Dewi seorang remaja berumur 15 tahun,kelas 3 Smp sekolah agama memiliki 3 saudara kandung'kakak laki laki dan kakak perempuan,seorang gadis remaja yang baru mau memulai hidupnya menjadi tingkat dewasa
Hasby seorang remaja lelaki berumur 16 tahun juga kelas 3 smp berbeda sekolah dari Dewi
pertemuan tidak disengaja itu menjadi awal ceritanya,mengubah hidup seorang Dewi menjadi wanita yang harus bersabar dalam menjalani kehidupan
penasaran???????
ini novel pertama yang aku tulis,semoga menghiburr selamat membaca❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desi sukma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jalan masing masing
Hampir 10 menit mereka masih betah untuk berpelukan.Hingga Habsy melonggarkan pelukannya dan menatap dewi nanar.
Tangan Habsy terangkat untuk menghapus sisa air mata yg masih menempel di pipi Dewi.
Dewi memejamkan matanya merasakan hangatnya telapak tangan habsy menyentuh kulit wajahnya.
Habsy mencium kening Dewi sebagai tanda perpisahan mereka.
" Ayo kita pulang,Sekarang sudah larut " Kata Habsy membuyarkan lamunan Dewi.
Dewi membuka matanya dan menatap Bryan dengan berkaca2,Seolah tak ingin jauh dari Habsy, Dewi memeluknya sekali lagi.
mereka pun akhirnya pulang.
Habsy mengantar Dewi pulang ke apartemen bryan.
setelah didepan lobi habsy pamit undur diri.
" Masuk lah.Tidak usah dipikirkan lagi " Kata habsy menenangkan.
Dewi hanya menggangguk dan mulai masuk menuju apartemennya
.
Sudah dari tadi handphone Habsy terus bergetar di saku celananya, dan sudah dipastikan bhwa itu si penelpon adalah Devina,
Habsy terlalu malas untuk menjwab panggilannya.
habsy mengendarai mobilnya untuk pulang kerumah ayah dan ibunya.
Dewi membuka pintu apartemen dan melihat ada sepatu Bryan di rak.
Dewi mengernyit bingung.
" Bukannya Bryan bilang tak pulang malam ini " Gumam Dewi melangkah menju kamarnya yg dipojokan.
Saat melewati ruang tamu dewi terkejut melihat sosok pria sedang duduk sambil menonton tv.
" Astagfirullahalazim " kata dewi kaget sambil mengusap dadanya.
" Kemana aja kamu,jam segini baru pulang "Tanya Bryan tajam.
" Anu pak eh Bryan anu..."Kata Dewi terbata bata.
" Anu apa " Ketus Bryan menghampiri dewi dan bidiri didepannya dengan tangan berlipat didada.
" Saya habis ketemuan sama teman lama " Kata Dewi takut.
" Teman / Pacar kamu ? Tanya Bryan ketus.
" Hah eh temen pak "jwab Dewi kaget.
" Mantan gebetan batin Dewi.
" Kamu tau apa salah kamu ? tnya Bryan mengangkat alis nya sebelah..
" A a pa pak ? tnya dewi terbata bata.
" Pak ?? "ketus bryan.
Kamu harus mendapat hukuman,kamu pulang terlambat dan melupakan perjanjian kita diawal ."sakas Bryan.
" Maaf kan saya pak eh Bryan "Kata Dewi gelagapan.
Bryan melangkah mendekati Dewi,Dewi yg melihat pun sontak mundur ke belakang dan hampir saja terjatuh,menabrak meja sopa jika Byan tak menangkapnya.
Dewi tepat di pelukan Bryan.
Jantung dewi pun berdetak cepat,dewi sangat takut jika bryan berbuat macam2 kepadanya.
Bryan menaruh dagunya di pundak Dewi dan memejamkan matanya sesaat sambil menghirup aroma tubuh Dewi yg menenangkan.
" Buatkan saya makanan,saya lapar menunggu kamu dari tadi, tak tau jam pulang." Bisik Bryan diceruk leher Dewi.
