NovelToon NovelToon
BODYGUARD CANTIK SANG ARTIS

BODYGUARD CANTIK SANG ARTIS

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Contest / Trauma masa lalu / Gangster / Duniahiburan / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / CEO / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Alfiina nurul

Perjalanan hidup seorang gadis bernama Vega Clarista dengan bayang-bayang masa lalu. Tujuan hidupnya berubah sejak menyaksikan sendiri ayahnya tewas di depan matanya. Segala cara ia tempuh untuk mencari pembunuh sang Ayah. Hingga ia menghimpun pasukan menjadi sebuah genk yang mereka juluki sebagai Genk X, yang tujuan awalnya agar kelak dapat membantunya menyelesaikan misi hidupnya.
Meskipun banyak menghabiskan waktu hidup di jalanan, namun jiwa penolongnya selalu bergejolak tatkala melihat ketidak adilan di depan matanya. Meskipun akibatnya ia harus di hadapkan dengan banyak musuh karena aksi kepahlawanannya.
Kemampuan bela diri yang ia kuasai sejak kecil menghantarkannya bertemu dengan pengusaha kaya yang memintanya menjadi bodyguard putranya yang berprofesi sebagai artis dan penyanyi bernama Devano Zidan haidar. Rencana yang di susun oleh keluarganya membuat Devan merasa kebebasannya semakin terkekang, ia pun berupaya membuat rencana agar Vega tidak betah bekerja dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfiina nurul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bodyguard Terselubung

Vega dan timnya terkepung dalam kobaran api. Pintu utama tertutup atap yang terbakar. Dalam situasi genting mereka berlarian mencari jalan keluar.

" Berhenti! jangan berpencar kita harus berkumpul dalam satu titik," Vega memberi intruksi.

Semua orang akhirnya merapat ke tempat Vega berada. Mereka mengikuti Vega mencari jalan, namun semua jalan buntu. Mereka sudah terbatuk-batuk karena menghirup asap tebal.

Detik-detik terakhir pria yang tertinggal datang membuka pintu belakang yang terkunci dari belakang. Dengan sekuat tenaga pria itu memukul gembok dengan batu. Akhirnya pintu belakang terbuka. Vega dan tim akhirnya menemukan cahaya dalam gelapnya asap tebal.

" Ayo cepat kesini!" teriak pria yang membuka pintu belakang.

Semua tim berlari keluar ruang terbuka. Mereka menghirup udara sekuat-kuatnya mengganti oksigen yang terkuras di dalam. Kedua laki-laki itu merangkul pria yang menolong mereka tadi.

" Ternyata kamu bisa diandalkan juga, aku kira selain merepotkan kamu juga akan menyerah?" puji pria yang lain. Pria yang menolong itupun tersenyum bangga dengan menepuk dadanya sendiri.

Vega dan tim terkejut mendengar suara tepuk tangan. Mereka serentak menoleh kearah suara. Sakti bertepuk tangan dan berkata," God job!"

Devan dan Ferdi menyusul ke lokasi menggunakan mobil golf. Wajah Devan tidak sebahagia Ferdi, ia sangat tidak senang akan keberhasilan Vega, dan itu berarti ia mau tidak mau harus menerima vega menjadi bodyguardnya.

Sakti mengevaluasi latihan Vega dan tim. Mereka berkumpul di markas, Ia memberi pujian atas kekompakan tim, namun ia juga mengomentari cara kerja mereka,

" Ingat tujuan utama kita adalah client, jadi yang harus kita utamakan adalah keselamatannya, bukan saling menunggu anggota tim, apa lagi bila ada salah satu yang menghambat maka fokus kita adalah orang yang kita lindungi bukan orang lain," ujar Sakti dengan keras dan tegas.

" Berarti kita harus meninggalkan anggota tim yang mungkin akan ternunuh juga?" tanya Vega protes.

" Benar, kita bertugas melindungi bukan malah sebaliknya kita yang butuh perlindungan. Kalau kita sudah terjun dalam tim pengawalan maka taruhannya adalah nyawa kita demi keselamatan client ," jawab Sakti.

Vegapun terbengong, pikirannya meresapi apa yang di katakan Sakti barusan. Ia berarti harus mempertaruhkan nyawanya demi Devan. Orang yang sejak dulu selalu mencari gara-gara dengannya.

" Ve, apa yang kamu pikirkan?" tanya Sakti yang merasa Vega tidak mendengarkan intruksinya.

" Iya Bang, ada apa?" tanya Vega gelagapan.

" Kamu dari tadi tidak mendengarkan? Baik saya ulangi lagi . Ve kamu akan menjadi bodyguard terselubung bagi Tuan Muda," ujar Sakti.

