Siap, ini deskripsi singkat yang diambil dari naskah yang kamu kirim (lebih sesuai dengan konflik, karakter, dan tensinya):
Dalam sebuah perjanjian yang tak bisa dihindari, Talia harus menerima takdirnya untuk menikah dengan Etnan—pria dingin, penuh kuasa, dan menyimpan banyak sisi yang tak terduga.
Di balik hubungan yang terlihat formal, terselip ketegangan, kecemburuan, dan rahasia yang perlahan terungkap. Kehadiran Sophia yang obsesif, serta perasaan tersembunyi dari orang-orang di sekitar mereka, membuat hubungan itu semakin rumit.
Namun di antara sindiran, sentuhan yang tak diinginkan, dan emosi yang saling ditahan—perlahan tumbuh sesuatu yang lebih dalam dari sekadar kewajiban.
Cinta yang seharusnya tidak ada… justru mulai mengikat mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indri novianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20: PELARIAN SANG SINGA
Kata-kata Talia seperti siraman air es yang mendadak menyentak Ethan Noah Taylor kembali ke realitas. Ia menatap lekat paras cantik istrinya yang tampak berantakan namun teramat seksi dengan napas yang masih memburu. Ada gejolak frustrasi yang hebat di dalam dadanya. Pria itu membenci kenyataan bahwa ia baru saja melanggar kata-katanya sendiri, bukan hanya sekali, melainkan dua kali dalam satu pagi.
Ethan menarik tangannya dari pegangan tangga. Ia memundurkan langkahnya hingga menapak kembali di lantai ruang tengah, memutuskan seluruh kehangatan fisik yang sempat menyatukan mereka.
"Kau benar," ucap Ethan, suaranya mendadak kembali datar dan sedingin es, meskipun sisa serak akibat gairah yang tertahan masih kentara jelas.
"Kita sudah melangkah terlalu jauh untuk sebuah pernikahan formalitas."
Talia terpaku di anak tangga, merasakan kehilangan yang mendadak menyergap kulitnya saat tubuh kekar Ethan menjauh. Ia merapikan kerah gaunnya dengan jemari yang masih sedikit gemetar, menatap suaminya yang kini sedang mengancingkan kembali bagian atas kemeja hitamnya dengan gerakan yang terlatih dan dingin.
Topeng angkuh itu telah kembali terpasang sempurna di wajah Ethan, seolah kecupan membara di tangga tadi tidak pernah terjadi.
Ethan melirik jam tangan arloji mewahnya sekilas. "Aku ada rapat penting di kantor Taylor Group tiga puluh menit lagi. Aku tidak punya waktu untuk drama domestik seperti ini."
Pria itu berbalik, melangkah lebar menuju kamar bawahnya. Kurang dari lima menit, ia kembali keluar dengan setelan jas formal yang rapi, membawa tas kerja, dan memegang kunci mobilnya. Wajahnya sekaku patung marmer, sama sekali tidak menatap ke arah Talia yang masih berdiri mematung di dekat tangga.
"Jangan menungguku untuk makan malam. Aku akan pulang larut," cetus Ethan dingin tanpa menghentikan langkahnya.
Brak.
Pintu utama mansion tertutup dengan dentuman yang tegas, disusul suara raungan mesin mobil sport milik Ethan yang perlahan menjauh dari pekarangan rumah, meninggalkan Talia sendirian di dalam rumah baru mereka yang luas, sepi, dan mendadak terasa begitu asing.
Talia menyandarkan punggungnya pada dinding tangga, lalu perlahan melorot hingga terduduk di anak tangga semen marmer yang dingin. Ia meraup wajahnya dengan kedua tangan, menghela napas panjang untuk meredakan gemuruh di dadanya yang seolah tak mau tenang.
"Pria sialan," umpat Talia lirih, air mata kekesalan kembali menggenang di pelupuk matanya.
Ia benar-benar bingung dengan sikap Ethan. Di satu detik, pria itu bisa menciumnya dengan begitu penuh damba, seolah-olah Talia adalah satu-satunya wanita yang ia inginkan di dunia ini.
Namun di detik berikutnya, Ethan bisa berubah menjadi sosok yang teramat kejam, memperlakukannya tak lebih dari sekadar beban sejarah yang terpaksa dinikahi demi perjanjian damai para buyut mereka.
Sikap pelarian Ethan ke kantor pagi ini mempertegas satu hal bagi Talia: suaminya sedang ketakutan. Ethan takut mengakui bahwa dinding es yang ia agungkan selama ini mulai retak akibat pesona seorang Natalia Oliver Smith.
Sambil menegakkan tubuhnya, Talia menghapus air matanya dengan kasar. Jika Ethan memilih melarikan diri ke kantor dan mengabaikan pernikahan ini, maka Talia bersumpah tidak akan membiarkan dirinya terlihat menyedihkan.
Ia adalah seorang Smith—gadis yang dibesarkan dengan harga diri tinggi oleh Oliver dan Emma, serta dijaga ketat oleh Reymond, Alex, dan Elex. Ia tidak akan mengemis perhatian pada pria sedingin Ethan Noah Taylor.
...----------------...