Reina dan Niko telah berpacaran selama 6 tahun lamanya. Saat mereka memutuskan untuk menikah, terjadi lah hal yang tidak diinginkan.
Tepat di hari pernikahannya, Niko harus meninggalkan Reina untuk selama-lamanya.
Kisah pilu yang dialami seorang gadis cantik bernama Reina Octavia berusia 23 tahun itu tidak berhenti sampai disitu saja. Karena Reina harus menikah dengan CEO tampan berlandaskan sebuah paksaan dan ancaman.
Pernikahan yang Reina jalani tidak berjalan dengan bahagia sesuai expektasi wanita pada umumnya. Dan Reina harus kembali menelan kenyataan pahit. Karena suaminya, Rayhan Adijaya, harus menikah lagi dengan seorang wanita cantik bernama Queenzy Putri Damar, kekasih Rayhan yang sangat dicintainya.
Menjadi yang kedua dari yang pertama itu sangat menyakitkan menurut Reina, apalagi jika keberadaannya selalu terabaikan.
Lambat laun keduanya mulai menerima takdirnya sebagai suami istri, diuji kembali cinta mereka dengan hadirnya seseorang dari masa lalu Rayhan bernama Laras.
Season 2
Rayhan dan Reina membantu Bian yang sedang kesulitan. Keluarga Bian yang tidak terima dengan perlakuan Rayhan, mencelakai Reina hingga Reina kehilangan penglihatannya.
Jendela dunianya menghilang, bagaikan kapal yang kehilangan nahkodanya. Reina merasakan kesedihan yang tak terhingga.
Reina mendapat donor mata dari istri Bian sahabatnya yang bernama Della. Bian dan Reina saling menjaga jarak karena ketidaksanggupannya dalam menghadapi kenyataan.
Akan kah Reina dan Bian bisa kembali bersahabat seperti dulu?
ikuti kelanjutannya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zevira Kayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21 Accident
🍒Happy Reading ..!!! 🍒
Rumah Adijaya
Setelah mengantar Queenzy kerumahnya untuk meletakkan kopernya, kami melanjutkan perjalanan kami menuju rumah Adijaya.
Mobil telah berhenti dengan sempurna. Dengan sigap Rayhan membukakan pintu untuk Queenzy, dan aku membuka pintu ku sendiri.
Kami berjalan bersama untuk masuk ke dalam rumah.
Rayhan masuk terlebih dahulu dengan menggandeng Queenzy. Sedangkan aku, aku mengekori mereka di belakang.
Rayhan belum bekerja karena dia masih masa cuti pengantin baru, papa yang menyuruhnya untuk cuti sementara.
Rayhan dan Queenzy masih berbincang-bincang di ruang keluarga sambil menunggu kedatangan mama dan papa.
Sekarang pukul enam lebih sepuluh menit, aku segera menuju kamar untuk membersihkan diri dan langsung sholat maghrib. Aku juga menyempatkan sholat ashar sebentar tadi di rumah Queenzy. Queenzy bilang dia kagum denganku, tapi aku mengelak karena ini memang sudah kewajibanku.
Setelah menyelesaikan semuanya, aku menuruni tangga menuju mereka berada. Sebelum bergabung aku menyempatkan membuat minuman untuk mereka dan menyuguhkan beberapa camilan.
“Lho Zy .. Kamu sudah pulang?!” tanya mama pada Queenzy.
“Iyaa tante,” jawab Queenzy lalu mencium tangan mama.
“Eh .. Ada tamu rupanya!!” ucap papa, kemudian ikut bergabung.
“Iya Om.” jawab Queenzy dan menyalami papa juga.
“Sejak kapan kamu pulang Zy??” tanya mama.
“Baru hari ini tante.” jawabnya.
“Oh.. ” jawab mama singkat. Mama terlihat seperti terusik dengan kehadiran Queenzy di rumah ini.
“Ada yang ingin Ray bicarakan sama kalian mah, pah!!” ucap Rayhan.
“Ada apa?? Sepertinya penting!!” jawab papa.
“Mama sedang bahagia - bahagianya lho Ray punya mantu Reina, kamu jangan macam-macam ya!!” ujar mama. Membuat Queenzy dan Rayhan saling bertatapan.
“Ada apa, katakan saja.!!” kata papa.
“Ray ingin menikahi Queenzy pah, mah!!” ucap Rayhan.