" Apa msksudnya?" tanya Vega

" Maksudnya kamu menjadi bodyguard yang menyamar, jadi kesannya orang melihat bahwa kamu dan Tuan Muda adalah teman, rekan kerja bahkan kekasih, sehingga kamu tidak perlu memakai seragam, tapi menyesuaikan dengan kondisi dan situasi client."

" Ribet sekali Bang, aku kira hanya mengikuti kemana dia pergi gitu aja," ujar Vega kurang bersemangat.

"Tuan muda sebenarnya sejak dulu tidak mau di kawal oleh bodyguard. Itulah yang merepotkan kami sejak dulu, karena tuan muda sering kabur dari pengawasan kami. Akibatnya kami yang selalu mendapat teguran dari Tuan besar,"

" Tinggal jitak saja artis resek kok bingung," ujar Vega.

" Jaga bicaramu Ve,"

" Maaf Bang,"

" Kamu dan saya akan bertugas malam ini mengawal Tuan muda. Saya akan mengawasi dari jarak jauh. Kamu harus memastikan Tuan muda selalu aman!"

Sakti atas perintah Devan mendatangkan perias untuk mengubah penampilan Vega.

" Susanto kamu urus dia!" perintah Sakti pada Susan seraya menunjuk Vega.

" Susan Bang," ujar Susanto membenarkan panggilan untuk namanya sendiri. Pria gemulai itu menyebikkan bibirnya ketika Sakti tidak menghiraukannya.

" Aku mau diapain?" tanya Vega penasaran.

" Ih gadis cantik, eyke akan membuatmu lebih cantik, bahkan melebihi para model," jawab Susan.

Vega hanya menurut, membiarkan Susan merias wajahnya. Namun Vega menolak ketika meminta memakai gaun panjang berwarna maron yang terbuka di bagian atas dan belahan bawah setinggi paha.

" Aku tidak mau memakai itu, bagaimana aku bisa melindungi Tuan muda, kalau berjalan saja ribet,"

Akhirnya Vega memilih dress pendek yang bagian bawah lebih lebar, sehingga memudahkannya bergerak ketika terpaksa bertarung. Warna baby blue dan model korean style menjadi pilihannya. Ia memilih sepatu tidak tidak ber hak tinggi, karena badannya pun sudah tinggi semampai bak model.

Vega keluar dari kamar ganti, Sakti sudah berdiri dengan terpaku. Susan pun menggodanya, " Eh bambang tamvan jangan lupa napas! Gimana hasil karyaku?"

Sakti yang terpana melihat kecantikan Vega menjadi gelagaban dan mencoba mengalihkan pembicaraan, " Eh,,Ah,,sudah-sudah ayo cepat keluar, tuan muda sudah menunggu kita," ucap Sakti.

Vega dan Sakti menunggu di depan pintu rumah utama keluarga Haidar. Sakti menghubungi Devan, bahwa mereka sudah siap dan bertanya apakah bosnya itu sudah mau berangkat. Devan dan Ferdi segera turun dari lantai dua rumahnya. Ferdi membukakan pintu, mulutnya menganga terpukau. Devan bingung apa yang terjadi dengan asistennya itu. Iapun segera keluar.

Sejenak ia terpukau dengan kecantikan gadis di hadapannya. Namun ia segera menguasai diri, agar tidak ketahuan oleh siapapun kalau dia mengagumi kecantikan bodyguard barunya itu.

" Ayo cepat berangkat, sampai kapan kamu mau bengong disini?" tanya Devan dengan kencang menyadarkan asistennya yang terbengong-bengong.

" I iya Bos!" Ferdi menyusul Bosnya yang sudah duduk di dalam mobil.

Ferdi dan Vega berebut duduk di depan, membuat mereka saling bertabrakan. Akhirnya Vega mengalah, itu artinya ia harus rela duduk berdampingan dengan Devan. Ia pun masuk ke dalam mobil, untuk sesaat mereka saling berpandangan namun seketika mereka saling memalingkan muka.

Devan duduk dengan santai memasang earphone mendengarkan lagu lewat ponselnya. Vega hanya menghela nafas berat mendengarkan suara Devan yang ikut menyanyi. Vega mengakui dalam hati bahwa suara Devan memang bagus.

Sampailah mereka di sebuah hotel berbintang lima. Sebelum turun Devan memperingatkan Vega,

" Tunggu! Di dalam nanti jangan banyak bicara dan bertingkah, ikuti apa yang aku minta! atau kamu tahu sendiri akibatnya," ujar Devan mengancam.

Vega hanya bisa pasrah ketika Bosnya itu mengancam. Ia hanya penasaran, apa yang akan Devan lakukan. Ia berharap Devan tidak berbuat macam-macam.

Mereka memasuki Golden Ballroom tempat diadakannya pesta ulang tahun pernikahan orang tua Leon, teman Devan. Devan memberi ucapan selamat kepada mereka,

" Om Jordan, Tante Karla selamat ya," ucap devan seraya menyalami mereka bergantian, begitu juga dengan Devan.

