NovelToon NovelToon
Monster Pedang Gerbang Timur

Monster Pedang Gerbang Timur

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Fantasi Timur
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Muzu

Lahirnya seorang pangeran yang cerdas dan berbakat seharusnya menjadi keberuntungan suatu kerajaan ataupun kekaisaran, tetapi yang terjadi justru keberadaannya dianggap sebagai ancaman nyata oleh berbagai pihak yang mendambakan kekuasaan semu.

Melalui sebuah konspirasi, sang pangeran harus mengalami musibah. Ia yang sebelumnya dikenal cerdas dan berbakat, berakhir menjadi seorang pangeran yang tidak berguna.

Dengan kondisinya itu, sang pangeran diusir dari istana dan dibuang ke Gerbang Timur, tempat di mana para keluarga istana yang dianggap sampah diasingkan.

Namun, di balik musibah yang terjadi, Gerbang Timur menjadi titik balik kebangkitan sang pangeran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muzu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali

Lapisan demi lapisan kristal terus berdatangan membentuk array energi yang bersinar di tengah kegelapan.

Dan jutaan lapisan yang terkumpul itu memadat, membentuk inti energi absolut yang sepenuhnya terserap ke dalam jiwa Qin Zhao lalu meledak keras menghancurkan kekosongan sebelum akhirnya lenyap dan kesunyian kembali mengambil alih.

Alam yang tidak begitu asing menjadi pemandangan pertama yang tertangkap pupil Qin Zhao setelah keluar dari Alam Kekosongan. Alam yang dulu hanya bisa dilihatnya melalui simulasi, kini menjadi nyata. Semesta Sembilan.

“Belum genap seratus tahun, kau berhasil melewatinya dengan baik. Aku ucapkan selamat atas keberhasilanmu menjadi seorang anomali di seluruh galaksi,” kata sosok berpakaian logam.

“Kau … inikah wujud aslimu?” tanya Qin Zhao tampak begitu takjub melihatnya.

“Ya, inilah aku. Namaku Kael,” jawab sosok itu memperkenalkan diri.

 

Satu garis terbentuk di kening Qin Zhao. Ia kagum melihat wujud asli sosok di depannya yang jauh berbeda dari para dewa yang dikagumi oleh praktisi kultivasi di alam fana.

“Kau sudah bisa beradaptasi di alam ini, tetapi untuk kembali ke alam asalmu, kekuatanmu harus disegel sepenuhnya. Jika tidak tersegel, kedatanganmu hanya akan meledakkan duniamu,” jelas Kael menambahkan.

“Hah!” Qin Zhao terkejut.

“Batas kekuatan di alam asalmu hanya satu per seratus juta kekuatanmu. Jadi, dengan setitik kekuatan, kau masih tak terkalahkan.”

“Hah!” Semakin lebar mata Qin Zhao mendengarnya. 

“Bisa dibilang fisikku tidak pernah ke duniamu. Di sini aku membangun sebuah sistem untuk bisa mencapainya,” kata Kael menebak pertanyaan yang akan diajukan Qin Zhao.

“Kau memahami pikiranku. Sekarang aku paham, tetapi dengan kekuatan yang di luar imajinasi ras manusia sepertiku, tujuanmu yang sebenarnya bukanlah agar diriku menjadi penghubung ras seperti yang pernah kau katakan dulu,” sahut Qin Zhao.

“Ho-ho-ho! Aku suka makhluk cerdas sepertimu.” Kael tersenyum lalu melanjutkan ucapannya, “Dengan dirimu, alam semesta akan lebih seru dan menyenangkan. Itu saja.”

“Hah!” Qin Zhao kembali melongo mendengar alasan tersebut.

“Hentikan keterkejutanmu itu! Aku sudah menyiapkan cara untuk menyegel kekuatanmu, dan mengembalikan ukuran tubuhmu ke bentuk semula.”

“Ukuran tubuhku?” Qin Zhao termenung, dan belum sempat ia mengajukan pertanyaan, Kael menariknya ke suatu tempat di Semesta Sembilan.

Di tempat ini proses penyegelan berlangsung. Qin Zhao memasuki sebuah tabung dimensi yang akan menekan kekuatannya hingga 99,99%. 

