NovelToon NovelToon
Mengubah Takdirku Sendiri

Mengubah Takdirku Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Time Travel / Balas dendam pengganti / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:40.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nita_001

--Lebih baik menyinggung Raja Neraka, daripada menyinggung Feng Yaorao--

Dunia mengenal Feng Yaorao, putri sulung keluarga Feng, sebagai gadis yang pemalu, lemah dan tidak berpendidikan. Mereka menganggapnya sampah tak berguna yang bisa ditindas sesuka hati. Namun, mereka tidak tahu bahwa setelah sebuah kemalangan merenggut nyawanya, jiwa gadis lemah itu telah digantikan oleh seorang Top Assassin berdarah dingin dari Abad ke -24.

Licik, kejam, dan pendendam. Feng Yaorao yang baru tidak akan membiarkan siapapun yang menyakitinya lolos begitu saja. Siapapun yang berhutang padanya, harus membayar dengan darah. Siapapun yang menghalanginya, akan berakhir di kuburan massal.

Mengandalkan insting membunuh yang tajam serta Ular Darah-- makhluk spiritual mistis di dalam tubuhnya yang bisa bertransformasi menjadi cambuk mematikan, dia siap membalikkan dunia kuno ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita_001, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21 - Drama Perangkap Madu di Tengah Jalan

“Tolong! Tolong! Siapapun, tolong aku!”

Tiba-tiba, teriakan seorang wanita yang meminta bantuan terdengar memecah keheningan jalan setapak di depan mereka. 

“Gadis manis, menyerahlah pada kami! Di tempat tepencil seperti ini, bahkan jika kau berteriak sampai suaramu habis, tidak akan ada satu orangpun yang datang menyelamatkanmu,” susul suara seorang pria yang terdengar cabul. 

Sialan! 

Feng Yaorao mengumpat dalam hati. Di siang bolong seperti ini, masih saja ada tindakan pelecehan murahan di tengah jalan. 

Disisinya, wajah Chi Feng memerah karena amarah yang menyulut di dadanya. Namun, dia bukanlah tipe orang yang suka ikut campur dalam urusan orang lain, sehingga dia menahan diri untuk tidak langsung membantu. 

Lagipula, sebelum mereka sampai dengan selamat di ibu kota, situasi dirinya dan tuannya sangatlah berbahaya. Siapapun yang mereka temui di perjalanan bisa saja merupakan pembunuh bayaran tersembunyi yang dikirim oleh musuh. Maka dari itu, mereka tidak boleh bertindak gegabah. 

Namun, Feng Yaorao yang tampaknya tidak berpikir sejauh itu, melangkah santai menuju asal suara tersebut.

“Nona Feng…”

Begitu kakinya melangkah, Chi Feng memanggilnya dengan nada menahan. 

“Ada apa?” 

Langkah Feng Yaorao terhenti sejenak, dia menoleh dan bertanya dengan raut wajah yang sedikit tidak senang. 

“Nona Feng, perjalananku dan tuanku saat ini sedang dihantui banyak bahaya tersembunyi. Jika kau ingin menyelamatkan seseorang, tolong pertimbangan dengan baik sebelum bertindak,” ucap Chi Feng dengan kalimat yang disusun sebijaksana mungkin. 

Namun, siapa Feng Yaorao? Bagaimana mungkin seorang mantan Top Assassin tidak menangkap maksud tersirat di balik ucapan itu? Dia langsung menyadarinya.. 

“Jangan khawatir, aku bukan tipe orang yang bertindak tanpa otak,” sahut Feng Yaorao datar, lalu melanjutkan langkahnya. 

Tak lama kemudian, dari balik rimbunnya semak-semak, Feng Yaorao melihat tiga orang pria kekar sedang meraba-raba pakaian seorang wanita, tampak akan melakukan tindakan pelecehan padanya. 

Wanita itu mencengkram pakaiannya erat-erat, melangkah mundur selangkah demi selangkah dengan raut wajah yang dipenuhi kepanikan. 

“Menjauh dariku! Jangan mendekat! Tolong…” teriaknya histeris. 

