NovelToon NovelToon
Istri Setelah Cerai Menjadi Or Terkaya

Istri Setelah Cerai Menjadi Or Terkaya

Status: tamat
Genre:Perubahan Hidup / Berubah manjadi cantik / Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:229.3k
Nilai: 5
Nama Author: Elara Chandrakanta

"Setelah tiga tahun pernikahan, Dewi akhirnya sadar kalau dirinya tak lebih dari sekedar bank darah berjalan untuk Lina, wanita yang dijaga Rizky. Apapun keluhannya, semua Rizky tutup dengan uang. Hingga Dewi berpikir, 'Kalau begitu apa bedanya diriku dengan seorang pelacur? Sama-sama dibayar hanya berbeda pada apa yang ditawarkan.'

Akhirnya kata cerai keluar dari mulut Dewi dan saat itu juga, ia pergi tanpa menoleh. Namun, keduanya ditakdirkan untuk bertemu lagi, tapi kali ini dengan situasi yang berbeda.

Dewi sebagai pewaris Keluarga Konglomerat Wijaya yang jauh lebih berkuasa dari keluarga Rizky, menuntut balas Lina dan Rizky yang dulu menekannya!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Chandrakanta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

Ruang rapat seketika sunyi ketika kata-kata Arif menggema di ruangan. Tatapan dinginnya menembus tiap sudut, membuat siapa pun yang menentang posisi Dewi merasa seperti akan tertelan oleh udara tegang. Lina menelan ludah, wajahnya merah padam, setengah malu, setengah marah. Ia telah bertahun-tahun berjuang di perusahaan, membangun jaringan, dan merancang kariernya sendiri. Ia tak ingin karena satu dorongan emosional, harus meninggalkan semua itu.

Dengan langkah gontai, Lina akhirnya berdiri, menundukkan kepala, dan mengulurkan permintaan maaf yang hati-hati. “Arif, saya minta maaf atas sikap saya tadi. Saya akan menghormati keputusan perusahaan, dan tentu akan bekerja sama dengan Dewi,” ucapnya, nada suaranya menahan emosi, namun jelas terdengar ketidaknyamanan.

Arif mengangguk singkat, wajahnya tetap serius tanpa sedikit pun menunjukkan kelembutan. “Baik. Rapat selesai,” katanya, suaranya berat dan tegas. Ia berbalik, meninggalkan ruang rapat dengan langkah mantap, aura kewibawaan yang membuat semua orang diam sejenak, menelan rasa takut mereka sendiri. Lina akhirnya menghela napas panjang, merasakan sedikit lega, namun wajahnya tetap kaku.

Meskipun beberapa pegawai masih menyimpan ketidakpercayaan terhadap Dewi yang datang sebagai “direktur utama,” tidak ada yang berani bersuara menentang setelah Arif meninggalkan ruangan. Dewi hanya menatap semua orang dengan dingin, senyum tipis di bibirnya, namun matanya menyala penuh tekad. Ia tahu kata-kata tidak akan membuktikan apapun; kemampuan nyata yang akan menentukan posisinya.

Tak lama kemudian, Yudi, tangan kanan Arif, muncul di pintu kantor Dewi. Dengan sikap hormat, ia menunggu arahan. “Nona Dewi, apakah ada instruksi terkait pekerjaan hari ini?” tanyanya.

Dewi menatap layar laptopnya sebentar, lalu berkata, “Saya ingin semua data terkait proyek Grup Perkasa segera dikumpulkan. Aku ingin mempelajari setiap detail, karena aku akan mengambil alih perencanaan dan pengelolaan proyek itu.”

Yudi segera mengangguk, mencatat setiap kata, lalu bergegas meninggalkan ruangan untuk menyiapkan semua dokumen yang diminta. Dewi menatap ke luar jendela sejenak, menarik napas dalam, membiarkan ketenangan dan fokus meresap ke seluruh tubuhnya.

