Marisa Caca Abimana atau yang sering dipanggil caca cewek cantik yang selalu menjadi idola kampus, banyak lelaki yang ingin menjadikan ia pacar namun semua lelaki akan mundur ketika ia menggunakan mantra ajaibnya
" ngak usah sok pacaran segala kalo berani halalin gue " mantra itu yang selalu di dengar para lelaki bahkan ia tak segan berucap di depan banyak orang
namun mantra itulah yang akhirnya menjerat caca dengan lelaki yang bernama Arga ALbara putra
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Kasuma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LMH 21
ting... ting... ting....ting...ting....ting.... suara notifikasi yang beruntun membuat sang empunya yang masih terlelap perlahan membuka matanya
" ini siapa sih pagi pagi udah chat aja " perlahan wanita itu mengambil HP yang di simpan di dekat bantalnya
Artaseliana fh
caca....
Artaseliana fh
ca caca......... woyyyyy.......
Artaseliana fh
banguuunnnnnnn........
Artaseliana fh
ca banguuuuuuuunnn bebeb ku yuhuuuuuuuuuuuuu..........
honey........
caca berdecak kesal " ni anak ngapain sih pagi pagi bikin emosi aja"
"heh gila ngapain si pagi pagi kayak ngak ada kerjaan aja heran deh suka banget nggangguin orang" grutu caca ketika pangilan telpon tersambung
"heheh sorry beb loe ngak kampus hari ini.? " tanya suara dari sebrang
caca mengusap jidatnya " surat sidang udah keluar.? " tanya caca masih dengan mata terpejam
"udah liat di grub caca ku sayang bahkan ni ya tempat dan jadwalnya udah ada " caca menganguk saja
"gue tau loe baru bangun buruan mandi gue tunggu di kampus ya ca gue kangen ama loe "
"iya iya by" caca langsung mematikan sambungan
"baru bangun " suara arga membuat caca yang tadinya mode merem kini membuka kembali matanya
arga berdiri di pintu kamar dengan badan penuh keringan dan handuk kecil di tangannya
"abis olaraga.? " arga menganguk lalu menuju ke kamar mandi
caca turun dari kasur langsung mengambil baju ganti yang ada di lemari lalu keluar menuju kamar mandi yang ada di kamar sebelahnya
karna caca masih tidur di kamar arga bahkan hampir tiap malam sang mertua atau ibunya sendiri suka vc secara mendadak membuat caca kelimpungan jika tak ada arga di sampinya
setelah selesai mandi caca langsung menyiapkan sarapan roti bakar dan segelas kopi
"tumben rapi mau ke kampus.? " tanya arga yang duduk di kursi untuk sarapan
"iya kata seli surat sidang udah keluar " sahut caca dengan meletakan kopi
arga menganguk " jadi milih dimana.? "
" di kantornya om dodi" ucapan caca membuat arga menghentikan sarapannya
"om dodi papanya revan.? " caca menganguk
"kenapa ngak di pirman atau di kantor agama kan nilai loe bagus.?" tanya arga
caca menatap malas mahluk di depannya ini "gue ujian sidang udah ngebahas kedua hukum itu pak arga " jawab caca dengan kesal
apa lelaki di depannya itu tidak ingat jika ia sendiri la yang menyuruh caca membahas materi hukum arbitrasi Internasional di pirman dan kantor agama
arga mencoba mengingat sidang caca kemaren " gue harus cek ulang di Adrian kayaknya " caca hanya mengeleng tak habis pikir dengan lelaki itu
bunyi notifikasi di HP caca membuat caca dengan cepat mengecek hpnya "gue kampus dulu ya ga " caca meletakan piring di tempat pencucian lalu mengambil tas di kursi
" perlu gue anter.? " tanya arga
caca mengeleng " udah pesen ojek di depan "
caca melangkahkan kaki ke kedepan namun kotak yang ada di meja tamu membuatnya penasaran
"kotak apaan ni" caca mendekati kotak berwarna silver dengan aksen pita yang membuatnya bertambah manis
dengan rasa penasaran caca langsung membuka kotak itu yang ternyata terdapat gaun tas serta sepatu yang kemaren di beli bersama arga
"belanjaan kemaren.?" tanya caca pada dirinya sendiri
caca mengambil notif kecil yang tertempel di atas gaun itu seketika rasa kesal langsung menghingapi hatinya bagaimana tidak dalam kertas kecil itu terselip ucapan ulang tahun serta nama penerima nya
"ternyata buat putri " keluh caca dengan lesu
caca mengembalikan semuanya seperti semula lalu menuju tukang ojek yang sudah menunggunya di depan rumah
.
