NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Pewaris Ranch

Terjerat Cinta Sang Pewaris Ranch

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Showbiz
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: velvetsky

Ellara Dawson adalah gadis desa yang bekerja sebagai perawat kuda di Blackwood Ranch, peternakan kuda terbesar dan paling bergengsi di negara bagian itu. Hidupnya sederhana hingga kedatangan Noah Blackwood, pewaris tunggal kerajaan ranch bernilai miliaran dolar.

Noah sudah memiliki kekasih resmi, Bianca Laurent, seorang sosialita cantik yang dipersiapkan menjadi nyonya Blackwood. Namun takdir terus mempertemukan Noah dan Ellara. Dari jalur berkuda di hutan pinus, danau pribadi ranch, hingga malam-malam panjang di arena latihan kuda, keduanya perlahan menjadi semakin dekat.

Ketika cinta mulai tumbuh, Ellara sadar satu hal dia hanyalah pekerja biasa. Sedangkan Noah adalah pria yang sudah menjadi milik wanita lain.

Di balik kisah cinta mereka, tersimpan rahasia keluarga Blackwood yang bisa menghancurkan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon velvetsky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam panas Bianca (21+)

Malam masih menyelimuti Blackwood Ranch. Lampu-lampu hangat mansion memantulkan cahaya ke halaman yang tenang. Sebagian besar pekerja sudah kembali ke tempat tinggal mereka, sementara angin musim panas bertiup lembut dari arah perbukitan.

Di salah satu balkon lantai dua, Noah Blackwood berdiri sambil memandangi hamparan ranch yang gelap.

"Masih memikirkan pekerjaan?" Suara Bianca Laurent terdengar dari belakang.

Noah menoleh, wanita itu berjalan mendekat sambil membawa dua gelas wine. Gaun satin berwarna krem yang dikenakannya bergerak lembut tertiup angin malam. Bianca menyerahkan salah satu gelas kepada Noah.

"Kau datang ke Kentucky hanya untuk mengomeliku soal pekerjaan?" tanya Noah.

Bianca tertawa pelan. "Aku datang karena merindukanmu."

Noah menggeleng kecil, namun senyum tipis muncul di sudut bibirnya. Bianca memperhatikan ekspresi itu.

Sudah lama ia mengenal Noah. Cukup lama untuk tahu bahwa senyum sekecil apa pun dari pria itu adalah sesuatu yang jarang diberikan kepada orang lain.

"Enam bulan."

"Hm?"

"Aku tidak melihatmu selama enam bulan."

Noah menyesap wine-nya. "Aku sibuk."

"Itu bukan alasan."

Bianca melangkah lebih dekat. Jarak di antara mereka perlahan menghilang. "Kau selalu mengatakan hal yang sama." Tatapan mereka bertemu, untuk beberapa detik tidak ada yang berbicara. Bianca kemudian mengalungkan tangannya ke leher Noah. Gerakannya agresif, seolah itu adalah sesuatu yang biasa dilakukannya. Dan memang begitu, mereka telah mengenal satu sama lain selama bertahun-tahun.

Keluarga mereka saling mengenal. Lingkaran pergaulan mereka sama, semua orang menganggap mereka pasangan yang sempurna.

"Bianca."

"Hm?"

"Kau tidak perlu datang jauh-jauh hanya untuk memastikan aku masih hidup."

Bianca tersenyum. "Tapi aku suka melihatmu secara langsung."

Noah menghela napas pelan.

Sementara Bianca tetap memandanginya. Malam itu, bagi siapa pun yang melihat mereka dari kejauhan, Noah Blackwood dan Bianca Laurent tampak seperti pasangan yang tidak mungkin dipisahkan. Pasangan yang pada akhirnya akan menikah.

Pasangan yang masa depannya sudah ditentukan sejak lama. Dan tanpa mereka sadari... Di lantai bawah mansion, seorang gadis bernama Ellara Dawson baru saja melangkah masuk ke dalam rumah utama. Membawa beberapa dokumen yang diminta Noah.