“Gadis manis, berhentilah keras kepala. Jika tidak, kami akan mempermainkanmu disini lalu membunuhmu!” seru yang lain dengan nada tidak sabar. Namun anehnya, langkah kakinya justru tampak melambat, seolah sengaja mengulur waktu untuk menunggu sesuatu. 

“Tidak… jangan…” wanita itu terus mundur, namun ketiga pria itu seakan ragu-ragu untuk benar-benar menyentuh tubuhnya. 

Melihat adegan itu, Feng Yaorao tersenyum sinis. Sandiwara mereka terlalu banyak celahnya. Jika ketiga pria kekar itu memang berniat merampok kesucian seorang wanita lemah, mereka tidak akan membuang-buang waktu untuk bertukar dialog dramatis seperti itu. 

Sungguh lelucon bahwa tiga pria kekar tidak mampu menundukkan seorang wanita lemah.. 

Meskipun akting mereka terbilang cukup bagus untuk mengelabuhi orang-orang biasa, aura tersembunyi yang terpancar dari tubuh mereka– gerakan kaki yang kokoh akibat latihan bela diri selama bertahun-tahun– sama sekali tidak bisa membodohi insting tajam Feng Yaorao. 

Mengingat peringatan Chi Feng tadi, Feng Yaorao langsung menyimpulkan situasinya– sepertinya seseorang sedang memasang perangkap madu rendahan untuk menyebab Can Yao, sang pangeran bodoh! 

“Tapi, siapapun dalang di balik perangkap ini benar-benar kejam,” batinnya merasa kesal. 

Mencoba mencelakai seorang pria dengan gangguan mental seperti Pangeran Cang Yao jauh lebih kejam daripada menyerang musuh yang waras. Lagipula, drama pahlawan menyelamatkan kecantikan seperti ini terlalu biasa. 

“Ah! Kakak Cantik, apa yang sedang mereka lakukan? Kakak perempuan itu terlihat sangat ketakutan!” Pangeran Cang Yao berseru panik dengan sepasang mata yang membelalak cemas. Tubuh tingginya langsung beringsut mundur, bersembunyi di balik punggung Chi Feng. 

Ekspresinya begitu murni dan polos, benar-benar tidak memahami kekejaman tersembunyi di balik aksi tersebut. 

“Mereka hanya sedang bercanda,” sahut Feng Yaorao acuh, seolah sedang menonton sebuah pertunjukan teater murahan. “Para kakak laki-laki itu hanya sedang bermain permainan untuk menjebak teman perempuan mereka.”

Hah..? 

Chi Feng tertegun, menatap Feng Yaorao dengan pandangan tak percaya. Dia tidak menyangka wanita itu akan memberikan penjelasan yang begitu nyeleneh pada tuannya. Bagaimana mungkin seorang gadis dari keluarga terhormat mengucapkan kalimat tidak pantas seperti itu dengan wajah datar? 

“Oh, begitu?” suara polos Pangeran Cang Yao kembali terdengar dari balik punggung Chi Feng, penuh rasa ingin tahu. “Tapi, kakak laki-laki itu ada tiga orang, mengapa mereka sangat lemah sampai tidak bisa menundukkan satu kakak perempuan saja sejak tadi?” 

Pertanyaan lugu dari sang pangeran bodoh seketika membuat suasana langsung berubah. 

Benar! Dengan jumlah tiga pria ahli bela diri, mengapa mereka tampak kesulitan hanya untuk menangkap satu wanita biasa? 

Pertanyaan itu sungguh menggugah logika. Apakah jawabannya karena mereka memang sengaja tidak mau melakukannya sebelum target utama mendekat? 

Ketiga pria dan wanita yang sedang bersandiwara itu tersentak mendengar percakapan Feng Yaorao dan Pangeran Cang Yao. Mereka menoleh dan menatap dingin ke arah kedatangan mereka. 

“Itulah yang orang dewasa sebut sebagai… kesenangan romantis dalam permainan,” Feng Yaorao menambah penjelasannya dengan nada menyindir. 

“Uhuk, uhuk.. uhuk!” 

Mendengar frasa itu, Chi Feng tersedak air liurnya sendiri. Dia terbatuk-batuk hebat hingga wajahnya memerah, campuran antara rasa malu dan sakit karena batuk. 

