Kakak angkat ini bertemu setelah 10 tahun berpisah dengan adik angkatnya, bagaimana jadinya setelah pertemuan mereka tumbuh benih - benih cinta.
Lama kelamaan mereka menjalin hubungan backstreet sebagai kekasih bukan hubungan sebagai saudara tanpa diketahui oleh siapapun.
"Ini tidak benar Fer, apa yang kita lakukan salah...dan tidak seharusnya kita melakukan hal sejauh ini...."ucap Alya Putri Pratiwi dengan isak tangis dalam pelukan sang kekasih.
"Ststst....Cinta tidak pernah salah....dan apa yang kita lakukan atas dasar cinta tanpa adanya paksaan....i love you..." hibur Ferdi sang adik sekaligus kekasih Alya.
Hingga hubungan mereka terbongkar oleh orang tuanya. Bagaimana kisah cinta mereka? apakah mereka harus berpisah atau cinta mereka semakin kuat tak terpisahkan?
Ayo baca terus agar tidak penasaran dengan kelanjutan hubungan mereka.
Ini karya pertamaku semoga dapat menghibur para pembaca dan dukung terus dengan like dan votenya ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aura Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tempat hiburan 1
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam mereka telah sampai disalah satu tempat hiburan malam terbesar di Jakarta. Disana sudah terparkir mobil mewah yang berjejer rapi, tentu saja karna tempat itu termasuk tempat hiburan malam yang terkenal di Jakarta sehingga yang datang kebanyakan orang orang tajir melintir termasuk Ferdi. Setelah sampai Ferdi memarkirkan mobil mewahnya dan keluar, tapi tidak dengan Alya, dia merasa enggan untuk bangkit dari duduknya. Ferdi yang sudah diluar mobil menghembuskan nafas kasar begitu tidak melihat Alya keluar dari mobil, lalu dibukanya pintu mobil yang ditempati Alya.
" Keluar....!! perintah Ferdi Alya hanya menggeleng.
" Lo masuk aja.. gue tunggu disini...." ujar Alya masih belum ingin keluar dan mau menunggunya di mobil saja.
" Cepet keluar....!!" bentak Ferdi.
" Gue takut....gue gak pernah datang ketempat kayak gini...!!" sahut Alya jengkel.
" Gak usah takut ada gue..." sahut Ferdi.
" Tapi...." masih ragu untuk masuk kedalam.
" Ayo...keluar..!" ujar Ferdi dengan suara pelan dan menarik tangan Alya.
Seketika Alya terjingkat dan terpaksa keluar setelah tangannya ditarik Ferdi. Lalu ditariknya kunciran rambut Alya yang mempelihatkan leher jenjang Alya dan Alya hanya bisa membeku kaget.
" Gue suka rambut lo digerai.." bisik Ferdi beralasan padahal dia tidak ingin jika leher jenjang Alya yang putih mulus sampe dilihat cowok cowok didalam sana.
Mereka berjalan bersama dengan tangan Alya yang masih dipegang erat oleh Ferdi.
Didepan pintu masuk Ferdi mengeluarkan sebuah kartu anggota dan langsung diperbolehkan masuk tanpa diperiksa terlebih dahulu bersama Alya, karna Ferdi termasuk pengunjung dengan keanggotaan VIP yang merupakan anggota dengan kekayaan keluarga yang kaya raya. Dan dia termasuk salah satu anggota muda yang selalu datang ketempat itu seminggu sekali.
Begitu masuk mereka langsung disuguhi suara musik yang begitu memekakkan telinga membuat Alya langsung memeluk bahu Ferdi dan menutup salah satu telinganya dengan tangannya yang bebas. Juga lampu remang remang yang membuat mata seakan sulit melihat dengan jelas. Ferdi yang kaget dipeluk bahunya langsung memeluk pinggang Alya dan menaruh kepalanya dibahunya, karna dia tau Alya masih merasa asing dengan tempat seperti mungkin dia belum pernah datang ke ketempat seperti itu.
Disana hampir semua cewek memakai pakaian yang sangat terbuka dan ketat begitu menggoda dimata para cowok hidung belang, ada yang hanya bekerja melayani para hidung belang atau pengunjung yang datang berpasangan atau hanya untuk bersenang senang.
Banyak pasang mata yang melihat kedatangan mereka, mereka berdua terlihat begitu serasi dengan Alya yang cantik dan Ferdi yang tampan.
Banyak cewek yang senang melihat Ferdi yang tampan dengan tubuhnya yang tegap banyak yang berusah menggoda Ferdi dengan senyuman genitnya tapi Ferdi tidak menggubrisnya.
Beberapa cowok hidung belang juga melihat Alya yang begitu cantik dan sexy, tatapan mereka seakan ingin menerkam Alya dan Alya yang ditatap seperti itu merasa risih dan menunduk sambil menarik roknya.
Ferdi yang melihatnya langsung menatap tajam kearah cowok cowok yang melihat Alya, ingin rasanya mencongkel semua mata mereka hingga membuat mereka semua takut.
