NovelToon NovelToon
Land Of Eldoria

Land Of Eldoria

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Akademi Sihir / Perperangan / Fantasi Wanita
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: AzaleaHazel

Eldoria, yang berarti negeri kuno yang penuh berkah. Negeri yang dulunya selalu di sinari cahaya matahari, kini berubah menjadi negeri yang suram.



Ratusan tahun telah berlalu sejak peperangan besar yang menghancurkan hampir seluruh negeri Eldoria, membuat rakyat harus hidup menderita di bawah kemiskinan dan kesengsaraan selama puluhan tahun sampai mereka bisa membangun kembali Negeri Eldoria. Meskipun begitu bayang-bayang peperangan masih melekat pada seluruh rakyat Eldoria.



Suatu hari, dimana matahari bersinar kembali walau hanya untuk beberapa saat, turunlah sebuah ramalan yang membuat rakyat Eldoria kembali memiliki sebuah harapan.




"Akan terlahir 7 orang dengan kekuatan dahsyat yang dapat mengalahkan kegelapan yang baisa di sebut Devil, di antara 7 orang itu salah satu dari mereka adalah pemilik elemen es yang konon katanya ada beberapa orang istimewa yang bisa menguasai hampir semua elemen dari klan Es"


Siapakah ketujuh orang yang akan menyelamatkan negeri Eldoria?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AzaleaHazel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

Hari berikutnya Liz kembali ke hutan dan masuk lebih dalam lagi. Ia pikir jika masuk semakin dalam akan semakin gelap, tapi kenyataannya semakin ia memasuki hutan ini semakin terang. Pohon-pohon menjulang tinggi berwarna hijau yang tampak rindang, langit biru pun terlihat cerah, berbeda dengan tempat yang mereka lewati sebelumnya yang sangat gelap karena pepohonannya yang lebat hingga menutupi langit. Saat melihat ke bawah ternyata salju di sini juga tidak terlalu menumpuk, bahkan permukaan tanahnya masih bisa terlihat.

"Eve, sebenarnya hutan apa ini?" Pertanyaan itu tiba-tiba saja meluncur dari bibir Liz padahal ia tidak tau apakah Eve mengetahui tempat ini atau tidak.

"Entahlah, hutan ini sudah ada sejak dulu dan anehnya tidak pernah berubah sampai sekarang." Siapa sangka jawaban Eve berbeda dengan apa yang di pikirkan oleh Liz.

"Itu artinya kau sudah pernah kemari?" Liz bertanya dengan kerutan di dahinya, matanya melirik Eve yang terbang di sebelahnya tanpa menghentikan langkahnya.

"Tentu saja."

"Apakah kau datang ke sini sendiri?" Liz kembali bertanya. Hutan ini bisa di bilang seperti hutan misteri, padahal satu tempat tapi seperti menjelajah ke beberapa tempat.

"Ya, memangnya kenapa?" Kini Eve yang bertanya. Sebenarnya ini memang bukan pertama kalinya ia datang ke hutan ini.

"Bagaimana caramu menghadapi monster-monster di sini?" Benar, Liz merasa hutan ini sangat berbahaya jika harus di datangi sendiri. Selain banyak monster, tempat ini juga berubah setelah melewati tanaman merambat yang menjulang tinggi seolah seperti pintu masuk ke tempat lain. Seperti yang terjadi tadi, awalnya mereka masuk ke hutan biasa lalu menjadi sangat gelap dan sekarang terlihat indah karena pepohonannya yang rindang dan juga langit birunya yang tampak cerah.

"Monster-monster di hutan ini bukan tandingan ku." Entah kenapa cara bicara Eve terdengar seperti menyombongkan diri.

Liz mengerutkan alisnya, merasa jengah dengan kepercayaan diri Eve. "Tapi kemarin kau tampak kesulitan menghadapi Thamoris?" Liz yakin jika kemarin Eve juga kesulitan menghadapi Thamoris.