“Apa?” jawab mama dan papa berjamaah.
“Apa kau sudah gila? Kau baru saja menikah dengan Reina kemarin. Di mana otakmu itu?” umpat papa.
Yang tadinya tenang sekarang Papa terlihat sangat murka.
“Sebenarnya kamu ini kenapa sih Ray, akhir - akhir ini kamu sering sekali buat mama dan papa marah? Dulu kamu selalu saja membanggakan mama!!” ucap mama. Lalu menangis tanpa tertahan.
Aku dan Queenzy hanya diam menyaksikan pertengkaran ini. Sesekali Queenzy mencoba mengalah tapi Rayhan tetap kukuh dan memaksa.
“Ini sudah menjadi janji Ray mah. Saat Enzy kembali aku akan menikahinya!! Aku mohon restui kami.” ucap Rayhan sambil bersimpuh di kaki mama.
“Papa tidak mengerti lagi sama jalan pikiran kamu!!” ucap papa.
“Ray mohon pah, Ray mohon!!” ucap Rayhan. Kemudian beringsut menuju kaki papa.
Mama masih terus menangis. merasa tertampar dengan sikap putranya yang semakin hari semakin kurang ajar.
“Reina sayang, suami kamu mau nikah lagi nak! Kenapa kamu diam saja? Cepat lakukan sesuatu!!” tutur mama. Aku kaget mama melibatkan ku dalam situasi seperti ini.
“Gunakan kuasa kamu untuk melarang suami mu menikah lagi Rein, mama mohon?!” ujar mama dengan menggoyang-goyangkan kan bahuku.
“Mah, jika memang ini sudah menjadi keputusan mas Rayhan. Reina terima mah. Lagian didalam agama juga tidak ada larangan untuk berpoligami. Mereka berdua saling mencintai, jika Reina melarangnya itu juga akan membuat Reina berdosa mah. Yang penting mas Rayhan bisa memperlakukan kami dengan adil, Reina ikhlas mas Rayhan menikah lagi.” ucapku panjang lebar, aku sendiri tidak tau dengan apa yang aku ucapkan. Perkataan itu seakan keluar dari mulutku begitu saja.
“Apa yang kamu katakan sayang, kamu itu akan berbagi suami dengan wanita lain. Apa hatimu akan siap dengan semua yang terjadi kedepannya? Kamu tau kan dia kekasih suamimu. Sudah pasti Ray akan lebih memperhatikannya. Jangan biarkan rumah tanggamu hancur Reina!! Jangan pernah memberikan celah untuk orang lain!!” tutur mama dengan semakin berapi-api.
“Reina siap mah, Reina siap dengan segala kemungkinan yang terjadi.” jawabku. Aku mencoba menenangkan mama.
“Pah, mah, apa papa dan mama merestui kami?” tanya Rayhan pada mama dan papa. Dengan sekilas menoleh ke arahku.
“Kami tidak merestui kalian, tapi karena Reina yang mengizinkan, terserah kamu saja!! Urus hidupmu sendiri.” jawab papa.
“Jika memang kamu tetap memaksa, nikahi dia secara diam-diam. Karena tidak mungkin kita akan mengadakan pesta lagi. Mau taruh di mana muka papa. Kamu pikir sendiri bagaimana perasaan papa!!” sentak papa.
Lalu papa pergi menuju kamarnya masih dengan kemarahannya.
Mama memelukku, “Mama harap kamu tidak menyesal dengan keputusan kamu!!” ucap mama. Lalu pergi mengikuti papa dan meninggalkan kami.
Kemudian Rayhan memeluk ku,
“Terimakasih Reina, terimakasih.” ucapnya.
Ini pertama kalinya dia memanggil namaku setelah ijab kabul.
Queenzy juga ikut memelukku.
“Kamu sangat baik Reina, terimakasih banyak!!” ucapnya.
Ini akan menjadi kelanjutan hidupku yang menyedihkan. Menjadi istri pertama dan tinggal seatap dengan istri kedua. Sudah bisa ku pastikan aku akan terbuang, karena suamiku sangat mencintai istri keduanya.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Aku dan Rayhan sedang berada di kamar. Setelah dia mengantar Queenzy pulang, dia langsung menuju kamar dan membersihkan diri. Lalu berbaring di sampingku. Tanpa ada kata di antara kami, kami saling berdiam diri dengan pikiran masing - masing.