Ellara memangku beberapa dokumen yang harus ditandatangani Noah. Malam sudah cukup larut, sebagian besar lampu mansion telah diredupkan. Hanya beberapa ruangan yang masih menyala.

Ia sebenarnya tidak suka masuk ke rumah utama. Tempat itu selalu terasa terlalu megah baginya. Langit-langit tinggi, lantai marmer mengkilap, lukisan-lukisan mahal yang menghiasi dinding.

Semua itu mengingatkannya bahwa dirinya hanyalah seorang pekerja biasa di Blackwood Ranch. Langkahnya pelan menyusuri koridor.

Ia diberi tahu bahwa Noah berada di ruang perpustakaan pribadi dekat balkon timur.

Karena itulah ia berjalan ke sana tanpa banyak berpikir. Namun ketika hampir tiba di depan perpustakaan, langkah Ellara mendadak terhenti.

Dari balik pintu yang tidak tertutup rapat, terdengar suara desahan dan decapan yang menggema di dalam ruangan. Ellara sebenarnya tidak berniat menguping.

Ia hanya ingin menyerahkan dokumen lalu kembali ke asrama pekerja, namun ketika tanpa sengaja melirik ke dalam ruangan, tubuhnya langsung membeku.

Noah dan Bianca berada di sofa dekat perapian. Jarak mereka nyaris tidak ada. Bianca duduk diatas Noah dengan keadaan tanpa sehelai benang pun, begitu juga dengan Noah. Pria itu mencengkram pant*t mulus berisi binanca dengan sangat kuat membantu gadis itu yang sedang bergerak menungganginya dengan sangat brutal dan agresif.

Plakk

Plakk

Plakk

"Ahhhh..ugh..ahhh..aahhhh", Bianca mendesah nikmat menikmati permainannya.

Ellara langsung memalingkan wajah, dadanya terasa sesak. Ia tidak perlu melihat lebih lama untuk memahami apa yang sedang terjadi. Noah dan Bianca begitu tenggelam dalam kebersamaan mereka hingga tidak menyadari keberadaannya di koridor. Ellara menggenggam map dokumen di tangannya lebih erat, dan meletakkannya pelan diatas meja. Untuk beberapa detik ia hanya berdiri diam. Kemudian perlahan mundur, selangkah, dua langkah. Sebelum akhirnya berbalik dan berjalan menjauh.

Desahan Bianca yang samar masih terdengar dari balik pintu perpustakaan. Dan entah mengapa, suara itu terasa lebih menyakitkan daripada yang seharusnya. Ellara mempercepat langkahnya menuruni koridor mansion. Ia terus meyakinkan dirinya bahwa semua itu bukan urusannya. Bianca adalah kekasih Noah. Semua orang mengetahuinya. Jadi kenapa hatinya terasa begitu berat? Kenapa ia merasa seperti baru saja kehilangan sesuatu yang bahkan tidak pernah menjadi miliknya

"Aaah..ahhhh", Nafas Noah semakin memburu, tangannya terus menampar pant*t mulus Bianca. Gadis itu semakin liar dan beringas menunggangi Noah. Bianca memang sangat lihai dalam memuaskan pria itu. Meskipun Noah tidak terlalu cinta dan menginginkan kehadiran Bianca, tetapi pesona dan sifat agresif Bianca dalam urusan melayaninya cukup memanjakan Noah yang selalu haus akan seks. Ditambah lagi tubuh indah Bianca dengan pant*t padat besar berisi, lekukan tubuh yang menggairahkan, kulit putih mulus, dada besar dan menantang, ditambah wajah yang sangat cantik tentu tidak ada pria yang mampu menahan godaan wanita itu. Akan tetapi sifatnya yang banyak menuntut membuat Noah sedikit lelah.

Sudah hampir 20 menit lamanya, Bianca masih bertahan lama bermain main dengan batang besar dan panjang kekasihnya itu.