" Trimakasih Devan, wah cantik sekali, siapa lagi yang kamu ajak ini? apa ini artis pendatang baru? Kalau ini mending di seriusin jangan kebanyakan settingan?" ucap Tante Karla.

" Ah Tante kebanyakan nonton acara gosip. Dia temanku tante," Jawab Devan. Vega hanya bisa diam dengan memasang senyum termanisnya.

Leon tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Vega. Ia pun mengantar Devan dan Vega ke tempat duduknya, setelah Devan secara sengaja menginjak kakinya.

" Auww!"

" Maaf tidak sengaja," ucap Devan.

"Gebetan baru Brow!" bisik Leon pada telinga Devan.

" Nanti aku ceritakan," jawab Devan, balas berbisik.

" Kalau lo gak mau buat gue aja," bisik Leon.

" Sampai kapan kalian berdiri di sini bermain bisik berbisik?" protes Vega. Devanpun menarik tangan Vega menuju tempat duduk.

Setelah duduk tiba-tiba seorang gadis mencium Devan dari belakang, " Hai Sayang apa kabar? kamu sudah melupakanku ya, mentang-mentang sudah punya pacar baru," ucap seorang model bernama Beby sembari melirik kearah Vega.

" Maaf Beb, bukannya aku lupa, hanya akhir-akhir ini sedang sibuk saja," jawab Devan.

Beby melambaikan tangan meninggalkan Devan. Devan melihat ke arah Vega yang kesal. Rupanya ia kurang menyukai hal yang berbau pesta.

" Jangan perlihatkan wajah jelek seperti itu! Apa kamu cemburu melihat gadis itu menciumku?"

" Untuk apa aku cemburu?" jawab Vega memalingkan muka.

Devan menyadari ia salah bicara. Ia kembali memberikan tugas pafa Vega. Tugas yang mudah, hanya ingin Vega mengikuti skenarionya saja. Ia ingin membuat perhitingan degan Raymon yang telah mengalahkannya dalam taruhan.

" Kamu harus membantuku mengambil barangku yang hilang gara-gara kamu. Kamu harus berpura-pura menjadi pacarku di hadapan Raymond," ucap Devan.

" Barang apa? Siapa Raymond? kenapa gara-gara aku?" tanya Vega.

" Nanti juga kamu akan tahu," jawab Devan.

Acara di mulai acara demi acara telah dilalui giliran Devan menyumbang suara emasnya. Devan berjalan kearah panggung. sorak sorai terdengar dari para Fansnya. Membuat Vega bergumam dalam hati,

Hanya saja mereka tidak tahu sifat asli artis idolanya itu, kasihan mereka korban pencitraan idolanya. Selain suara bagus apa sih yang mereka sukai? Kalau tahu sifat aslinya pasti mereka juga bakal ilfiil sendiri.

Sayangnya suara merdu Devan menyanyikan lagu pop membuat para tamu tersihir, seolah masuk kedalam lagu romantis yang di nyanyikan oleh Devan. Begitu juga Vega yang ikut larut dalam lagu, namun bukan Devan yang ia pikirkan melainkan laki-laki yang telah mencuri hatinya sejak kecil dan membelenggu hatinya dengan ikatan rindu yang begitu kuat. Siapakah dia? Dialah Galang yang telah menyelamatkannya dari pengkroyokan preman dan juga mengajarinya menggunakan pistol.

1
Novi Yanti
harus nya njanggan cerita kesembarang ora gimana sii
~Daf r r
mantap
fulana anonymous
mantaffff....that was an epic closure ... udh kek pilem² genk² Amerika, di benakku kek pilem Face Off, pas lagi perang pamungkasnya....
fulana anonymous
asli ini bagus lho storyline nya
fulana anonymous
ya Kali butuh dompet di pulau hehehehe kagak peka hahha
Sekuntum rosella Pelipur lara
oke
Eli Supriatna
mantap thor, terima kasih, atas cerita nya,
Alfiina Nurul: Terimakasih kunjungannya Kakak,,,,
total 1 replies
Eli Supriatna
thhor kasih kedewasaan donk sama vega, kan dia pemimpin genk
Eli Supriatna
semoga anak nya lekas sembuh, tante author,
Eli Supriatna
semangaatt thor
Eli Supriatna
semangat thor
Eli Supriatna
lanjut thor
Eli Supriatna
devan payah
Eli Supriatna
lanjut thor
Eli Supriatna
visual ny mntap
Eli Supriatna
mantap thor
Eli Supriatna
god cantik ,
Pa'tam
menarik
kiky+25
keren 👍🏻👍🏻
Rudi R
Keren bang..
Shen月呀: Mampir kak ke hantu tampan dan CRUSH karya berry once.
Invisible friend karya Berrybunny 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!