Setelah proses selesai, energi yang dimiliki Qin Zhao sekarang tersisa 0,02%. Itu artinya ada 0,01% energi tambahan dari target penekanan. 

Kondisi itu membuat Kael khawatir. Ia kemudian melapisi energi Qin Zhao dengan sihir miliknya.

“Aku menekan setengah kekuatanmu dengan sihirku, tetapi hal itu bersifat sementara dan akan terurai seiring waktu. Kuharap alam semestamu bisa beradaptasi denganmu,” papar Kael masih diselimuti kekhawatiran.

Qin Zhao senang, tetapi ekspresi wajahnya tidak demikian. Dengan kekuatannya yang sekarang, ia akan menjadi orang kesepian di alamnya sendiri.

Ekspresinya itu terbaca oleh Kael yang kemudian tersenyum melihatnya.

“Bantulah musuhmu menjadi kuat!” saran Kael.

“Musuh? Kenapa harus musuh yang dibantu?” Qin Zhao memikirkannya, lalu mengangguk paham.

“Dengan kekuatanmu sekarang, kau tidak bisa selonong memasuki portal dimensi. Jadi aku menyiapkan sebuah pesawat untukmu.”

“Pesawat?” Qin Zhao bingung tidak memahaminya.

Sebuah pesawat berbentuk tabung bulat dikeluarkan Kael yang membuat pandangan takjub kembali terlihat di wajah Qin Zhao.

“Kau hanya perlu tidur di dalamnya. Pesawat ini dirancang otomatis untuk sampai ke duniamu. Nanti setelah sampai, masukkan ke alam dimensi milikmu.”

“Alam dimensi? Aku sudah memiliki alam pikir.”

“Alam pikirmu itu sempit. Aku sudah menambahkan alam dimensi yang bisa diakses melalui niat hati.”

Qin Zhao langsung mencobanya dan keterkejutan yang sekian kalinya itu membuatnya sangat takjub. Alam dimensi miliknya sangat luas tak terukur. Ia bahkan bisa bebas melakukan apa saja di dalamnya.

Setelah itu, Qin Zhao keluar dengan perasaan yang sukar diungkapkan. Kael kemudian memintanya untuk lekas menaiki pesawat.

“Simpan ekspresi menyebalkanmu itu dan sampai jumpa,” kata Kael melepas kepergian Qin Zhao.

***

Alam fana.

Selisih waktu di alam fana jauh berbeda dengan alam lain di luar galaksi. Qin Zhao menghabiskan waktu selama satu tahun alam fana walau sebenarnya sudah menghabiskan waktu lebih dari seratus tahun lamanya.

Suasana di Gerbang Timur telah banyak berubah. Paviliun miliknya pun mengalami perubahan bentuk mirip sebuah istana kekaisaran.

Di belakang paviliun ada arena pertarungan. Sementara lokasi besar area Gerbang Timur kini terlindungi oleh array formasi. 

“Sudah setahun berlalu, Tuan masih belum kembali. Mungkinkah ada sesuatu yang terjadi pada diri Tuan?” Zhi Ruo terus memandangi area gerbang timur dengan penuh harap bisa melihat kembali tuannya.

Setiap hari selama setahun, Zhi Ruo terus memandangi area dalam Gerbang Timur sebelum tidur ataupun bermeditasi jika tidak ada tamu yang datang.

Sebelum Zhi Ruo menutup jendela, ekor matanya tiba-tiba menangkap bintang jatuh. Ia kemudian berdoa dengan mengepalkan kedua tangan dan menutup mata.

“Kembalikan Tuan padaku,” ucapnya meminta.

Pesawat yang dinaiki Qin Zhao mendarat dengan sempurna di atas permukaan danau yang dulunya merupakan sebuah kawah tempat Qin Zhao dihantam qi energi dari si nenek tua.

Qin Zhao membuka mata begitu pintu pesawat terbuka.

“Akhirnya aku sampai di duniaku,” ucapnya bahagia.

Ia kemudian melangkah keluar dan byuur! 

Qin Zhao tenggelam dan berdiri tenang di dasarnya. Ia tidak tahu caranya berenang karena memang tidak pernah mandi di danau ataupun laut. 

“Sialan, kenapa mendarat di air?” gerutu Qin Zhao. 

