuan!”

“Ada apa! Apakah kau juga ingin menahanku pergi seperti temanmu yang barusan? Bukankah aku sudah menunjukkan medali emas milikku. Seharusnya medali emas itu sudah lebih dari cukup untuk menunjukkan identitasku.”

“Mana mungkin aku berani menghentikan tamu istimewa Raja kami. Aku hanya melihat bahwa luka teman anda sangat parah. Apakah anda tidak membutuhkan bantuan seorang tabib? Kebetulan aku mengenal tabib yang sangat hebat di kota ini.”

“Tidak perlu. Karena aku sendiri adalah seorang tabib. Yang aku butuhkan saat ini hanya sebuah penginapan yang sangat nyaman dan jauh dari gangguan sekecil apapun,” jawab Zaha.

Awalnya Zaha ingin menerima tawaran dari Prajurit itu. Sebab, dengan adanya seorang tabib. Maka dia tidak perlu menghabiskan tenaga untuk menyembuhkan Heilong.

Tapi, dia tiba-tiba berubah pikiran setelah menyadari bahwa keberadaan seorang tabib hanya akan mengungkap semua rahasia yang ada di tubuh Heilong. Dan mengundang bahaya yang tidak perlu.

Zaha akhirnya melanjutkan perjalanannya menuju ke penginapan yang telah di tunjukkan oleh prajurit itu.

**

Istana Raja Singa Bulu Emas.

Seorang mata-mata datang menemui Raja Sungai Bulu Emas untuk melaporkan sesuatu tentang Zaha.

“Ada apa kau mencariku? Apakah ada mata-mata dari Kerajaan Banteng Api yang kembali menyusup ke wilayah Kerajaanku?” seru Raja Singa Bulu Emas bertanya.

“Tidak Yang Mulia. Tapi baru-baru ini ada seorang manusia yang masuk ke wilayah kita. Dan manusia memiliki ilmu yang cukup tinggi,” jawab mata-mata itu.

“Apa kau tahu nama dari manusia itu?” lanjut Raja Singa Bulu Emas bertanya.

“Manusia Itu bernama Zaha.”

“Zaha?!”

1
Hendrik Setyawan
ĥĥ
Phodhocarphus Phodhocarphus
mantaap
𝙕𝙯𝙯: mampir kak, judulnya Legenda pendekar 2 naga🙏
total 1 replies
Aknes Wahyu The-king
Luar biasa
teguh andriyanto
sedikit koreksi Thor.. sang pencipta bukan makhluk.
milly Tiktok
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
milly Tiktok
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
milly Tiktok
bagus../Ok//Ok//Ok/
milly Tiktok
mantap
Wilman Radius
saya pilih c aja 🤣🤣
nor hidayah
bestt
nor hidayah
novelnya sangat baik n teruja yg memacu untuk terus membaca tanpa henti2
nor hidayah
Kecewa
nor hidayah
Buruk
Andi Tatta
Terima kasih buat Author atas sajian yang menarik ini, teriring doa semoga tetap sehat dan bugar agar dapat merakit cerita cerita yang lebih baik.
salam hangat.
saya suka sajian dari karya ini.
hormatku.
Andi Fattah Wahid
Andi Aif
josss gandosss
Andi Aif
Hajarrrr bleh
Abel Assirbuniii
woi lgi perang kebiasaan ngobrol...ngobrol dipiara..gini nih kl kbnykn ngerumpi kaya emak emak
𝗭𝗶𝗳𝗳𝘆.𝗔
𝘀𝗲𝗿𝘂 😋
atris aslam: s1 nya ga dpat
total 1 replies
Darmawan Su
mc bertepuk tangan jadi penonton yang baik
Ay Permana
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!