NovelToon NovelToon
Keluargaku Adalah Hama

Keluargaku Adalah Hama

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Nikah Kontrak / Balas Dendam
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Aminah dipaksa Bekerja banting tulang untuk kesejahteraan semua anggota keluarganya tapi tak pernah dianggap sama sekali.

Bahkan lelaki yang dia cintai dan dia bantu mencapai cita-cita nya pun menusuknya dari belakang dengan memanfaatkan dirinya,

Mampukah dia bangkit setelah semua kesakitan yang dia terima

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Matanya menunduk sambil berkaca-kaca, dia ingin kembali sekolah seperti dulu tapi melihat keadaan ibunya yang tidak bisa apapun membuatnya mengurungkan niatnya, dia kasihan pada ibunya karena kedua kakaknya sama sekali tidak mau mengurus sang ibu.

"Ya sudah tidak apa-apa, nanti sekolah lagi, urusan ibu kakak akan bantu carikan pengurus untuk mengurusnya".

Aminah menghela nafasnya, perasaan bersalah mulai merayap pada hatinya, walau dia tidak sepenuhnya memaafkan keluarganya tapi sebagai seorang anak dan kakak dia memiliki rasa tanggungjawab seperti ini.

"Kakak serius?". Tanyanya dengan mata berbinar.

"Iya, bisa kakak masuk?, kakak ingin ketemu sama ibu". Ucapnya pelan setengah ragu.

Sejujurnya dia khawatir kedatangannya ini menimbulkan masalah baru tapi dia tidak bisa memungkiri rasa khawatir kepada sang ibu.

"Bisakah kakak membawa aku dan ibu dari sini?". Cicit Mayra dengan pelan.

Aminah menatap sang adik dengan kening mengkerut karena tidak mengerti maksud perkataannya barusan

Melihat sikap sang kakak, Mayra menunduk dan takut menyampaikan sesuatu yang akan membuat kakaknya sangat terkejut

"Ayah berselingkuh kak, ayah sering membawa selingkuhannya kesini untuk membuat ibu semakin sakit, kata ayah dia berharap ibu cepat mati agar bisa menjual rumah dan semua milik ibu saat ini".

Mata Aminah membesar sempurna, bagaimana bisa ayahnya bertingkah sekejam itu pada ibunya hanya karena ibunya sedang struk seperti itu

"Jangan bercanda Mayra, bagaimana bisa ayah berselingkuh seperti itu". Jawabnya dengan suara sedikit meninggi.

"Itu benar kak, sejujurnya aku takut jika ayah diluar kendali dan membunuh ibu perlahan, dia tidak pernah mau membiayai pengobatan ibu bahkan untuk makan saja, aku berjualan keliling untuk bisa mendapatkannya".

Airmatanya menetes pelan, bayangan ayahnya beberapa kali menampar dirinya dan juga sang kakak menari-nari dibenaknya, kedua kakaknya sudah tidak tahan dan malah memilih untuk meninggalkan rumah agar bisa selamat dari sang ayah sedangkan dirinya bertahan karena tidak tega pada sang ibu.

Aminah mengepalkan tangannya penuh emosi, bisa-bisanya ayahnya bertindak keterlaluan seperti itu pada adik dan ibunya, dia tidak akan memaafkannya.

"Ayah ada dirumah?". Tanyanya pelan.

Mayra hanya menggeleng untuk menjawab sang kakak karena tangisannya.

Aminah menghela nafas kasar dan langsung berjalan tanpa menunggu sang adik

"Ayo masuk nanti kakak buat perhitungan pada ayah setelah ini".

Dia melangkah masuk menuju kamar sang ibu tapi langkahnya terhenti karena suara sang adik.

"Ibu dikamar belakang kak".

Deg..

Tatapan Aminah semakin menajam, amarahnya kini tengah meluap karena ayahnya sudah keterlaluan.

Dia tidak peduli perkataan sang adik, dia tetap melangkah masuk kedalam dan menuju kamar sang ayah kemudian membukanya pelan, ada hal yang lebih penting yang harus dia urus sekarang.

Dia berjalan ketempat yang tidak ada yang tahu kecuali ibunya dan dirinya sendiri, tempat rahasia sang ibu untuk menyimpan semua berkas dan barang berharga miliknya dan dia yakin ayahnya sengaja menyiksa ibunya karena dia tidak mendapatkan sertifikat dan harta berharga milik ibunya itu.

Dia membuka dan menggeser lemari itu dan membuka brangkas dibaliknya dengan cepat karena dia lah yang tahu sandi nya karena dia pernah mendengar dan melihat ibunya membuka dengan kode itu.

