NovelToon NovelToon
Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:33.9k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Dikhianati sahabat dan kekasihnya, Clarissa Anggreni mati dengan membawa dendam.

Takdir memberinya kesempatan kedua dalam tubuh Alisha Kirana Maharani, seorang istri culun yang direndahkan keluarganya sendiri.

Mereka mengira Alisha lemah.

Mereka tidak tahu bahwa jiwa yang kini menghuni tubuh itu adalah seorang ratu mafia yang siap membalas semuanya.

Apakah ia akan berhasil membalas dendam??Atau kembali kehilangan segalanya??

⚠️ Cerita ini adalah karya asli Alia Chans. Dilarang keras menyalin, menjiplak, mengunggah ulang, atau mengambil sebagian maupun seluruh isi cerita tanpa izin penulis. Hormati karya dan hak cipta penulis. ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siap Pake Buang

Giovan langsung bergegas pulang ke rumahnya, ia tak sabar untuk menanyakan hal ini semua kepada Alisha.

"Alisha!"

"Alisha!"

"LIS!!"

Seorang maid tergesa-gesa mendekati Giovan. "Maaf, Tuan. Nona Alisha sedang tidak berada di rumah."

"Apa? Ke mana dia?!!"

"Entah, Tuan. Setelah dia mendorong saya ke kolam renang, tiba-tiba saja dia pergi begitu saja."

"Alisha dorong kamu ke kolam renang?"

"Iya, Tuan. Untung saya tidak mati."

Giovan menggelengkan kepalanya, sambil memijat keningnya sendiri.

"Buatkan saya kopi, saya butuh kopi!"

"Baik, Tuan."

Giovan memilih duduk di sofa sambil mengangkat satu kakinya ke kaki satunya lagi.

"Alisha, lihat saja kau nanti!"

---

Satu jam lebih Giovan menunggu Alisha, namun istrinya itu tak kunjung kembali padahal kopi miliknya sudah habis.

"Ke mana gadis itu?!" kesalnya.

Ting.

Saat Giovan hendak menghubungi Alisha, tiba-tiba saja notifikasi dari ponselnya masuk.

My love

"Gov, datanglah ke apartemenku dan temui aku. Kalau kamu enggak datang maka kamu akan menyesal!"

Sertai foto.

Giovan menatap sebuah foto yang terdapat tali menggantung seperti hendak dipakai untuk melakukan percobaan bunuh diri.

"Astaga, gadis itu!"

Mau tak mau akhirnya Giovan kembali pergi untuk ke apartemen Elena. Walaupun hubungan mereka sudah berakhir tapi, Giovan tak ingin sesuatu yang buruk terjadi padanya.

---

Setelah Giovan pergi, tak lama Alisha kembali. Gadis itu kembali dengan membawa puluhan paperbag berisi barang branded.

"Yahuu, Alisha cantik pulang!!" seru Alisha sambil tersenyum lebar.

Ketua pelayan yang Alisha ceburkan tadi, menghampiri Alisha dan berdecak.

"Ciih, ciih, ciih. Enak ya sudah menceburkan aku sekarang kamu shopping?!"

"Ya enak dong! Eh, btw aku pikir kamu dah mati tapi, nyatanya masih hidup ya?"

"Kurang ajar! Aku hampir saja mati karena kamu."

Alisha tampak terkejut. "Ahh, iya kah? Gara-gara aku!"

"Ya iyalah! Kalau kamu enggak nyeburin aku mungkin.."

"Kalau kamu enggak duluan dorong aku! Mungkin aku enggak akan ceburin kamu juga! Tidak ada asap, kecuali ada api!"

Alisha segera meninggalkan ketua pelayan tersebut dan memilih membawa kantong belanjaannya ke kamar.

---

Di sisi lain, Giovan akhirnya sampai juga di apartemen Elena. Tanpa menekan bel dia langsung masuk begitu saja.

"Elena, Elena!"

"Elena, di mana kamu?!"

"Elena!"

Ceklek.

Giovan membuka pintu kamar Elena dan ternyata Elena sedang memakai pakaiannya dan terlihat seperti baru saja mandi.

"Ahh, maafkan aku!"

Brakk.

Ia kembali menutup pintu kamar Elena dan duduk di sofa menunggu mantannya itu selesai berpakaian.

Elena sendiri terlalu kaget saat melihat Giovan tiba-tiba saja membuka pintu kamarnya. Ia segera menyelesaikan pakaiannya dan bergegas keluar dari kamar.

Ceklek.

Giovan menatap Elena yang sudah lengkap dengan pakaiannya.

"El.."