Apakah Feng Yaorao ini benar-benar seorang wanita tulen? Bagaimana bisa dia menguraikan situasi sensual seperti itu tanpa memerah sama sekali? 

“Lalu, apa itu kesenangan romantis?” tanya Pangeran Cang Yao lagi, yang tidak mengerti maksud tersiratnya. 

“Kesenangan romantis adalah…” 

“Nona Feng! Tolong jaga ucapanmu dan jangan meracuni pikiran Tuanku! Beliau masih polos!” sela Chi Feng buru-buru, memotong kalimat Feng Yaorao sebelum dia merusak pikiran tuannya lebih jauh. 

Namun, sisa amarah dalam hentakan Chi Feng tiba-tiba berubah menjadi kecanggungan yang menggelikan, membuatnya tampak seperti korban dari lelucon Feng Yaorao.

Apa sebenarnya yang ada di dalam kepala putri menteri yang eksentrik ini? Apakah dia tidak sadar jika kalimat semacam itu terdengar oleh orang-orang di ibu kota, dia akan tenggelam dalam hujan ludah masyarakat karena dianggap tidak tahu aturan? 

Bukan hanya Chi Feng, bahkan ketiga pria dan wanita di depan mereka kehilangan fokus mendengar ucapan nyeleneh tersebut. 

Jelas, mereka tidak menyangka bahwa target yang mereka tunggu akan merespon tindakan mereka dengan cara seaneh ini. 

“Hmph! Yaoyao bukan anak kecil lagi! Yaoyao sudah tumbuh besar!” Pangeran Cang Yao mendengus tidak puas pada Chi Feng. 

Mendengar protes dari tuannya sendiri, Chi Feng merasa patah hati– Tuanku yang tersayang, bisakah Anda berhenti membantah pengawal setiamu ini di depan musuh?-- Namun tentu saja, dia tidak berani mengucapkan kalimat itu dan hanya bisa menyimpannya dalam hati. 

“Eh? Mengapa mereka semua berhenti bergerak?” gumam Feng Yaorao dengan nada heran yang dibuat-buat, memecah suasana canggung. 

Mendengar itu, tiga pria dan wanita di depan langsung tersadar dari keterpakuannya. Kilatan niat membunuh melintas cepat di mata mereka sebelum akhirnya mereka menekannya dan mencoba kembali ke peran masing-masing. 

Namun, jeda refleks yang singkat itu sudah lebih dari cukup bagi Feng Yaorao untuk memastikan bahwa mereka benar-benar pembunuh bayaran. 

Mata wanita berpakaian lusuh berbinar dengan harapan palsu. Memanfaatkan suasana hening, dia bergegas berlari pincang ke arah Feng Yaorao, lalu menjatuhkan dirinya berlutut di tanah sembari menangis tersedu-sedu. “Nona, Tuan, tolong kasihanilah aku! Tolong selamatkan aku dari para bajingan ini!” 

“Mengapa kami harus menyelamatkanmu?” 

Suara tanggapan Feng Yaorao terdengar datar tanpa emosi sedikitpun, seolah-olah nyawa wanita yang berlutut di hadapannya itu tidak lebih berharga dari sebutir debu jalanan. 

Semua orang lagi-lagi tercengang. Apakah wanita ini hanya akan berdiri diam melihat seseorang dilecehkan di depan matanya sendiri? Jika benar seperti itu, maka rencana yang telah di susun oleh organisasi mereka akan benar-benar… 

“Gadis manis, kembalilah bersama kami dengan patuh! Kami berjanji akan menjagamu sangat baik di ranjang! Hahaha!” 

Melihat Feng Yaorao tampak enggan mengulurkan tangan, salah satu pria kekar segera memasang seringai mesum yang dipaksakan– walau sorot matanya tetap sedingin es tanpa gairah– sembari melangkah maju perlahan dengan gestur yang dibuat seberandal mungkin. 

“Tidak! Aku tidak mau! Jangan sentuh aku!” wanita itu berteriak dengan akting ketakutan yang semakin dramatis. Dia kembali mendongak menatap Feng Yaorao, meratap memohon padanya, “Nona, tolong selamatkan aku! Jika kau tidak menyelamatkanku hari ini, aku lebih baik memilih mati daripada menanggung rasa malu ini!” 

