Evina adalah wanita biasa yang hidupnya penuh dengan luka. ketika kecil dia pernah dilecehkan oleh orang dekatnya. Ia juga harus menerima segala sakit fisik maupun mental karena keluarganya yang berantakan. Dan Fahri sang pujaan hatinya yang dia kira akan menyelamatkan hidupnya. Nyatanya justru menjadi puncak dari segala dukanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuisakura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EP. 21 SERIUS
Fahri kepikiran dengan kejadian yang dialami Evina. Selama ini tak ada yang mendekati Evina selain Fahri. Berbeda dengan Evina yang mengalami trauma akibat masa lalunya yang pernah mengalami pelecehan sexual. Yang dipikirkan Fahri adalah Agus merupakan saingannya.
“ini,” kata Evina seraya memberikan air mineral kepada Fahri. Mereka sedang pergi jalan – jalan ke pantai Maron bersama dengan Aris dan Siska. Fahri menatap ke arah Evina, lalu tersenyum manis kepadanya.
“kenapa?” tanya Evina, yang kemudian duduk di sebelah Fahri. Mereka sedang duduk di pinggir pantai. Tak jauh dari Aris dan Siska yang sedang berlarian bermain air.
Fahri meraih tangan Evina dan menggenggamnya dengan mesra. Diciumnya punggung tangan evina dengan lembut. Sesekali ia gesekan ibu jarinya merasakan setiap goresan jari jemari Evina.
“emmh, kamu ngga akan ninggalin aku kan, Vi?” tanya Fahri yang masih menggenggam mesra tangan Evina.
“emangnya aku mau pergi kemana? Kan yang bawa motor kamu. Ya berarti yang punya kesempatan ninggalin itu kamu bukan aku,” ujar Evina. Fahri menghembuskan napas dengan kesal, saat mendengar Evina berbicara.
“bukan itu. Kamu nih, kalau diajak ngomong serius selalu gitu,” ujar Fahri kesal.
“ha, ha, ha. Kamu ini kayak anak kecil. Ngambekkan,” kata Evina.
“jangan bercanda. Aku seriusan. Kamu itu orang yang sangat penting untukku. Aku ngga mau sampai kehilangan kamu. Jadi tolong, jangan acuhkan aku, jangan tinggalin aku. Kamu Cuma milik aku,” kata Fahri lagi.
Evina menatap haru dengan ucapan Fahri. Benarkah begitu? Benarkan lelaki ini tulus padanya? Bagaimana jika dia berbohong? Bagaimana jika pada akhirnya dia berpisah?
“kita kan ngga pernah tahu apa yang kan terjadi ke depannya, Ri? Saat ini memang kita bersama , tapi kan ngga ada yang menjamin kalau kita akan terus bersama. Aku bersama kamu aja, banyak orang yang ngga suka. Mereka selalu bilang kalau aku ngga pantes buat kamu,” ujar Evina.
“siapa yang bilang? Apa kamu ngga percaya sama aku? Apa omongan mereka membuat perasaanku berubah ke kamu. Kan, engga, Vi. Aku benar – benar sayang dan tulus ke kamu. Sebelumnya aku ngga pernah kenal sama cewek, Vi. Cuma kamu yang sudah bikin aku gila begini,” Fahri masih menatap serius ke arah Evina.
Evina pun tertawa mendengar untaian kata Fahri. Diusapnya rambut Fahri dengan penuh kasih sayang.
“kamu di pelet atau gimana, sih? Jangan bicara berlebihan begitu. Kita masih muda, Ri.masih banyak kemungkinan terjadi. Aku akan mencoba sebisaku bersama kamu. Tapi jika jalan yang akan kita lalui aku ngga tau bakal seperti apa?” kata Evina lagi.
“aku mau jujur sama kamu,”kata Fahri.
“apa?” balas Evina.
“sebenarnya dalam aturan keluargaku, aku ngga boleh pacaran. Dan orang tuaku ngga tahu aku sama kamu,” kata Fahri. Mendengar itu Evina pun menghela napas.
“ya, aku mengerti,” ujar Evina.
“kamu ngga apa – apa kalau aku ngga ngajak kamu ke rumahku?” tanya Fahri. Evina mengangguk santai. Seperti tak mempermasalahkan apa yang Fahri takutkan.
“kamu ngga mau serius sama aku?” tanya Fahri heran dengan sikap santai Evina.
Evina mengerti Fahri sedang dalam pembicaraan yang serius. Namun ia tak tahu harus menjawab apa. Ia sendiri masih ragu apakah mereka akan terus berjalan.
Sedari awal ia tahu jarak di antara mereka begitu jauh. Dia hanya tak ingin memikirkannya saja. Sekarang ini ia hanya ingin merasakan kebahagiaan yang tak pernah ia rasakan selama hidupnya.
