NovelToon NovelToon
After 41 Days Marriage

After 41 Days Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Komedi / Detektif / Trauma masa lalu / Keluarga & Kasih Sayang / Mata-mata/Agen / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:15.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tris rahmawati

(21+ Harap bijak dalam memilih bacaan)
Tidak pernah terbayangkan oleh Dilvina keputusan nya untuk pergi ke negara lain meninggalkan pernikahan yang di anggap nya telah gagal dan penuh rasa sakit malah menyambut masalah lain yang lebih parah.

Sebuah kisah kekelaman masa lalu keluarga nya hadir kembali, para pembunuh ayah nya penghancur masa depan keluarga nya saling melingkar berkesinambungan hadir Bersama masa lalu sang suami JULIAN ANDERSON yang merupakan seorang agen rahasia di sebuah organisasi dulu, kini Jullian hadir kembali berusaha untuk memperbaiki pernikahan mereka yang berawal dari keterpaksaan dan perjodohan itu, akankan semua masalah terselesaikan? apakah mereka akan kembali bersama?

“Aku menjadi tahu kenapa Mama memilih Jullian sebagai menantu nya, ya tidak lain mama pasti tahu semua ini akan terjadi!”



“Dan sekarang kau datang? untuk apa lagi Jullian!”


💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tris rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21

Jullian menikmati hari ini beberapa waktu yang lama sudah dia habiskan bersama Dilvi, walau tidak terlalu intens berkomunikasi namun wanita itu selalu berada di sebelah nya, ia sesekali tersenyum, tertawa, kesal membahas seseuatu yang ringan.

Jullian menghangat saat kini semesta memberi nya waktu yang banyak menghabiskan waktu bersama wanita ini, wanita yang sedang tertawa di depan mata memilih hunian untuk mereka, sesekali Jullian menggoda Dilvina, membuat nya bersemu malu memukul dada lelaki itu.

Sungguh, rasa nya ia ingin menitikkan air mata, Jullian tak mampu menahan rasa bahagia nya, setelah memakan waktu yang lama berusaha mendapatkan antensi Dilvi akhir nya ia bisa mendapatkan nya, melihat jelas wajah cantik yang ia selalu ia inginkan ada di hadapan, menatap lekat-lekat tawa bahagia Dilvina senyum simpul yang terkadang melebar atau di tahan.

Berkali-kali rasanya Jullian ingin sekali merengkuh, mendekap nya lama, mengucapkan ribuan kata cinta dari hati nya.

Waktu bergerak maju berputar pasti pada poros nya, setelah sedari pagi mengunjungi beberapa agen property, pilihan Jullian jatuh pada sebuah Appartement, di awal Dilvi menolak karena dia lebih suka tinggal di komplek perumahan dari pada unit Appartemen, namun kembali lagi, dengan alasan keamanan Jullian bersikeras memaksa Dilvi menuruti keputusan nya.

Dilvi melakukan satu kesalahan , dia mengumpat dalam hati, memilih sebuah unit lantai dua namun dua tidak sadar dia memilih sesuatu yang salah, unit itu hanya memiliki satu kamar tidur di atas, lalu bagaimana bisa dia akan satu tempat tinggal dengan Jullian.

Dilvi terus mengedarkan pandangan nya kesekitar, sebuah hunian yang sangat ia suka dan membuat nya langsung jatuh cinta, ini tidak terlalu besar namun seperti nya sangat nyaman.

“Kita bisa membatalkan nya jika kau tidak mau!” ujar Jullian melihat gusar wajah Dilvi

Dilvi mengangkat kepala nya pada Jullian di atas tangga, “Lalu uang mu akan hangus, ku rasa ini tidak terlalu buruk”

“Jika harus, mau bagaimana lagi?” Jullian berjalan membuka kaca gorden di sisi balkon kecil disana mengedarkan pandangan nya kesekitar, “Itu kantor ku, sangat dekat dari sini!” ujar lelaki itu memperbesar suara nya pad Dilvi yang berdiri pada sisi jendela lain

“Dari sini juga café ku tidak terlalu jauh hanya 15 menit lewat jalur timur, lalu bagaimana sekarang, di sini hanya ada satu kamar!” sambut Dilvina mengedarkan manik nya ke laur jendela.

“Kau bisa menempati nya, aku akan tidur di sofa! atau mungkin kembali ke rumah!”

