NovelToon NovelToon
Untuk Kamu 4 ( Detak Nadi )

Untuk Kamu 4 ( Detak Nadi )

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: NaraY

Saat kamu datang, hatiku masih penuh bertahta nama Carissa. Gadis cantik impian setiap pria, punya karir mandiri dan pintar.

Awalnya aku melihatmu sebagai gadis yang urakan, pecicilan, cerewet dan sangat menyebalkan dan bukan kriteria ku.

Namun..kisah kita membawaku pada jiwa yang lain. Kamu adalah wanita yang berbeda dari apa yang aku lihat. Kamu hanya bersembunyi pada kesakitan dan keluguan diri.

Kamu dan Carissa sungguh sangat berbeda. Perlahan nama Carissa menghilang dan berganti dengan namamu. Teriring doa terucap namamu. Dalam detak nadiku, ada dirimu

Love by Lettu Arben and Nadira Anjani.

Bersama dalam cinta Abrian dan Ariela ( Lilan )

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Puma's Wife

"Mohon maaf mbak Wati, saya sedang bertugas dan tolong jangan seperti ini. Saya sudah menikah! Nggak enak di lihat sama yang lain" ucap Arben tegas.

"Permisi!!"

-_-_-_-_-

"Biang rusuh!!!" Arben menghajar pemuda pembuat onar di kampung warga dan menghajar pemuda itu dengan selang.

"Mau jadi apa kalian??? Beban orang tua??"

"Ampun paakk" teriak pemuda itu bersahutan.

"Mental tempe saja berani berulah!" Arben kembali menghajar para pemuda urakan itu.

Sesaat kemudian ia melihat jam tangannya, sudah jam 11.30 malam. Perasaannya cemas memikirkan istrinya di kontrakan sendirian.

"Saya tinggal ya!" pamit Arben pada anggotanya.

-_-_-_-

Arben masuk ke dalam rumah menggunakan kunci cadangan yang tadi sempat di ambilnya.

Dilihatnya Dira tidur dibawah selimutnya, nampak tenang dan namun terlihat kurang nyaman.

"Badannya sakit ya?" sapa Arben yang melihat Dira tidur di kasur kapas jaman dulu yang sudah tipis di atas bale bambu.

"Nggak juga!" jawab Dira yang terlihat biasa saja. Namun saat akan bangkit dari tidurnya, punggung Dira terasa sakit.

"Bang.. sakit" ucapnya menunduk manja.

"Sudah Abang kira kamu pasti nggak enak tidurnya. Itu selimut Abang di mess Abang bawa kesini untuk alas kamu tidur" kata Arben sambil menunjukan selimut yang ia bawa.

"Terus Abang pakai apa disana?"

"Abang gampang. Jangan pikirkan Abang. Tidur di atas lumpur pun nggak masalah" jawab suaminya yang membuat perasaan Dira menjadi trenyuh tak menentu.

Saat saling menatap perut Dira berbunyi nyaring. Arben tersenyum mendengarnya, istrinya pasti sangat kelaparan. Mie instan yang ia bawa dari kota pun tidak di masaknya. Bagaimana bisa memasak kalau di sana rata-rata orang menggunakan tungku kayu dan istri Arben itu tak bisa menggunakannya.

"Lapar ya, sini masak sama Abang! Ini Abang bawa ubi.. mau nggak?" tanya Arben.

"Mau.."

Arben begitu trenyuh dan sedih melihat Dira harus hidup susah saat mengawali KKN nya.

"Ternyata ubi enak juga ya bang" kata Dira makan ubi yang dibawanya dengan lahap.

"Habiskan semua! Setelah itu Abang ajari masak. Besok kita lanjut belajar survival di hutan belakang" ajak Arben.

Dira mengangguk karena menganggap semua itu mudah adanya.

#

"Uhuukk..uhuuuukk" Dira terbatuk karena tidak bisa menyalakan api.

" Ditiup sayang!! Bukan dihisap" kata Arben mengarahkan.

