"Saya akan bertanggung jawab menikahimu, tapi tanda tangani surat kontrak ini." Aston melemparkan perjanjian kontrak pernikahan ke wajah Ayumi—pembantunya.
"Oke! Saya juga nggak mau lama-lama nikah sama pria galak dan jelek kayak Anda!" balas Ayumi, seraya mengambil lembaran kertas perjanjian yang jatuh di lantai.
Aston mengepalkan tangan, geram pada gadis itu yang telah berani mengoloknya. Ia memejamkan mata, menahan amarah, tapi di saat bersamaan, ia kembali teringat saat kemarin malam pulang dalam keadaan mabuk, dan meniduri pembantunya itu.
Follow IG Author @Thalindalena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Olah raga malam
"Apa yang kamu lakukan, Yumi?!" Aston berkacak pinggang, menatap istrinya yang tengah menyeroki dedaunan kering yang berjatuhan dari pepohonan sekitar kolam renang.
Ayumi menoleh tanpa menghentikan aktivitasnya, "sedang olah raga, Tuan," sambil menyengir lebar tanpa merasa bersalah atau berdosa sedikitpun.
Tidak tahukah gadis itu jika seluruh penghuni rumah mewah ini sangat mencemaskannya.
"Berhenti. Letakkan benda itu!" perintah Aston dengan nada mutlak, tidak mau mendengar bantahan sedikit pun.
Ayumi menghentikan gerakan tangannya sejenak, kemudian bergerak lagi meraih daun kering di yang mengambang di kolam. "Sebentar lagi. Aku belum lelah."
"AYUMI! JANGAN MENGUJI KESABARANKU!" bentak Aston, sangat emosi melihat istrinya sangat keras kepala.
Ayumi tersentak kaget, reflek melepaskan alat yang seperti galah itu. Ia menoleh pada Aston dengan pandangan berkaca-kaca. "M-maaf," lirihnya dengan tubuh bergetar karena ketakutan.
Aston membuang nafas kasar, berusaha meredam emosinya yang kadung meledak. Ia sadar bahwa tindakannya barusan akan membuat Ayumi semakin tertekan.
Aston perlahan mendekat, menatap istrinya yang berdiri di tepi kolam dengan keadaan yang sangat kacau.
"Aku minta maaf." Aston berusaha menekan emosi dan egonya demi kesehatan mental istrinya. "Kemarilah. Hari sudah sangat larut. Aku lelah, ingin istirahat." Aston mengulurkan tangan kanannya pada Ayumi.
"T-tapi saya belum ngantuk. saya tidak bisa tidur. Saya harus cari kegiatan dulu. Saya harus—" ucapan Ayumi terhenti ketika Aston tiba-tiba menggendongnya ala bridal style. "T-Tuan, turunkan saya!" pekik Ayumi, meronta tapi kedua tangannya reflek mengalung ke leher suaminya.
"Diam, Yumi!" Aston menunduk, menatap tajam wanita itu.
Nyali Ayumi menciut ketika mendapatkan tatapan tajam itu. Akhirnya ia menenggelamkan wajahnya ke dada bidang suaminya. Menghirup aroma maskulin suaminya yang bercampur dengan keringat. Tapi, anehnya aroma itu membuatnya merasa tenang dan nyaman.
Sampai di kamar. Aston menurunkan istrinya.
Wajah Ayumi seketika itu manyun membuat Aston mengerutkan alis bertanda bingung.
"Ada apa lagi, Yumi?!" tanya Aston, jengkel. "Oh, kamu mual karena aku tidak memakai topeng?"
Ayumi menggeleng.
"Lalu apa?" suara Aston terdengar sangat frustrasi menghadapi ibu hamil ini.
"Tuan mandi saja. Saya akan menyiapkan pakaian Anda." Ayumi segera berjalan ke ruang ganti. Tapi langkahnya terhenti saat Aston mencekal tangannya. "Ada apa?"
"Kamu berkeringat, Yumi," kata Aston dengan suara sedikit tertahan, menatap Ayumi dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Iya, terus?" Ayumi menyeka keringat di keningnya dengan cepat.
"Mandi lagi!" ajak Aston, dengan kecepatan kilat ia menarik tangan Ayumi ke kamar mandi.
"T-Tuan!" suara teriakan Ayumi menghilang setelah pintu kamar mandi tertutup. Tak berselang lama terdengar suara desahaan dan lenguhan bersahutan.
*
*
Allegra memasuki kamar Aston. Ia sangat mencemaskan Ayumi.
"Tuan, licik! Aku sebal!" teriak Ayumi dari kamar mandi.
"Ha ha ha." Aston tergelak melihat istrinya ngambek. "Diam, Yumi. Ouh, ya ampun. Kamu nikmat sekali, Yumi," suara Aston terdengar seperti racauan kenikmatan.
Allegra mengulas senyum bahagia mendengar suara-suara itu dari kamar mandi. Dalam hati sangat lega akhirnya cucunya mendapatkan pendamping yang sangat tepat. Bahkan ia sudah lama tidak mendengar Aston tertawa lepas seperti itu.
Perlahan Allegra keluar dari kamar itu dengan perasaan yang membuncah.
*
Aston keluar dari kamar mandi sambil menggendong Ayumi. Tubuh keduanya di balut dengan jubah mandi warna hitam.
"Tunggu di sini." Aston mendudukkan Ayumi di tepian tempat tidur. Lalu ia berjalan cepat ke ruang ganti, tak berselang lama ia kembali membawa baju ganti untuk istrinya.
"Ayo, aku akan membantumu memakai baju. Suamimu ini baik hati dan tidak sombong 'kan? Harusnya kamu merasa bersyukur mempunyai suami tampan, kaya raya, dan baik hati seperti aku," oceh Aston sembari melepaskan jubah mandi yang melekat di tubuh istrinya.