“Tidak!” Dilvi menyahut cepat seketika, “Tetap lah di sini, emm tidak maksud ku...., kau jangan salah sangka aku hanya tidak ingin kau berselisih jika bertemu Damian, itu saja!”

Jullian berdehem, apa pun itu terserah, setitik hangat menyerang dada, Jullian merasa senang Dilvina mengizinkan nya tetap tinggal, apapun itu lagi-lagi ini sudah lebih dari cukup, sebuah senyuman tipis pun terbit dari bibir nya.

“Apakah kita harus merubah intrior nya?” Jullian melangkah mendekat pada Dilvina yang baru saja menduduki sofa.

“Aku fikir belum perlu di rubah kita hanya nya perlu tambahan curtains untuk menutup kaca itu, kau tidak akan nyaman di sofa” tunjuk Dilvi dinding kaca di sana.

“Baiklah, ku serahkan semua nya pada mu!” jatuhkan Jullian tubuh nya di sofa tepat di hadapan Dilvina.

“Lalu bagaimana dengan Fellix?”

“Aku sudah mengirimkan nya sebuah pesan, untuk behati-hati, ku fikir dia sedang berada di luar kota saat ini!”

Dilvi menyandar gusar pada sofa,terdengar jelas helaan nafas nya, “Kenapa sih kalian harus bekerja seperti itu, apakah pernah berfikir bagaimana perasaan istri, anak atau orang tua saat kalian di luar menantang bahaya”

“Itu bukan pekerjaan, itu keahlian!”

Dilvi mendengus malas, “Untuk apa?, keahlian apa, keahlian berkorban untuk orang lain!”

Jullian perlahan bangkit, tidak ingin membahas hal-hal itu terlalu larut, dia tahu Dilvina cemas Wanita itu khawatir, Jullian mengayunkan langkah nya ke arah kitchen set, memeriksa lemari pendingin yang sudah pasti kosong.

“Kau akan makan apa?” Jullian kembali mengayunkan langkah nya ke Dilvi dengan ponsel siap melakukan pesanan.

“Terserah, aku ikut saja! Aku akan membereskan barang-barang ku, setelah itu aku akan pergi!”

“Ehem…”

Dilvina bangkit, berjalan menuju undakan tangga, ia siap naik ke kamar ke tempat barang-barang nya yang sudah di letakkan Jullian, Jullian mulai memesan makanan untuk mereka, ia mendesah pelan, Dilvi akan pergi?

Jullian menunduk, menyentuh kepala nya, dia akan pergi dia sudah janjian dengan kekasih nya? sial nya Jullian tidak bisa melarangnya Ia melemah dia kalah telak, Jullian terlambat Richard sudah lebih dulu memenuhi hati wanita itu.

Lagi-lagi dia hanya punya setatus, setatus yang kuat namun lemah jika mengikuti keadaan yang ada, Jullian menghela nafas nya berat dada nya memanas, tapi bagaimana bisa membuat Dilvi mengakhiri hubungan nya.

Beberapa menit berlalu, Dilvina turun dari kamar, ia terlihat buru-buru melangkah turun di undakan, “Jull, aku pergi sekarang!”

“Sekarang?” ulangi Jullian memastikan ulang. “Makanan kita belum datang, ini juga belum malam!”

“Richard sudah menunggu ku! aku tidak sempat lagi untuk makan, nikmati lah makan mu! Aku pergi dulu!” Dilvina terlihat sangat terburu-buru untuk pergi. “Aku pergi Jul!” pamit nya.

Seorang istri berpamitan kepada suami nya untuk pergi bersama lelaki lain, Jullian mentertawakan diri nya, keanehan apa ini.

Jullian hanya bisa pasrah melihat Dilvi yang begitu excited akan menemui Richard, dia sangat antusias, apalah daya selain pasrah, aku habiskan hari ini untuk nya, dan dia meninggalkan ku untuk lelaki lain.

Dilvi berlari-lari kecil keluar dari lift, melangkah besar berjalan ke arah pintu keluar, ia berlari-lari tak ingin Richard menunggu, “Auhhww!!” shit Dilvi keselo kaki nya terlepas dari sepatu, Richard panik, dari dalam mobil ia berjalan cepat ke arah Dilvina

“Dill, hati-hati!” Richard berjongkok lelaki itu menyentuh kaki Dilvina,”Sakit?” Richard mengadah ke atas, menatap pada Dilvina di atas nya ia merintih sakit namun meminta Richard berdiri, namun Richard tetap berjongkok memijat kaki Dilvina lembut, mengusap-usap bekas merah di sana, hingga beberapa menit kemudian Dilvi merasa malu atas hal yang Richard lakukan ia pun memaksa lelaki itu untuk bangkit.