Pintunya telah terbuka,dengan langkah cepat dan setengah terburu-buru dia mengambil semua milik ibunya tanpa sisa dan menyimpannya didalam tas nya beruntung dirinya membawa tas besar.

"Kak, ini". Ucap Mayra tidak percaya.

Barang-barang yang begitu diincar oleh ayahnya ternyata tersimpan disana .

"Keluar dan kunci pintunya Mayra, pastikan tidak ada yang masuk kedalam rumah dan secepatnya bereskan barang kamu dan ibu, kakak akan mengurus ini dulu lalu kita pergi".

Mayra mengangguk kemudian berlari keluar kamar sang ayah dan menuju ruang tamu untuk mengunci pintu rumah supaya tidak ada yang masuk.

Setelah semuanya selesai Aminah mendorong kembali lemari itu dan keluar secepatnya sedangkan Mayra sudah berlari kekamarnya mengambil semua pakaian dan barang-barangnya.

Sedangkan Aminah berjalan menuju kamar belakang tempat ibunya berada, airmatanya menetes melihat kondisi ibunya yang begitu mengenaskan dan kurus.

"Ibu". Suaranya berubah serak dan kini melangkah mendekati sang ibu.

Halimah mencoba mengangkat pandangannya mendengar suara yang begitu sangat dirindukan olehnya.

"Amm..mi..nah". Ucapnya terbata-bata dan terputus-putus.

Air matanya mengalir deras tanpa bisa ditahan, anak sulungnya yang selalu dia sakiti hatinya kini berada dihadapannya dan tengah memeluknya.

"Maafin Aminah Bu, Aminah terlambat datang kesini". Cicitnya pelan penuh kesakitan.

Penyesalan menyusup pada dadanya sehingga membuatnya merasa sesak nafas.

"Ayo pergi dari sini Bu, aku akan bawah ibu berobat kerumah sakit". Ucapnya sambil memeluk sang ibu.

Halimah menggeleng, dia tidak ingin pergi dari sini karena dia tidak mau suaminya menguasai miliknya dengan selingkuhannya.

Melihat ibunya yang menggeleng, Aminah menatap ibunya dengan tatapan teduh khas miliknya.

"Ibu jangan khawatir jika itu soal ayah, akan kuberi pelajaran lelaki itu karena berani melakukan ini pada ibu dan juga adik-adik ku, sekalipun dia ayahku akan ku lawan dia jadi ibu ikut aku untuk berobat yah".

Halimah kembali menggeleng, dia yakin ibunya tidak mau melepaskan rumah miliknya ini.

"Aku sudah tahu semuanya Bu, aku sudah mendapatkan semua milik ibu sekarang, tinggal pulang nanti aku akan jaga kan agar lelaki itu tidak mengambil rumah ibu".

Mata Halimah berbinar cerah mendengar hal itu walau dia mengerutkan keningnya karena tidak percaya.

"Bagaimana mungkin Aminah tahu dimana barang berharga milikku tersimpan?". Cicitnya dalam hati.

Aminah tidak mengatakan apapun tapi mengambil semua barang-barang ibunya dan memasukkan semuanya kedalam koper yang ada disudut ruangan

Halimah mengambil handphonenya kemudian menghubungi seorang dengan cepat.

"Tolong datang yah, bawakan sekalian semua kunci baru terutama pintu rumah dan kamar".

"...."

"Iya tenang saja, aku mau secepat nanti akan kuberi bonus, iya rumahku yang lama, rumah ibuku".

"........".

"Oke aku tunggu sekarang".

Setelah semuanya beres, Aminah kembali memasukkan barang ibunya lagi tanpa memperdulikan apapun tanggapan ibunya.

"Ibu tenang saja, ayah tidak akan menguasai rumah ini, aku jamin itu".

Dia sudah selesai melakukan tugasnya, kini dia kembali berjalan kekamar sang ayah dan membereskan barang lelaki itu dengan asal.

"Tok..tok".

Suara ketukan pintu terdengar pelan, dia berjalan keluar dan membukakan pintu sahabatnya yang memiliki keahlian mengganti kunci pintu jadilah dia melakukannya.

"Masuklah, tolong ini urus yah". Tunjuknya pada pintu utama rumah.

"Iya".

Aminah kembali melangkah masuk kedalam kamar sang ibu dan meletakkannya pada kursi roda setelah semuanya selesai dia mendorongnya keluar

Dia tersenyum sinis begitu pintu rumah telah berganti dan dia memegang kuncinya.

"Ayah tidak akan bisa masuk".

1
Anime aikō-kā
Keluargaku Adalah Hama
Test Baru
kak kok belum up lagi 🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!