Tidak lama kemudian, Maya melangkah masuk dengan senyum cerah, membawa aura semangat yang selalu menular. “Dewi, kantor ku ada tepat di sebelahmu. Kita bisa bekerja berdampingan mulai hari ini,” katanya, matanya bersinar penuh semangat.

Dewi tersenyum, hatinya hangat. “Bagus. Jadi kita bisa kembali seperti dulu, saling mendukung satu sama lain,” jawabnya, senyumnya lembut tapi tegas. Maya menanggapi dengan canda ringan, “Tentu saja, tapi kali ini kita akan lebih tangguh daripada sebelumnya.”

Kemudian Maya membuka ponselnya dan menyorongkan layar ke arah Dewi. “Lihat ini. Aku sudah menghubungi beberapa influencer besar dan meminta mereka memposting video semalam secara lengkap. Semua adegan sekarang terlihat jelas: bagaimana kau membela aku, dan bagaimana pria itu mencoba menyerang kita. Tidak ada yang disensor, semua bukti nyata.”

Dewi mengamati video itu dengan seksama. Musik bar, teriakan Maya, ekspresi Dewi saat menyerang—semuanya kini utuh. Tak ada pemotongan yang mengubah konteks.

Komentar langsung membanjiri layar:

“Dewi keren banget!”

“Ini baru sahabat sejati.”

“Perempuan ini berani dan cerdas, bukan seperti yang diberitakan kemarin.”

Tagar trending langsung berubah arah, #DewiHebat, #SahabatTerbaik, #WanitaTangguh—semua menjadi sorotan utama di media sosial. Dewi menatap layar, wajahnya tetap tenang, meski hatinya sedikit lega. Ia menoleh ke Maya, mengangkat alis. “Kau sengaja mengatur ini semua?”

Maya mengangguk bangga. “Hanya perlu satu telepon. Aku tidak akan membiarkan siapapun memutarbalikkan fakta tentangmu.”

Dewi tersenyum tipis, menepuk bahu Maya. “Bagus. Sekarang semua orang tahu siapa yang benar.”

Maya kemudian menambahkan informasi penting. “Dan semua ini juga mengungkap siapa yang ada di balik video kemarin. Joko, saudara Rizky, ternyata yang menyebarkan video itu. Semua perhitungannya berhasil kulacak.”

Dewi menelan napas, matanya menyipit. Dugaan yang ia miliki sejak semalam kini terbukti. Wajahnya berubah dingin, aura ketegasan memenuhi ruangan. Ia memutuskan, kali ini, Joko tidak akan mudah lolos.

Maya menepuk ponsel Dewi, memberikan file yang berisi seluruh bukti, dokumen, dan foto yang menunjukkan keburukan Joko. Dewi membukanya dengan hati-hati, menelusuri satu persatu. Salah satu foto menarik perhatiannya—sebuah gambar penting yang bisa menjadi senjata: Joko, di sebuah pesta, mengenakan pakaian renang, sedang memeluk wanita kanan dan kiri, sementara saat itu ia baru saja menikah.

Dewi menatap foto itu lama. Senyum tipis terlukis di bibirnya, tapi matanya tetap dingin, penuh strategi. Ia tahu, foto ini akan menjadi senjata untuk memperingatkan Joko: ini bukan hanya soal potongan video yang diunggahnya, tetapi juga perilaku pribadinya yang bisa mencoreng reputasinya sendiri jika terungkap.

Dewi membuka aplikasi media sosial, memilih foto tersebut, dan menulis status singkat:

“Aku punya ingatan panjang. Bagi yang mencoba memutarbalikkan fakta, ingat: aku bukan seperti kalian yang hanya mengandalkan paparazzi untuk menipu. Aku membalas dengan bukti. Joko, ini peringatan untukmu. Berhati-hatilah.”

Status itu diposting, disertai foto yang jelas dan menohok. Dalam hitungan menit, notifikasi masuk tanpa henti—komentar, likes, dan repost. Netizen langsung memahami konteks sebenarnya: Dewi bukan perempuan lemah yang bisa dipermainkan, melainkan wanita tangguh yang tahu cara membela diri, teman, dan harga dirinya.