Dewi merasa darahnya seperti mendesir merasakan hembusan nafas Bryan. yg langsung menyentuh kulit lehernya.setelah Bryan melepaskan rengkuhan nya Dewi berlari langsung menuju kamarnya dan mengganti baju nya dengan baju tidur panjang.
Dewi kluar dari kamar dan menuju dapur.
Saat didapur Dewi bingung mau masak apa
Dia pun menghampiri Bryan yg masih betah menonton tv.
" Bryan mau makan apa ? Tanya Dewi hati2.
Bryan menoleh sesat dan memalingkan wajahnya lagi menghadap televisi.
" Terserah " jwab bryan cuek.
" Kalo indomie mau ?? tanya Dewi spontan,bukan apa2 karna hari sudah menujukkan pukul 10.30 mlm.dan Dewi sudah mengantuk.
" Iya " jwab Bryan cuek.
Dewi pun tersenyum bahagia sambil membalikkan badannya menju dapur.
Dewi langsung menyiapkan alat tempurnya dan mulai mengambil sayuran,memotong nya dan mencampurnya menjadi 1,tapi lupa telur stngah matangnya menjadi pelengkap.
7 menit kemudian telah tersedia 2 mangkuk indomie kuah dengan toping ala2 Dewi.
Bryan berjalan mendekat dan duduk di kursi meja makan.
" Kok ada 2 mangkuk ? tanya Bryan bingung.
" Untuk saya 1 hehe " Cengenges Dewi.
" Emang kamu kluar tadi ngak makan malam dulu, ? Tnya Bryan .
" Udah sih tapi masih laper hehe " Jwab Dewi dengan menggarukkan telinganya tak gatal.
" Ya sudah " kta Bryan cuek.
Setelah mereka selesai makan dewi langsung mencuci alat masak nya dan menyeduh teh bunga untuk Bryan.
Dewi menghampiri bryan yg melanjutkan acara nontn televisinya.
" Ini teh nya " Kata Dewi ramah .
" Hah kok teh,kenapa ngak kopi ? tanya Bryan bingung.
" Ngak baik terlalu sering minum kopi.jadi aku buatkan teh saja " kata Dewi menjelaskan.
" Hmmm...duduk lah jangan berdiri disitu temani saya nonton. " perintah Bryan.
" iya ..." Dewi pun duduk berjauhan disamping Bryan.
" Mata kamu kenapa sembab ? tanya Bryan mengurangi kesunyian mereka.
Dewi meraba matanya...
" Oh ngak sengaja kelilipan waktu dijalan tadi "Kata Dewi berbohong.
" Kelilipan batu bata ? Tnya Bryan sambil terkekeh pelan.
Dewi mengkrucutkan bibirnya kesal mendengar ejekan Bryan.
" Kalo bohong itu yg pintar sedikit,saya ngak sebodoh itu membedakan kelilipan dan menangis "kta Bryan judes.
Dewi hanya diam menganggukkan kepalanya.
"Tidur lah,istirahat .jika besok belum hilang juga kompres dengan air hangat. " titah Bryan.
"Baik lah.Kata Dewi meninggalkan Bryan sendrian.
Melihat kepergian Dewi,Bryan menghela nafas panjang dan mematikan televisi nya.melangkah menuju kamar nya untuk tidur.
kasihan Dewi ...Bryan. bagaimana nasibnya kalau tidak kau nikahi dan juga nasib anakmu setelah lahir nanti
Kamu harus berani jangan lemah...ikuti kata hatimu.
Harusnya dia lebih memilih Dewi karena ada benih dalam.peeut nya dan itu darah daging Bryan.
kalau mengatakan yg sebenarnya bahwa ada.Dewi yg telah hamil habislah Bryan.
Liat aja kelakuan si Meri belum nikah aja sikapnya udah otoriter gitu gimana nanti kalau udah nikah.
Bryan....kamu harus berani dan tegas sebagai lelaki.
Kamu bilang aja kalau saat ini kamu udah punya calon buah hati , siapa tau dengan adanya penerus keluarga ini papa dan kakekmu akan mendukung paling yg menentang mamahmu.
Jangan bilang itu untuk acara nikahan Bryan yg udah disiapin sama momynya.
sekarang Bryan mau nikahan, semoga nikahan Bryan gak jadi...