Krucukk .. Krucuk .. Krucuk ..
Suara perutku memecah keheningan diruangan ini. Aku sangat malu, aku memang belum sempat makan malam karena pertengkaran tadi.
“Kau lapar? ” tanyanya.
Aku mengangguk dengan kedua tangan menyentuh perutku.
“Kau mau makan apa, ayo aku antarkan.” ucapnya lagi.
“Kamu serius mas??” tanyaku.
“Iya, karena kamu sudah berbaik hati membantuku tadi. Sebagai ucapan terimakasih aku akan mentraktirmu makan, malam ini!”
“Hanya malam ini?” tanyaku lancang.
“Seminggu!!” jawabnya lagi.
“Benarkah?” tanyaku memastikan.
Saking senangnya aku langsung memeluknya.
“Terimakasih mas, ayo kita berangkat sekarang. Aku sudah sangat lapar!!” jawabku kemudian.
Kami berangkat menuju sebuah restoran favorite Rayhan. Entah mengapa dia sangat baik malam ini, dia menuruti semua keinginanku.
Aku juga mengajaknya berjalan-jalan sebentar di sebuah taman dan dia juga menurutinya.
Aku merasa sangat bahagia, aku juga mulai merasa nyaman saat bersamanya. Rasa ini, apakah ini cinta? Rasa ini seperti saat aku berdekatan dengan Niko, kekasihku yang telah tiada.
Setelah puas memanjakan mata dengan suasana malam, kami bergegas menuju mobil untuk pulang ke rumah. Mobil kami ada di seberang jalan. Aku berjalan terlebih dulu meninggalkan Rayhan karena aku melihat penjual arum manis, dan aku ingin membelinya. Namun tiba-tiba,
Brakkkk .... !!! Aaaaaa …!!!
Suara mobil bertabrakan diikuti suara teriakan orang yang berada disana. Entah bagaimana ceritanya aku bisa ikut tersangkut dan ikut terseret mobil itu hingga beberapa meter.
Aku tergeletak di pinggir jalan, dengan berlumuran darah. Semua orang mendekatiku, aku melihat wajah suamiku dengan samar-samar dia mengangkat dan membopong ku mungkin menuju rumah sakit.
“Bertahanlah Reina!!” ucapnya. Suaranya masih sedikit terdengar di telingaku, setelah itu aku sudah tak sadarkan diri.
*******
Rumah Sakit
Aku sedang berada di rumah sakit dan berada di ruang UGD(Unit Gawat Darurat).
“Ada sedikit pendarahan di kepalanya pak. Tapi anda tidak perlu khawatir, karena ini hanya luka luar saja. Dan untuk kakinya sebelah kiri, mengalami sedikit keretakan akibat shock yang di alaminya. Butuh beberapa waktu untuk memulihkannya kembali.”
Aku tersadar dan mendengar ucapan dokter kepada suamiku.
“Lakukan yang terbaik untuknya dok, aku percayakan semuanya padamu.” jawab Rayhan.
“M a s ..” ucapku dengan susah payah, aku mencoba memanggilnya.
Rayhan mendekati ku, “Kamu sudah sadar??” tanyanya dengan raut wajah penuh kekhawatiran.
Benarkah dia mengkhawatirkan ku?? Batinku.
“Emm .. ” jawabku. Aku mencoba untuk duduk namun dia melarangnya.
“Jangan banyak gerak dulu. Kamu butuh apa? biar aku yang ambilkan!!” tuturnya.
“Aku haus mas, aku ingin minum!!” jawabku.
Dengan sigap Rayhan mengambilkan, dan meminumkan nya di mulutku.
“Terimakasih mas.” ucapku setelah selesai minum.
“Permisi Tuan, Nona Reina sudah sadar kami akan memeriksanya sebentar. Silahkan Tuan tunggu di luar.” ucap salah satu suster. Kemudian dia memeriksaku.
“Karena kondisi anda sudah membaik, kami akan memindahkan anda ke ruang perawatan Nona.” ucap suster itu lagi.
“Baik sus ..” jawabku.
“Nona beruntung sekali ya memiliki suami seperti tuan Rayhan, sudah tampan, baik, perhatian lagi sama Nona. Dia sangat mengkhawatirkan anda Nona. Saat Nona diperiksa oleh dokter, Tuan Rayhan mondar- mandir tidak karuan.” ucap suster satunya lagi.
