Follow Ig : @panda.sweety10
Kanaya mengetahui dirinya hamil seminggu sebelum acara pernikahannya, dan ayah dari calon anaknya dia pun tidak tau hingga pernikahan dengan kekasihnya harus batal karena kehamilannya.
Apakah Kanaya akan bersama dengan ayah dari anak? Dan siapa pri itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Panda Sweety, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21
Kanaya terbangun saat mendengar ketukan pintu kamarnya, saat dirinya ingin turun dari tempat tidur semua badannya terasa sakit karena pertempurannya dengan Alex semalam.
"Ini semua karenanya, terlalu bersemangat sekali." Gerutu Kanaya.
Kanaya membuka pintu dan melihat putrinya sedang berdiri di depan kamarnya.
"Bunda Adara kangen." Adara langsung memeluk Bundanya.
"Kak Kavin mana?"
"Kekamarnya Bunda, kakak tidak menyapa bunda dan ayah. Apa ayah masih tidur?" Kanaya mengangguk.
"Bunda mau mandi dulu jadi jangan membangunkan ayah." Adara mengangguk.
Kanaya masuk ke kamar mandi, Adara naik ketempat tidur dia menatap wajah Ayahnya. "Ayah." Adara menggoyang lengan Alex.
"Ayah tidak menyambut Adara."
Alex membuka matanya dan melihat putrinya sedang tersenyum manis. "Putri ayah."
"Selamat pagi ayah."
"Pagi sayang." Alex pun mencium putrinya.
"Ayah Adara mau kekamar kakak." Alex mengangguk, Adara langsung turun dari tempat tidur.
Pintu kamar mandi terbuka, Kanaya keluar hanya menggunakan handuk yang melilit di badannya. Alex menatap istrinya dengan tatapan intens, Kanaya yang menyadari kalau dirinya sedang di tatap menoleh kearah Alex.
"Kenapa tatapan mas seperti itu?"
"Memangnya seperti apa?" Alex turun dari tempat tidur dan mendekati Kanaya yang masih berdiri di depan kamar mandi.
"Aku hanya mengamati tanda kepemilikan ini kurang banyak." Ucap Alex dengan menyentuh leher dan pundak Kanaya.
"Ce-cepat mandi, aku harus mempersiapkan sarapan untuk anak-anak." Kanaya langsung berlari masuk keruang ganti.
Alex tertawa melihat Kanaya yang salah tingkah karena menggodanya, dan dia pun masuk kekamar mandi.
Kanaya membantu mbo Asih menyiapkan makanan di meja, Kanaya menyiapkan cake red velvet yang dia buat semalam sebelum tidur.
"Mbo tolong panggil anak-anak turun."
"Baik nyonya." Mbo Asih pergi memanggil Adara dan Kavin di kamarnya.
Kanaya kembali ke kamarnya untuk membantu Alex berpakaian, dia masuk ke kamar tapi Alex masih di dalam kamar mandi.
"Dia mandi atau buat apa kenapa lama sekali?" Gerutu Kanaya.
Saat Kanaya ingin mengetuk pintu kamar mandi, pintu kamar mandi terbuka tanpa sadar Kanaya hampir mengetuk wajah suaminya, dengan cepat Alex memegang tangan Kanaya, Kanaya sangat kaget dan menatap Alex yang bertelanjang dada didepannya.
"Kamu ingin memukulku?" Ucap Alex.
"Tidak. Aku hanya ingin mengecek kenapa mas lama sekali di dalam."
Alex menarik Kanaya dalam pelukannya dan mencium bibir Kanaya tiba-tiba pintu kamar mereka terbuka "Bunda ay--." Ucapan Adara terpotong karena dengan cepat Kavin menutup mata adiknya.
Kanaya mendorong Alex dia sudah salah tingkah mengetahui anak-anaknya pasti sudah melihatnya berciuman dengan Alex.
"Kalian duluan saja ke meja makan bunda akan membantu ayah berpakaian." Dengan cepat Kanaya masuk keruang ganti, Alex hanya tersenyum melihat Kanaya malu di depan anak-anaknya.
Kavin menarik Adara pergi ke meja makan, wajah Adara sangat kesal karena ulah kakaknya "Apa kakak sengaja menutup mataku, aku hanya memanggil bunda dan ayah." Adara melototkan matanya.
"Kamu masih kecil, tidak baik melihat orang dewasa seperti itu?" Kavin duduk di kursi menunggu orang tuanya datang.
"Aku dan kakak sama, umur kita hanya berbeda 2 menit saja." Ucap Adara tanpa ingin mengalah.
"Sifatmu yang membedakan, kamu sama saja dengan temanmu yang cerewet itu." Jawab Kavin.
Tidak lama Alex dan Kanaya datang dan bergabung dengan Kavin dan Adara di meja makan, Kanaya mengambilkan makanan untuk suaminya dan anak-anaknya.
"Bunda Adara tidak mau makan yang pedas." Tolak Adara saat Kanaya mengambilkan makanan kesukaannya.
Kanaya bingung "Bukannya ini makanan kesukaanmu sayang."