"Ouhhhh, fuck baby", milikmu selalu membuatkan menggila. Racau Bianca dengan nafas memburu. Dada besarnya yang menggantung indah terguncang hebat karena aksi naik turunnya yang semakin beringas. suara hentakan pant*t besarnya menggema di seluruh ruangan, kedua tangannya meremas kedua squishy besarnya terlihat sangat liar dan menggairahkan.

Melihat aksi Bianca yang semakin menggila, Noah melahap dan menyesap tanpa ampun gundukan kembar yang menantang itu. Lidahnya menari nari menyapu seluruh squishy besar itu bergantian, mejilat dan menghisap kuat penuh nafsu membuat gadis itu semakin terbakar. sementara tangannya membantu pergerakan gadis itu semakin cepat dan beringas.

"Ouhhh, shitttt baby. Kau seperti jalang yang selalu haus batang lelaki". bisik Noah.

Noah melumat kasar bibir kekasihnya itu, lidah mereka saling bertaut dan saling menuntut. Ciuman mereka semakin dalam dan panas. sementara tangan Noah meremas squishy besar Bianca kuat dengan gerakan memutar dan memainkan put*ingnya tanpa henti seakan sudah sangat hafal titik kelemahan wanita itu.

Bianca yang di serang dari segala arah merasa sudah sangat tidak tahan menggerakkan pinggulnya semakin cepat, sangat lihai sekali. Milik Bianca semakin kuat mencengkram batangnya di dalam sana, dan semakin berkedut hebat menjepit milik pria itu. menekan dan memutar pinggulnya dalam seperti meremas batang besar itu didalam miliknya dengan gerakan intens berulang kali hingga akhirnya cairan kenikmatan mereka tumpah bersamaan terasa hangat dan milik gadis itu berkedut hebat menjepit erat batang besar Noah.

"Aahhh..ah.ahhhhhhhhhhh", Noah mendesah panjang menikmati sisa sisa kenikmatan itu.

"Kau sungguh, seperti pelacur handal baby", bisik Noah ditengah nafasnya yang terengah engah.

Bianca menjatuhkan tubuhnya diatas pria itu, dadanya yang naik turun dengan nafas yang memburu menindih Dada bidang kekasihnya itu.

"Batangmu membuatku menggila baby, bisakah kita melakukannya sampai pagi?" goda Bianca.

Mendengar godaan kekasihnya itu Noah langsung berdiri dengan posisi menggendong tubuh kekasihnya itu. Bianca tertawa puas memeluk leher Noah dengan melingkarkan kedua kakinya erat di pinggang pria itu. Noah berjalan santai menggendong kekasihnya itu di Koridor menuju kamar tak peduli jika ada yang melihat. Dan hal itu sudah biasa bagi pekerja Ranch jika mereka tak sengaja melihatnya.

Noah tiba di depan pintu kamarnya, memutar ganggang pintu dan segera masuk kedalam menuju kamar mandi. Kamar mandi Noah sangat luas,

lantainya dilapisi marmer abu-abu gelap yang mengkilap, sementara dindingnya memadukan batu alam dan kayu ek yang memberi kesan hangat khas rumah-rumah ranch mewah Kentucky.

Sebuah jendela besar membentang di sisi ruangan, menghadap langsung ke perbukitan dan padang rumput Blackwood Ranch. Pada pagi hari, cahaya matahari masuk dengan lembut, menerangi seluruh ruangan.

Di tengah kamar mandi berdiri sebuah bathtub putih besar bergaya klasik dengan kaki-kaki logam hitam. Dan Noah segera merebahkan Bianca didalam Bathup itu mengisi penuh air hangat dan busa yang melimpah. Lalu Noah ikut masuk ke dalam Bathup dengan posisi memangku kekasihnya ituitu dari belakang. Tentu dengan posisi seperti itu bisa membuat Noah bebas menjelajahi setiap inci lekuk tubuh indah kekasihnya itu.