“Lalu, apa hubungannya hidup dan matimu denganku?” sahut Feng Yaorao lagi dengan nada yang semakin acuh, sama sekali tidak menunjukkan rasa simpati seperti yang diharapkan. 

Rasa simpati? 

Jika wanita di hadapannya ini adalah rakyat biasa yang benar-benar sedang tertimpa kemalangan, Feng Yaorao tentu tidak akan keberatan menggunakan cambuk Ular Darahnya untuk menegakkan keadilan. 

Namun, jika orang lain sengaja datang membawa niat busuk untuk menjebaknya, mengapa dia harus repot-repot mengotori tangannya hanya untuk masuk ke dalam perangkap mereka? 

Sisi belas kasih seorang Feng Yaorao bukanlah sesuatu yang bisa dinikmati oleh sembarangan orang! 

Para pembunuh yang sedang menyamar itu mulai merasa panik. Apa yang salah dengan wanita cantik berbaju merah ini? Bukan hanya menolak membantu, tetapi juga bersikap sedingin itu. 

“Kakak Cantik… dia terlihat sangat menyedihkan,” bisik Pangeran Cang Yao tiba-tiba. Dia menatap wanita yang berlutut itu dengan sepasang matanya yang jernih, merasa kasihan, seolah-olah hatinya yang polos benar-benar terdengar oleh tangisan palsunya. 

Mendengar itu, Chi Feng hanya bisa menghela nafas dengan pasrah. Rasa frustasi kembali mendera hatinya hingga rasanya dia ingin meneriaki tuannya– Tuanku, mengapa di saat kritis seperti ini Anda juga ikut-ikutan menambah kekacauan?

1
Ayu Padi
keren
Ayu Padi
lanjut Thor..ditunggu up ny...lebih baik Feng yourou masuk ke marga ibu ny aj Thor jadi Qin yourou..
Siti Hawa
thoor kok aku masih pnasaran dengan sosok laki laki kuat betopeng yg misterius, yg menyelamatkan feng yourou waktu kluar dari hutan berksbut itu thoor..
Ayu Padi: pangeran Cang Yao...bener GK Thor...penasaran siapa nti yg jadi pasangan Feng yourou ??
total 2 replies
marlaina marliana
mawar merah untuk mu kaka
semangat 💪💪💪 Ditunggu updatenya❤❤
marlaina marliana
feng yaorao kamu membuat ku kagum .
ini baru dirimu yg sesungguhnya tegas, disiplin dan harus kejam tanpa ampun pd musuh 💪💪💪
justFlio
bagus thor..yukks lanjutkan sampai tamat
justFlio
semangat..bagus ceritanyaa👍👍👍
justFlio
ditunggu UP nya thor🙏🙏
Rhyzca Ayu
Di tunggu balas dendam mu yao'er💪💪😍😍😍☕☕☕semangaat tho❤
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
mulai seru ini semoga bab selanjutnya makin seru ya say
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
mampir kak
Pa Muhsid
terlalu santai jadi alur ceritanya lammmbat
marlaina marliana
aissssss keluarga sialaan..... kapan aku bisa bejek-bejek ayah biadab bin laknat itu😡😡😡
Sribundanya Gifran
lanjut thor
marlaina marliana
mampus loe jalang.
lanjut..... lanjut lagi seruu bingit
marlaina marliana: di fizo ya kak
total 3 replies
marlaina marliana
menunggu pembalasan yg menyakitkan, untuk ayah biadap, tp jgn kelamaan ya.... 🙂. oh ya jgn lupa nona segera rampas kembali semua perhiasan dan hartamu yg telah dirampas pelakor dan anaknya 💪💪💪💪💪. saya punya parutan kelapa yg super besar bisa buat membantu menghancurkan muka. apalagi yg bermuka dia 🤣🤣🤣🤣💪💪💪
Widhi_Wisesha
🤦nemu fans dadakan sesuai zamannya😅
marlaina marliana
pengen ku cacah samapai halus muka perdana menteri sm selirnya itu. disiksa sampai menderita 😡😡
marlaina marliana: 🙊🙊🙊🤣 hihihihi
total 2 replies
marlaina marliana
selalu bikin penisirin...
semangat yaorao💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!