"Sebenarnya aku hanya berpura-pura. Thamoris memang mahkluk yang cukup merepotkan, tapi bukan berarti aku tidak bisa mengalahkannya, dan sejak awal aku selalu menyembunyikan auraku karena itu dia berani mendekat." Baiklah, sekarang jawaban Eve benar-benar membuat Liz sangat kesal.

Liz mengepalkan tangannya merasa kesal karena telah di permainkan. "Ternyata kau mempermainkan ku! Dasar burung jelek!!" Ia memukul Eve tanpa ampun untuk melampiaskan amarahnya.

"Hey hey, berhenti memukulku. Lagipula yang rusa itu incar adalah dirimu bukan aku." Eve berusaha menghindar tapi Liz terus mengejarnya.

Phoenix memang hewan legendaris yang langka, tapi Phoenix campuran seperti Eve sepertinya hanya satu di antara ribuan Phoenix biasa. Tidak heran jika Eve menyombongkan dirinya karena kekuatannya memang besar, elemen apinya bisa saja membakar seluruh hutan ini jika ia mau, begitupun dengan elemen Es nya.

"Huh, benar-benar mengesalkan!" Akhirnya Liz menyerah memukuli Eve. Kakinya kembali melangkah, berjalan lebih dulu dengan kaki yang sengaja di hentak hentakkan tanda ia masih merasa kesal.

"Baiklah baiklah maafkan aku." Eve terus mengucapkan kata maaf tapi tidak di hiraukan oleh Liz. Sepertinya anak itu benar-benar kesal padanya.

Sepanjang jalan hanya suara Eve yang terdengar karena Liz masih mengabaikan Phoenix itu. Di depan Liz, Phoenix legendaris itu sama sekali tidak ada harga dirinya, lihat saja padahal Eve terus meminta maaf padanya tapi dia tetap mengabaikannya. Tiba-tiba mata mereka kompak saling tatap saat mendengar suara gemerasak dari semak-semak, seolah sedang bicara bahasa isyarat, keduanya diam di tempat. Menunggu mahkluk apakah yang kira-kira akan muncul.

Keduanya kembali saling tatap, aneh, mereka sudah menunggu lebih dari 10 menit tapi tidak ada yang muncul dari semak-semak itu. Mereka memutuskan untuk melangkah mendekat, semua semakin aneh saat mereka mendengar suara hewan buas, daripada auman lebih seperti suara rintihan.

"Cepat periksa." Eve berbisik, memerintah Liz untuk memeriksa di balik semak-semak itu.

Liz mengerutkan alisnya tidak suka. "Hey bodoh, kenapa tidak kau saja? Gunakan sayapmu itu dan terbang ke atas untuk melihat mahkluk apa yang ada di balik semak itu!" Liz ikut berbisik membalas ucapan Eve. Menurutnya akan lebih mudah seperti itu, kenapa juga malah dirinya yang di perintah. Sebenarnya siapa yang menjaga siapa, kenapa rasanya jadi terbalik.

"Tidak mau, bagaimana jika itu mahkluk yang berbahaya? Kau tau, aku benci rasa sakit." Balasan tidak terduga dari Eve membuat mata Liz melotot.

"Setelah di pikir-pikir ternyata kau memang bodoh, dasar burung jelek!" Maki Liz, dia benar-benar tidak habis pikir dengan jawaban Eve. Terbesit di pikirannya bagaimana kalau burung jelek ini ia bakar saja daripada terus-terusan membuatnya kesal.

"Wah, beraninya kau bica–"

"Diam atau ku lempar kau ke sana!" Liz dengan cepat memotong ucapan Eve sebelum burung itu menyelesaikannya. Ia menunjuk semak-semak itu dengan matanya, tanda jika ia tidak main-main dengan ucapannya.