"Duduk dulu, Gov. Kamu mau minum apa?" tanya Elena.

"Aku enggak mau minum apa-apa, El. Aku harus.."

"Sebentar aja, Gov. Ada yang mau aku bicarakan," potong Elena.

Giovan menghela napasnya dengan kasar. "Ya sudah, apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Giovan.

"Minum dulu ya," seru Elena yang menuangkan wine ke dalam gelas dan memberikannya pada Giovan.

Giovan menerima gelas tersebut dan meneguknya hingga habis tanpa rasa curiga sedikit pun.

"Jadi, apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Giovan.

"Aku.."

"Apa?"

"Aku cinta sama kamu, Gov."

Giovan memutarkan matanya. "Elena, please. Kalau enggak ada hal yang serius, aku mau pergi nih!"

"Ehh, jangan!"

"Makanya katakan dengan benar, apa yang mau kamu bicarakan?!" tanya Giovan yang sudah muak.

"A-aku.."

"Apa, Elena? Aku apa?!!"

"A-aku.."

"Astaga!! Sudahlah aku mau per.. Ahhkk, kepalaku sakit," gumam Giovan yang tiba-tiba saja merasakan sakit di kepalanya.

"Gov, kamu kenapa?" tanya Elena yang pura-pura panik.

"Sshh, kepala aku sakit banget, El," jawab Giovan.

"Sakit kenapa?"

Giovan menatap Elena sebelum akhirnya matanya terpejam dan dia pingsan.

"Gov!!"

Elena tersenyum miring saat melihat targetnya kini pingsan. "Yes, rencanaku berhasil," batinnya.

---

Alisha menunggu kepulangan suaminya, namun sudah hampir larut malam Giovan belum juga pulang.

"Ke mana pria itu?" gumam Alisha.

Alisha mencoba mengacuhkan ketidakpulangan Giovan tapi, di dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia sangat cemas.

"Hais, apa jangan-jangan pria itu diculik ya. Atau dirampok?"

Dia bangkit dari tempat duduknya dan menatap ke arah jarum jam yang sudah menandakan jam 12.00.

"Hha, aku tunggu saja dia di ruang tamu."

Akhirnya Alisha memilih untuk keluar dari kamarnya dan duduk di ruang tamu sambil menunggu Giovan.

"Alisha," seru Edward.

"Eh, Kakek belum tidur?"

"Belum. Kamu kenapa enggak tidur?"

"Oh ini, aku lagi nungguin Giovan."

Alis Edward mengerut. "Nungguin Giovan?"

"Iya, sudah larut malam tapi dia belum pulang juga!"

"Loh, bukannya Giovan udah pulang dari tadi sore ya?"

"Hha? Enggak tuh, Giovan enggak ada pulang ke rumah."

"Ada, orang dia pamit ke Kakek mau pulang cepat katanya mau ketemu kamu."

"Tapi, Giovan enggak tuh pulang ke rumah apalagi ketemu aku," ujar Alisha.

"Lah, lalu dia ke mana?"

Alisha dan Edward sama-sama berpikir keras. "Apa mungkin ke rumah kekasihnya?" tanya Alisha.

"Hm, kekasihnya siapa?" tanya Edward dengan bingung.

"Umph, itu loh, Kakek. Elena," jawab Alisha.

"Dia memangnya masih berhubungan?"

"Ya masihlah, Kakek. Orang saling suka kok!"

"Astaga!!"

"Tunggu di sini, Alisha. Biar Kakek saja yang mencarinya."

"Ehh, tapi Kakek.."

"Sudah, kamu tunggu sini saja!"

---

Di sisi lain, Giovan baru saja terbangun dari tidurnya yang cukup lama. Ia memijat pelipisnya yang berdenyut.

"Sshh, sakit sekali," gumamnya.

Mata Giovan menatap sekitar yang tak asing baginya, lalu ia mulai menyadari jika ada yang aneh padanya.

Pakaian miliknya tergeletak di lantai bersamaan dengan isi-isinya dan juga..

"Astaga, El! Apa yang sudah kita lakukan?" tanya Giovan dengan panik apalagi dia melihat Elena juga tidak memakai kain penutup apa pun.

"Ugh, kamu udah bangun, Gov?"

"El, jawab aku! Kita abis ngapain?" tanya Giovan lagi.

Pipi Elena merona, gadis itu seperti malu untuk menjawab pertanyaan Giovan.

"Jawab, El!"

"Kita baru saja selesai melakukan malam pertama, Gov. Kamu berhasil mencuri keperawananku," jawab Elena.

Mata Giovan melebar, ia memijat pelipisnya dan berkali-kali memaki dirinya.