"Tidak lagi, aku mau makan yang di makan sama kakak." Kavin, Alex dan Kanaya menatap Adara.
Kanaya pun mengambilkan sop ayam ke mangkuk Adara, "apa segini cukup sayang." Adara mengangguk.
Mereka berempat mulai sarapan, Adara yang biasa banyak bicara kini menjadi pendiam, Alex dan Kanaya saling menatap bingung putri mereka yang tiba-tiba menjadi pendiam.
"Apa kamu sakit sayang?" Adara menempelkan telapak tangannya di dahi Adara.
"Tidak." Ucap Adara.
Setelah makan Alex memberitahu anak-anaknya Kalau besok dia dan Kanaya akan ke London, "Selama ayah dan bunda pergi kalian tinggal bersama opa dan oma." Ucap Alex.
"Ayah Adara juga mau ikut."
"Ya sudah, ayah akan hubungi paman Gio untuk memesan tiket 3 orang." Alex mengambil ponselnya dan menghubungi Gio.
"Kalau begitu ayah pergi kekantor dulu." Alex mencium Kanaya, Kavin dan juga Adara.
****
Hari ini Kanaya pergi ketokonya sekaligus memberi tahu Jenni kalau dia akan pergi ke London bersama Adara dan Alex. "Jen." Panggil Kanaya saat ia sudah masuk kedalam toko.
"Kenapa kesini, aku kira kalian menghabiskan masa bulan madu."
"Besok aku mau ke London bersama Alex dan Adara."
"Kavin tidak ikut?" Kanaya mengangguk.
"Aku juga rasanya ingin pergi." Ucap Jenni.
"Kenapa tidak ikut, bukannya mas Gio pergi?" Tanya Kanaya.
Jenni menatap Kanaya lalu tersenyum entah apa yang ada dipikiran sahabatnya itu.
"Senyummu mengisyaratkan sesuatu Jen."
"Kanaya aku minta oleh-oleh kalau gitu."
"Kenapa tidak minta sama mas Gio bukannya dia juga pergi?"
"Dia dan kamu beda."
"Oke kalau gitu."
Kanaya berada di toko kuenya sampai sore, dia harus pulang sebelum Alex kembali dari kantor. Dia pamit sama Jenni dan ke dua pegawainya, Kanaya memesan taxi hanya 20 menit dia sudah sampai di depan rumahnya.
Security membuka pagar dan menyapa Kanaya, saat Kanaya sampai di depan pintu suara klakson mobil mengagetkannya.
"Darimana?" Tanya Alex yang sudah keluar dari mobilnya.
"Dari toko kue, kenapa cepat sekali pulang?"
"Aku ingin istirahat sebelum menghadapi masalah di cabang London."
"Aku akan menyiapkan air hangat." Ucap Kanaya, Alex mengikuti Kanaya yang sudah masuk kedalam rumah.
Alex masuk ke kamar dan duduk di sofa menunggu Kanaya yang sedang mengisi air hangat di bathtub, tidak lama Kanaya keluar dan dia melihat Alex tertidur di sofa.
"Mas airnya sudah siap." Kanaya membangunkan Alex.
"Tiga menit lagi Kanaya." Jawab Alex tanpa membuka matanya.
Kanaya memperhatikan menyentuh wajah Alex lalu tersenyum "Kenapa wajahnya sangat tampan." Gerutu Kanaya membuat Alex tersenyum tipis lalu membuka matanya.
Wajah Kanaya langsung memerah saat Alex bangun dan mendekatkan wajahnya ke wajah Kanaya "Apa setiap aku tidur kamu selalu memegang wajah suamimu?"
"Tidak. Airnya sudah siap, aku akan kekamar anak-anak." Kanaya sudah ingin pergi tapi langkahnya terhenti saat tangan Alex menarik tangannya hingga Kanaya duduk di pangkuan Alex.
"A-apa yang mas lakukan." Tanya Kanaya dengan rasa gugup.
"Kita sudah menikah kenapa kamu terlihat gugup, apalagi kita sudah melewatkan malam yang sangat indah." Bisik Alex membuat jantung Kanaya berdetak kencang.
"Apa kamu suka duduk di atas pahaku Kanaya, kenapa tidak berdiri." Ucap Alex.
"A-apa?" Kanaya yang menyadari dirinya masih duduk di pangkuan Alex langsung berdiri.
"Aku akan pergi membantu mbo Asih menyiapkan makan malam." Kanaya dengan cepat berjalan meninggalkan Alex yang masih tersenyum setelah menggodanya.
Sebelum kedapur kanaya pergi ke lantai dua untuk melihat anak-anaknya, pertama dia membuka pintu kamar Adara, Kanaya melihat putrinya sedang tertidur nyenyak, setelah keluar dari kamar putrinya Kanaya pergi kekamar putranya yang ada di ujung.
Kanaya membuka pintu kamar putranya dan melihat Kavin yang sedang belajar, Kanaya tersenyum lalu menutup kembali pintu kamar putranya.
Bersambung....
dah bertahun2 ....
dad Al..kenapa lom ktmu jg..