Bianca menggigit bibir bawahnya sendiri saat tangan Noah mulai bergerak nakal menyusuri lekuk tubuh indahnya itu. Noah memeluk erat tubuh Bianca dari belakang dengan tangannya terus meremas squishy besar gadis itu dengan gerakan memutar dan memainkan put*ingnya penuh gairah. Bibirnya menyapu setiap inci leher jenjang gadis Bianca, menjilat dan menyesapnya membuat gadis itu semakin melayang.

Noah semakin agresif, tangannya mulai bergerak ke bawah mengelus perut datar Bianca. Lalu terus berjalan turun hingga sampai di area sensitifnya. Noah mulai mengusap intinya yang tanpa penghalang itu.

"Mmmphh..ahhhhh", Bianca tampak menegang saat jari Noah menyusup masuk ke dalam Liang sempitnya itu. menggesekkan jarinya disana keluar masuk dengan tangan sebelahnya masih tetap meremas remas squishy besarnya penuh nafsu.

Mendapatkan rangsangan atas bawah seakan membuat Bianca menggila dan refleks semakin melebarkan pahanya.

"Ngh..ugh..ahhh.oouhhhhh..aahhhhhhh", desis Bianca.

Pinggang Bianca mulai terangkat menahan sensasi nikmat yang diberikan Noah. Tubuhnya bergerak gelisah, punggungnya melengkung, dadanya semakin membusung tubuhnya bergetar hebat. Noah bisa merasakan jarinya dihisap semakin kuat dibawah sana.

"Aaahhhhh baby", desah Noah seakan bisa ikut merasakan klimaks yang Bianca rasakan. Nafas gadis itu tampak terputus dengan terengah engah dada naik turun. terlihat sangat seksi sekali.

Belum selesai Bianca menenangkan nafasnya yang memburu, ia merasakan batang Noah yang sudah mengeras menerobos masuk dibawah sana kedalam liang sempitnya dengan sekali dorongan.

"Ouhhhh...ahhhhh, milikmu besar sekali baby". Desah Bianca.

"Tapi kau sangat menyukainya kan, hmmm?", bisik Noah sambil menggerakkan batangnya di dalam sana. terasa hangat dan menjepit sekali, bathinnya merasakan milik kekasih binalnya ini.

Cipak... cipak... byur...

Kecipak keras memenuhi kamar mandi saat air bergolak hebat di dalam bathtub, menghantam sisi bak marmer, menciptakan gema yang memantul di seluruh ruangan bersamaan dengan desahan mereka yang saling bertautan. Mereka menghabiskan malam panjang itu dengan kobaran nafsu yang makin membara seakan tidak bisa padam.

Noah mencengkram pinggul besar bianca kuat mendorong batangnya keluar masuk semakin menggila, mengobok obok gadis itu tanpa ampun.

Plokk

Plokk

Plokk

Bianca ikut menggerakkan pinggulnya berlawanan membuat batang Noah semakin sesak didalam sana, memutar pant*t besarnya seakan meremas batang kekasihnya itu yang terasa semakin membesar dan mengeras didalam sana.

"Ouhhhhh, shitttttt. kau sangat binal baby", Noah meracau tak tahan.

Bianca semakin menggila menekan dalam batang noah didalam sana dengan gerakan memutarkan pant*t besarnya, mencengkram kuat batang Noah menahannya beberapa saat dan memutarnya lagi dengan tempo intens berulang kali. sungguh ia sangat lihai sekali membuat Noah melayang merasakan jepitan dan kedutan milik gadis itu di bawah sana. Noah yang semakin tak tahan menggerakan batangnya semakin cepat dan mereka mendesah hebat mencapai klimaks bersama.

Noah dan Bianca menghabiskan malam panjang itu dengan kobaran hasrat yang seakan tak pernah tuntas. Mereka melanjutkan di setiap inci sudut ruangan kamar Noah. diranjang, diatas soffa, di lantai kamar mandi. Dengan berbagai gaya yang di ekplor kekasih binalnya itu.

1
chiara azmi fauziah
wow gila noah
Mila Sari
up nya bnyakin thor🤭🤭 jgn nanggung², g enak bet penasaran🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Titik Ristiana
mn lanjutannya??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!