“Aku baik-baik saja Rich berdiri lah!” Dilvina meraih tangan Richard untuk dia bangkit.

Lelaki itu pun bangkit menatap khawatir manik Dilvina

“Kau yakin kau baik-baik saja Dill, aku tidak masalah jika kita tunda, kaki mu akan membuat mu tidak nyaman pergi lah beristirahat…”

Dilvina tersenyum, “Aku baik-baik saja Rich ini hanya keseleo kecil!” Dilvi menggerak-gerakkan kaki nya.

“Kau, yakin kita bisa pergi?”

“Iya” sahut wanita itu tersenyum.

“Apapun yang kau rasakan ku mohon jangan menahan nya Dill!” tegas lelaki itu menatap serius kekasih nya dan di beri anggukan oleh Dilvina.

Richard segera membukakan pintu untuk Dilvi, mempersilahkan wanita itu untuk masuk di ikuti dia yang segera memutari mobil untuk masuk.

Sebuah interaksi yang sangat menusuk mata menelusup ke dalam jantung Jullian, ia menarik nafas nya perih, di saat yang sama ia turun mengambil orderan makanan nya, menatap jelas bukan shilluet, sepasang hubungan yang manis saat sang leleki berjongkok memegani kaki kekasih nya.

Si wanita tampak membungkuk meminta kekasih nya bangkit, mereka sudah sangat jauh mereka sudah saling mengkhawatirkan.

Jullian melangkah pergi orderan nya sudah datang, langkah nya berat, dada nya sesak kini ia hanya bisa menghitung waktu entah kapan Dilvina akan kembali, dia mungkin sedang tertawa bersama kekasih nya, menceritakan hari, menghabiskan malam indah bersama.

Jullian memejam, hati nya benar-benar tersayat, luka nya menganga, baru rasa nya semalam dia memeluk wanita itu erat-erat merasakan dia milik nya, namun benar nyata nya tidak.

.

.

.

1
Nayy
lihat peta...lihat peta...🤣🤣
Nayy
beg*
Nayy
ku baca lagi dan lagi
"fase paling tinggi mencintai adalah mengikhlaskan" tapi aq ora isok thor 😭😭
dian rahma
udh kelewat bgt ya Allah.. ini udh 2026 dan aku baru tau ada karya Ka Tris yg baru. pdhal lagi maraton reread kisah dr NadilaDimas ampek Jullian Dilvi eh ada yg baru kisah Auriga ternyata. pdhal masih pengen reread Sophie Felix abis ini,,
habis gas Auriga setelah reread semua karya Ka Tris disini... meni kangen sangaatt
dian rahma
reread ini tetap terharu tp bisa senyum juga dgn panggilan Mommy Coco untuk Sophia dr Felix..
dian rahma
ini udh 2026 dah kisah mereka masih seseru ini aku bacanya. lagi reread novel Ka Tris disini satu persatu... sekangen itu sama mereka
siska nirmala
aku baru mampir thor..baca julian setelah baca auriga, jadi penasaran kisah mama papa auriga
Nofta Putri111
semangat thoor/Applaud//Applaud/
Lila Susanti
nancyyyy /Joyful//Joyful//Joyful/
Lia Yulia
astagaaaa😂😂😂
Lia Yulia
Frans pakai jurus seribu alasan🤣🤣🤣
Nurhasanatul Laela
Luar biasa
Merri Dawati
sudah berulang klie mbaca nya saya tidak pernah bosan...benar benar bagus cerita nya
DIAN Riskawati
aku baca lagi kak,,,,kangen di tahun 2021 baca novel ini
Isnay Dewi73
Luar biasa
Herlinawati Ana
🤣🤣🤣 polos nian dikau Dilvina😂😂😂
Titin Suprihatini
ka tris akhirnya balik ke si biru
Bengkalis- Eva Okktafia
Luar biasa
Herlinawati Ana
balik lg ksni smbil nugguin On Going Anaknya biar gak gabut ya bc ksah Mommy n Daddynya aja dlu... star On 29012025 😍
Icha Okta
karyanya kak Tris gak pernah ngebosenin malah bikin kangen😘😘😘👍👍👍
Herlinawati Ana: aq juga bc ulang ni kak🤭
biar gak gabut nugguin On Going anaknya Jullian n Dilvi...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!