"Sial, sial! Bajingan!"

"Gov, kamu kenapa? Kamu enggak usah nyalahin diri kamu sendiri!"

"Aku brengsek, El. Seharusnya kita enggak lakukan ini."

"Kamu menyesal, Gov?"

"Iya! Aku sungguh-sungguh menyesal."

Elena menatap tak percaya pada Giovan. "Tapi, semuanya sudah terjadi!" ucap Elena.

"Seharusnya kamu menghindar, El. Kamu jauhi aku bukan.. Ahh!"

"Giovan, kamu mau ke mana?" tanya Elena yang melihat Giovan hendak pergi.

"Aku harus pulang!" jawab Giovan.

"Setelah selesai pakai aku, kamu mau pergi begitu aja?!!"

---

Bersambung

1
Memyr 67
𝗂𝗇𝗂 𝖿𝗅𝖺𝗌𝗁𝖻𝖺𝖼𝗄 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝖾𝗉𝗎𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗍𝖾𝗋𝖻𝖺𝗅𝗂𝗄
Alia Chans: itu cerita berlanjut kk, kalo baca dari awal tanpa skip pasti nyambung😉
total 1 replies
Memyr 67
𝗆𝖺𝗂𝗇 𝗆𝖺𝗂𝗇 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗋𝖺𝗍𝗎 𝗆𝖺𝖿𝗂𝖺. 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗆𝗂𝗇𝗍𝖺 𝖽𝗂𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗇𝗀 𝗋𝖺𝗍𝗎
Memyr 67
𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽. 𝗂𝗍𝗎 𝖼𝗅𝖺𝗋𝗂𝗌𝗌𝖺. 𝗁𝖾𝗁𝖾
Memyr 67
𝖺𝗒𝗈 𝖿𝗂𝗈𝗇𝖺. 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗆𝖺𝗎 𝗇𝗀𝖾𝗋𝗃𝖺𝗂𝗇 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺? 𝗌𝗂𝖺𝗉 𝖽𝗂𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺 𝗒𝖺?
Memyr 67
𝗄𝖺𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗇𝖾𝗆𝖻𝖺𝗄 𝗉𝗂𝗋 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝗍𝖺𝗍𝖺𝗉 𝖺𝗉𝖾𝗅? 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗎𝗅𝖺𝗉 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗂𝗁𝗂𝗋 𝖺𝗉𝖺?
Memyr 67
𝖻𝖺𝗌? 𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝖻𝗋𝖺𝗆𝖺𝗇𝗍𝗒𝗈 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂𝗉𝖺𝗇𝗀𝗀𝗂𝗅 𝖻𝖺𝗌?
Memyr 67
𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗏𝗂𝗓𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗇𝗍 𝗅𝖺𝗀𝗂. 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗅𝗂 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝖺𝗄𝗎 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝗂𝗇𝗂. 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖾𝗋𝗂 𝗅𝗂𝗄𝖾 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗂𝗇𝗂. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗍𝖺𝗎 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂
Memyr 67
𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗍? 𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗏𝗂𝗓𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗇𝗍? 𝖻𝖺𝗋𝗎 𝗆𝗎𝗅𝖺𝗂 𝖽𝖺𝗁 𝗍𝗒𝗉𝗈
Alia Chans: pliss, kecepatan ngetik kk /Smile/
total 1 replies
Memyr 67
𝖻𝗂𝗇𝗀𝗎𝗇𝗀 𝖺𝗄𝗎. 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽 𝗂𝗍𝗎 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗀𝗂𝗈𝗏𝖺𝗇𝗂? 𝗄𝖾𝗇𝖺𝗉𝖺 𝗉𝖾𝗋𝗎𝗌𝖺𝗁𝖺𝖺𝗇 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗋𝗂𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖾 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺?
Alia Chans: Kan mereka pasutri kk🤭😉
total 1 replies
nia_minyoongi
sukses selalu yaa.... makasih sudah mampir di novelku 😊
nia_minyoongi
suka yang alurnya mafia gini, 😍😍
nia_minyoongi
hi... aku mampir...
😍😍
nia_minyoongi
hi... aku mampir...
😍😍
Alia Chans: thank you😉
total 1 replies
Liflow White
bukannya prabu sudah mati kok hidup lagi, aku gak faham.
Alia Chans: blum mati kk🤭

mereka di bab sebelumnya kabur😉
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
ada ya racun itu beneran gt
Alia Chans: ada mungkin🤭
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
bikin cinta lalu hempaskan gt
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
bener tuh di catok biar lurus mulutnya eh sekalian otaknya di catok
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
NNT jadi pekara kalau gio ketemu El ya kan
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!