.
.
setibanya arga di kotak kantor tempat putri bekerja ia langsung menuju ke ruangan putri berada
"putrinya ada.? " tanya arga pada sekretaris putri
"ada pak di dalam silahkan " jawab sekretaris putri yang sudah tau siapa tamu yang datang
tok... tok... tok.... arga langsung mengetuk pintu mendengar sahutan dari dalam membuat arga langsung masuk
"pagi " sapa arga ketika melihat putri yang lagi memeriksa berkas berkasnya
"arga" putri tersenyum lalu mendekati arga
"duduk ga " arga langsung duduk di sopa dan meletakan kotak yang sedari tadi ia bawah
"apaan ini ga.? " tanya putri heran
arga mengeser kotak itu mendekati putri " buat loe " sahut arga
putri mengeleng " ulta gue udah lewat beberapa hari dan loe baru ngasi gue kado sekarang bahkan loe juga ngak dateng ke rumah keterlaluan loe ga" ucap putri dramatis tak habis pikir dengan temannya satu ini
arga meringis tak enak ngak mungkin dia jujur yang sebenarnya jika ia di bandung menghadiri pernikahan revan bisa bisa putri bertanya yang tidak tidak secara putri dan revan bekerja sama pembangunan resto di bali
"gue banyak kerjaan sorry deh itu juga lengkap kok gue kasih"
putri mengeleng lalu membuka kotak pemberian arga " coba kasih ke pacar loe aja ga pasti die seneng" ucapan putri lesu membuat arga menatap wanita yang mengisi hatinya itu
"loe tau gue ngak perna suka sama semua ini seharusnya loe lebih mikirin diri loe sendiri ga, bukan gue, gue nerima ucapan selamat dari sahabat gue aja udah seneng ngak perlu kayak gini " seketika arga kembali di ingatkan jika setatus nya sampai kapan pun tidak akan perna berubah hanya sebatas sahabat
miris
arga menyandarkan badanya ke sopa menatap langit ruangan putri yang berhiaskan awan " salah ya put gue kasih perhatian ke loe"
putri tersenyum "loe ngak salah gue makasih banget loe perhatian, tapi sebagai sahabat loe sampai kapan loe akan sendiri ini sudah waktunya loe nyari istri ga"
lagi dan lagi ucapan putri membuatnya sadar jika ia telah berbuat tidak seharusnya pada caca wanita yang berstatus istrinya itu
"oya ini undangan pernikahan gue loe wajib dateng ya " putri memberikan undangan pernikahannya tampa tau jika ada rasa kecewa di hati arga
dengan lesu arga melihat undangan itu " loe jadi nikah sama Dion.?" tanya arga yang langsung di angukki putri
"iya ga kemaren gue cuma salah paham aja dan tampa mikir panjang gue langsung batalin pertunangan itu kanak kan banget kan" sahut putri namun arga hanya diam
"gue ada kenalan cewek kalau loe mau gue kenalin deh"
arga mengeleng " ngak perlu put, gue langsung kampus ya " arga beranjak
"ga makasih kadonya oya salam ya sama maudi " arga hanya menganguk lalu keluar ruangan putri untuk menuju ke kampus
.
.
.
.
.
Abritase internasional adalah penyelesaian masalah atau sengketa perdata di luar peradilan hukum. Sesuai yang tertuang pada pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, arbitrase adalah cara penyelesaian suatu sengketa di luar peradilan umum yang berdasarkan pada perjanjian arbitrase secara tertulis oleh para para pihak yang bersengketa
dalam artian bisa menyelesaikan permasalahan tampa jalur hukum di pengadilan.
lanjut aah
my brother is my husband
apa yang kamu bayangkan ketika mengetahui jika yang menghamilimu adalah sodarah tirimu sendiri ?
gita merasa dirinya sangat tidak beruntung, setelah percintaannya kandas hidupnya hancur karna kehamilan dan sekarang ayah dari anaknya adalah sodara tirinya sendiri, bagaimana kisahnya ikuti ceritanya