“Benarkah sus??” tanyaku sedikit tidak percaya.
“Benar Nona, pasti tuan Rayhan sangat mencintai Nona. Terlihat dari caranya memperlakukan Nona. Saat kalian sampai disini, Tuan Rayhan berteriak dengan tidak sopan membuat kami semua menjadi gugup dan panik.” ucap suster itu lagi.
“Mungkin suster hanya salah paham, dia melakukan itu karena dia tidak ingin aku meninggal.” ucapku pada suster itu.
Jika aku meninggal maka balas dendamnya akan berakhir begitu saja. Batinku.
“Ya sudah Nona, saya akan mengabari Tuan dan akan memindahkan Nona ke ruang perawatan.” ucap suster.
Salah satu suster memanggil Rayhan dan satunya lagi mempersiapkan untuk kepindahanku.
******
Aku telah sampai diruanganku. Dan Rayhan masih setia menemaniku di samping ranjangku. Dia duduk disebuah sofa sambil menonton televisi. Ruangan ku ruangan VVIP(Very Very Important Persona) jadi, tentu saja nyaman dan banyak fasilitasnya.
Ceklek..
Terdengar suara pintu terbuka, dan dua orang masuk ke dalam. Mereka adalah mama dan papa.
“Reina sayang, kenapa bisa seperti ini sih? Maaf, mama sama papa baru bisa datang. Tadi mama masih ada acara, dan di jalan tadi ada kejadian kecelakaan. Jadi mau tidak mau kami harus menunggunya sampai evakuasi selesai.”
ucap mama. Mama datang dengan heboh lalu memelukku.
“Aduh .. ” keluhku. Karena tanpa sengaja mama menyentuh kepalaku. Saat ini kepalaku sedang diperban beberapa lapis sehingga membuat kepalaku terasa sedikit berat.
“Eh maaf sayang, sakit ya? Mama tidak sengaja nak.” ucap mama meminta maaf.
“Tidak apa-apa kok mah, Reina cuma kaget aja tadi,” jelasku.
“Reina sedang sakit, apa kamu akan tetap melangsungkan pernikahanmu besok?” tanya papa pada Rayhan.
Rayhan mengangguk.
“Ray tidak mau buat Queenzy kecewa pah.” jawab Rayhan.
“Kamu tidak ingin lihat dia kecewa, tapi bagaimana dengan istrimu Ray? Apa kamu juga memikirkan perasaannya. Dia sedang sakit!!” ucap papa.
Entah mengapa setiap papa bertemu dengan Rayhan dia selalu tersulut emosi.
“Ray akan tetap melakukannya di rumah sakit ini pah.” jawab Rayhan lagi.
“Tidak .. Tidak .. Papa tidak setuju. Papa tidak rela melihat Reina bersedih dan menangis melihat kamu menikahi gadis lain.” kata papa.
“Kamu adakan acara pernikahanmu di rumahnya, mama dan papa akan jaga Reina disini.” saut mama ketus.
“Tapi mah, pah, kalian harus datang di pernikahan Ray!!” pinta Rayhan.
“Kau minta Dika untuk menemanimu. Papa sudah bilang kan kemarin, kalau papa dan mama tidak merestui pernikahan kalian. Dengan keadaan Reina seperti ini, harusnya kamu sadar kalau ini bukan pertanda baik untuk pernikahan kalian!!” jelas papa.
Wajah Rayhan terlihat sangat kesal, dia menatapku dengan sangat tajam. Seperti menahan amarah. Aku yang ditatapnya seperti itu, lalu aku menundukkan wajahku. Aku sangat takut dengan tatapannya.
Kemudian Rayhan pergi meninggalkan kami, dengan menutup pintu kamar secara kasar, membuat kami semua kaget dan mengelus dada.
Bersambung!!!
🍀
🍀
🍀
🍀
Terimakasih masih setia dengan Belenggu Cinta CEO Tampan !!🌹🌹
Author sangat berterimakasih pada Readers semua. 😊
Salam hangat dariku Zevira Kayla 🌷🌷
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
beli krupuk se Indonesia Raya dpt 5 tuh per org lbh malah 😂😂😂
halunya gas poool
lanjoot Thoor
semangat lah 5M per bln nih