Bisa saja Qin Zhao melompat untuk naik ke permukaan, tetapi ia belum berani menggunakan kekuatannya. 

“Kalau aku melompat, takutnya alam ini berguncang dan menarik perhatian banyak orang,” ucapnya.

Sementara Zhi Ruo yang kembali membuka mata setelah berdoa terkejut melihat keberadaan benda aneh terapung di atas permukaan air danau yang beriak.

“Benda apa itu?” gumamnya.

Tanpa pikir panjang, ia langsung melayang terbang mendekatinya.

Sebuah benda bulat besar berbahan logam dan berwarna keperakan itu terasa sangat asing baginya. Ia kemudian mendongak memandang langit yang dipenuhi bintang-bintang dan berpikir bahwa benda aneh tersebut merupakan bintang yang jatuh dari langit.

“Ternyata seperti ini bentuk bintang,” gumamnya.

Ukurannya yang besar membuat Zhi Ruo tidak berniat membawanya ke paviliun. Ia kemudian menyembunyikannya dengan array formasi. 

Setelah selesai menyembunyikannya, Zhi Ruo hendak kembali ke paviliun, tetapi kesadarannya merasakan ada sesuatu di dalam air. Ia pun memindainya dan mendapati seorang pemuda tengah berdiri di dasar danau.

Dengan kemampuannya, Zhi Ruo menarik si pemuda ke permukaan. 

“Bajingan kau pria mesum!” geram Zhi Ruo begitu melihat tubuh polos si pemuda yang diselamatkannya. Dan dengan reflek ia melemparkannya kembali ke dasar danau.

Melihatnya yang hanya berdiri di dasar danau, Zhi Ruo menariknya dan hanya menyisakan kepalanya saja.

“Pemuda ini cukup tampan, tapi kenapa dia tidak berbusana?” gumamnya heran.

“Kau ini siapa dan bagaimana kau bisa berada di sini?” tanya Zhi Ruo mengintrogasinya.

Qin Zhao menatapnya sebal karena diperlakukan kasar oleh pelayannya, tetapi ia menyadari pelayannya itu masih belum mengetahui dirinya adalah tuannya.

“Aku Qin Zhao, datang dengan pesawat itu,” jawabnya sambil menunjuk ke arah tabung bulat lalu menariknya ke alam dimensi.

Sontak saja Zhi Ruo terpelangak melihat benda asing itu menghilang tanpa merusak array formasi yang dibuatnya.

Anak ini aneh, batin Zhi Ruo. Ia memindai tubuh Qin Zhao untuk memastikannya, tetapi tidak ada fluktuasi energi di tubuh Qin Zhao yang membuatnya semakin merengut heran.

“Aku pemilik Paviliun Hitam. Kau bisa menginap di tempatku sampai matahari terbit,” tawar Zhi Ruo.

Sambil menutup mata, Zhi Ruo menarik Qin Zhao ke daratan. 

1
Didi h Suawa
baik
Didi h Suawa
kacau fiksinya,🤭🤭🤭
〈⎳ 小祖🍒⃞⃟🦅: 😄😄😄😄 maafkan 🙏 di sini MC lg masa transisi sebelum dapat kekuatan yang sesungguhnya
total 1 replies
soegiman aja
kok jadi gini?😄😄
〈⎳ 小祖🍒⃞⃟🦅: itu bab penggiringan, Ka. Terima kasih sudah berkenan mampir 🙏
total 1 replies
RN
di tunggu fantasi lokal nya bg biar kaga belibet nyebut nn nya🤣
〈⎳ 小祖🍒⃞⃟🦅: 😄😄😄 nanti ya
total 1 replies
RH
lanjut thor, udah ngasi gift nih👍
〈⎳ 小祖🍒⃞⃟🦅: terima kasih, Ka. Maaf kemarin ga sempat up, agak sibuk di rl 😄
total 1 replies
RH
jdi inget wedang😄
〈⎳ 小祖🍒⃞⃟🦅: wedang jahe diminum pas lg ujan, enak tuh 😄
total 1 replies
Quinnela Estesa
kak Muzu😊 sesekali dong buat Fantasi Barat.
〈⎳ 小祖🍒⃞⃟🦅: Aku kurang suka sama fantasi barat 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!