Setelah beberapa kali percobaan akhirnya api itu nyala juga dengan sempurna. Air yang mereka masak juga sudah mendidih. Dua bungkus mie instan pun telah selesai mereka makan.

"Abang tau kita hidup di jaman modern. Tapi diingat apa yang Abang ajarkan meskipun terlihat tidak berguna" tegas Arben.

"Iya bang.

"Ya sudah kita mandi dulu. Air seadanya, yang penting mandi!"

"Disini bang?"

"Iya, di dapur ini beralas bata. Lebih aman kamu mandi disini kalau nggak ada Abang"

#

Mandi pun menjadi acara yang panjang karena mereka melakukannya sekali lagi sebelum benar-benar mandi tengah malam itu.

***

Dira sedang minum es dawet ayu di pinggir pantai bersama teman-temannya. Tak disangka ada Lili yang menyapa Dira.

"Tante Dira. Mau duduk disana nggak sama papa" tanya Lili dengan mimik penuh permohonan.

"Maaf sayang, Tante Dira nggak bisa! Tante masih ada tugas" tolaknya secara halus.

"Ayolah Dira, sebentar saja. Baru kali ini Lili mau berinteraksi dengan perempuan lain" ajak Tino.

"Baiklah kalau begitu mas. Tapi Dira ajak Rima dan Dania" ajak Dira. Meskipun merasa tidak nyaman, tapi Tino mengabulkan permintaan Dira daripada Dira tidak ikut bersamanya sama sekali.

"Silakan" Tino membuka jalan untuk Dira dan temannya.

-_-_-_-_-

Arben dan anggota yang lainnya sedang menyisir lokasi di tempat Dira berada. Ia melihat istrinya sedang duduk berhadapan dengan Tino sedangkan anak perempuan Tino duduk di samping istrinya dan sedang disuapi Dira. Ada rasa kesal di hati Danki itu, tapi untuk apa marah? Dira memilih makan bersama temannya juga dan pandangan mata Dira selalu mengarah pada gadis cilik itu. Hanya saja tatapan mata Tino sungguh tidak bisa di toleransi Arben.

"Mata itu bikin aku kesal saja. Ingin sekali kutonjok wajahnya yang sok ganteng itu. Berani sekali dia mengganggu istri Arben Puma" gerutu Arben dalam hati.

Saat Dira melihat Arben disana, Dira ingin menyapanya tapi Arben meletakan telunjuknya di depan bibir memberi isyarat agar mereka berprofesional kerja selama di luar. Begitu juga saat teman Dira tau, Arben pun melarangnya bicara.

"Heh tentara, capek sekali aku lihat kalian mondar-mandir seakan banyak kerjaan. Padahal kerja kalian hanya seperti ini.. wira wiri tidak jelas" kesal Tino yang tidak suka pada sosok militer, terus menatap bola mata Arben yang membalas tatapan matanya juga.

"Gaji kecil saja banyak gaya"

"Ayo kita pergi dari tempat ini" ajak Tino yang saat itu menggandeng Dira padahal putrinya sedang asyik makan.

Dira ikut kesal karena secara tidak langsung, Tino juga menghina suaminya. Ia melepas kasar tangan Tino tapi bapak satu anak itu meraihnya lagi.

"Anda boleh tidak suka dengan profesi saya. Tapi setidaknya biarkan putri kecil anda makan dulu. Jangan karena keegoisan papanya lalu anak yang jadi korban" ucap Arben masih menekan jauh perasaannya.

"Tau apa anda soal anak? Menikah saja masih penuh aturan. Dan lagi banyak wanita yang mau menikah dengan tentara padahal mereka sering ditinggal jauh" cibir Tino membuat Dira tidak terima.

"Mas Tino, tadinya Dira punya rasa kagum sama mas yang bisa menjadi orang tua tunggal untuk Lili. Tapi Dira kecewa karena mas merendahkan orang lain yang memiliki sebuah profesi dan itu halal. Tentara itu mengabdi. Menjaga keamanan negara" Dira pun pergi diikuti teman yang lain.

