Pernikahan sejatinya dilakukan atas dasar cinta sama cinta. Saling mengenal dan saling memahami karakteristik pasangan.
Tetapi bagaimana dengan mereka yang menikah tanpa pacaran?
Akan kah bertahan lama atau malah sebalik nya?
Sepasang suami istri melaksanakan akad nikah tanpa adanya rasa cinta.
Bahkan sang mantan kekasih selalu mengusik kehidupan rumah tangga mereka.
Di awal menjalani hidup bersama suasana terasa hambar. Tetapi setelah sekian lama mereka bersama, akhirnya hubungan mereka pun menjadi harmonis layak nya pasangan suami istri lain nya.
*****
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muni Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permohonan Sintia
Saat tiba di rumah sakit, Arka dengan kedua orang tua nya segera melangkahkan kaki mereka menuju kamar vip yang di tempati oleh Zainab.
"Sepertinya ke arah sana Ar. Kata abang mu lantai 3." Ucap nyonya Ajeng seraya menunjukan telunjuk nya.
Dengan cepat ketiga orang itu melangkah kan kaki nya melewati lorong demi lorong rumah sakit tersebut.
Sesampainya di lantai tiga. Arka dan kedua orang tua nya dengan mudah menemukan ruangan yang di tempati oleh Zainab.
Kebetulan saat itu seorang suster baru saja keluar dari ruangan tersebut.
"Permisi sus, apa benar ini ruangan yang di tempati oleh pasien yang bernama Zainab?" Tanya Arka pada suster itu.
"Betul. Kebetulan pasien baru saja kami periksa." Ucap sang suster.
"Baik, terimakasih sus." Ucap Arka.
Kemudian mereka bertiga segera membuka daun pintu dan melangkah kan kaki nya masuk ke dalam ruangan Zainab.
"Assalamu'alaikum." Ucap Arka dan kedua orang tua nya.
Saat itu Zainab sedang bersandar pada sandaran tempat tidur nya.
Saat menyadari kedatangan ketiga orang itu, Zainab begitu terkejut dan segera merapihkan jilbab nya yang sedikit betantakan.
"Wa'alaikumsalam.. Umi, Abi, Arka." Ucap Zainab pelan.
Senyum nya mengembang saat melihat ketiga orang itu.
"Zain.. Apa yang terjadi pada mu? Bagaimana kondisi mu sekarang?" Tanya Arka dengan raut wajah khawatir nya.
"Seperti yang kau lihat Ar. Aku sudah lebih baik." Ucap Zainab dengan senyuman manis nya.
"Zain.. Apa kau sudah makan?" Tanya nyonya Ajeng seraya menempelkan tangan nya ke dahi Zainab. Memastikan suhu tubuh Zainab.
"Alhamdulillah sudah umi." Jawab Zainab singkat.
"Apa kata dokter, Zain?" Tanya tuan Ahmad seraya mendudukan bokong nya di kursi dekat ranjang yang di tempati Zainab.
"Kata dokter Zainab hanya kelelahan dan kekurangan cairan, abi." Jawab Zainab lembut.
"Ini semua gara-gara Ahkam. Maaf kan atas perlakuan buruk nya terhadap mu ya Zainab." Ucap Nyonya Ajeng.
"Tidak apa-apa Umi.. Jangan salahkan tuan Ahkam. Ini semua sudah kehendak Allah swt. Alhamdulillah Zainab masih di berikan nikmat sakit oleh Allah." Ucap Zainab penuh penghayatan.
"Kau memang anak yang baik Zain. Tidak salah jika abi dan umi menjadikan mu sebagai istri untuk Ahkam." Ucap tuan Ahmad tanpa ragu.
Seketika Zainab tersentak kaget mendengar ucapan tuan Ahmad barusan.
Kedua mata nya membulat penuh.
Sedangkan Arka sangat panas dan dada nya sesak. Rasa nya seperti kesambar petir di siang bolong.
Arka memalingkan wajah nya kesamping.
Pura-pura tidak mendengar ucapan abi nya.
Pada saat itu nyonya Ajeng memperhatikan perubahan di raut wajah Arka.
Nampak nya dugaan nya benar, Arka menyimpan perasaan pada Zainab.
"Maksud abi?" Tanya Zainab masih belum mengerti.
"Maksud nya kami akan menikahkan mu dengan putra kami yaitu Ahkam." Ucap tuan Ahmad penuh penegasan.
"Me...menikah?" Ucap Zainab sedikit tidak percaya atas apa yang dia dengar dari calon mertua nya.
"Betul nak, apa kau bersedia menjadi istri untuk putra kami?" Tanya tuan Ahmad.
Zainab terdiam sejenak tak mampu menjawab pertanyaan yang sungguh berat sekali bagi nya.
"Yasudah kalau kau tak bisa menjawab sekarang. Lain kali saja jika kau sudah mendapatkan jawaban nya." Ucap tuan Ahmad.
Seketika suasana hening tak ada yang berbicara..
Sementara itu ditempat lain.
Terlihat seorang wanita yang berpenampilan sangat modis dan seksy sedang mengendarai mobil nya.
Hari ini Sintia berencana akan menemui Ahkam untuk sedikit bernegosiasi dengan nya.