Evina merangkulkan tangannya ke lengan Fahri. Dengan lembut ia menatap Fahri.
“Fahri, bukan masalah aku serius atau engga dengan kamu.
Belum sampai lebih lanjut saja, sudah ada rintangan di hadapan kita. Kita masih SMA, Ri. Perjalanan hidup kita masih panjang. Aku serius sama kamu, beneran. Kamu adalah orang yang membuatku bahagia, Ri. Tapi apa kita bisa bertahan, itu yang harus kita buktikan,” ujar Evina.
Fahri merangkul Evina dengan erat, dikecupnya rambut Evina dengan lembut.
“aku akan ada untuk kamu. Aku janji akan berjuang untuk kamu. Aku janji akan buat kamu bahagia. Aku janji ngga akan pernah menyakiti kamu,” ujar Fahri mantap.
Evina sangat senang mendengar ucapan Fahri. Rasanya bagikan melayang di angkasa mendengar janji – janji itu. Seolah – olah Fahri adalah satu – satunya orang yang membuatnya bahagia.
“janji?” kata Evina.
“kamu ngga percaya sama aku?” tanya Fahri.
Evina hanya tersenyum memandangi Fahri. Mereka kemudian memandang ke arah Aris dan Siska. Sejenak sambil berangkulan mereka terhanyut dalam suasana yang sangat indah.
Tiba – tiba Fahri melepas rangkulan tangannya dari badan Evina, seraya memadang ke arah Evina. Evina pun terheran dengan tatapan Fahri.
“apa?” tanya Evina.
“kamu jangan deket – deket lagi sama mas Agus. Kalau ada urusan sama pramuka bilang aku aja. Biar aku yang ngurus. Pokoknya kalau di sekolah, kalu ngga lagi sama aku kamu harus sama Siska atau sama temenmu yang terpercaya. Eh, tapi cowok mana yang bisa dipercaya?” ujar Fahri yang tiba – tiba berpikir acak.
“kenapa tiba – tiba ngomongin mas Agus. Aku ngertilah, Ri. Setelah kejadian tadi masa, ya kau masih mau ketemu dia. Ya, tapi ngga harus berlebihan gitu. Aku ngga bisa kan, terus – terusan minta ditemenin. Semua orang kan punya urusannya masing – masing,” kata Evina.
“jangan bantah to, Vi. Ini demi kebaikan kamu, udah nati biar aku yang ngomong ke Siska. Kamu itu keras kepala, kalau dikasih tahu ngga pernah di dengerin,” ujar Fahri sedikit kesal.
“jangan bilang ke Siska tentang kejadian itu!” pinta Evina. Fahri memelototinya, bukan karena marah. Hanya saja dia tak habis pikir, Evina masih saja mau menutupi kejadian seperti itu.
“engga, engga. Aku tetep bakal ngomong, aku ngga mau kejadian yang sama terulang lagi. Lagian, mas Agus bakal nemuin kamu terus. Aku ngga mau, nanti lama - lama kamu tergoda sama dia,” kata Fahri.
Evina tertawa terbahak – bahak mendengar ucapan Fahri. Fahri justru cemberut melihat sikap Evina.
“kamu, nih, ya, ada – ada aja. Mana mungkin aku suka sama dia. Kamu ngga liat aku tadi takut banget. Lagian ada kamu yang jauh kemana – mana. Ngapain aku belok ke orang lain,” ujar Evina. Fahri pun tersipu malu dengan ucapan Evina. Di cubitnya pelan pipi Evina. Hatinya berbunga bunga sekali mendengar ucapan Evina.
“kamu harus tanggung jawab, Vi,” kata Fahri.
“aku salah apa?” tanya Evina.
“kamu sudah mencuri,” ujar Fahri.
“mana ada? Aku nyuri apaan?” jawab Evina.
“kamu udah mencuri hatiku,” ujar Fahri yang sudah kecanduan Evina.
“FAHRI....GOMBAL,” kata Evina seraya menarik hidung Fahri yang mancung itu.
“sakit, sakit,” rengek Fahri.
“bodo amat,” Evina masih belum melepaskan. Fahri pun mencoba menggelitik badan Evina, namun Evina segera menghindar pergi.
Fahri pun mengejar Evina, hingga mereka berlarian di bibir pantai sambil bercanda tawa. Sangat terlihat pancaran cinta di antara mereka. Mereka benar -benar di mapuk kepayang, tidak mau memikirkan apapun. Mereka hanya ingin bahagia saat ini.
Terima kasih sudah membaca novel pertama saya. Jangan lupa untuk like, vote, coment dan rate supaya mendukung author berkarya lebih baik lagi. Terima kasih.
mampir juga di karyaku My Kids My Hero
mampir juga di karyaku
Kangen fahri evina,,