"Dira,. kenapa kamu nggak bilang saja kalau bang Arben itu suami mu?" tanya Dania gemas dengan kelakuan Tino.

"Abangku melarangnya. Abang paling tidak suka kalau Dira pamer profesinya" jawab Dira.

"Hmm.. tapi aku juga penasaran Dir, selama jadi istri Bang Ben apa kamu bisa membeli apa yang kamu mau. Skincare yang lumayan harganya misalnya?" Rima juga ikut penasaran.

"Bisa lah. Kenapa tidak? tapi kami para istri prajurit dituntut untuk tidak berlebihan dalam segala hal. Tapi bersikap santun yang harus di junjung" jawab Dira.

Rima dan Dania mengangguk meskipun belum terlalu paham dengan maksud Dira.

"Ngomong-ngomong, Bang Ben tampan dan gagah sekali ya Dir. Nggak gemas kamu kalau dekat sama Bang Ben?" Dania mengulik penasaran tentang Arben.

Dira tersipu malu, mengingat perlakuan Arben padanya semalam. Sungguh Dira sangat menikmati menjadi istri Arben. Ia mengingat suaminya sampai membuat pipinya memerah.

"Idiihh.. ingat apa kamu????" tanya Rima.

"Dira kangen Bang Ben" ucapnya pelan sekali.

.

.

.

1
di wish
kok bosan masalah terus
di wish
baca novel bikin gemes....panglima dan letnan tapi kok goblok banget
anna
gereget aku Thor dengan tokoh utamanya disini si bang Ben, entah sudah berapa kali dia lupa kalau punya istri/Hammer//Hammer//Hammer/
Titik Tri Y
Lili anak Toni dirawat siapa?
Siti Zulaikah
Kecewa
Siti Zulaikah
Biasa
Jessi Ananda
Luar biasa
Jessi Ananda
Biasa
Risma Riskita
cocok buat pak tino itu
Al Fatih
bang Arben,, qta d tempat yg sama,, mampir yaaa,, biar ketemu sama temen2 juga d sini
Al Fatih
bisa d maklumi kemarahan bang Arben...,, posisi lagi tugas,, istri berbohong,, trus dlm keadaan kyk gitu....,, sejak awal harusnya Dira sudah faham karakter suami. kalo kata suamiq,, ngidam yg wajar itu ga ap2,, tp kalo ngidam yg aneh,, yg bisa membahayakan ibu atw calon debay,, harus kuatin istighfar Krn itu bisikan setan....,, makanya dari sejak tau hamil,, sering dengerin murrotal biar hawa ibu dan calon debay tenang,, adem ...,, maaf yaa ka Nara berbagi pengalaman sj ..,,
Al Fatih
syukurlah,, ternyata bang Hilman masih selamat
Al Fatih
maaf ka Nara,,, bang Rinto ini apa yg nanti jadi pasangan nya Anye yaa,, sdh baca karyamu yg Q baca smpe lupa2 inget nama para tokohnya 😅
Al Fatih
ga Trasa ,, bang Hilman sudah menemani jauh perjalanan keluarganya bang Arben
Al Fatih
perasaanku ga enak,, semoga dira baik2 saja....,, ad Rissa si ular beracun dan gata yg oo.. kyk kerbau d cucuk hidungnya,, ga bisa berpikir,, menilai ...,, bukannya lebih percaya sama sodara,, keluarga....,, malah sama si ular beracun
Al Fatih
langsung k sini setelah dari kisah papa Rivaldi sama mama shila
an
kereen
Ariensy Previna
lemes Thor liat Hilman meninggal...Ampe nangis sendiri di stasiun 😭gemeter....

semangat Thor bkin kita jedag jedug trus 💪
putri
😍😍😍😍
mudahlia
wkwkwkwkk hduhhh ngakak bner
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!