Bagaimana pun dia masih membutuhkan Ahkam untuk memenuhi kebutuhan duniawi nya.
Sedangkan hubungannya dengan Chandra pun masih berjalan dengan baik.
Sintia memarkirkan mobilnya di garasi besar milik keluarga Ahkam.
Setelah memberi tahu pada satpam yang berjaga bahwa dia adalah kekasih tuan Ahkam dengan mudah Sintia diperbolehkan masuk.
Sintia membuka pintu mobilnya kemudian dia keluar dan melangkah kan kaki nya santai mendekati pintu utama rumah keluarga Ahkam.
"Ning nong." Sintia menekan tombol bel.
Pintu pun terbuka dan yang membuka nya adalah asisten rumah tangga di rumah itu.
"Maaf mencari siapa nona?" Tanya asisten tersebut.
"Saya mencari kekasih saya. Apa kau tidak tahu siapa saya?" Ujar Sintia sinis.
"Maaf saya tidak tahu siapa kekasih nona. Di rumah ini ada tiga lelaki, jadi saya tidak tahu yang mana kekasih nona ini." Ucap mak Siti yang tak lain adalah asisten rumah tangga yang sudah bertahun-tahun bekerja di rumah itu.
"Ck! Kau terlalu banyak bicara nenek tua. Minggir! Aku ingin menemui Ahkam kekasih ku!" Ucap Sintia seraya menerobos masuk tanpa di persilahkan.
"Hei nona.. tunggu sebentar. Tuan Ahkam sedang beristirahat, dia tidak suka jika di ganggu." Ujar mak Siti mengingatkan Sintia.
"Berisik kau nenek tua!" Maki Sintia dengan kaki yang masih melangkah.
Pada saat Sintia telah berada di depan pintu kamar Ahkam, mak Siti kembali mengingatkan Sintia agar tidak mengganggu peristirahatan tuan muda nya.
Tetapi Sintia tak menanggapi ucapan mak Siti, dengan cepat dia menerobos masuk ke dalam kamar Ahkam tanpa permisi.
Mak Siti terkejut melihat sikap Sintia yang tak punya sopan santun.
Dengan cepat mak Siti mengambil langkah seribu.
Sementara mata Sintia begitu berbinar-binar melihat Ahkam yang sedang tertidur tanpa menggunakan baju.
Dada nya yang bidang dan otot-otot perut nya begitu terlihat seksy dimata Sintia.
Dengan cepat Sintia menghamburkan diri nya membenamkan kepala nya ke dada bidang Ahkam.
Menyadari kehadiran seseorang yang dengan tiba-tiba memeluknya, Seketika Ahkam tersentak kaget dan terbangun sambil mendorong wanita yang mendekap nya erat.
"Heiii lepaskan!" Ucap Ahkam seraya mendorong tubuh Sintia.
"Honey.. Aku merindukan mu." Ucap Sintia seraya membelai pipi Ahkam.
"Cih! Kau masih berani menemui ku dan berkata kau merindukan ku!? Aku jijik mendengar nya." Ujar Ahkam sinis seraya bangkit dari tidurnya.
"Honey.. kau sungguh salah faham. Ku mohon dengarkan penjelasanku dulu." Ucap Sintia penuh permohonan.
"Berhenti mengemis dan segera pergi dari hadapan ku! Aku muak melihat mu yang terus-terusan berakting di hadapan ku!" Bentak Ahkam dengan amarah yang mulai memuncak.
"Honey ku mohon beri aku kesempatan sekali saja. Aku masih sangat mencintai mu honey." Mohon Sintia seraya mendekati Ahkam.
"Tak ada lagi kesempatan untuk mu! Kau tahu?! Aku akan segera menikah! Jadi lebih baik kau segera pergi dan lupakan semua tentang ku! Anggap saja kita tidak pernah mengenal!" Ujar Ahkam penuh penegasan.
"Apa? Kau akan menikah? Hahahaha.." Seketika Sintia tertawa mendengar ucapan Ahkam.
"Jangan membohongiku sayang. Aku tahu kau masih sangat mencintaiku, tapi kau gengsi untuk mengakui nya. Ayolah! Kau jangan seperti ini. Kita bisa perbaiki hubungan kita." Ucap Sintia tak percaya atas apa yang di ucapkan oleh Ahkam pada nya.
"Ck! Terserah kau mau berkata apa! Yang pasti tidak akan ada kesempatan untuk mu! Aku sudah muak dengan semua sandiwara mu! Cihh!" Ucap Ahkam sinis.
"Honey.." Baru saja Sintia akan memeluk tubuh Ahkam, dengan cepat Ahkam menghindar dan membentak Sintia.
"Jangan pernah lagi kau menyentuh ku! Aku sungguh jijik terhadap mu! Lebih baik sekarang kau keluar dari rumah ini. Jika tidak maka aku akan panggilkan security untuk menyeretmu dari sini." Bentak Ahkam mengusir Sintia dengan kasar.
Dengan wajah yang menahan amarah akhirnya Sintia pun pasrah dan berlalu meninggalkan Ahkam.
"Lihat saja nanti pasti kau akan kembali padaku!" Ucap Sintia dalam hati.
#Sintia
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
zanab terlalu baik
tidak oleng🙄
tegas gak lemah