Ferdi semakin memeluk pinggang Alya erat.
" Apa yang lo lakuin..." kaget saat pinggangnya dipeluk erat oleh Ferdi dan berbicara dengan berteriak karna suaranya bersahutan dengan suara musik yang berdentum keras.
" Kenapa..? lo mau mereka natap lo kayak gitu...?" Ferdi berbisik di telinga Alya merasa kesal akan tatapan cowok cowok brengsek itu.
" Atau jangan jangan lo suka, tubuh lo dilihatin mereka dengan tatapan mesum seperti cewek murahan...!!" berbisik dengan suara tajam.
" Gue bukan cewek yang kayak gitu...!!" sahut Alya jengkel dengan ucapan Ferdi yang sudah merendahkannya.
" Ya udah diem aja, kalo gak mau dilihatin kayak gitu..." ujar Ferdi dan Alya diam tanpa membantah.
Ferdi melakukan itu agar semua yang memandang Alya tau kalo dia itu miliknya dan gak ada yang boleh memandangnya. Ferdi terus mengajak Alya berjalan disisinya tanpa melepas pelukan dipinggangnya melewati lautan manusia.
Ferdi terus mengajak Alya menuju meja dilantai atas yang sudah direservasi. Menaiki tangga dan berjalan lurus hingga akhirnya mereka sampai juga disamping meja tersebut.
Meja dilantai atas termasuk meja VIP yang terdapat meja besar berbentuk lingkaran dan sofa berbentuk huruf "u " melingkari meja tersebut. Satu meja dengan lainnya tersekat oleh kaca besar dan hanya ditempati oleh orang orang yang sudah mereservasinya sehingga tidak terlalu banyak orang yang datang kesana, hanya orang yang berdompet tebal yang bisa mereservasinya karna harganya yang termasuk mahal untuk bisa duduk disana.
" Nanti lo jangan banyak bicara...." titah Ferdi sebelum menyapa sahabatnya.
" Hemm..." jawab Alya mengangguk mengerti.
" Hai broo...!" sapa Ferdi pada teman temannya dengan berteriak karna suaranya pasti kalah dengan suara musik di club tersebut.
" Hai....!!" sahut semua sahabatnya dengan berteriak juga.
" Lama amat lo..." kata Beni merasa jengkel menunggu Ferdi meskipun mereka ditemani cewek kencan mereka.
" Soryy....tadi jalanan macet..." sahutnya lalu mengajak Alya duduk di sofa disebelahnya.
Mereka bertiga melihat cewek yang datang bersama Ferdi, mereka terkejut dan melongo terpesona dengan kecantikan cewek yang diajak Ferdi begitu cantik dan anggun dengan baju yang sangat cocok dipakainya hingga memperlihatakan tubuhnya yang tinggi langsing semampai.
" Wah...mangsa baru nih...!! ejek Bian menaik turunkan alisnya menggoda Ferdi.
" Boleh juga...!!" sahut Roni tersenyum cerah.
" Boleh kenalan gak...?" tanya Roni Alya hanya mengangguk.
" Gue Roni..." mengulurkan tangannya.
" Gue Alya...ka..."
" Namanya Alya, cewek gue..." memotong ucapan Alya dan mengenalkan Alya sebagai pacarnya didepan sahabatnya.
Lalu mereka satu persatu berkenalan begitu juga dengan cewek cewek yang duduk disana.
" Lo tinggal dimana...?" tanya Roni
" Gue baru pindah dari London..." jawab Alya dengan suara keras.
" Sekarang gue tinggal sama...." belum selesai ngomong sudah dipotong lagi sama Ferdi.
" Dia tinggal sama saudaranya di Pondok Indah..." sahut Ferdi memotong ucapan Alya.
" Udah berapa lama tinggal di London..." tanya Bian dengan tersenyum cerah.
" Udah ada cewek..!!gak usah tikung cewek gue juga..!! kesal Ferdi.
" Gak usah marah kali...gue gak akan nikung punya lo...!!" senang melihat Ferdi yang cemburu.
Lalu mereka sibuk dengan pasangan masing masing.
" Kenapa harus ngenalin gue cewek lo..." tanya Alya berbisik ditelinga Ferdi dengan suara yang ditekan menahan marah.
" Gue gak mau lo ngenalin diri lo sebagai kakak gue, ngerti..!!" berbisik di telinga Alya.
Ferdi hanya tersenyum mendengar pertanyaan Alya lalu menoleh dan menatap Alya.
" Lo mau gue bilang kalo lo kakak gue...?he he..jangan mimpi..! karna gak ada yang tau gue punya kakak.." sahut Ferdi dengan senyum licik.
Mereka semua bersenang bersenang dengan saling mengobrol satu sama lain. Alya merasa senang karna teman Ferdi termasuk teman teman yang asik diajak ngobrol, berbeda jauh dari Ferdi yang bersifat dingin dan galak.
eh tunggu2 kok ada nama tiara yg sllu disebut oleh author🤔