Eve langsung menutup mulutnya rapat-rapat setelah Liz mengancamnya. Melihat bagaimana anak itu melangkah dengan beraninya mendekati semak-semak, untuk berjaga-jaga, Eve mengikuti Liz dari belakang. Perlahan tangan Liz terulur untuk menyingkap semak-semak itu lalu mengintipnya. Matanya melebar setelah melihat apa yang ada di balik semak itu, seekor Fenrir berwarna putih mungkin tingginya hampir dua meter. Tapi bukan itu yang menarik perhatiannya, melainkan noda merah yang ada di bulu putihnya. Tanpa sadar ia keluar dari semak-semak itu dan melangkah mendekati Fenrir itu.

"Apakah dia merintih karena kesakitan? Darahnya banyak sekali, apakah dia baik-baik saja?"

Selayaknya hewan buas, begitu melihat manusia mendekat, Fenrir itu menatap Liz dengan tajam. Liz tidak tersinggung, ia yakin jika Fenrir itu berusaha melawan untuk melindungi dirinya, tapi sayangnya dia tidak bisa bergerak karena lukanya cukup parah.

"Tidak apa-apa, aku tidak akan menyakitimu jadi tenanglah." Ucap Liz seraya mengangkat tangannya dan tetap berjalan mendekat.

"Lihat aku meletakkan tasku, semua barang-barangku ada di sini." Sambung Liz saat Fenrir itu masih waspada dengannya, ia meletakkan tasnya di tanah.

"Liz, kau bicara dengan siapa?" Tiba-tiba suara Eve terdengar begitu keras dari balik badan Liz. Mungkin karena Liz sudah pergi terlalu lama membuat Eve menyusulnya, tapi dia malah mendengar Liz mengobrol.

Liz memejamkan matanya, mulut Eve benar-benar tidak tau kondisi dan selalu saja bicara sembarangan di saat situasi yang tidak tepat. "Hey bodoh, diamlah!" Padahal ia sedang berusaha bicara dengan Fenrir di hadapannya ini, tapi Eve malah menganggu.

Tanpa menghiraukan apa yang Liz katakan, matanya beralih pada Fenrir yang ada di depan mereka. "Oh, Fenrir? Tapi ada apa dengannya?" Tanya Eve.

"Diamlah, aku sedang berusaha mendekatinya." Liz memejamkan matanya, menahan kesal karena lagi-lagi Eve mengabaikannya.

"Hey, ada apa dengan luka di tubuhnya itu? Apa kau bisa bicara?" Eve kembali bertanya pada Liz, tapi belum sempat di jawab ia beralih bertanya pada Fenrir itu.

"Selain bodoh ternyata kau juga tidak sopan!" Satu pukulan Liz berikan tepat di kepala Phoenix itu. Kenapa Eve sangat tidak sopan bertanya seperti itu, padahal baru pertama bertemu.

"Kenapa lagi-lagi kau memukulku!" Gerutu Eve, dia terbang menjauh agar tidak di pukul lagi oleh Liz.

"Jangan tersinggung dengan apa yang dia katakan, burung ini memang bodoh." Liz sedikit membungkukkan badannya, menyesal karena sikap tidak sopan nya Eve pada Fenrir itu.

"Apakah Phoenix itu hewan pelindungmu?" Tanya Fenrir itu.

Liz sedikit terkejut saat serigala besar itu bisa berbicara, tapi ia segera menormalkan ekspresinya karena takut akan menyinggung perasaan mahluk itu.

1
Rina Yulianti
ahirnya up juga...makasi thor
Rina Yulianti
kok ngilang thor ???
Rina Yulianti
makin seru aja,tetap semangat thor
Rina Yulianti
thor jangan kelamaan up nya ...tetap semangat
Rina Yulianti
akhirnya up juga..semoga novel ini booming..tetap semangat thor 💪💪
Rina Yulianti
ahirnya up juga..tetap semangat thor 💪💪
Rina Yulianti
saking asiknya baca nyampe lupa koment 🤭🤭
selalu semangat thor ...
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Rina Yulianti
aaaaa...ahirnya up juga ,semangat thor 💪💪
Tyaa_
makin seruu nihh, up lagi dong
Rina Yulianti
makin seru aja....jangan lama lama up nya thor.semangat 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!