Dewi menatap layar ponsel dengan tenang. Kali ini, ia bukan hanya membela dirinya sendiri, tapi juga menunjukkan bahwa setiap tindakan manipulatif pasti akan terbuka.

Maya tersenyum puas, menepuk bahu Dewi lagi. “Sekarang, mereka tahu siapa yang sebenarnya kuat. Tidak ada yang bisa membohongi publik lagi,” katanya.

Dewi mengangguk, menyadari satu hal penting: kekuatan bukan hanya tentang kemampuan fisik atau kecerdasan dalam bekerja, tapi juga bagaimana menggunakan informasi, strategi, dan jaringan untuk menjaga harga diri dan keadilan. Hari itu, Dewi tidak hanya menegaskan posisinya di Grup Wijaya, tapi juga menetapkan batas bagi setiap orang yang mencoba menekan atau memanipulasi hidupnya.

Ia menatap ke arah jendela kantor, kota Jakarta yang sibuk dan tak kenal ampun. Dengan Maya di sampingnya, dan semua bukti kini di tangan, Dewi merasa siap menghadapi apapun yang datang berikutnya.

Ia tersenyum tipis, menarik napas dalam, dan berkata dalam hati: “Mereka pikir bisa mengintimidasi aku… tapi aku bukan perempuan yang bisa dikuasai. Aku akan melangkah maju, dan kali ini, tak ada yang bisa menghalangi.”

1
Zheevanya Putri
bingung am alur cerita ny udah gitu Dewi ny gak tegas..
Punkpunk 234
kerreenn.. guyur aja Deekk.. se kali² mandi red wine tuu c sarijem 😆😆
syska
ᴄᴇʀɪᴛᴀ ʏᴀɴɢ ʙᴇɴᴀʀ ʙᴇɴᴀʀ ʙᴇᴅᴀ ᴅʀ sᴇᴍᴜᴀ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ʏɢ ᴀᴋᴜ ʙᴀᴄᴀ....
ᴋᴇʀᴇɴ ᴀʙɪs ᴄᴇʀɪᴛᴀɴʏᴀ....
syska
ᴄᴏᴏʟ ᴅᴇᴡɪ.... 😍😍😍
Jetva
Dracin sih biasaaaa...byk omong...
Jetva
🤣🤣🤣..kamu cari mati Siti..🤣🤣🤣
Fitrian
gue bilang lo rina 🖕🖕🖕🖕🖕🖕🖕🤮🤮
Fitrian
ciiiiiiiiihhhhhhhh itu kan gara-gara lo bego maya, dasar teman sinting 🖕
Ds Phone
darah dibayar darah lah hutang mesti dilunas kan
Ds Phone
dia jadi terlalu tegas
Ds Phone
ada muslihat muking
Ds Phone
kuasa dia lagi kuat rupa nya
Ds Phone
apa yang meraka rebut kan
Fitrian
cuuuuhhhhhhh dasar otak kodok 🤮🤮🤮🤮🖕
Fitrian
ba biiiii🐽🐽🐽🐽🐽🐽🔪🔪🖕🖕
Heriyani Lawi
sdh bercerai dari Arif? maksudnya apa?!!
Kirana Mahestri
ni tu cerita apa sih, tes nya panjang cuman kata katanya itu itu terus kaya diulang, alurnya mandek bikin jenuh
Fitrian
ciiiiiiiiihhhhhhhh bego, lo di bilang naik sebagai wakil karena naik ranjang kaka kandung lo💦💦💦💦💦💦💦🖕
Partini Minok Nur Maesa
pdhl rizky jg sering merendahkan dewi🤭
Partini Minok Nur Maesa
aku bingung arif itu sebenarnya siapanya dewi klp kkak kok panggilnya arif gx pake kak ato bang
Punkpunk 234: kirain cuma aku doang yg bingung.. ternyata ada temen yg sama bingung nya..🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!